NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12 Keliling di Kantor Sang Papah

"Ya sudah papah mau kerja dulu, kamu mau tour di kantor juga gak papa kalian juga temenin Alva ya takut dia tersesat diakan gampang tersesat" ucap sang papah dan di angguki oleh Alvaro dan yang lainnya.

5 menit kemudian

"Papah aku sama abang, kakak, El dan uncle Sam mau tour bentar ya" izin Alvaro.

"Iya kalian hati-hati ya" ucap sang papah dan di angguki oleh mereka berempat.

"Dan kau Sam selalu waspada" ujar sang papah lagi.

"Baik tuan besar" jawab uncle Sam.

Setelah pintu ruangan sang papah sudah tertutup rapat supaya sang papah tidak terganggu karena pintu ruangannya tidak tertutup dengan rapat. Dan uncle Sam langsung mengambil posisi di paling belakang, matanya bergerak lincah mengamati setiap sudut koridor untuk memastikan supaya tidak ada bahaya yang mengintai mereka.

Mereka berlima pun melangkah di salah satu ruangan yang tidak jauh dari ruangan sang papah dan di tunjukkan oleh Arlan.

"Nah ini ruangan abang Var" ucap Arlan sambil membukakan pintu ruangannya.

Setelah pintu ruangan Arlan terbuka, mereka semuanya pun masuk kedalam ruangan Arlan. Setelah mereka masuk Alvaro sangat tercengan saat melihat ruangan sang abang tidak kalah besar dan juga mewah seperti sang papah.

"Wau bang ruangannya abang tidak kalah besar dan mewah seperti ruangannya papah" ucap Alvaro panjang.

"Hehe iya dong" ujar Arlan dengan nada bangga dan sombongnya.

"Alva habis ini keruangannya kakak ya" ucap Erlan.

"Ke ruanganku juga Al jangan lupa" ujar Elvano tak mau kalah dan hanya di angguki oleh Alvaro karena tidak sabar melihat ke ruangan 2 saudaranya yang lain.

Setelah ia puas tour di dalam gantian ia akan tour ke dalam ruangan sang kakak yaitu Erlan yang sama saja seperti ruangan sang abang cuma beda warna aja, dan terakhir adalah ruangan Elvano sang adik kembarnya yang ada di pojok koridor ruangannya emang sama saja tapi warnanya wau sangat indah menurut Alvaro.

"Wau El ruanganmu paling indah dari yang lain" ucap Alvaro sambil memasuki ruangan Elvano yang memiliki warna yang memadukan gelap dan sedikit warna cerah.

"Iya dong" ucap sombong Elvano kepada kedua kakaknya yang ada di sampingnya.

[Ruangan sang papah - 12.00]

"Papah Alva laper" ucap Alvaro dengan nada yang sangat lemas karena rasa laparnya.

"Ya sudah biar papah pesankan dulu sama bawahan papah biar makanannya di bawa ke ruangannya papah" jawab sang papah.

"Alva gak mau pah, Alva maunya di kantin yang ada di kantornya papah" ucapnya lagi.

"Boleh ya pah, Alva mohon" ujarnya sambil memohon kepada sang papah.

"Ya sudah boleh tapi papah sama yang lain ikut gak cuma kamu dan Sam aja" jawab sang papah lagi dan di angguki oleh Alvaro sebagai tanda ia menyetujui jawaban dari sang papah.

Mereka semua pun turun ke lantai 4 untuk ke kantin karyawan, kantin yang ada di kantor ada dua satu di lantai dasar dan satu lagi di lantai 4, 2 lantai di bawah lantai khusus sang papah.

Setelah mereka sampai di kantin, mereka pun duduk agak sedikit pojok dari kantin karyawan dan banyak juga karyawan yang melihat dan membicarakan pemilik perusahaan dan keempat anaknya.

"Eh baru kali ini aku lihat bos besar dan para tuan besar datang ke kantin langsung biasanya mereka pesan dan makan di ruangan mereka" ucap karyawan tersebut.

"Iya, tapi kayaknya kerena tuan muda Alvaro datang kemari deh kan tuan muda Alvaro hampir tidak pernah datang ke kantor" jawab karyawan yang lainnya.

"Eh kalian malah gosip, ayo cepat makan kalau kita bicarakan mereka nanti kita bisa di pecat" ujar karyawan tersebut untuk menengahi pembicaraan para teman-temannya yang sedang membicarakan bos mereka.

