NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:287.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Kyra kembali ke lantai kerjanya dalam kondisi kalut. Arya dan Amel langsung mengerubunginya dengan berbagai pertanyaan, tetapi Kyra hanya menjawab singkat bahwa itu adalah masalah administrasi yang rumit. Ia mencoba fokus pada pekerjaannya, tetapi pikirannya terus tertuju pada Aldian.

Apakah Bagas akan benar-benar datang? Bagaimana cara dia tahu alamat kontrakanku begitu detail?

Sementara Kyra mencoba untuk terlihat normal di lantai bawah, di lantai eksekutif, Bagas segera menghubungi Dika melalui interkom.

“Dika, batalkan semua jadwalku untuk hari ini. Aku ada urusan penting di luar.”

“Baik, Pak. Tapi... rapat dengan klien dari Singapura?” tanya Dika.

"Tunda, bilang aku ada urusan keluarga mendadak,” jawab Bagas dingin. “Satu lagi, carikan aku alamat kontrakan Kyra"

Dika terkejut, namun sebagai sekretaris yang loyal, ia tidak bertanya. Dengan menggunakan sumber daya dan koneksi Bagas, Dika mendapatkan alamat itu hanya dalam waktu lima belas menit.

Bagas segera mengambil kunci mobil dan dompetnya. Ia tidak memakai jas mahal, hanya kemeja putih yang dilipat sampai siku, dan berjalan cepat menuju lift pribadi. Ia sengaja tidak memberi tahu Kyra, ia tahu wanita itu pasti akan mencoba menghalanginya. Bagas ingin memastikan dengan matanya sendiri kondisi putranya.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil mewah Bagas berhenti di depan sebuah kawasan kontrakan yang terlihat padat dan sederhana. Bagas mematikan mesin, menatap lingkungan itu dengan tatapan menilai.

Setelah mengamati beberapa saat, Bagas menemukan unit kontrakan yang sesuai dengan deskripsi Dika. Ia melangkah keluar dari mobil, merasa sedikit aneh mengenakan pakaian seperti itu di lingkungan tersebut. Bagas berjalan menuju pintu kontrakan Kyra dan mengetuknya pelan.

Tidak ada jawaban.

Bagas mengetuk lagi, sedikit lebih keras.

Dari dalam, ia mendengar suara langkah kecil dan suara anak-anak.

“Siapa?” tanya suara kecil Aldian dari balik pintu yang terkunci.

Mendengar suara putranya langsung, jantung Bagas berdesir.

“ini Om Bagas. Buka pintunya, ya,” jawab Bagas dengan suara yang berusaha terdengar lembut dan meyakinkan.

“Om Bagas!” seru Aldian riang. Kebahagiaannya langsung mengalahkan rasa bosan karena harus ditinggal sendirian.

Ia segera berlari menuju pintu depan, tetapi ia teringat pesan Bundanya.

“Bunda bilang, pintunya dikunci. Aldian enggak boleh buka,” ujar Aldian dari balik pintu. Meskipun suaranya polos, ada nada keraguan yang jelas.

Bagas, yang berdiri di luar, merasa lega sekaligus gemas. Putranya masih menuruti perintah Kyra.

"Iya, Om tadi sudah kasih tahu bunda kamu om mau kesini Sayang,” jawab Bagas, mencoba menekan rasa tidak sabar. “Tapi Om datang karena janji sama kamu, kan? Om mau lihat apakah kamu sudah benar-benar sembuh. Om kangen sama Aldian.”

Aldian diam sebentar, berpikir keras. Perkataan Bagas tentang ‘janji’ berhasil meruntuhkan pertahanannya. Di mata anak kecil, janji itu adalah hal yang sangat penting.

“Om Bagas bawa mobil-mobilan lagi enggak?” tanya Aldian penuh harap.

Pintu kontrakan kecil itu terbuka. Bagas melangkah masuk, dan pandangannya langsung tertuju pada Aldian yang berdiri di tengah ruangan, mengenakan kaus bergambar superhero yang sudah pudar.

“Om Bagas!” seru Aldian, wajahnya berseri-seri. Ia segera berlari kecil dan memeluk kaki Bagas dengan erat.

Bagas membungkuk, langsung mengangkat Aldian ke dalam pelukannya. Aroma khas sabun anak-anak dan sedikit bau keringat tercium. Ia memeluk putranya erat-erat, perasaannya campur aduk antara kebahagiaan dan rasa bersalah yang mendalam karena tidak tahu selama ini.

“Om kangen banget sama kamu,” bisik Bagas, mencium kening Aldian.

Aldian menyandarkan kepalanya di bahu Bagas, merasa aman dalam pelukan yang ia anggap familiar, seperti yang ia impikan.

“Om Bagas kenapa lama banget enggak datang?” protes Aldian.

“Maafkan Om, Sayang. Om sibuk sekali,” jawab Bagas. Ia kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

Kontrakan itu bersih, tetapi sangat sederhana. Perabotan seadanya, mainan yang tidak banyak, dan tidak ada pendingin udara. Keterbatasan Kyra sebagai office girl terlihat jelas di setiap sudut. Hati Bagas terasa perih.

“Aldian, mau ikut Om pergi? Kita jalan-jalan, makan es krim, dan beli mainan yang banyak. Mau?” tanya Bagas, mencoba membujuk.

Mata Aldian berbinar. “Beli mobil-mobilan besar?”

