NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:70.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam pertama atau terakhir?

Dua hari telah berlalu sejak badai kebenaran itu menghantam telinga Salsa di depan pintu ruang kerja Arkan. Selama empat puluh delapan jam terakhir, Salsa memaksa dirinya untuk bersikap biasa saja.

Tidak ada riak kecurigaan yang ia tunjukkan di depan para pelayan, dan tidak ada gelagat aneh yang ia pamerkan saat berpapasan dengan Arkan yang sesekali pulang ke rumah.

Ia mengubur rapat-rapat fakta bahwa dirinya telah mengetahui rencana gugatan cerai itu, termasuk borok kecurangan bisnis papanya yang kini berada di ambang kehancuran.

Namun, di dalam kamar utamanya yang sepi, otak Salsa bekerja keras tanpa henti. Sifat manja dan sombongnya telah bermutasi total menjadi kelicikan yang dingin dan terstruktur. Ia menolak diceraikan. Ia menolak membayangkan Nabila bersanding dengan Arkan di atas panggung kemenangan, sementara dirinya dan Brahmantyo merangkak di dalam lumpur kehancuran.

Salsa harus membalikkan keadaan, dan satu-satunya cara adalah menjerat Arkan begitu dalam hingga pria itu tidak akan pernah bisa melangkah pergi, sekuat apa pun investasi asing menyokongnya.

Malam ini, Salsa sudah menemukan caranya. Sebuah rencana nekat yang selama satu tahun ini selalu ia hindari karena sisa harga dirinya kini terpaksa ia eksekusi demi mempertahankan statusnya.

Salsa tidak menunggu di sofa ruang tamu seperti malam-malam biasanya. Ia telah menghafal luar kepala setiap jengkal rutinitas Arkan. Ia tahu persis jam berapa suaminya akan melintasi pintu depan, dan apa saja yang akan pria itu lakukan untuk melepaskan penat setelah seharian bekerja.

Salsa duduk di tepi ranjang kamarnya sendiri, meremas jemarinya yang dingin dengan perasaan cemas yang bergejolak. Detak jantungnya berpacu seiring dengan suara deru mobil yang memasuki garasi, diikuti oleh suara langkah kaki berat Arkan yang menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya di lantai atas.

Salsa menunggu beberapa saat, memberikan waktu bagi mangsanya untuk masuk ke dalam perangkap. Malam ini, pintu kamar Arkan dipastikan tidak akan terkunci rapat dari dalam.

Salsa telah mengatur segalanya sejak sore hari, menyabotase sistem grendel pintu kamar tersebut melalui bantuan pelayan yang ia perintah dengan ancaman, memastikan bahwa ia bisa masuk ke dalam kamar suaminya dengan leluasa.

Dengan langkah kaki yang teramat pelan dan tanpa alas kaki, Salsa keluar dari kamarnya. Ia menaiki tangga tiruan, lalu mendorong pintu kamar Arkan yang sedikit renggang. Keadaan di dalam kamar tampak lengang, namun telinga Salsa menangkap suara gemericik air yang menderu dari balik pintu kamar mandi yang tertutup embun.

Sebuah senyuman miring yang tipis dan penuh kemenangan terukir di wajah cantiknya yang diterangi temaram lampu tidur. Salsa melirik ke arah meja kecil di sudut kamar, tempat sebuah botol air putih di dalam pendingin mini kini sudah berpindah tempat.

Arkan pasti sudah meminum air yang telah ia siapkan sejak sore tadi, air yang telah ia campuri dengan obat perangsang berdosis tinggi yang ia dapatkan dengan harga mahal dari pasar gelap.

Salsa terpaksa menggunakan cara kotor ini. Dahulu, ia masih berpikir dua kali untuk merendahkan dirinya hingga setitik ini, namun ancaman surat cerai minggu depan telah menghapus seluruh batas moralitasnya.

Di balik pintu kamar mandi yang beruap, Arkan mencengkeram pinggiran wastafel porselen dengan urat-urat tangan yang menonjol tebal. Tubuhnya bergetar hebat.

Ada sesuatu yang salah, sesuatu yang teramat sangat aneh sedang membakar habis kesadarannya dari dalam.

Rasanya seperti ada api tak kasat mata yang menjalar di dalam aliran darahnya, menciptakan sensasi panas yang begitu membakar hingga ke sumsum tulang. Kepalanya berdenyut pening seperti ingin pecah, dan pandangan matanya mulai kabur, menangkap bayangan objek di sekitarnya yang berputar perlahan.

Arkan sudah berdiri di bawah guyuran air dingin shower selama lebih dari lima belas menit. Kulitnya sudah memucat karena dinginnya air malam, namun anehnya, rasa panas yang bergejolak di dalam perut dan dadanya tak kunjung mereda. Malahan, sensasi itu semakin menjadi-jadi, menuntut sesuatu yang tidak bisa ia nalar dengan akal sehat.