Dan mereka yang membicarakan bos mereka auto diam karena mereka takut jika bos mereka tau mereka juga bisa di pecat atau kena sangsi oleh bos mereka.

Suasana di meja pojok itu tampak kontras dengan kegaduhan yang tertahan di area kantin. Sambil menunggu pesanan datang, Alvaro menyandarkan kepalanya di bahu Erlan, perutnya sudah berbunyi cukup nyaring hingga membuat Elvano terkekeh pelan.

"Tuhkan dengar gak perut Alva bunyi, makannya jangan banyak tanya tadi sama jangan terlalu semangat tadi tournya nahkan cacing di perut demo semua" ledek Elvano kepada Alvaro.

"Diem deh El aku udah gak punya tenaga ini lemes aku tuh" ucap Alvaro lemas sambil bermanja-manja di bahu sang kakak.

Sang papah yang melihat interaksi itu hanya bisa tersenyum tipis, namun tatapannya langsung berubah tegas saat melirik ke arah koridor kantin yang masih sangat ramai karena masih banyak yang makan siang. Di sana, piring-piring makanan mereka sedang dibawa oleh beberapa pelayan kantin yang tampak tegang karena harus melayani langsung jajaran pemilik perusahaan.

Uncle Sam berdiri sigap di belakang kursi sang papah, menjadi tameng hidup yang membuat beberapa karyawan yang berniat mencuri pandang ke arah mereka langsung membuang muka ketakutan.

"Ini makanannya tuan besar dan tuan muda" ucap kepala kantin dengan suara bergetar dan tangannya yang sudah bergetar.

"Terima kasih, kalian bisa pergi sekarang" ujar sang papah kepada mereka.

"Baik tuan besar kami semua permisi" jawab sang kepala pelayan lagi.

Begitu makanan sudah rapi di atas meja, mata Alvaro pun langsung berbinar-binar karena efek laparnya dan tadi ia sempat lemas sekarang ia sudah bugar karena melihat makanan yang sudah tertata rapi di meja. Namun, baru saja ingin meraih sendok ia sudah di hentikan oleh sang abang tertua.

"Eits Alvaro, cuci tangan dulu tadi habis pegang barang-barang di ruangan kita itu kotor" tegur Arlan dengan tegas.

Dengan cepat Elvano meraih hand sanitizer spray mini yang ada di dalam kantongnya untuk ia seprotkan ke tangan Alvaro.

"Alvaro tanganmu arahkan kesini" ucap Elvano sambil memegangi hand sanitizernya dan Alvaro hanya menurut saja ia tidak ingin habis ini sakit karena penyebabnya adalah tangannya kotor.

"Sudah kamu bisa makan sekarang" ujar Elvano lagi dan Alvaro dengan cepat mengambil sendoknya untuk segera makan karena ia sudah sangat lapar sekarang.

"Santai aja makannya Varo gak ada yang minta" ucap Erlan.

"Iya Varo pelan-pelan aja makannya nanti tersedak" tegur sang papah.

"Huk huk huk" suara batuk Alvaro.

"Astaga Varo baru juga di bilangin pelan-pelan" geram Erlan sambil menepuk-nepuk leher Alvaro.

"Ini minum dulu" ucap Elvano sambil memberikan Alvaro minum.

"Pelan-pelan minumnya nanti kesedak lagi" tegur sang papah.

"Udah mendingan Varo?" tanya Arlan dangan nada khawatir.

"Udah gak papa kok kak" jawabnya.

"Ya sudah pelan-pelan lain kali Varo, ayo lanjut makan lagi" perintah sang papah dan di angguki oleh semuanya.

20 menit kemudian

"Huh akhirnya kenyang juga" ucap Alvaro dan hanya di balas kekehan dari mereka semua yang ada di kantin karena mendengar ucapan Alvaro.

"Uncle Sam sudah makan?" tanya Alvaro.

"Sudah Varo uncle sudah makan" jawab uncle Sam.

"Ya sudah ayo keruangan papah lagi aku dah gak sabar mau tour lagi nanti setelah istirahat di ruangannya papah sebentar capek ternyata cuma tour doang, boleh ya pah?" tanya Alvaro.

"Iya nanti boleh tour lagi yang penting ada uncle Sam dan saudara-saudaramu yang jaga" jawab sang papah dan di balas anggukan dari uncle Sam, Arlan, Erlan dan juga Elvano dan juga di balas senyuman oleh Alvaro karena ia tidak sabar untuk nanti tour lagi di setiap lantai di kantor sang papah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!