NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertumbuhan Sang Putri dan Rahasia yang Mulai Terkuak

Dua tahun kembali berlalu dalam keheningan yang agung di Lembah Mirakel.

Bagi Benua Douluo, dua tahun ini adalah masa kedamaian paling mencekam dalam sejarah.

Sejak insiden Perjamuan Teh Istana yang memperlihatkan cincin jiwa emas platinum milik Zhu Ling'er, peta politik daratan berubah total.

Aula Roh menghentikan semua operasi penyerapan sekte kecil, Kekaisaran Heaven Dou memperketat penjagaan perbatasan tanpa berani memicu konflik, dan Sekte Tujuh Harta Karun secara resmi menutup diri demi mempelajari esensi "Kekuatan Dewa" yang sempat mereka saksikan.

Namun, di dalam batas Lembah Mirakel, waktu dua tahun itu hanya berarti satu hal bagi Zhu Xuan: putrinya kini telah tumbuh menjadi seorang gadis kecil berusia delapan tahun yang semakin lincah dan cerdas.

"Ayah! Lihat, Ling'er sudah bisa menangkap ikan tanpa merusak airnya!"

Suara bening Zhu Ling'er menggema di tepi sungai kecil yang mengalir di samping Paviliun Kultivasi Surgawi. Di usianya yang kedelapan, tubuhnya telah tumbuh lebih tinggi, rambut hitamnya yang panjang kini dikuncir kuda dengan pita satin sewarna langit malam, bergerak lincah mengikuti setiap lompatannya. Gaun pelangi yang dikenakannya—yang kini terintegrasi dengan Jubah Pelindung Jiwa Kosmik—memancarkan pendaran bintik bintang yang menawan di bawah sinar matahari pagi.

Ling'er berdiri di atas sebuah batu kali yang licin. Tangan kanannya tidak memegang pedang, melainkan tangan kirinya yang terbuka lebar. Sosok Naga Suci Kehidupan berukuran kecil melingkar di lengannya, mengibaskan sayap transparannya. Dengan satu gerakan sentuhan lembut jari manis Ling'er ke permukaan air, seberkas cahaya hijau zamrud meresap masuk, membuat seekor ikan mas roh melompat dengan sukarela langsung ke dalam wadah bambu yang dipegang Ling'er.

Zhu Xuan yang sedang duduk di bangku bambu sambil menyeduh daun dari Pohon Teh Asal Mula tersenyum bangga. "Kontrol energi kehidupanmu sudah mencapai tingkat mikroskopis, Ling'er. Kau tidak hanya memikat ikan itu, tapi juga memberikan energi pemurnian ke dalam tubuhnya. Kakek Dugu-mu pasti akan menangis bahagia melihat sayur dan ikannya dirawat dengan sangat baik."

Dugu Bo, yang sedang memotong kayu bakar di sudut halaman, langsung menoleh dengan wajah yang dipenuhi senyuman lebar. Kerutan di wajah tuanya tampak berkurang drastis berkat konsumsi teh dewa selama dua tahun terakhir. Kekuatannya kini telah menembus Level 94 Hyper Douluo—sebuah pencapaian yang dulunya ia anggap mustahil karena batasan racun tubuhnya.

"Benar, Yang Mulia! Bakat Tuan Kecil Ling'er benar-benar tiada tandingannya di bawah kolong langit ini," ucap Dugu Bo dengan suara lantang yang penuh rasa hormat. "Di usianya yang kedelapan, kontrol dua Wuhun miliknya bahkan membuat saya yang seorang Hyper Douluo merasa malu."

Ling'er melompat turun dari batu dengan lincah, sepatu bot kulit rusanya tidak lagi mengeluarkan bunyi cit-cit anak ayam, melainkan desiran angin yang halus akibat sirkulasi kekuatan jiwanya yang semakin matang. Ia berlari mendekati Zhu Xuan dan langsung menyandarkan kepalanya di lengan ayahnya dengan manja.

"Tapi Ayah, kemarin saat Ling'er berlatih di dalam paviliun, Ling'er merasakan ada getaran aneh dari Wuhun pedang kecil di tangan kanan. Rasanya seperti... ada sekat tipis yang menahan pedang itu untuk mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya," ucap Ling'er sambil menerima secangkir teh hangat beraroma wangi melati dari tangan Zhu Xuan.

