ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.
Deg degg..
( Ya ampun melodi! Sebenarnya apa yang terjadi sama lu? Siapa yang melakukan semua itu Mel,?) Bathin mereka tak percaya namun bener kenyataan jika sang sahabat tengah mengandung. Dan saat ini harus segera dilakukan operasi untuk mengeluarkan janin tersebut.
Malang sekali nasib sang sahabat.
! "D d dok apa teman saya sudah siuman?"tanya Keyla ingin tahu. "Sudah! Kalian boleh masuk. Tapi jangan membuat keributan yang akan menggangu pasien yang lainnya."pesen sang dokter mengingat kan. "Baik dok."jawab mereka bersamaan. Dan gegas tiga sejoli tersebut pun dengan tergesa-gesa masuk kedalam ruang IGD untuk mengetahui keadaan sahabat mereka. "Melodi.."panggil mereka bersamaan saat melihat sang sahabat mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya. Seketika melodi pun menoleh kearah suara yang begitu dikenal nya. Setelahnya terdiam sejenak dengan menatap pada ketiga sahabatnya secara bergantian. Seperkian detik kemudian.. "K k kalian.."katanya sedikit kaget akan keberadaan ketiga sahabatnya. Dengan cepat Keyla, Bella dan Jasmine pun mendekat pada melodi yang seperti orang linglung, mungkin melodi terheran-heran akan keberadaan mereka disini. "Siapa yang bawa gue kesini?"tanya melodi dengan menatap bergantian pada tiga sahabatnya. HUFT!! "Lu enggak inget? telpon gue suruh datang ke apartemen lu, pas gue datang, lu udah tergeletak dikamar mandi dalam keadaan bersimbah darah sambil memegang pisau cutter."jelas Kayla. Melodi pun terdiam sesaat seraya mengingat ingat apa yang dikatakan oleh Keyla. Apakah benar dia menelpon Keyla untuk datang ke apartemen nya?< Pikir melodi. Kemudian dengan menghela nafas panjang pun melodi berkata. "Iya, gue lupa! Gue pikir belum tersambung sama nomor lu."ucapnya. "Udahlah enggak usah diperjelas! Intinya sekarang lu udah aman dalam pengawasan Tim medis. Pertanyaan gue cuma satu Mel, Apa alasan lu sampai nekat bundir? Apa lu enggak terima mengenai kondisi lu yang sedang mengandung?"sela Bella seraya bertanya alasan melodi melakukan perbuatan tersebut. Deg! "K k kalian tahu? S s siapa yang memberitahu?"desaknya memaksa. HHH.. "Dokter yang memberitahu! Dan beliau meminta persetujuan dari pihak keluarga lu untuk melakukan operasi."terang Bella. "Operasi!? Apa yang terjadi sama gue?!"katanya bingung. "Kata dokter untuk mengeluarkan janin dalam perut lu."sambar Jasmine. "Hh.. berati tuh janin sialan udah metong kan? Syukur deh! Jadinya gue enggak perlu matiin dia."ucapnya lega. Seketika ketiga sahabatnya pun menatap penuh tanya terhadap melodi akan ucapan yang terucap dari mulut melodi. "Lu kenapa si Mel? Cerita dong sama kita! Lu enggak nganggap kita sahabat beb!?"ujar Bella hati hati. "Jangan disimpan sendiri Mel, pada akhirnya bukan jalan keluar yang lu dapatin. Tapi berbagai pikiran negatif bersarang dalam otak lu. Karena lu enggak sanggup untuk mengemban nya. Jadi Soo.. tenang kan hati dan pikiran lu. Kalau udah kerasa rileks. Cerita sama kita. Barangkali kita Bisa bantu."nasehat Keyla bersungguh-sungguh. Melodi pun terdiam seraya menelisik setiap perkataan dari sang sahabat. Setelahnya menarik nafas dalam-dalam dan berucap dengan lirih. "G g gue juga bingung! Mana yang harus gue ceritain ke lu semua. Kalau beban hidup gue berat banget. Rasa rasanya gue pingin secepatnya pergi jauh dari kehidupan mereka yang membuat gue enggak ada semangat untuk terus