NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Meski harus berada di pancuran air selama puluhan menit, Arya tetap tersenyum. Dia baru saja mengalami momen paling intim dengan istrinya selama tiga tahun terakhir. Dan sangat sesuai dengan perkiraan Arya. Luna juga menginginkannya.

Kulit Luna terasa sangat halus dan membuatnya kecanduan. Dia tak sabar untuk kembali menyentuh kulit Luna. Tidak hanya menyentuh, kalau bisa dia ingin terus memegang tubuh Luna disisinya, dibawahnya juga diatasnya.

"Tuan"

Arya mematikan pancuran air dan mendengar suara memanggilnya.

"Apa?" balasnya pada pengacara Herman yang sejak pagi stand-by di depan apartemennya. Dia segera menyelesaikan urusannya dan keluar dari kamar mandi

"Tuan muda kedua telah menerima kenyataan bahwa pan ketiga Anda menipunya. Tapi dia tidak mau berhenti untuk investasi di tempat lain" lapor pengacara Herman lalu terperangah dengan bekas lebam yang masih berwarna keunguan di tubuh Tuannya.

"Tidak apa-apa. Istriku sudah mengoleskan krim ke semua bekas lukaku. Mereka akan sembuh dengan cepat. Apa kakak pertama sudah tahu hal ini?"

"Sudah Tuan. Tuan muda pertama memberi instruksi untuk mengawasi saja. Dan paman ketiga Anda telah pulih. Tuan muda pertama menempatkan mata-mata di sekitar perkebunannya"

"Orang tua yang merepotkan"

"Dan rumah yang Anda beli beberapa Minggu lalu, ada dalam tahap renovasi. Apakah Anda ingin melihatnya?"

Arya senang mendapatkan kabar baik diantara kabar buruk.

"Tentu saja"

Pergilah Arya bersama pengacara Herman ke rumah yang baru saja dia beli untuk tempat masa depannya bersama Luna nanti. Perkembangan renovasi berjalan lancar dan sesuai rencana. Seorang desain interior juga disewa khusus untuk membuat rumah itu menjadi lebih nyaman nantinya.

"Selamat siang Tuan, saya adalah desain interior Anda untuk rumah ini. Perkenalkan, saya adalah Marina Revano"

Arya tak percaya dengan kebetulan yang diluar dugaan ini. Dia berbalik dan melihat sosok wanita itu. Wanita yang dulu pernah sengaja dia dekati hanya untuk membuat Luna menceraikannya.

"Kau desain interior rumah ini?" tanyanya segera mendapatkan reaksi berupa wajah terkejut dari Marina.

"Kak Arya!! Kau pemilik baru rumah ini?"

Keduanya lalu duduk bersama di sebuah restoran untuk makan siang. Meski sebenarnya tidak perlu, Arya merasa bersalah pada sahabat istrinya itu. Yang harus kehilangan sahabat terbaiknya karena kepentingan Arya.

"Jadi kau menjadi desain interior sekarang?" tanyanya basa-basi saja. Namun Marina menanggapinya dengan serius sekali.

"Iya. Aku menyelesaikan kuliahku dan menjadi desainer interior sekarang setelah kak Arya tiba-tiba menghilang seperti hantu"

"Hantu?"

"Kak Arya ... setelah mendengar kau bercerai dari Luna, aku senang sekali. Aku mencarimu kemana-mana, juga menghubungimu beberapa kali tapi kau tidak dapat ditemukan. Kau menghilang seakan menguap begitu saja ke udara. Bahkan Luna, mantan istrimu tidak tahu keberadaanmu!"

"Kau menghubungi Luna?"

"Aku hanya menemuinya beberapa kali karena tidak bisa menghubungimu. Tapi dia seperti masa bodoh, tak mau tahu dimana dirimu. Padahal aku harus berjalan jauh untuk mencapai rumah orang tuanya" keluh Marina lalu tersenyum pada Arya.

"Jangan mengganggu Luna!"

"Setelah kejadian itu, kami tentu saja tidak pernah bicara lagi. Menurut kabar dia membuka toko kecil di pusat kota dan menjaganya sendiri. Tapi tidak tahu dimana. Sungguh tidak berkelas. Dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih terhormat"

"Kalau kau ingin tetap menjaga pekerjaan sekarang, jangan terlalu banyak bicara!!" kata Arya memperingatkan.

