NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:741
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sulis Mulai Curiga

Tiga bulan berlalu sejak Lastri meninggalkan rumah mereka,bukannya membaik, rumah tangga Sulis justru terasa semakin asing.Di mata orang lain, semuanya tampak normal,Irwan masih bekerja seperti biasa,masih pulang ke rumah dan bermain dengan anak-anak ketika sedang senggang.

Namun Sulis merasakan sesuatu yang berbeda,sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata,naluri seorang istri terus berbisik bahwa ada rahasia yang sedang disembunyikan suaminya,semakin hari, perasaan curiga itu semakin kuat.

Dalam tiga bulan terakhir, Irwan mendadak sering pergi keluar kota.

Alasannya selalu sama,pemasangan reklame,klien besar,proyek mendadak,dan pekerjaan yang mengharuskannya menginap.Awalnya Sulis mencoba mempercayai semua penjelasan itu,bagaimanapun juga usaha reklame Irwan memang sedang berkembang pesat,tidak aneh jika pekerjaannya semakin banyak,lama-kelamaan semuanya terasa janggal,terlalu sering, yang paling membuat Sulis tidak tenang adalah perubahan sikap Irwan.

Pria itu memang masih perhatian,sering bertanya kabar,masih memberikan uang belanja tepat waktu,tapi ada jarak yang tidak terlihat.Seolah tubuhnya berada di rumah, sementara hatinya berada di tempat lain.

...****************...

Suatu malam Sulis sedang membereskan pakaian ketika ponsel Irwan yang tergeletak di meja bergetar,ada pesan masuk,layarnya menyala beberapa detik.

Sulis tidak berniat membuka ponsel suaminya,tapi matanya sempat menangkap isi pesan yang muncul di layar.

"Hati-hati di jalan ya Mas."

Tak ada nama,nomor itu tidak disimpan,dada Sulis langsung terasa tidak nyaman.Saat Irwan keluar dari kamar mandi beberapa menit kemudian, Sulis mencoba bertanya.

"Klien baru?"

Irwan terlihat sedikit terkejut.

"Hah?"

"Itu yang kirim pesan."

"Oh."

Irwan mengambil ponselnya cepat.

"Orang percetakan."

Jawaban itu terdengar terlalu cepat,sejak malam itu kecurigaan Sulis semakin sulit dibendung.

...****************...

Beberapa hari kemudian,pagi-pagi sekali Irwan sudah bersiap berangkat,Ia mengenakan jaket kerjanya dan memasukkan beberapa dokumen ke dalam tas.

"Aku keluar kota lagi hari ini."

Sulis yang sedang menyiapkan sarapan hanya mengangguk.

"Ke mana?"

"Kota sebelah."

"Pulang malam?"

"Mungkin besok."

Jawaban itu membuat Sulis menatap suaminya beberapa detik,lalu tersenyum tipis.

"Hati-hati."

Irwan tidak menyadari, pagi itu Sulis sudah mengambil keputusan,Ia ingin mencari tahu kebenaranya sendiri.

Satu jam setelah Irwan berangkat, Sulis menitipkan Dito dan Rara kepada tetangga yang sudah dikenalnya baik.

"Sebentar aja ya Bu."

"Tentu."

Sulis berterima kasih lalu segera pergi,jantungnya berdebar kencang,selama menikah, ia tidak pernah membuntuti suaminya,Ia tidak pernah mencurigai suaminya secara berlebihan.Namun kali ini berbeda, kepercayaan itu perlahan retak, sulis ingin memastikan bahwa retaknya masih bisa di perbaiki atau tidak.

Dengan menggunakan motor matic miliknya, Sulis mengikuti mobil pikap Irwan dari kejauhan,Ia berhati-hati agar tidak terlihat.Beberapa kali ia hampir kehilangan jejak ketika kendaraan lain menghalangi pandangannya,tapi ia terus mengikuti,awalnya arah perjalanan memang menuju jalan keluar kota,membuat Sulis sempat merasa bersalah,sekitar dua puluh menit kemudian, mobil Irwan justru berbelok ke arah yang berbeda,bukan menuju jalan utama keluar kota,melainkan masuk ke jalan kecil yang jarang dilewati kendaraan.

Kening Sulis langsung berkerut....

"Ke mana dia?"

Jantungnya mulai berdetak lebih cepat,Ia tetap menjaga jarak.Mobil Irwan terus melaju melewati beberapa gang dan kawasan yang tidak begitu ramai,semakin jauh dari pusat kota,semakin jauh dari jalur yang biasanya digunakan menuju lokasi proyek.Perasaan tidak enak mulai menjalar ke seluruh tubuh Sulis,tangannya yang memegang setang motor bahkan terasa dingin.

Lalu beberapa menit kemudian...

Mobil Irwan akhirnya berhenti,di depan sebuah bangunan kost sederhana,Sulis langsung mematikan mesin motornya dan berhenti cukup jauh agar tidak terlihat,napasnya tertahan,matanya tidak berkedip,Ia melihat Irwan turun dari mobil sambil membawa beberapa kantong belanja,kemudian pria itu berjalan santai menuju salah satu kamar di bagian belakang bangunan.

