Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.3: Pertukaran Kembali
Para murid tadi kayaknya bakal ada di ruangan Ippo-sensei. Semoga saja tasku nggak diambil oleh para tikus kecil.
Mengambilnya kembali membuatku bakal sangat malas sih. Hehehe, begitulah kurang lebih.
Dan... Para tikus kecil itu salah satu mantranya Ippo-sensei kah? Bukan. Itu adalah mantra dari Bu Kepala Sekolah.
Memang menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi. Sudah menjadi aturan harus membawa barang bawaan tepat waktu.
Dan walau diambil, bukannya akan di buang entah ke mana, namun diberikan kepada Ippo-sensei yang bertugas menjaga barang-barang belum diambil, juga lain sebagainya.
Padahal pekerjaannya itu paling banyak jika dibandingkan dengan guru lainnya, tapi dia terlihat menikmati semuanya.
Mungkin itu adalah salah satu hal baik tentang Ippo-sensei. Kalau dibandingkan dengan rivalnya atau Tondo-sensei siapa yang lebih banyak kerjaan?
Ippo-sensei pastinya. Tondo-sensei sama saja seperti guru pada umumnya. Hahaha, keren banget ya!
Siapa yang ku maksud? Ippo-sensei pastinya dan menurutku perkataanku sama sekali tidak salah.
Ippo-sensei memang keren dan berbeda dari guru lainnya, namun tetap saja lebih baik Tondo-sensei dibandingkannya sih, hahaha.
Yaahh... Aku tahu ini agak tidak adil, namun masuknya adalah penilaianku, jadinya terserah diriku.
Oke, begitu aku sampai di kelas... “Ternyata sudah diambil. Agak kecewa, tapi sudahlah. Apa yang telah terjadi biarlah terjadi.”
[Wow! Kata-kata yang bagus.]
“Benar kann!!”
[Hahaha, benar banget. Kalau begitu, mari ke ruangan Ippo-sensei!]
Wajahku terlihat suram. “Baikk...” Langkah kakiku terasa berat dan tidak memiliki sedikitpun semangat.
Setelah sampai, aku membuka pintu dan para murid terlihat sedang diceramahi oleh Ippo-sensei.
Ceramah yang panjang dan membuat mereka keluar dengan penuh siksaan batin. Untungnya, aku nggak selemah itu mentalnya.
Semoga saja dia takkan menghukumku karena telat lagi mengambil tas. “Bo-bolehkah aku mengambil ranselku, Ippo-sensei?”
“Silakan saja, Mr. James.”
Setelah dipersilakan, aku langsung menuju tempatnya duduk dan mengambil ranselku yang berada di atas mejanya.
Begitu ku taruh di punggung, baru saja beberapa kali melangkah, tiba-tiba dia mengatakan sesuatu yang membuatku senang sekali.
“Aku sudah mengucapkan mantra agar tembok transparan itu bisa dimasuki. Entah apa tujuanmu ingin masuk ke dalam situ, semoga saja tercapai. Hanya sebagai salah satu permintaan maafku. Silakan pergi dan jangan berbalik badan serta tidak perlu berkata apa-apa kalau mau selamat.”
“Satu hal lagi: ‘Ini akan menjadi waktu terakhirku. Sebagai seorang Rakyat Jelata... Mengucapkan mantra yang seharusnya hanya boleh oleh orang-orang atas, adalah hukuman mati. Sebagai orang yang dipilih menjadi Penyihir... Ipponsu Takeno, 47 tahun pamit undur diri.’ Semoga... Tujuanmu tercapai.”
Selesai mendengar semua kata-katanya, untuk menghormati semua hal yang dilakukannya padaku, aku memilih terus berjalan ke depan.
Kedua mataku terisak-isak dan lemas sekali kaki-kaki ini. Hal yang wajar bagi setiap orang yang dikasih sebuah hadiah permohonan maaf.
Semoga anda tenang di alam sana, Ippo-sensei. Kalau aku melihat ke belakang, dia mati dibagaimanakan?
Seluruh tubuhnya pastinya terbakar oleh api sepanas matahari dan warna api itu coklat keunguan. Beberapa organ tubuhnya ada yang meledak di tempat, serta... Sisa-sisa pembakaran akan melayang ke alam sana.
Untuk saat ini, aku harus cepat atau pengorbanannya akan sia-sia. [Pertanyaan: setelah kejadian ini, lebih baik Tondo-sensei atau Ippo-sensei?]
