NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:645
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHILANGAN

Suara hujan masih terdengar. Petir masih menggelegar, ntah apa yang di sambar, suasana depan kos juga masih gelap gulita, di bawah lampu temaram, dua insan saling berpelukan... Wanita yang syarat akan ketakutannya pada kegelapan dan suara petir, sedikit terisak. Bukan karena tersakiti tetapi tidak bisa menghalau rasa takut akan gelap. Bahkan saat di kamarnya sendiri... Di rumahnya, kamar wanita ini saat malam terang benderang...

" mas ambil minum dulu dek" ucap abdi

" tidak mas, aku tidak ingin minum" queen menolak.

" biar kamu tenang, sebentar saja" tetapi queen tetap menggeleng.

Abdi menghembuskan nafasnya, bukan kesal tapi kasihan pada wanita yang sampai detik ini masih sangat dia cintai.

Hembusan nafas abdi mengenai tepat di belakang telinga queen, membuatnya meremang. Tetapi dia diam karena masih dalam kondisi takut. Abdi mencium pucuk kepala quen, lama... Dan begitu dalam... Antara cinta, kasihan dan... Ntahlah...

Queen menoleh keatas menatap abdi di balik cahaya remang, abdi tersenyum sambil membelai kepala queen, lalu menempelkan keningnya pada kening queen, hingga hidung mereka bersentuhan.

Abdi mengecup bibir queen dengan lembut, semakin lama semakin menuntut, queen yang diam seolah memberi lampu hijau, abdi kembali mengakses seluruh bibir lebih dalam dan bermain-main di sana. Queen menikmati cum×××× itu, diapun hanyut oleh permainan yang abdi ciptakan. Suara hujan dan gelapnya malam menambah suasana semakin syahdu.

"massshhh" suara queen tak dapat di tahan ketika telapak tangan abdi bermain di dadanya, bibir abdi semakin turun dari leher kebawah dan semakin tak terkendali...

Queen berada di bawah kungkungan abdi, mereka berdua sudah terbakar suasana gelap dan dingin. semua kain yang menempel berserakan di lantai, meninggalkan desahan yang tidak berkesudahan.

perlahan tapi pasti... Semakin meruntuhkan tembok yang sebenarnya sudah rapuh.

Dalam hati abdi bertanya " kenapa sulit di tembus... Bukannya dia sudah chek in bersama laki-laki itu...."

"mas sakit" saat semua masuk sempurna, rasa sakit menjalar di badan queen. Air matanya meleleh menahan perih. Tetapi tidak lama... Suara desahan kembali terdengar di antara suara air yang berjatuhan di atas atap.

Malam itu... Adalah malam hilangnya sebuah kepercayaan, hilangnya sebuah kebanggaan, hilang pula yang sering di sebut orang sebagai MAHKOTA! Hilang tenggelam dalam permainan TIDAK SAH.

Angin berhembus pelan, petir tak lagi menunjukkan taring, hujan masih sedikit terdengar. Sepasang mata pelan-pelan terbuka, mata itu melihat masih dalam kegelapan, emergency padam, tinggal cahaya dan seluler yang bisa sedikit memberi cahaya meskipun hanya 1 arah. di balik ketakutannya akan gelap, dia pelan-pelan duduk sambil menarik selimut.

"aku... Sudah bukan gadis lagi" gumamnya...

" hisssh pedih sekali" lanjut gumamannya..

Pria di sampingnya ikut membuka mata, dia melihat wanita yang duduk di sampingnya, lalu dia ikutan duduk, dan memeluk wanita itu dari belakang.

"maaf aku menyakitimu dek" ucap abdi sambil meletakkan dagunya di bahu queen.

abdi meraih ponsel nya untuk melihat jam, 00:05. sudah sangat larut malam. Besok aku akan mengantar queen dan menjelaskan pada bapak ibu, apapun resiko nya.

"ahh mas...." ucap queen saat abdi mengecup bahunya, lalu kecupan itu turun ke punggung kuning langsat milik queen. Queen tentu berdesir mendapatkan perlakuan dari abdi.

" ya sayang..." abdi tidak banyak kata. Dia merebahkan tubuh queen, memberi kecupan kecupan dari kepala sampai perut dan turun lagi sampai ujung kaki jenjang milik queen. Quen tak mampu menahan gejolak itu, setiap akses sentuhan abdi membuat dia hilang kewarasan.

Dan tengah malam itu, mereka kembali memasuki kenikmatan dunia, queen kembali di bawah kungkungan abdi, saling membelit dalam kegelapan hingga rasa lelah membuat mereka terlelap.

suara kokok ayam membangunkan abdi, dia mengecup kening queen dengan sayang, membuat queen pelan-pelan membuka mata.

"jam berapa mas?? " tanya queen.

"jam 4 pagi, kamu tidur lagi, masih hujan dan gelap"

"aku mau mandi" jawab queen

"nanti sayang, masih dingin, lagian punya ade masih pedihkan" kata abdi.

"tidak apa-apa mas, badan ku lengket tidak nyaman" jawab queen.

" baiklah mas rebus air dulu untukmu" kata abdi yang langsung melangkah ke dapur.

Queen diam menatap punggung yang semalam memberikan kepuasan padanya. Dia masih bingung apa yang harus dia lakukan setelah ini.

"sudah mas siapkan, kamu mandi sekarang sebelum dingin" kata abdi.

Queen hanya mengangguk dan berjalan tertatih menuju kamar mandi.

Abdi segera merapikan tempat tidur, dia melihat ada bercak merah yang sudah mengering. Dalam hati abdi berkata

" aku... adalah yang pertama untuknya"

ada rasa bangga dalam hati nya. rasa cinta yang sama sekali tidak berkurang, bahkan saat queen berkata soal chek in.

Queen keluar kamar mandi sudah rapi, baju dan celananya sudah kering, rambutnya yang basah dia gerai begitu saja di lapisi handuk.

"aku mau pulang sebelum fajar terbit" kata queen

" tunggu dek, mas mandi dulu" jawab abdi.

Tidak lama kemudian, abdi juga keluar kamar mandi dengan rambut basah, dia segera memakai baju dan celana bersiap mengantar queen. Dia akan memesan taxi saja pikirnya.

Taxi sudah ada di luar, lampu masih padam, di luar juga masih gelap, langit terlihat mendung tebal tetapi sudah tidak hujan, jalanan terlihat banjir.

" kita tidak bisa langsung pulang dek, hari masih gelap, jalanan banjir" kata abdi

Queen yang sedikit melamun tersentak.

" antar aku kehotel aja mas, aku butuh sendiri sampai siang hari baru aku pulang" jawab queen.

"tidak. aku temani dek, kamu tidak boleh sendiri. Mas janji gak ngapa-ngapain" kata abdi

*******

Mohon tinggalkan jejak positif ya teman2

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!