Seolah tempat itu sudah sangat dikenalnya,tampak ia sudah berkali-kali datang ke sana.

Dada Sulis mulai sesak,pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan buruk,ia masih berusaha menenangkan diri,mungkin ini rumah klien.

Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka,dalam hitungan detik, seluruh dunia Sulis seperti berhenti berputar,karena perempuan yang muncul dari balik pintu itu bukan orang asing,melainkan Lastri,wanita yang selama ini ia kira sudah keluar dari kehidupan mereka.Tubuh Sulis terasa lemas,tangannya yang menggenggam setang motor mulai bergetar.Dari kejauhan ia melihat dengan jelas bagaimana Lastri menerima kantong belanja dari tangan Irwan.

Mereka tampak begitu akrab,seperti dua orang yang sudah lama terbiasa bertemu,Sulis merasakan sesuatu runtuh di dalam dirinya.

Semua kebohongan selama tiga bulan terakhir mendadak memiliki jawaban.Semuanya ternyata hanya alasan.

Air mata langsung menggenang di pelupuk matanya,Sulis tidak turun dari motor,tidak berteriak,tidak menghampiri mereka,Ia hanya menatap beberapa detik sebelum akhirnya memutar motornya perlahan,pergi meninggalkan tempat itu.

Sepanjang perjalanan, pandangannya mulai kabur oleh air mata,dadanya sesak,berkali-kali ia harus menarik napas panjang agar tidak kehilangan kendali,yang paling menyakitkan bukan hanya karena Irwan berbohong,tapi karena selama ini dirinya terus mencoba mempercayai suaminya.Irwan berkata ingin memperbaiki hubungan,berpura-pura perhatian,mengatakan dirinya masih mencintai keluarga mereka,semua itu ternyata dilakukan sambil diam-diam menemui perempuan lain.

Sulis terus mengendarai motornya tanpa tujuan,hingga akhirnya ia berhenti di sebuah taman kota yang cukup sepi.Ia memarkir motornya lalu duduk di bangku paling ujung.

Begitu tidak ada siapa-siapa di dekatnya, air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh,tanpa suara,hanya rasa sakit yang mengalir pelan.

Sudah hampir lima belas tahun ia hidup bersama Irwan,mereka membangun semuanya dari nol,dari rumah kecil yang bocor ketika hujan,dari usaha reklame yang hanya berawal dari komputer bekas,dari masa-masa sulit ketika uang belanja harus dihitung sampai lembar terakhir.

Ia menemani Irwan ketika tidak punya apa-apa,bertahan ketika keadaan susah,tapi kini ketika kehidupan mulai membaik, justru perempuan lain masuk ke dalam rumah tangga mereka.

Sulis menutup wajahnya dengan kedua tangan,muncul keinginan untuk mendatangi kost itu,menampar Lastri,memaki Irwan,membuat keributan sampai semua orang tahu,tapi keinginan itu perlahan mereda ketika wajah Dito dan Rara muncul dalam pikirannya.

Mereka adalah alasan terbesar dirinya masih bertahan sampai sekarang,jika ia gegabah, yang paling terluka nanti bukan hanya dirinya,tapi juga kedua anaknya.Dito yang sangat mengidolakan ayahnya,dan Rara yang selalu menunggu Irwan pulang setiap malam.

Sulis mengusap air matanya perlahan,Ia tidak boleh bertindak berdasarkan emosi.Angin sore bertiup pelan di antara pepohonan taman,perlahan napas Sulis mulai lebih teratur.pikirannya yang semula kacau mulai mencoba menyusun kenyataan.Sulis tidak ingin terus menjadi korban yang hanya menangis,Ia harus berpikir tenang,cerdas,demi dirinya sendiri dan demi anak-anak.

Matahari mulai turun perlahan ketika Sulis berdiri dari bangku taman,wajahnya masih sembab,hatinya masih terluka,tapi pikirannya sudah sedikit lebih tenang dibanding beberapa jam lalu.Ia mengambil ponselnya lalu melihat foto Dito dan Rara yang menjadi gambar latar belakang,senyum kedua anak itu membuat dadanya kembali menghangat.

"Aku harus kuat untuk kalian," bisiknya pelan.

Sulis lalu mengenakan helmnya,menyalakan motor,dan pulang ke rumah dengan keputusan yang sudah mulai terbentuk dalam benaknya.

Ia tidak akan melabrak Lastri hari ini,Ia akan menunggu,mengamati,dan mengumpulkan bukti,ia juga memikirkan langkah terbaik agar rumah tangganya tidak hancur begitu saja,karena baginya perang yang dilakukan dengan emosi sering berakhir dengan kekalahan.

Sementara Sulis mulai memahami bahwa untuk menghadapi perempuan seperti Lastri dan kebohongan seperti yang dilakukan Irwan, ia membutuhkan sesuatu yang lebih kuat daripada kemarahan,Ia membutuhkan kesabaran,dan rencana yang matang.

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!