Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Kerusuhan kecil
“Aku menunggumu begitu lama disini, dan sekarang.. Kau muncul bersama perempuan lain, tega kau Giovanni !!” Ujar Deana lagi dengan suara lebih kencang, membuat para tamu kini fokus pada mereka.
Beverly bahkan terdiam di sana, ada perasaan tidak nyaman karena menjadi pusat tontonan bagi orang-orang di sana, sementara Giovanni merasa kesal, rasanya jika tidak mengingat ini di tempat umum, maka dia akan melemparkan wajah Deana dengan gelas kaca.
Melihat kegaduhan itu juga membuat Arnold, Catalina, dan Robert menoleh ke arah sumber suara.
“Inilah alasan, kenapa aku sedikit keberatan jika menjodohkan putraku dengan putrimu. Perilakunya terlalu berlebihan, dan sangat tidak tahu malu. Mengacaukan pesta yang aku buat, hanya demi masalah sepele.” Ujar Arnold dengan nada ketusnya, melirik ke arah Robert.
“Kau tidak bisa menyalahkan putriku, dia terlalu sakit hati dan emosi. Seharusnya kau bisa membimbing putramu untuk tidak mempermainkan perasaan perempuan.” Ujar Robert tidak mau kalah, Arnold hanya tersenyum tipis.
“Oh, terlalu sakit hati sampai harus menghancurkan pesta seseorang ?? Bukankah itu terdengar sangat egois, Tuan Robert ?? Di luar, ada halaman yang luas untuk bisa menyelesaikan masalah. Apakah putrimu terlalu membutuhkan validasi banyak orang, sehingga berteriak di tempat umum ??” Ujar Arnold tersenyum miring.
“Jaga ucapanmu, Tuan Arnold Abraham !!”
“Dan jaga perilaku putrimu, ajari agar tidak bertingkah kampungan disini.” Ujar Arnold dengan tegas, membuat Robert mengepalkan tangannya, ah sialan !!
Arnold memiliki aura yang benar-benar tidak bisa di kalahkan, bahkan tanpa perlu meninggikan kata-kata, Arnold bisa membuat lawannya mati kutu hanya dengan kalimat santainya.
“Ayo, sayang. Kita harus menghentikan mereka, sebelum pestaku berakhir dengan memalukan.” Ujar Arnold mengajak istrinya untuk pergi dari sana, dan menghampiri tempat kerusuhan itu terjadi.
Disisi lain.
“Apa kau benar-benar meninggalkan aku demi wanita j*l*ng itu !! Aku kekasihmu yang sudah lama menjalin hubungan denganmu, dan kau tiba-tiba hadir dengan wanita kampung itu !!” Deana menunjuk ke arah Beverly dengan nada tinggi, sehingga membuat kedua bayi itu menangis di sana, karena terkejut dengan suara bentakan kencang itu.
“Sudah selesai ?? Kau membuat dua putraku menangis dengan suaramu. Sekarang biarkan aku jelaskan padamu !” Ujar Giovanni dengan nada tegasnya, dan tatapan datar.
Gregor sudah di sana, menggendong Oshea dan mengayunkannya di sana, juga Beverly yang mencoba menenangkan Oscar yang menangis di gendongannya.
Catalina langsung mendekati Beverly yang begitu kewalahan menghadapi kedua putranya yang menangis, sehingga dia tidak menyadari jika dia menjadi tontonan banyak tamu. Catalina menepuk bahu Beverly.
“Ayo kita ke ruang istirahat di belakang, di sana akan jauh lebih tenang dan tidak banyak orang.” Ujar Catalina dengan lembut, dia kemudian meraih Oscar di gendongan Beverly yang sudah sedikit berantakan karena bingung. Beverly menganggukkan kepalanya, dia meraih tas bayi di bawah kereta, dan mengikuti Catalina, begitu juga Gregor yang menggendong Oshea juga mengikuti kedua perempuan itu.
Kembali pada Giovanni dan Deana.
“Bukankah aku sudah memutuskan hubungan denganmu, jauh sebelum kejadian satu tahun yang lalu. Kau yang enggan melepaskanku, dan terus mendesakku untuk menikahimu. Cinta tidak bisa di paksakan, Nona Deana yang terhormat.” Ujar Giovanni berbicara dengan penuh penekanan dan tegas di sana.
“Deana sudah menemanimu lebih lama dari-”
“Aku tidak bicara denganmu, Harper. Sebaiknya kau tutup mulutmu, karena aku belum memberikanmu ijin untuk berbicara disini !” Ujar Giovanni dengan tegas, membuat Harper langsung menutup mulutnya dengan wajah memerah antara marah dan kesal.
