REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4
Rendy dan Linda
Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.
tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----
#mohon maaf masih pemula 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Festival Sekolah I
Festival sekolah adalah acara tahunan atau acara secara berkala yang diselenggarakan sebagai wadah kreativitas siswa dan siswi untuk memamerkan hasil belajar, bakat seni dan budaya ataupun yang lainnya. Biasanya dengan tujuan mempererat hubungan antar siswa dan siswi , atau hubungan dengan sekolah yang lain dan juga masyarakat. Banyak kreativitas yang di tampilkan dari masing - masing kelas dari jenjang dasar hingga akhir.
Salah satunya kelas Linda dan teman - temannya membuka stand makanan ringan. Ruang kelas yang biasanya digunakan untuk belajar di sulap semenarik mungkin sebagai mini cafe. Persiapan mereka pun sudah dilakukan dari jauh - jauh hari.
Linda tengah sibuk membantu untuk memilah - milah pakaian maid yang akan mereka kenakan, dibantu oleh Darren yang juga ikut memilah - milah pakaian pelayan untuk para laki - laki.
Meski sempat terkejut dengan kehadiran Darren , tapi Linda tidak terlalu mau memikirkan itu. Entah apa yang membuat semua berubah. Saat ini ia sudah punya Rendy di sisinya jadi ia tidak mau kembali menaruh harapan apa pun kepada Darren.
"Maaf Darren, sepertinya kamu jadi ikut lebih sibuk karena beberapa teman kita kebanyakan anggota organisasi. Jadi mereka sudah pasti lebih sibuk dengan rapat dan segala macam untuk acara ini." keluh Linda.
"Okey aku gak masalah Linda. Lagi pula aku juga berada di kelas ini, mana mungkin aku diam saat kalian sibuk begini." ucap Darren tersenyum lebar, dia hanya senang bisa dekat dengan Linda. Meski dia sadar diri Linda adalah tunangan Rendy. Tidak ada terbesit di dalam hatinya merebut tunangan orang lain , meski dia mulai mencintai Linda namun dia memilih memendamnya. Merasakan rasa sakit Linda yang pernah berada di posisinya.
"Terimakasih Darren." ucap Linda tersenyum tulus.
Darren menarik senyum lembut, dan itu pertama kalinya Linda melihatnya. Ternyata dia bisa tersenyum seperti itu, aku kira wajahnya selalu datar. Gumam Linda di dalam hati.
Seseorang memutar kepala Linda kesamping dan membuat ia menatap si pelaku.
"Sudah aku bilang, jangan sembarangan tersenyum seperti itu. Aku tidak suka." ucap Rendy menatap dalam irish caramel Linda.
"Loh? Kok kamu disini?" tanya Linda setengah terkejut.
"Apa aku ganggu kamu lagi bermesraan di belakangku?" jawab Rendy.
Linda tertawa kecil, "Sayang. Darren hanya membantuku, mana mungkin aku bermesraan dengan orang lain sedangkan kamu itu tunanganku." ucapnya menarik pipi Rendy.
"Tolong jangan bermesraan disini, silahkan cari tempat lain aja." kata Darren menatap pasangan ini. Meski hatinya sakit, tapi dia memilih tersenyum dan terlihat biasa saja.
Rendy menghela nafas, dia memeluk leher Linda, menenggelamkan wajah lelahnya. "Aku sangat lelah, rapat ini sedikit membuat aku gila."
"Hmm.. Aku bantu bawa baju ini dulu ya, Linda aku bawakan punyamu juga." sahut Darren.
"Makasih Darren. Maaf merepotkan." kata Linda.
"Mending kamu temani Rendy, sepertinya dia sebentar lagi menjadi gila." ucap Darren.
"Diamlah Darren." sahut Rendy tanpa menatapnya.
Darren melangkah keluar kelas, alasan dia pergi karena hatinya gak sanggup menatap lebih lama adegan di hadapannya. Dia menutup pintu kelas dan bersandar sebentar, menghembuskan nafas sebelum melangkah pergi. Siapa yang sanggup melihat wanita yang kamu cintai berada di pelukan orang lain.
Tapi itu cerita lama, jika Linda bahagia itu sudah cukup untuk Darren.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Diana melihat Darren yang sedang duduk sendiri di bawah pohon ketapang yang tumbuh menjulang tinggi di taman sekolah. Gadis itu mendekatinya dan mengambil posisi duduk disebelahnya.
Darren sadar akan kedatangan Diana, namun dia mengabaikannya.
"Darren, apa kamu menyukai Linda?"
Pertanyaan itu membuat kegiatan Darren berhenti. Dia tetap menatap lurus ke depan. "Kenapa kamu tanya begitu?"