"Apa yang terjadi pada tubuhku?" Tanya Arkan dengan suara yang parau dan tersengal-sengal.

Ia mencengkeram dadanya sendiri yang berdetak begitu cepat, seolah jantungnya bersiap melompat keluar dari rongga rusuknya.

Kelelahan kerja tidak pernah memberikan efek sekorosif ini pada tubuhnya. Menyadari bahwa guyuran air dingin tidak membuahkan hasil sama sekali untuk menekan gejolak aneh tersebut, Arkan dengan napas memburu meraih handuk putih, melilitkannya di sepinggang, dan melangkah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih basah.

Begitu pintu terbuka dan uap air menyeruak keluar, langkah kaki Arkan langsung terhenti. Matanya yang memerah dan sayu karena pengaruh obat menangkap sebuah siluet yang berdiri tegak di tengah kamarnya.

"Mas..." Sapa Salsa dengan nada suara yang teramat lembut, selembut beludru yang menyapu keheningan malam.

Arkan terhenyak, tubuhnya limbung satu langkah ke belakang sebelum ia mencengkeram tiang ranjang untuk mempertahankan keseimbangannya.

"Apa yang kau lakukan di sini, Salsa?!" Suara Arkan terdengar sangat parau, tersangkut di tenggorokan yang terasa kering kerontang.

"Aku hanya ingin membantumu Mas" Ucap Salsa, melangkah mendekat tanpa ada rasa ragu sedikit pun.

Malam ini, Salsa tampil dengan gaun tidur berbahan satin tipis tanpa lengan berwarna putih gading yang mempertegas setiap lekuk tubuh indahnya.

Binar di sepasang matanya berkilat penuh dengan kepuasan dan gairah yang egois. Tanpa permisi, tangan Salsa yang lentik bergerak maju, menyentuh dada polos Arkan yang basah dan berotot.

Begitu kulit telapak tangan Salsa bersentuhan dengan dadanya, Arkan tersentak hebat. Dengan sisa kesadaran yang menipis, Arkan langsung mencengkeram pergelangan tangan Salsa dengan kuat, bermaksud menghempaskannya.

Namun, hal aneh justru terjadi. Sentuhan tangan Salsa yang terasa dingin di kulitnya yang membara memberikan sensasi kenyamanan yang luar biasa, sebuah rasa dingin yang sejak lima belas menit lalu dambakan oleh seluruh sel di tubuhnya.

Genggaman tangan Arkan di pergelangan tangan Salsa perlahan melonggar, bergetar hebat menahan pertarungan batin.

Arkan menatap tajam ke dalam manik mata Salsa, mencoba mencari sisa-sisa kewarasannya di sana.

"Apa yang kau lakukan padaku Salsa?! Kau memasukkan sesuatu ke dalam minumanku, kan?!" Desis Arkan dengan napas yang semakin memburu dan memendek.

Salsa membiarkan tangannya yang satu lagi naik, mengusap rahang tegas Arkan yang kini basah oleh keringat dingin.

"Aku hanya ingin melakukan apa yang seharusnya kita lakukan sejak satu tahun yang lalu, Mas. Aku adalah istrimu yang sah. Aku ingin sentuhanmu, aku ingin cintamu. Apa aku salah jika mendambakan cinta dan nafkah batin dari suamiku sendiri?"

"Menyingkir dariku Salsa! Menyingkir, atau aku akan semakin membencimu setengah mati!"

Arkan mengumpulkan seluruh sisa tenaganya, mendorong tubuh Salsa menjauh hingga wanita itu mundur dua langkah.

Namun, Salsa tidak gentar sedikit pun. Penolakan fisik dari Arkan sudah menjadi makanannya sehari-hari selama setahun ini, dan malam ini ia tidak akan membiarkan penolakan itu menghentikan tujuannya. Ia kembali melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka dengan keangkuhan yang mutlak.

"Dari dulu kamu memang sudah membenciku, Mas. Kamu menghinaku, mengabaikanku, dan memperlakukanku seperti sampah" Ucap Salsa dengan nada suara yang bergetar oleh perpaduan amarah dan obsesi.

"Jadi, sebenci apa pun kamu padaku setelah malam ini, aku sudah tidak peduli lagi! Aku tidak takut dengan kebencianmu! Aku hanya ingin dicintai olehmu, aku hanya ingin memiliki ragamu, walau hanya untuk semalam saja!"

"Murahan!" Desis Arkan dengan sisa-sisa harga dirinya yang koyak.

Gejolak di dalam tubuhnya kini sudah menyebar hingga ke kepala, membuatnya merasa seperti ingin pecah.

Pandangannya menggelap, dan insting hewannya perlahan-lahan mulai mengambil alih kendali logikanya. Arkan membalikkan badan dengan terhuyung-huyung, berniat melangkah menuju pintu keluar kamar untuk menyelamatkan diri dari jeratan iblis cantik ini.

