NovelToon NovelToon
PUTRA KE EMPATKU

PUTRA KE EMPATKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ElQue ElQue

Sedih dan sakit hati di rasakan oleh Arista, hanya karena belum bisa memberikan anak perempuan pada suaminya. Pada kehamilan ke empat, Arista sengaja tidak mau USG untuk mengetahui jenis kelamin janin dalam kandungannya. Dia sudah pasrah, apa pun takdir dari Sang pencipta, dia akan menerimanya dengan ikhlas.

Hingga hari yang di tunggu pun tiba. Sore itu dengan di temani adik perempuannya, Anisa. Mereka ke klinik bersalin terdekat dari desa mereka.

Suaminya ke mana??

"Alhamdulillah, selamat ya, Bu Arista atas kelahiran putra ke empatnya"

Arista tersenyum gamang. Di depan pintu sorot mata penuh kekecewaan, seolah sedang menghakiminya.

" Mas...maaf " lirih suara Arista.

Sorot mata itu perlahan menjauh dan menghilang di telan kekecewaannya sendiri.

Arista tergugu, tak ada air mata...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElQue ElQue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14.

" Akhirnya ada suara bayi juga di rumah kita ya,mas." senyum Anisa terlihat bahagia saat mereka sudah berada di rumah.

"Kamu bahagia, sayang." tanya Restu sambil menelisik raut wajah sang istri.

" Iya..mas. Besok kita belanja kebutuhan Hanif ya, mas." Anisa membelai rambut Hanif dengan lembut.

" Biar mas aja yang belanja, nanti sepulang kerja mas mampir ke swalayan." kata Restu sambil mencolek hidung Hanif.

" Wajahnya mirip banget sama mas Pram." celetuk restu.

Anisa menanggapi dengan tertawa kecil.

" Besok aku mau minta tolong pak RT , aku mau bikin akte sama mengubah KK. Biar nanti Hanif masuk ke KK kita ya, mas."

" Mas ikut kamu bagaimana baiknya aja." jawab Restu.

Anisa mengangguk.

" Terima kasih,mas."

" Untuk..?." Restu bertanya balik.

" Sudah mengijinkan dan membantu mbak Arista. Setidaknya dengan ini mungkin keutuhan rumah tangga mbak Arista dan mas Pram tetap terjaga." Anisa mengelus pipi Hanif.

Restu menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.

" Kamu yakin, setelah ini ,perasaan dan sikap mbak Arista pada mas Pram akan sama seperti sebelumnya?."

Anisa tertegun. Benar apa yang di katakan Restu. Dia pun sepertinya mengalami hal yang sama. Saat sebelum Restu menyebut nama wanita lain dan saat dia mendengar sendiri suaminya menyebut nama lain selain namanya saat tidur. Kini dia pun sebenarnya ada rasa hambar, hanya saja dia lebih memilih memendamnya sendiri.

Dia ingin mencoba mengikuti arus, sekiranya arus itu masih bisa dia lewati dia akan bertahan.

Tapi kalau arus itu akan menenggelamkannya , dia akan menepi. Sekarang dia akan bersikap pura-pura bodoh.

      **********

Arista dan ke tiga putranya berkumpul di ruang tengah.

" Kenapa suasana jadi sepi ya." celetuk Dityan.

" Wangi bedak dan minyaknya masih tercium." kata Dimas sambil menyangga dagunya dengan ke dua tangannya.

Dirga bersandar pada sofa dengan menggunakan ke dua lengannya sebagai bantal. Matanya menerawang, diam tak banyak bicara.

Sikapnya tak lepas dari perhatian Arista. Arista yakin dia yang paling kehilangan. Karena dia tahu masalah sebenarnya. Bahkan ke dua adiknya hanya tau kalau tantenya hanya ingin merawat Hanif.

"Kalau kalian kangen , kalian bisa menengoknya ke rumah Tante kalian.Sekarang udah malam, kalian istirahat."

Ke tiga putranya tak bergeming. Tak satu pun yang beranjak , mereka seakan kehilangan semangat.

"Ya...sudah, ibu ke kamar dulu. Jangan lupa pintu depan di kunci." pesan Arista.

Arista beranjak ke kamarnya, dia melirik ke tiga putranya. Bohong saja kalau dia tak kehilangan. Separuh nyawanya ikut terbang bersama buah hatinya.

Menutup pintu kamar perlahan. Tubuhnya luruh ke lantai , hilang sudah kekuatannya. Di depan ke tiga putranya dia paling kuat.

Saat sendiri dia merasa dialah manusia paling lemah. Tangis yang dia tahan sejak tadi akhirnya pecah juga.

******

Dirga menatap pintu kamar yang tertutup rapat. Dia yakin di balik pintu itu , ibu yang pura-pura kuat, sekarang sedang menangis.

Setegar apa pun dia pasti merasa sakit dan dia tahu di sini ibu yang paling tersakiti. Hanya demi menjaga hati dan menjaga keutuhan rumah tangga , ibu rela melepas separuh nyawanya.

Dirga ingin mengetuk pintu, tapi dia mengurungkannya. Dia ingin memberi ruang pada ibunya, menumpahkan beban berat di dadanya.

Dirga sadar esok di rumah ini tidak akan sama lagi.

Kehangatan, keakraban, kekompakan tidak akan ada lagi. Apalagi ada hati yang sudah tersakiti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!