Arnold mengamati perilaku putra pertamanya, dan menyilangkan tangannya di dadanya sambil tersenyum senang, dan bangga.
“Dan sebaiknya, Deana.. Jaga ucapanmu dengan Beverly, karena dia adalah calon tunanganku ! Jangan sampai aku menunjukkan pada semua orang mengenai siapa dirimu yang sebenarnya.. Karena aku memiliki bukti jika kau berselingkuh di belakangku selama ini.” Ucapan Giovanni membuat beberapa tamu membulatkan matanya, terkejut bahkan Deana yang berdiri di sana juga langsung terdiam.
S*al.. Apakah dia tahu ?? Bagaimana dia tahu semuanya ?! Batin Deana dengan nada gelisah.
Giovanni tersenyum tipis, “Aku tahu.. Dengan siapa, dimana kau berhubungan dengan selingkuhanmu. Sebaiknya jaga jarakmu denganku, jika kau tidak mau harga dirimu hancur berkeping-keping.” Ujar Giovanni dengan nada rendah tapi penuh penekanan, seperti seekor ular yang mendesis untuk mengancam musuhnya.
“Jadi, tolong.. Catat perkataanku di dalam otakmu, bahwa kita sudah putus, kita tidak memiliki hubungan apapun. Tolong diingat baik-baik, aku permisi. Calon tunanganku dan kedua putranya, membutuhkanku saat ini.” Ujar Giovanni dengan nada sinisnya, lalu berbalik badan dan menyusul ke arah Beverly.
Putraku memang yang terbaik batin Arnold tersenyum dengan bangga, sebaiknya dia menyelesaikan kekacauan ini sebelum menyusul istri dan calon menantunya ke ruang istirahat.
...
“Akhirnya mereka tenang..” Ujar Beverly dengan lega, saat kedua bayinya mulai merasa tenang dan aman di sana.
Catalina juga ikut membantunya, sehingga Beverly tidak lagi kewalahan di sana. Gregor duduk tidak jauh dari dua perempuan yang sibuk mengurus dua bayi di gendongan mereka.
“Beverly, maafkan putraku, membuatmu terseret pada masalah ini.” Ujar Catalina dengan lembut, Beverly menggelengkan kepalanya pelan, dan tersenyum.
“Tidak apa Mom.. Aku justru yang khawatir jika.. Nama baik Giovanni yang akan malah tercoreng karena aku.” Ujar Beverly tidak nyaman dengan tatapan para tamu ke arah Giovanni saat Deana terus berteriak dengan nada dramatisnya.
“Tidak apa, Kak Beverly.. Gadis itu memang sangat nekat, nama baik Kak Giovanni akan semakin tercoreng jika bertunangan dengan gadis matre itu.” Ujar Gregor menjawab perkataan Beverly dengan santainya.
Dreettt..
“Apa mereka rewel ??” Tanya Giovanni yang baru saja masuk dengan nada khawatir, dia kemudian menutup pintu kamar dan segera mendatangi Beverly.
“Sudah tidak, mereka sepertinya takut dengan suara tinggi.” Ujar Beverly.
“Hah.. Nenek sihir itu menakuti kedua putraku.” Ujar Giovanni menghela nafasnya kasar.
“Nenek sihir ?? Yang benar saja, dia masih terlalu muda untuk di panggil nenek.” Celetuk Gregor di sana, memulai kembali perdebatan dengan kakaknya.
“Ya sudah, buyut sihir-awh !!”
Giovanni terkejut saat mendapatkan cubitan dari Beverly dengan tatapan kesalnya.
“Berhentilah membahas wanita itu disini. Aku tidak menyukainya !” Ujar Beverly dengan ketus.
“Awh~ Ternyata kekasihku cemburu, sayang~ Jangan cemburu-”
“Aku tidak cemburu !! Aku hanya kesal, karena dia membuat dua bayiku menangis keras !! Tidak tahukah dia, jika menenangkan bayi itu sangat susah, dan dengan mudahnya dia berteriak kencang di dekat dua bayiku !!” Ujar Beverly dengan kesalnya, membuat ketiga orang di sana terkekeh pelan, merasa geli dengan kekesalan Beverly yang terdengar lucu.
Apalagi Beverly adalah perempuan dengan nada suara yang terlalu lembut atau Soft spoken. Hingga saat sedang marah sekalipun, suara Beverly terdengar lucu.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