"Aku tidak peduli dicap murahan, Mas! Aku hanya mau kamu!" Seru Salsa nekat.

Sebelum Arkan sempat menggapai gagang pintu, Salsa menghambur maju dan memeluk tubuh kekar Arkan dari belakang.

Ia melingkarkan kedua lengannya di dada bidang suaminya, menempelkan seluruh tubuhnya yang hanya terbalut gaun satin tipis ke punggung Arkan yang panas dan basah.

Gesekan kulit mereka yang langsung bersentuhan tanpa pembatas yang berarti seketika meledakkan sensasi luar biasa yang memabukkan di dalam kepala Arkan. Pertahanan logikanya runtuh dalam satu kedipan mata.

Salsa tersenyum miring, sebuah senyuman penuh kemenangan yang kejam saat merasakan tubuh Arkan tidak lagi memberikan reaksi penolakan yang berarti. Pelukannya mengunci pergerakan suaminya.

Dengan keberanian yang didorong oleh keputusasaan, tangan Salsa bergerak turun ke bawah perut Arkan, meraba di balik lilitan handuk putih yang sejak tadi sudah menunjukkan ketegangan mutlak akibat pengaruh obat perangsang yang membakar tubuh pria itu.

"Akkhhhh!"

Sebuah lenguhan serak yang sarat akan rasa frustrasi dan gairah yang tertahan lolos dari bibir Arkan. Ia mencoba mengangkat tangannya untuk menyingkirkan jemari lentik Salsa dari area sensitifnya, namun tenaganya seolah menguap lenyap ke udara.

Tubuhnya menolak apa yang dipikirkan oleh otaknya. Logikanya meneriakkan nama Nabila, namun seluruh serat otot dan darahnya mendambakan sentuhan dingin yang sedang ditawarkan oleh Salsa di bawah sana. Arkan telah sepenuhnya terpengaruh dan kalah oleh obat itu.

Salsa bersorak kegirangan di dalam hatinya. Kemenangan sudah berada di dalam genggamannya.

Gerakan tangan Salsa yang semakin berani membuat Arkan kehilangan seluruh kendali dirinya. Kegelapan dan gairah mulai menguasainya.

Dengan gerakan yang sangat cepat dan kasar, Arkan membalikkan tubuhnya. Sepasang matanya kini memerah padam, menatap Salsa bukan lagi dengan kebencian yang dingin, melainkan dengan kobaran gairah yang liar dan menakutkan.

Arkan menjulurkan tangannya yang besar, meraih leher Salsa dan mencengkeramnya dengan kuat.

Dengan satu sentakan bertenaga besar, ia mendorong tubuh Salsa ke belakang, menghempaskannya hingga wanita itu terjatuh di atas hamparan kasur ranjang yang luas.

Arkan merangkak naik ke atas ranjang, mengungkung tubuh Salsa di bawah dominasi tubuh kekarnya yang membara. Wajahnya berada hanya beberapa sentimeter di atas wajah Salsa, napasnya yang panas menerpa permukaan kulit wajah istrinya.

"Kau yang meminta semua ini Salsa!" Desis Arkan dengan suara yang teramat serak dan pecah, dipenuhi oleh sisa-sisa kewarasan yang sekarat.

"Jangan pernah salahkan aku kalau setelah malam ini, aku akan semakin membencimu seumur hidupku! Aku akan mengutukmu sampai mati!"

Salsa tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mengalungkan kedua lengannya di leher Arkan, menarik kepala suaminya ke bawah dengan senyuman kemenangan yang kaku.

"Lakukan Mas, buat aku menjadi istrimu seutuhnya!"

Malam itu, di bawah pendar lampu tidur yang temaram dan kesunyian kamar yang mencekam, Arkan akhirnya melimpahkan seluruh gejolak racun di tubuhnya kepada Salsa.

Kegelapan malam menjadi saksi bisu runtuhnya sisa harga diri dan kesucian yang selama satu tahun pernikahan dijaga rapat oleh Salsa.

Ia menyerahkan mahkotanya di atas keterpaksaan dan obat terlarang, mengikat raga Arkan dalam sebuah dosa malam yang tidak akan pernah bisa dimaafkan, namun sukses mengunci statusnya sebagai istri yang tidak akan pernah bisa diceraikan dengan mudah.

1
pecinta novel lealistis
bukan si salsa aja yang gila aku juga ikutan gila nungguin ini,
apakah aku aja, atau kalian juga gak? kalo udah suka sama suatu cerita aku pasti terus penasaran sampe kepikiran pengen terus lanjut sampai endnya
Agnezz: sambil nunggu up, baca koment2 kak
total 2 replies
pecinta novel lealistis
tumben belum up jam segini kk
santi.santi: otw nih, maaf yaaa tadi sibuk banget 🤭
total 1 replies
Jumi🍉
Terlalu sesumbar sih dulunya kamu Arkan.../Speechless/
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: nanti aku kasih tisu kak😀
total 1 replies
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!