Zhu Xuan menyipitkan matanya sedikit. Melalui Mata Air Pikiran, ia memeriksa kondisi internal putrinya.

Kekuatan jiwa Ling'er saat ini telah mencapai Level 20 puncak. Fondasi tubuhnya yang ditempa oleh makanan tingkat dewa selama delapan tahun telah mencapai batas kapasitas untuk seorang anak tanpa cincin jiwa kedua. Alasan mengapa Wuhun pedangnya bergetar adalah karena ia membutuhkan cincin jiwa kedua untuk membuka gerbang kekuatan berikutnya.

[Ding! Putri Anda telah mencapai Level 20 Puncak dan siap menerima Cincin Jiwa Kedua.]

[Misi Berantai: Bimbing putri Anda ke bagian terdalam Hutan Star Dou untuk berburu Binatang Jiwa legendaris secara mandiri, atau gunakan opsi evolusi mandiri wilayah.]

[Pilihan Faksi: Kehadiran Anda telah memicu ketakutan mendalam pada Dewa Rakshasa di Ranah Ilahi. Utusan gelap mulai mengintai batas luar lembah.]

[Hadiah Misi: Poin Daddy +6.000, Item 'Cincin Jiwa Evolusi Dewa Kedua', dan Pembukaan Segel Akhir 'Pedang Langit Abadi' Anda sebesar 1% (Menuju 99% penuh).]

Zhu Xuan menatap panel sistem dengan kilatan dingin yang melintas cepat di matanya. Dewa Rakshasa? Makhluk fana dari ranah ilahi yang bahkan belum melampaui batas dimensi sejati berani mengintai putriku? batinnya dengan keangkuhan mutlak.

Sore harinya, kabut tebal tiba-tiba turun menyelimuti batas terluar Lembah Mirakel. Ini bukan kabut biasa yang dihasilkan oleh formasi pelindung Dugu Bo, melainkan kabut hitam pekat yang membawa aroma busuk darah, kebencian, dan ilusi yang mampu merusak kesadaran manusia.

Di gerbang bambu terluar, Dugu Bo berdiri dengan wajah yang sangat tegang. Sembilan cincin jiwanya (Kuning, Kuning, Ungu, Ungu, Hitam, Hitam, Hitam, Hitam, Hitam) berputar dengan kecepatan tinggi. Aura hijau beracun miliknya meledak keluar, membentuk perisai raksasa untuk menahan laju kabut hitam tersebut.

"Siapa yang berani merayap seperti tikus di wilayah Lembah Mirakel?!" geram Dugu Bo, suaranya menggelegar dipenuhi kekuatan jiwa level 94.

Dari dalam kabut hitam, seberkas tawa melengking yang mengerikan terdengar. Sesosok pria jangkung dengan jubah abu-abu compang-camping dan wajah seputih mayat perlahan mewujud. Di sekeliling tubuhnya, sembilan cincin jiwa berputar, namun cincin-cincin tersebut memancarkan aura merah darah yang pekat dan tidak stabil—tanda bahwa ia adalah seorang master jiwa sesat (Evil Spirit Master) tingkat tinggi yang telah menerima berkah kegelapan dari wilayah pembantaian.

Dia adalah Ghost King Douluo (Level 95), seorang penatua tersembunyi dari sekte gelap yang bergerak di bawah perintah spiritual tersembunyi dari sisa-sisa energi Dewa Rakshasa yang mencoba mengacaukan daratan Douluo.

"Dugu Bo... kau hanyalah seekor ular kecil yang beruntung menemukan majikan baru," ucap Ghost King Douluo dengan nada menghina, suaranya bergaung ganda seperti tangisan roh halus. "Yang Mulia Dewa Kegelapan telah melihat ancaman dari anak perempuan di dalam lembah ini. Hari ini, aku datang untuk mengambil jiwanya dan mempersembahkannya ke altar suci. Minggirlah jika kau tidak ingin tulang-tulangmu membusuk dalam sekejap!"

"Kau mencari mati!" Dugu Bo murka. Ia hendak mengaktifkan kemampuan cincin jiwa ketujuhnya untuk memanggil wujud asli Jade Phosphor Serpent Emperor, namun sebelum ia sempat menggerakkan jarinya, sebuah langkah kaki yang sangat pelan terdengar dari arah belakangnya.

TAP.