"Aku menyukai Rendy. Orang yang seharusnya bertunangan dengan Rendy adalah aku. Tapi Linda mengambil posisiku." ucap Diana dengan nada sendu.
Darren menarik sudut bibirnya, "Kamu memang pantas menjadi aktor drama. Kenapa kamu tidak mencoba melamar audisi casting? Akting yang tadi sangat berbakat untuk pemeran antagonis." ucap Darren.
Diana menyatukan alisnya tidak terima, "Kenapa kamu berpikir kalau aku berbohong?"
"Kamu kira aku orang bodoh? Jangan meremehkan koneksi keluarga William. Aku tau kamu yang menolak Rendy menjadi tunanganmu dan menyerahkan pertunangan itu kepada Linda." Jawab Darren menatap remeh kearah Diana.
"Kamu menyelidiki semuanya?" tanya Diana dengan pandangan sulit diartikan.
"Ya. Karena aku harus berhati - hati dengan manusia seperti kamu." kata Darren.
"Tapi.. Tapi kamu suka Linda kan? Kalau kamu membantu aku mendapatkan Rendy, aku bisa bantu kamu mendapatkan Linda. Kita bisa bekerja sama Darren." tawar Diana.
"Aku menolak. Aku tidak sejahat itu merebut kekasih orang lain." ucap Darren bangun dan melangkah pergi dari sana.
"Darren tunggu.." panggil Diana yang menjadi kesal kenapa semua alur hidup sebelumnya sangat berubah total.
"Seharusnya Darren sudah jatuh cinta denganku, seharusnya dia sudah melakukan apa pun untukku. Kenapa dia menolak? Kapan Darren mencintaiku? Aku butuh cinta Darren untuk membuat Rendy menikahiku." gumam Diana menggeram frustasi karena jalan cerita yang berbeda.
Diana bangkit dan berjalan menuju kelasnya, namun pemandangan di dalam kelas semakin membuat ia marah.
Rendy saat menikah dengannya tidak pernah memperlakukan Diana seperti dia memanjakan Linda. Bahkan Rendy terang - terangan memanggil Linda dengan sangat mesra.
Apa cinta Rendy sangat besar untuk Linda? Tapi aku lebih baik dari Linda. Batin Diana semakin tidak terima jika Linda pun bisa mendapatkan perhatian Rendy. Bahkan tidak hanya itu, Linda Angkasa juga merupakan cucu yang paling di sayang oleh Kakek Badra. Ayahnya pun juga mengatakan Linda adalah perempuan yang sangat anggun. Kenapa semua harus didapatkan oleh Linda? Gumam Diana kesal dan keluar dari ruangan kelas.
...****************...
"Rendy.. Rendy sebentar.." panggil Diana Angkasa saat bertemu Rendy di lorong sekolah, sepertinya pemuda itu akan menuju ruang rapat para anggota osis.
Rendy menghembuskan nafas kasar, dia berbalik dan menatap Diana dengan pandangan datar.
"Apa?"
"Rendy.. Kenapa sih kamu tiba - tiba menjauh? Rendy aku suka kamu." kata Diana menatap netra elang yang memberinya tatapan sedingin es.
"Aku tidak suka kamu. Aku sudah punya Linda. Sudah jelas?" jawab Rendy hendak berbalik namun tertahan saat tangannya ditarik kebelakang.
"Rendy.. Aku minta maaf kalau aku ada salah tapi aku mohon tolong kita tetap dekat seperti dulu." ucap Diana dengan nada memohon.
"Dekat? Kapan kita pernah dekat? Aku gak inget pernah sedekat itu sama kamu." kata Rendy menghempaskan tangannya.
"Rendy kita-"
"Kamu tau? Aku tidak suka perempuan yang merasa dirinya jauh lebih baik dari siapa pun. Kamu suka membully orang lain dan menganggap mereka tidak layak mendapatkan hal yang seharusnya itu untukmu. Terlebih lagi kamu itu sangat manipulatif, kamu bilang ke aku kalau Linda suka menebar rumor bahwa kita ada hubungan spesial dan membuat Linda terlihat seperti gadis overthinking dengan rasa cemburu berlebihan, yang kamu mau adalah padangan prihatin orang - orang sama kamu dan pandangan tidak suka mereka ke Linda. Itu kan yang kamu mau? Aku pernah menjadi manusia bodoh yang lebih percaya kamu daripada tunanganku sendiri. Tapi kali ini tidak lagi. Jika kamu berani mengganggu Linda atau menyentuh tunanganku sehelai rambut saja. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang, Diana Angkasa." ucap Rendy kembali melangkah pergi meninggalkan Diana dengan raut wajah syok.