NovelToon NovelToon
REVOLUSI ERA

REVOLUSI ERA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: amatir author

Tahun 1989, desa Suka tani belum tersentuh yang nama teknologi canggih tidak seperti di kotanya. Desa itu mengandalkan alat tradisional khasnya sendiri.

Lampu lentera minyak tanah atau obor minyak tanah menjadi alat utama penerangan rumah, berpergian malam hari. bisa juga di gunakan sebagai penerangan kegiatan pribadi.

Tidak ada namanya motor dan mobil mewah . Delman dan sepeda ontel menjadi opsi alat transportasi. Itu pun hanya di miliki oleh orang kaya saja, orang sederhana tidak memiliki. Mereka mengandalkan kakinya.

Tidak ada ponsel canggih, hanya ada ponsel jadul harus memasuki wilayah terdapat sinyal agar bisa di gunakan menghubungi seorang. Namun ponsel tidak berguna di desa itu. Di mana tidak terdapat listrik.

Tidak ada namanya SMS, maupun pesan teks seperti WA. Orang mengirim pesan lewat surat tertulis di kirim lepat kantor pos maupun lewat temannya hanya sekedar berpesan pada kekasih.

Sebagian besar penduduk asli desa suka tani menekuni sebagai petani, dan nelayan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amatir author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keributan di depan rumah

Sebelum Delman Pak juragan Harto melangkah jauh dari rumah kediaman pak Rudi. Pak Arya berhasilnya menahannya.

pak juragan Harto mengkerut kan dahinya menatap pak Arya di bawah Delman.

 Sedangkan Bu asri merasa bingung menatap kakak iparnya.

pak juragan Harto turun dari Delman menghampiri pak Arya sang kakak.

"Ada apa lagi kak, kenapa menahan ku pergi!" Ucap pak juragan Harto menatap kesalnya. kerutan dahinya semakin jelas menandakan dia tidak suka dan marah.

"kamu, jangan sok lemah. Berani sekali membuat ayah sedih." Ucap Arya dengan nada tinggi. Tangan besar di kepal kan menghantam wajah pak juragan Harto.

"Duk!"

Pak Harto terhuyung dan meringis kesakitan.

"Kamu..

Ucap Bu asri sambil melangkah turun dari Delman.

pak Arya mengangkat tangan lagi untuk memukul yang kedua kalinya.

Namun pukulannya kali ini di tahan oleh Bu asri.

"Bermain kasar dengan suami, kamu berhak apa hah!" Ucap Bu asri sambil mengibaskan tangannya.

Tubuh Arya terhempas dan di tahan Bu Sri istrinya yang baru datang.

"Mas, kamu tidak kenapa napa kan?"

Bu asri memegangi pipi suaminya terlihat memerah.

"Tidak masalah, mas baik baik saja. terimakasih atas pertolongan mu." Jawabnya terlihat masih meringis kesakitan.

"Apa yang mas katakan, pipi mas merah pasti sakit." Ucap Bu asri terlihat ada kecemasan dan kasihan di sorot matanya.

"Tidak, mas tidak kenapa napa. Hanya sedikit sakit saja." Jawabnya.

"Mas, sebenarnya apa yang terjadi pada keluarga mu. Dia adikmu yang di usir itu. kenapa ayahmu masih menerima masuk kedalam rumah? bukankah itu hal aneh?" Ucap Bu Sri kebingungan menatap sepasang suami istri di depannya.

Bu asri menatap kakak iparnya dengan raut wajah kesal dan tidak mengerti kenapa kakak suaminya begitu ringan tangan.

"Kamu pasti kak Arya kakak suamiku, pantaskah kamu melakukan itu pada adikmu. Apa salahnya? Ayahlah yang salah memaksa suamiku kembali." Ucap Bu asri menatap kakak iparnya dengan tatapan muram.

"Diam, dasar wanita murahan. Pasti kamu bernama Ningsih, wanita kampung tidak tahu diri itu." Ucap Arya membalas perkataan itu lebih kasar .

"Jaga ucapan mu, berani sekali mengatakan itu pada istri ku! kan hajar " Ucap marah pak juragan Harto menerjang ke depan namun di tahan oleh istrinya.

"Kamu salah paham, kenalkan Aku Asri Selly istri kedua mas Harto. Adik ipar mu."

"Aku memberitahu padamu, suamiku tidak sekejam kamu pikirkan. Sebaiknya kamu tanyakan ayahmu dengan baik sebelum bertindak lebih jauh."

"Ayo mas, kita pergi." Ucap Bu asri naik ke Delman lagi.

"Mau pergi ya, jangan harap."

Ucap Arya sambil meraih tangan pak Harto agar tidak naik ke Delman.

"Lepaskan! Apa yang kamu lakukan!" Ucap Bu asri menggenggam tangan pak Arya dengan kuat. mengibaskan dengan kuat.

Tubuh Arya terhempas jauh jatuh ke bawah.

"Nyonya besar, tolong jaga suami kejam anda. Bawa pergi jika tidak ingin berakhir di rumah sakit." ancam Bu asri lalu melangkah naik ke Delman.

"Jalan pak!" Perintah Bu asri pada kusir.

Delman pun melangkah pergi.

"Sialan, akan ku beri pelajaran pada wanita jalang itu. berani sekali melakukan itu padaku."

Pak Arya menjadi marah atas perlakuan Bu asri yang kedua kalinya membuatnya terhempas.

Bu Sri menahan tubuh suaminya agar tidak mengejarnya.

"Sebaiknya mas jelaskan sejelas jelasnya padaku, jika tidak keluarga besar Yatti akan menarik kembali dana investor dari grup Rudi. Mas jangan harap aku bisa mempertahankan hubungan ini jika mas masih merahasiakan sesuatu dari ku lagi." Ancamnya.

"Baiklah, ayo kita pulang. Mas akan mengatakan kebenaran sebenarnya." Jawab pak Arya.

Di jam sama, Asep keluar rumah dengan adiknya Selly. melangkah dengan riang gembira untuk bermain di lapangan.

Melangkah melaju melewati jalanan berbatu dan tanah. Namun langkah mereka terhenti melihat seorang wanita dewasa dengan pakaian ala perkotaan terlihat kebingungan memegang secarik kertas di tangan nya.

"maaf nyonya, boleh kami bantu?" Tanya Asep sopan.

"Oh.. kebetulan sekali. aku membutuhkan bantuan."

"Iya dik, adik tahu alamat rumah ini?" Tanya wanita dewasa itu sambil menyodorkan secarik kertas terdapat alamat rumah.

Selly dan Asep melihat nya, lalu Asep menjawab.

"Tahu, biar kami antar!"

"Hem ...

"Baik dik, ayo bergegas pergi. Antar kan Tante ke alamat ini."

"Ikuti kami!" pinta Asep.

Mereka melangkah pergi mengantarkan wanita dewasa itu ke alamat rumah tertera alamat tertulis.

"Iya Tante, apa hubungan Tante dengan pak Abdel?" Tanya Selly terus melangkah.

"Tante istri pak Abdel, Tante habis pulang kerja dari kota. Tante tadi ke rumah lama. Ternyata suamiku sudah pindah. Alamat yang aku dapat dari pemilik rumah baru suami ku." Jawabnya santai.

Tidak lama mereka sudah sampai di alamat rumah yang di tuju.

"Terimakasih dik atas bantuannya." Ucap wanita dewasa itu.

"Sama-sama Tante, kami pergi. assalamualaikum." Ucap Asep melangkah pergi.

"walikumsallam.."

jawab wanita dewasa itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!