Langkah kaki itu begitu ringan, namun begitu sol sepatu linen putih milik Zhu Xuan menyentuh tanah, seluruh kabut hitam pekat yang membawa energi kutukan Dewa Rakshasa seketika membeku di udara, lalu hancur berantakan menjadi partikel cahaya abu-abu yang lenyap tak berbekas dalam hitungan mikrodetik.

Zhu Xuan berjalan keluar dengan satu tangan berada di dalam saku jubahnya. Di sampingnya, Ling'er berjalan dengan tenang, wajah kecilnya tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun; sebaliknya, sepasang mata bulatnya menatap Ghost King Douluo dengan pandangan penasaran seolah sedang melihat badut pertunjukan jalanan yang buruk.

"Ayah, paman berbaju abu-abu itu wajahnya jelek sekali. Baunya juga seperti ikan busuk yang lupa dibuang Kakek Dugu minggu lalu," ucap Ling'er sambil menutup hidung kecilnya dengan tangan mungil.

Ghost King Douluo membelalakkan matanya, seluruh bulu kuduknya berdiri tegak karena insting kematian yang tiba-tiba berteriak histeris di dalam kepalanya. Bagaimana mungkin... hanya dengan satu langkah, domain kegesitanku hancur total?!

Zhu Xuan menatap Ghost King Douluo dengan pandangan yang acuh tak acuh, seolah sedang melihat sebutir debu yang mengotori teras rumahnya. "Kau mengatakan tentang Dewa Rakshasa-mu? Makhluk yang bersembunyi di balik dimensi fana dan memakan emosi negatif manusia... berani menyebut dirinya 'Dewa' di hadapanku?"

Zhu Xuan maju selangkah lagi. Pada detik itu, ruang di sekitar Ghost King Douluo melengkung dengan sudut yang tidak masuk akal. Tekanan gravitasi di sekitar tubuh sang Evil Spirit Master meningkat hingga sepuluh ribu kali lipat dalam sekejap.

KREK... KREK...

"A-Apa ini... Kekuatan apa ini?!" Ghost King Douluo berteriak histeris, seluruh tulang di dalam tubuhnya mulai mengeluarkan suara retakan yang mengerikan. Sembilan cincin jiwanya yang semula berputar angkuh, kini retak satu per satu seperti kaca murahan di bawah tekanan tak kasat mata milik Zhu Xuan.

"Dunia ini berjalan di bawah hukum yang kubiarkan ada," ucap Zhu Xuan, suaranya pelan namun membawa otoritas penciptaan yang mutlak. "Jika dewa-dewa dari ranah ilahimu itu ingin bermain-main, biarkan mereka datang sendiri. Mengirim seekor anjing kurap seperti dirimu hanya akan mengotori tanah halaman rumah putriku."

Zhu Xuan menoleh sedikit ke arah Ling'er. "Ling'er, apakah kau ingat pelajaran etiket tentang bagaimana cara memperlakukan tamu yang tidak diundang dan tidak sopan?"

Ling'er mengangguk mantap, sebuah senyuman cerdas terukir di wajahnya yang cantik. "Ingat, Ayah! Bibi Yuehua bilang, tamu yang tidak sopan harus disapu keluar dari pekarangan agar rumah kita tetap bersih!"

"Pintar," Zhu Xuan tersenyum lembut, lalu mengarahkan pandangannya kembali ke arah Ghost King Douluo yang kini sudah berlutut dengan tubuh yang hancur setengahnya. "Maka... biarkan pekarangan ini bersih kembali."

Zhu Xuan bahkan tidak mengangkat tangannya. Ia hanya mengedipkan matanya satu kali, melepaskan 0,001% niat pedang dari Pedang Langit Abadi yang telah terbuka 98%.

SRET—!

Tidak ada ledakan, tidak ada percikan darah. Tubuh Ghost King Douluo, bersama dengan sisa-sisa energi kegelapan Dewa Rakshasa yang menempel pada jiwanya, seketika terurai menjadi partikel atom dasar dan lenyap dari seluruh eksistensi dunia Douluo, seolah-olah pria bernama Ghost King Douluo itu tidak pernah terlahir di dunia ini sejak awal.

Dugu Bo yang menyaksikan hal itu hanya bisa menelan ludah dengan susah payah, punggungnya basah oleh keringat dingin. Menghapus seorang Hyper Douluo level 95 hanya dengan satu kedipan mata... ini adalah tingkat kekuatan yang berada di luar batas imajinasi manusia fana.