“Tentu saja. Tapi kita harus pergi sekarang,” kata Bagas.

“Tapi… Bunda?” tanya Aldian, keraguan kembali muncul di wajah polosnya.

“Bunda sedang kerja. Nanti Om telepon Bunda. Kita kasih surprise ke Bunda, ya,” Bagas berbohong dengan cepat, menggunakan daya tarik mainan dan es krim untuk mengalihkan perhatian putranya.

Aldian yang masih polos dan sangat merindukan sosok Bagas, segera mengangguk. “Oke! Aldian mau ikut Om Bagas!”

........

Waktu menunjukkan pukul lima sore. Kyra tiba di kawasan kontrakannya dengan perasaan lelah dan cemas yang memuncak. Sepanjang hari, pertemuannya dengan Bagas terus menghantui pikirannya. Ia tidak tenang, takut Bagas benar-benar nekat mendatangi Aldian.

Kyra memarkir motor tuanya di depan kontrakan. Dengan tergesa-gesa, ia turun dan berjalan cepat menuju pintu. Ia melihat gembok di tempatnya, terkunci rapat.

KLIK!

Begitu pintu terbuka, Kyra langsung menyerukan nama putranya.

“Aldian! Bunda pulang!”

Tidak ada jawaban. Ruangan itu hening.

Kyra melangkah masuk. Ia melihat buku gambar dan krayon Aldian tergeletak di karpet, mobil-mobilan kesayangan sang anak juga berada di tempatnya. Namun, Aldian tidak ada.

Jantung Kyra langsung mencelos. Ia berteriak panik.

“Aldian! Sayang, kamu di mana?! Jangan bercanda kyak gitu dong"

Ia berlari memeriksa setiap sudut kontrakan: kamar mandi, kolong tempat tidur, bahkan balik gorden. Kontrakan itu kecil, mustahil Aldian bersembunyi. Putranya benar-benar hilang.

Kepanikan hebat langsung melanda Kyra. Ia kembali ke ruang tamu, melihat kunci cadangan yang biasa dia tinggalkan untuk Aldian tidak ada di sana.

Tiba-tiba, dari jalanan di depan kontrakan, terdengar suara mesin mobil mewah yang berat dan asing.

Sebuah mobil sedan hitam mengkilap, yang Kyra kenali sebagai salah satu mobil Bagas, berhenti tepat di depan kontrakannya. Jendela belakang mobil itu terbuka perlahan.

Kyra membeku di ambang pintu.

Dan sesaat kemudian, pintu mobil terbuka. Sesosok anak kecil melompat keluar dengan senyum lebar, mengenakan jaket baru yang tebal dan memegang boneka beruang besar di tangannya.

“Bunda!”

Aldian.

Rasa lega yang luar biasa bercampur dengan amarah seketika menyapu Kyra. Ia berlari ke arah putranya dan memeluknya erat-erat, hampir menangis.

“Ya ampun, Aldian! Kamu dari mana?! Kamu bikin Bunda panik setengah mati!” Kyra memeluk putranya, mengecupi wajahnya berulang kali.

Aldian menyandarkan kepalanya ke bahu Kyra. “Aldian dari… tadi om Bagas ngajak Aldian jalan-jalan Bun, seru bangett. Tadi om Bagas beliin Aldian mainan banyak banget."

Di belakang Aldian, Bagas keluar membawa dua buah kantung kresek besar.

" Tadi aku membawanya" ucap Bagas. “Aku tidak bisa menunggu kau pulang. Aku melihat bagaimana kau meninggalkannya sendirian di rumah terkunci. Itu tidak aman.”

"Bapak melanggar batas, Bagas! Bapak menculik anak saya!"

Kyra menoleh ke Aldian yang berdiri kaku, tiba-tiba merasa bersalah melihat wajah Bundanya yang memerah karena marah. Senyum Aldian yang tadinya lebar langsung pudar.

“Bunda...... Tadi Aldian yang buka kunci dalamnya,” bisik Aldian, menunduk.

Bagas sama sekali tidak terlihat terpengaruh dengan kemarahan Kyra maupun rasa bersalah Aldian. Ia berjalan melewati mereka dengan langkah santai masuk kedalam kontrakannya.

“Di kantung itu ada susu, vitamin, dan beberapa makanan kesukaan anak-anak. Aku juga belikan Aldian beberapa baju ganti yang layak,” Bagas mengangkat dagunya sedikit, menatap Kyra dari atas ke bawah.

Bagas lalu mengeluarkan selembar kartu dari dompetnya bukan kartu nama, melainkan kartu ATM hitam dengan logo bank premium.

“Aku akan memasukkan uang bulanan ke rekeningmu. Anggap ini sebagai biaya tunjangan sementara. Gunakan untuk kebutuhan Aldian. Jangan tolak,” Bagas melemparkan kartu itu ke atas meja di dekat kantung belanjaan. “Aku tidak mau mendengar keluhan apapun mengenai kekurangan lagi.”

“Saya tidak butuh uang Bapak!” tolak Kyra cepat, tetapi matanya sempat melihat sekilas kartu hitam mewah itu.

Bagas melangkah keluar, lalu menoleh sebentar. “Aku sudah janji akan datang lagi minggu depan. Jadi tidak ada alasan kamu untuk menolaknya"

Tanpa menunggu balasan Kyra, Bagas berbalik dan masuk ke mobilnya. Mobil itu segera melesat pergi.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!