Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Dani dan Mela benar- benar akan melangsungkan pernikahan mereka di Vila itu, uang yang Dani pinjam dari Arka sudah di serah kan pada Mela sekaligus uang tabungan nya selama ini.
Mela sudah membahas masalah pernikahan itu yang akan di laksanakan di Vila dengan kedua orang tua nya, bu Nani setuju dan dia ingin agar pernikahan itu segera di laksanakan.
Tapi lain hal nya dengan pak Anton, dia tidak setuju jika Mela dan Dani menggunakan Vila itu sebagai tempat untuk pernikahan mereka.
"Jika kau ingin menikah di sini, maka pernikahan akan di adakan di rumah ini, bukan di Vila!" Pak Johan berkata pada Mela.
"Bapak ini kenapa sih, menikah itu sekali seumur hidup jadi harus berkesan. Pokok nya Mela dan Dani akan menikah di Vila!" Bu Ana bersikeras untuk melaksanakan pernikahan anak nya di Vila keluarga nya Marsya.
"Bu, itu bukan Vila milik kita. Kita di sini cuma bekerja dan kita di beri tugas untuk menjaga Vila itu!" Pak Anton tidak mengizin kan anak nya menggunakan Vila itu sebagai tempat acara pernikahan mereka.
"Pak, mereka tidak akan tahu kalau kita menggunakan Vila itu, mereka tidak akan datang ke sini! Lagian kan ini demi kebahagian putri kita pak!" Bu Nani tetap akan melangsungkan pernikahan nya Mela di Vila itu.
"Iya pak, kan acara nya cuma sehari doang. Gak akan merugikan siapa pun kok!" Mela berkata pada bapak nya.
"Tidak, pokok nya tetap tidak boleh. Jika kau dan Dani ingin menikah silahkan lakukan acara itu di rumah ini!" Pak Anton berkata dengan tegas.
"Lagian kau bilang kan bahwa calon suami mu itu adalah orang kaya, kenapa kalian tidak melangsungkan acara pernikahan kalian di hotel saja. Kenapa harus di sini?" Pak Anton bertanya pada Mela.
"Pak acara di hotel itu sudah biasa, Mela dan mas Dani ingin acara pernikahan yang beda dari yaang lain nya. Kami ingin mengadakan acara nya secara out door, jadi itu lah sebab nya kami memilih halaman belakang Vila ini sebagai tempat nya!" Mela menjelaskan pada pak Anton.
"Apapun alasan nya, bapak tetap tidak setuju. Vila ini bukan milik kita, bagai mana jika pak Abian dan keluarga nya tahu dan dia mengusir kita dari sini. Mau tinggal di mana kita?" Pak Abian bertanya pada istri dan anak nya.
"Mereka tidak akan tahu pak jika tidak ada yang memberi tahu, lagian kan mas Dani itu kaya raya pak, dia seorang manager. Gaji nya besar, jika kita di usia dari sini maka kita nisa tinggal di rumah nya!" Mela tetap memaksa bapak nya.
"Ibu tidak perduli pak, entah itu bapak setuju atau pun tidak pernikahan Mela dan Dani akan tetap di lakukan di Vila ini!" Bu Nani tetap bersikeras.
"Jika itu yang kalian ingin kan silahkan saja, dan apapun resiko nya silahkan tanggung sendiri!" Pak Anton berkata dengan kesal.
Setelah itu pak Anton pergi meninggal kan anak dan istri nya, kedua nya sangat keras kepala. Apa pun yang mereka ingin kan, semua nya harus terjadi.
******
Di kantor tempat Mela dan Dani bekerja, undangan pernikahan mereka sudah di sebar. Seluruh karyawan sudah mendapat kan undangan pernikahan mereka, begitu juga dengan Arum.
"Rupa nya dia benar - benar ingin menikah lagi, padahal saat ini status nya masih sebagai suami sah nya Marsya. Kau rupa nya sudah siap dengan konsekuensi nya Dani!" Guman Arum sambil memperhatikan undangan pernikahan Mela dan Dani.