"Ehm, baiklah. Tapi ... Kak Arya, kau akan tinggal di rumah besar ini sendiri? Rumah itu terlalu luas untuk tinggal sendiri"

"Tidak. Aku akan tinggal dengan istriku"

"Istri? Jadi kau sudah menikah lagi?"

Marina tampak kecewa. Itu berarti Marina belum menikah.

"Menikah lagi? Belum"

"Aaaahh jadi baru rencana menikah lagi? Kalau begitu aku masih punya kesempatan"

"Apa?" tanya Arya tidak mendengar kata-kata Marina.

"Tidak"

Keduanya makan bersama sembari membicarakan rencana desain interior rumah. Dan ketika Arya ingin kembali pulang, Marina menerobos masuk ke dalam mobilnya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Arya.

"Kak Arya, aku tidak membawa mobil. Tidak bisakah aku menumpang sampai pusat kota?"

"Lalu mobil siapa itu?"

Arya menunjuk mobil tua yang terlihat berdebu diparkir jauh dari rumah barunya.

"Tidak tahu. Mungkin mobil tukang kebun atau salah satu pekerja desain di dalam rumah."

Kebohongan. Semua yang keluar dari mulut mantan sahabat Luna ini kebanyakan adalah dusta. Tapi sangat sulit memaksa Marina keluar dari mobilnya. Arya tidak memiliki pilihan selain membawa Marina kembali ke pusat kota dengan mobilnya.

"Kak Arya tinggal dimana? Selama tiga tahun terakhir, kak Arya ada dimana? Kenapa tidak menghubungiku lagi setelah malam itu?" tanya Marina tak berjeda. Membuat Arya sakit kepala. Sepanjang jalan Marina juga tak berhenti menjelaskan tentang kehidupannya selama tiga tahun terakhir.

"Sejak kak Arya menghilang, aku sungguh patah hati. Aku menangis selama berhari-hari dan berharap kak Arya kembali padaku. Ternyata hari itu tak datang juga. Aku tidak memiliki pilihan selain move on. Mencoba untuk berpacaran dengan orang lain, namun tidak ada yang seterus terang dan seberani kak Arya. Mereka sangat membosankan jika dibanding dengan kak Arya. Hanya kak Arya yang bisa memuaskan gairah cinta dalam diriku"

Sungguh membosankan mendengar cerita Marina. Ingin sekali Arya melempar wanita itu keluar dari mobil. Tapi dia pasti akan ditangkap oleh polisi karena percobaan pembunuhan.

"Ini pusat kota" kata Arya dan mobil berhenti. Marina melihat keluar dan memasang wajah sedih.

"Kak Arya ingin menurunkan aku disini? Kak Arya ingin meninggalkanku sendiri? Sungguh kejam. Padahal kita baru saja bertemu setelah tiga tahun lamanya. Sungguh kejam"

"Apa maumu?"

"Segelas kopi mungkin bisa menyembuhkan rasa rinduku padamu"

Terpaksa Arya masuk ke dalam cafe dan membelikan segelas kopi untuk Marina. Mereka mengantri bersama dan dia tak sadar telah diamati oleh seseorang.

Setelah memberikan kopi pada Marina, Arya segera pergi. Dia tak mau lagi terjebak dalam kebersamaan dengan wanita itu.

"Apa Anda ingin pulang Tuan?" tanya pengacara Herman yang juga tidak tahan dengan wanita bernama Marina itu.

"Tidak. Aku harus menjemput istriku. Kami akan menghabiskan malam indah hari ini" jawab Arya begitu percaya diri.

Tapi yang menyambutnya ketika pergi ke toko Luna adalah wajah datar dan sikap dingin itu lagi.

"Sayang, aku menjemputmu pulang. Aku juga membawa semangkuk sup iga kesukaanmu"

Tidak ada jawaban, tidak ada tanggapan. Padahal setelah pagi tadi, Arya pikir Luna sudah memaafkannya. Dan mereka akan kembali bersama. Ada apa sebenarnya dengan istrinya? Kenapa berubah secepat ini? Apa kejadian tadi pagi tidak berarti apa-apa bagi Luna? Apa hanya Arya yang merasa senang dengan kemajuan hubungan mereka?

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!