menjalani kehidupan."ungkapnya dengan sendu. "A a apa salah gue? G gue enggak pernah sekalipun ikut campur dengan kehidupan mereka! Gue juga enggak pernah mau tau apa yang mereka lakukan? Pusat dunia gue cuman satu! Martin, dia harus tetap tinggal disitu sampai dimana gue bisa mengambil rumah itu kembali. Tapi itu semua hanya sekedar rencana dan rencana tanpa bisa gue melakukannya. Dan semuanya udah terlambat beb, Rumah itu! Rumah dimana masa kecil gue selalu bahagia tanpa ada kesedihan. Rumah dimana cinta pertama gue begitu menyayangi dan memanjakan apapun keinginan gue. T t tapi s sekarang... Hiks hiks hiks... R r rumah i itu b b bukan lagi Milik g gue. M m mereka kejam tanpa mau memberi tahu. Menjual rumah tersebut untuk membayar hutang hutang mereka. Dan lu tahu apa yang mereka lakukan terhadap Martin? M m mereka hiks hiks.. Menjadikan jaminan hutang untuk semua hutang hutang mereka." Ungkap melodi tersedu-sedu akan fakta yang baru diketahuinya. Jika rumah masa kecilnya. Telah dijual oleh sang mama beserta suami brondong nya lantaran kalah bermain judi. Dan yang paling tak menyangka adalah. Dimana hati nurani sang mama? Sampai hati menjadikan adiknya jaminan hutang untuk semua hutang hutang mereka pada orang asing. Dan sekarang dia tidak tahu dimana keberadaan sang adik? Mama nya mengatakan jika adiknya dibawah oleh orang asing tersebut ke luar negeri. Karena sang mama yang tak sanggup untuk membayar hutang-hutangnya. Akhirnya menjadikan adiknya sebagai penebus hutang. Bukankah itu sama saja jika sang mama menjual adiknya pada orang asing tersebut. Apakah sang mama tak memiliki rasa khawatir? Ketika anaknya dibawa pergi oleh orang asing? Bagaimana jika ternyata adiknya dilelang di pasar gelap untuk diambil orang tubuhnya? Atau bagaimana jika adiknya mendapat penyiksaan oleh orang asing tersebut? Dan berbagai pikiran negatif menghantui hari hari nya manakala sang adik tak ada lagi di samping nya. Ya, walau adiknya tinggal bersama sang mama namun dalam satu hari penuh dia selalu memantau keseharian sang adik lewat asisten rumah tangga yang merawat dirinya sejak kecil. Apa saja kegiatan yang dijalani oleh sang adik. Apakah adiknya sudah makan atau belum? Sang mama yang tinggal satu atap dengan adiknya, tidak mau peduli dan masa bodoh dengan sang adik. Namun beberapa hari ini dia kecolongan lantaran tengah memikirkan kondisi dia yang tengah berbadan dua. Tanpa memantau lagi keseharian sang adik. Tau tau ketika dia datang ke rumah sang ayah. Yang saat ini dikuasai sepenuhnya oleh mama beserta suami barunya. Ternyata sudah berpindah kepemilikan. Bukan lagi Milik sang ayah. Melainkan milik orang asing. Dimana sang mama meminjam duit dalam jumlah besar untuk bermain judi bersama suami barunya. Namun ternyata harapan sang mama tak sejalan dengan kenyataan. Sang mama kalah judi dengan total semua hutangnya. Tiga miliar. Sampai rumah peninggalan sang ayah, perusahaan hartawan group. Juga segala barang barang berharga milik sang ayah. Seperti mobil, motor besar. Telah habis dijual untuk membayar hutang hutang sang mama. Tetapi belum juga tertutup lunas. Hingga sang mama nekat tanpa berpikir panjang menjadikan adiknya jaminan penebus hutang. Setelahnya sang mama pergi entah kemana bersama suami terkutuk nya. Ketika semua harta peninggalan sang ayah ludes tanpa tersisa. DASAR KEPARAT! TERKUTUK KAU RANTI!"geram melodi dengan kilatan matanya yang penuh dendam.