NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

Suara cempreng Anara yang bergema di ruang tamu seketika memecah kesunyian malam di dalam rumah.

Kyna perlahan mematikan layar ponselnya, menyembunyikan kolom komentar penuh makian netizen tentang kelakuan tidak higienis Anara di supermarket tadi.

Ia menarik napas dalam-dalam, merapikan duduknya di atas kursi roda, lalu bersiap menghadapi apa pun panggung sandiwara yang dibawa Aldrian malam ini.

"Aldri, lihat lampu gantung kristal ini! Ini persis seperti yang ada di majalah desain yang kita lihat saat semester akhir kuliah dulu, kan?"

suara Anara kembali terdengar, kali ini langkah kakinya terdengar mendekat ke arah ruang kerja tempat Kyna berada.

Pintu ruangan terbuka lebar, menampilkan Aldrian yang berdiri tegap dengan kemeja yang sedikit kusut manset perak kustom buatannya berkilat tertimpa cahaya, sementara Anara menggelayut manja di lengan kirinya.

Di belakang mereka, William mengekor sambil membawa beberapa kantong belanjaan besar dari supermarket dengan wajah tanpa dosa.

"Kyna, kamu di sini rupanya," ucap Aldrian dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, mencoba mencairkan atmosfer dingin yang langsung terasa begitu mereka bertatapan.

"Nara baru saja pindah ke unit apartemen di gedung sebelah.

Karena letaknya dekat, aku dan William menjemputnya sekalian mampir ke sini untuk makan malam bersama.

Ini kejutan untukmu agar rumah tidak terlalu sepi."

Anara melangkah maju, melepaskan lengan Aldrian dan menghampiri Kyna dengan senyum lebar yang dipaksakan imut.

"Kyna, maaf ya kami datang mendadak. Tapi Aldri bilang kamu pasti kesepian di rumah terus karena kakimu... ah, maksudku, karena kamu jarang keluar. Jadi kami bawakan banyak bahan makanan segar untuk dimasak malam ini!"

William ikut menimpali sambil meletakkan kantong belanjaan di atas meja pantry terbuka.

"Iya, Kyna. Kamu harus lihat bagaimana repotnya Aldri tadi di supermarket. Pria sedingin dia sampai rela mendorong troli keliling lorong sayur hanya karena Nara mengeluh kakinya lecet setelah mengemas barang-barang pindahan."

Mendengar kalimat William, Kyna hanya mengulas senyum tipis yang teramat datar.

Kilasan ingatan lima tahun lalu saat dirinya jatuh tersungkur bersama troli belanja di tempat yang sama mendadak melintas, namun anehnya, kali ini tidak ada lagi rasa sakit yang menusuk.

Jarum-jarum di hatinya telah menjelma menjadi mati rasa yang absolut.

Kyna menatap Aldrian, lalu beralih pada Anara yang mulai sibuk mengagumi setiap sudut ruangan yang diklaim sebagai tiruan dari selera masa lalunya.

"Terima kasih atas kejutannya, Pak Aldrian," sahut Kyna dengan nada formal yang sangat dingin, sengaja menekankan panggilan tersebut hingga membuat senyuman di wajah Aldrian seketika membeku.

"Sani sedang tidak ada di rumah, jadi jika kalian ingin makan malam, silakan masak sendiri menggunakan bahan-bahan yang kalian bawa."

Ekspresi Aldrian langsung berubah canggung, sementara Anara tampak sedikit tersinggung dengan sambutan dingin sang tuan rumah.

Namun, sebelum Aldrian sempat membuka suara untuk menegur sikap istrinya yang dianggap tidak sopan di depan tamu, ponsel milik William yang tergeletak di atas meja dapur tiba-tiba berdering nyaring, memunculkan sebuah notifikasi mendesak dari grup obrolan internal bisnis mereka.

William membuka pesan tersebut dengan dahi berkerut, namun sedetik kemudian wajahnya memucat pasi saat membaca dokumen digital yang baru saja dikirimkan oleh firma hukum pusat.

Dokumen itu adalah sebuah surat teguran hak milik resmi yang menyatakan bahwa seluruh aset tanah, bangunan apartemen mewah yang mereka tempati saat ini, hingga dekorasi di dalamnya ternyata terdaftar atas nama pribadi Kyna sebagai bagian dari warisan mutlak mendiang kakeknya—sebuah fakta hukum yang sengaja disembunyikan selama lima tahun, dan kini Kyna telah menandatangani perintah eksekusi pengosongan rumah yang akan memaksa Aldrian beserta seluruh barang miliknya keluar dari tempat itu dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!