“Ippo-sensei.”
[Hehe! Bagus. Jika itu jawabanmu, maka sekarang tahu apa harus dilakukan bukan?]
“Tak perlu bertanya lagi. Waktunya masuk ke dalam sana dan mendapatkan buku berisi informasi tentang banyak hal yang berhubungan dengan tujuan kita berdua.”
[Tepat sekali.]
Sejarah sebenarnya tentang Keluargaku atau Keluarga Darren, siapa sebenarnya sosok paling mengerikan yang dapat memusnahkan dunia ini, makhluk yang diciptakannya, namanya siapa, Lemmor, Jantogen, mungkin juga Dungeon.
Itu semua pengen ku ketahui dan semuanya ada di dalam Perpustakaan Hollcray atau tembok transparannya yang berisi buku-buku terlarang.
Lariku sangat kencang dan akhirnya sampai juga di depan ruangan terlarang berada. Pintu entah kenapa terbuka lebar dan tak ada siapapun di dalam sini.
Sekarang mungkin sore menuju sebentar lagi malam, tapi kayaknya terlalu cepat kalau tiba-tiba pada nggak ada.
Apa mungkin ini jebakan? Tidak. Aku takkan menyimpulkan sampai situ dulu. Yang penting... Masuk aja dulu deh.
Begitu masuk, ruangan yang asalnya gelap ini atau di dalam tembok transparan, menjadi terang benderang.
Banyak sekali rak berisi buku dan yang pertama kali ku lihat adalah waktu melirik ke arah kanan.
Ada buku bertuliskan: “Rahasia Hidup Abadi. Itu... Nggak mungkin kan!”
[Tentu saja tidak mungkin. Cover bukunya manusia dan... Sangatlah mustahil. Dwarf, Elf, sudah tentu bisa. ‘Bapak Agung’... Entahlah.]
“’Bapak Agung’ baru berusia 71 tahun lho!”
[Ternyata nggak setua itu ya! Berarti... Cuman cover manusia dan berefek para Dwarf doang kayaknya. Kalau Elf kayaknya bakal jarang ada yang mau hidup selamanya.]
“Ya, kau benar. Elf paling muda yang terkenal itu usianya saja 1.119 tahun. Benar juga ya! Elf lebih dulu dibandingkan lahirnya dunia ini, hahaha.”
[Kau benar banget. Atau bisa jadi, sejarah yang mengatakan bahwa usia dunia ini adalah -1000 tahun adalah salah.]
“Bisa jadi. Sejarahku saja dibilang sebagai Keluarga Terkutuk. Dan... Kita kayaknya bakal mengetahui semuanya di sini.”
[Ya, sepertinya begitu.]
Aku berjalan lagi dan terus melihat banyak sekali judul buku, tapi masih belum ketemu yang mana sejarah tentang sosok paling mengerikan yang dapat memusnahkan dunia ini.
Kemungkinan besar disembunyikan. Tapi... Bisa jadi juga tidak, karena buku seperti itu kayaknya tidak terlalu penting.
Ah! Ahaha, pastinya penting banget sih. Apa-apaan yang ku katakan ini. Lalu... Ruangan apa ini?
“Pintu Yettoppria.”
[Aku baru pertama kali mendengarnya. Mau coba masuk ke dalam sana, James Darren?]
“Karena sepertinya di ruangan yang ini aku nggak bisa dapat apa-apa, sepertinya masuk ke dalam sini merupakan pilihan terbaik.”
Saat aku membuka pintu, tiba-tiba...
Aku tergeletak di lantai dengan kepalaku copot dari badanku. Banyak sekali darah bercucuran dari kedua hal yang terpisah tersebut.
Aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya, namun di depan sana semua buku yang ku cari ada.
Sebelum kesadaranku hilang, Takeuchi Hideki berkata: [James Darren!!! Sia*an! Siapa yang ada di depan sana?!! Apakah kau yang membunuhnya!!??]
Hahaha. Dia benar-benar orang yang baik dan... Siapapun yang ada di depanku saat ini, terserahlah.
Intinya... Maaf karena tidak bisa memenuhi janji kita masing-masing, Takeuchi Hideki!
Aku, James Darren pamit undur diri meninggalkan dunia ‘Magiort’. Selamat tinggal dan semoga kita bertemu lagi di tubuhku yang baru atau tubuhmu.
Saling support sabi kali ya😉