[Ding! Misi Berantai bagian pertama selesai dengan evaluasi: Sempurna (Ancaman dari utusan gelap dihapuskan tanpa mengganggu ketenangan anak Anda).]

[Hadiah Utama dikirimkan: Poin Daddy +6.000.]

[Item 'Cincin Jiwa Evolusi Dewa Kedua' telah siap digunakan.]

[Segel 'Pedang Langit Abadi' Anda kini telah mencapai angka 99% penuh! Sisa 1% lagi menuju pembukaan segel transendental sempurna.]

Zhu Xuan menutup panel sistem, lalu berlutut di hadapan Ling'er, memegang kedua tangan kecil putrinya dengan kehangatan seorang ayah yang penuh kasih sayang. "Ling'er, lalatnya sudah pergi. Sekarang, mari kita urus getaran di dalam tangan kananmu. Apakah kau siap menerima gelang pelangi kedua dari Ayah?"

"Siap, Ayah! Ling'er ingin pedang kecil Ling'er menjadi lebih kuat agar nanti bisa ikut menjaga pondok kayu kita bersama Ayah!" ucap Ling'er dengan mata yang memancarkan tekad yang murni.

Zhu Xuan tersenyum terharu mendengarnya. Ia memanggil Cincin Jiwa Evolusi Dewa Kedua dari sistemnya. Sebuah cincin energi berbentuk lingkaran kosmik berwarna Emas Platinum dengan Corak Bintang Samudra muncul, memancarkan pendaran cahaya yang jauh lebih agung daripada cincin pertama Ling'er.

Zhu Xuan membimbing Ling'er untuk duduk bersila di atas rumput hijau halaman depan. Cincin kosmik kedua itu perlahan turun dan menyelimuti tubuh kecil Ling'er dengan kelembutan yang mutlak.

Dengan fondasi tubuh yang telah mencapai kesempurnaan dan bantuan dari Jubah Pelindung Jiwa Kosmik yang dikenakannya, proses penyerapan berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan sedikit pun. Aliran energi kosmik mengalir masuk, membuka gerbang meridian kedua di dalam tubuh Ling'er, dan secara resmi mendorong kekuatan jiwanya menembus Level 22 Grandmaster Jiwa (Spirit Grandmaster) di usianya yang baru delapan tahun.

WUSH—!

Ketika Ling'er membuka matanya kembali, dua buah cincin jiwa berkilau indah muncul dan berputar secara simetris di sekeliling tubuh mungilnya. Kedua cincin tersebut memancarkan kombinasi warna emas platinum dan corak bintang samudra yang begitu mempesona, menciptakan pemandangan artistik yang luar biasa indah di bawah siraman cahaya senja.

Ling'er melompat berdiri, memanggil miniatur pedang peraknya yang kini telah dilengkapi dengan ukiran garis kosmik biru laut yang indah di sepanjang bilahnya. "Wah! Ayah, lihat! Pedang kecil Ling'er sekarang punya corak bintang seperti jubah pemberian Ayah!"

Zhu Xuan mengangkat putrinya ke dalam gendongannya yang kokoh, membiarkan tawa riang Ling'er memenuhi seluruh penjuru halaman Lembah Mirakel.

"Iya, Sayang. Kau adalah putri kecil Ayah yang paling hebat," bisik Zhu Xuan lembut, menatap ke arah langit barat di mana matahari mulai terbenam dengan warna merah keemasan yang indah.

Di luar sana, Ranah Ilahi mungkin sedang gempar karena hilangnya jejak energi Dewa Rakshasa secara instan, dan para penguasa dunia fana mungkin sedang gemetar menanti pergerakan selanjutnya dari Lembah Mirakel. Namun bagi Zhu Xuan, semua intrik dewa dan manusia itu tidak lebih dari latar belakang dekorasi untuk tumbuh kembang putrinya. Selama ia masih berdiri di sini sebagai seorang Super Daddy, seluruh alam semesta ini harus berjalan sesuai dengan ritme kedamaian yang ia ciptakan untuk Zhu Ling'er—menjaga senyum polos itu tetap mekar, tak tersentuh oleh badai duniawi mana pun hingga akhir waktu.

1
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!