Arum segera mengambil ponsel nya, dia lalu menghubungi calon adik ipar nya. Dia mengajak Marsya untuk segera bertemu.
"Sya, kamu sibuk gak? Ketemuan di kafe xxx yuk!" Ajak Arum pada Marsya melalui sambungan telepon.
"Gak kok mbak, ok aku ke sana sekarang juga!" Marsya setuju dengan ajakan Arum.
"Mbak tunggu ya!" Arum pun memutuskan sambungan telepon nya.
Arum memasuk kan undangan pernikahan Mela dan Dani ke dalam tas nya, lalu dia bergegas keluar dari kantor. Arum mengendarai mobil nya menuju ke tempat yang sudah dia tentukan, dia ingin membahas rencana mereka selanjutnya.
Arum tiba di sana lebih dulu, dia memesan minuman sembari menunggu Marsya tiba. Setelah menunggu tidak terlalu lama, akhir nya Marsya pun tiba di sana.
"Mbak Arum maaf ya, mbak udah lama nunggu nya? Jalanan macet banget!" Marsya pun di kursi yang ada di seberang Arum.
"Gak kok, mbak belum lama!" Jawab Marsya sambil tersenyum.
"Ada apa mbak? Seperti nya ada hal yang penting?" Tanya Marsya pada Arum, tidak biasa nya dia meminta bertemu secara mendadak seperti ini jika tidak ada hal yang penting.
"Mbak mau ngasih tahu ini sama kamu!" Ujar Arum sambil mengeluarkan undangan pernikahan Dani dan Mela dari dalam tas nya.
Marsya mengambil nya lalu membuka nya, sejujur nya hati Marsya tetap merasakan perih walaupun dia tahu, cepat atau lambat semua ini pasti akan terjadi.
"Rupa nya mas Dani dan Mela benar - benar akan menikah, dan mereka akan melangsungkan pernikahan mereka di Vila, tidak tahu malu!" Ujar Marsya sambil meremas undangan itu di tangan nya.
"Apa rencana mu selanjutnya?" Tanya Arum pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi adik ipar nya tersebut.
"Aku tidak akan menghentikan pernikahan mereka mbak, tapi aku akan datang dan memberikan kejutan untuk mereka. Aku akan datang tepat pada saat mereka sudah melaksanakan akad nikah, aku akan membongkar status ku di hadapan semua orang. Akan ku buat mas Dani dan keluarga nya menyesal!" Ujar Marsya dengan nada yang berapi -api.
"Bagus lah, mbak akan mendukung mu. Mbak dan yang lain nya akan ikut ke sana, mbak juga sudah tidak sabar lagi akan memberikan kejutan untuk mereka berdua!" Arum pun saat ini sudah siap dengan semua rencana nya.
"Iya mbak, ku rasa sudah cukup aku menyembunyikan identitas ku di hadapan mereka semua. Kali ini aku pastikan mas Dani dan semua keluarga nya akan menyesal saat mereka tahu siapa aku yang sebenar nya!" Tekad Marsya sudah bulat, dia akan membalas semua perbuatan Dani dan keluarga nya
Dani dan keluarga nya selama ini menganggap Marsya adalah wanita miskin dan bodoh, kini mereka akan tahu bahwa Marsya bukan lah wanita seperti yang mereka duga. Marsya adalah seorang sarjana dan dia adalah pemilik toko kue itu, dan Dani akan tahu seperti apa hubungan nya dengan Arum yang sebenar nya.
Tidak hanya itu, Marsya akan memberikan kejutan lain lagi. Perkebunan teh dan Vila yang di akui oleh Mela sebagai milik orang tua nya, semua itu adalah milik orang tua Marsya. Orang tua Mela hanya lah pekerja di sana, bukan pemilik nya.
tapi penasaran gimana kelanjutannya
heboh nga. atau ada yg pingsan tau kalau istrinya kaya raya.
he.....he..,..rasain tuh kacung gy nga tau diri..... si Dani..,
lanjut........