NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12.

Waktu terus berjalan, namun Bella masih enggan pulang bersama Fahri. Dia marah besar setelah Fahri menceritakan yang sebenarnya tentang kejadian malam itu.

Dia kecewa terhadap Fahri, kenapa tidak mengatakannya sejak awal. Akibat kejadian itu, Bella merasa dirinya kotor, dia benar-benar malu.

Melihat kekecewaan di mata Bella, Fahri merasa bersalah, dia meminta maaf berulang kali.

Akan tetapi Fahri juga membela diri, bagaimana cara mengatakan yang sebenarnya pada Bella sedangkan pagi itu Bella mendadak hilang begitu saja.

Kemudian Fahri menghampiri Bella yang sejak tadi menjaga jarak, Fahri meraih tangan Bella namun ditepis dengan kasar.

"Bella, aku salah, aku minta maaf." ucap Fahri untuk yang kesekian kalinya. Ah, Fahri benar-benar kehilangan akal, bingung bagaimana cara membujuk Bella agar tidak marah lagi.

Ternyata benar yang dikatakan orang-orang di luar sana, perempuan tidak pernah salah dan tidak mau disalahkan, ujung-ujungnya tetap laki-laki yang harus mengalah dan meminta maaf meski tidak bersalah sekalipun.

"Bell, Bella..." ucap Fahri dengan tatapan sendu, dia kembali meraih tangan Bella dan menggenggamnya erat seakan tidak ingin terlepas, kecupan kecil mendarat di punggung tangan Bella.

Bella yang tadinya membuang muka dan tidak ingin disentuh, kini sepertinya mendadak luluh. Dia memutar leher ke arah Fahri sehingga tatapan keduanya bertemu, Bella mencebik bibir.

"Maafkan aku, ya!" pinta Fahri dengan muka melas, memohon agar dikasihani dan diberi kesempatan kedua.

Melihat Fahri yang tampak benar-benar tulus, Bella pun bersuara. "Jika Andre tidak menyentuhku, lalu kenapa pagi itu dadaku..." Bella terdiam, tidak berani melanjutkan kata-katanya, dia malu dan kembali membuang muka.

Mendengar ucapan Bella yang terhenti, seringai tipis melengkung di sudut bibir Fahri. Sepertinya Bella masih ragu dan tidak percaya pada kata-katanya.

Dengan senyum tipis, Fahri meraih pipi Bella, memutarnya hingga kembali saling menatap. "Itu aku, aku yang melakukannya." ungkap Fahri dengan raut wajah tak biasa, sorot matanya perlahan turun mematut bibir Bella.

Ingin sekali Fahri menggigit bibir itu, mengulangi kejadian yang sama agar Bella kembali mengingatnya, tapi Fahri tidak melakukannya, dia mencoba menahan diri.

"Kamu..." geram Bella dengan gigi bergemeletuk, matanya membulat sempurna.

"Jangan marah dulu!" kata Fahri, kemudian menjelaskannya secara rinci.

Awalnya Fahri tidak berniat melakukan itu, dia sudah menghubungi dokter tapi siapa sangka Bella benar-benar sudah kehilangan kendali. Bella yang menyalakan api lebih dulu, dia mencium bibir Fahri, menguasai lehernya bahkan meraba setiap inci tubuhnya. Fahri hanya terbawa suasana dan membantunya.

Bug...

Tangan Bella mendarat di dada Fahri, dia kesal namun tersipu, membuat Fahri tersenyum lebar melihat ekspresinya yang menggemaskan.

"Tenang saja, belum sampai sana kok." imbuh Fahri dengan tatapan genit sambil mencubit gemas pipi Bella.

"Fahri..." kesal Bella membelalakkan mata dan kembali memukul dada Fahri, pipinya merah padam.

Kali ini Fahri tertawa kecil, kemudian meraih tangan Bella dan menaruhnya di dada. Tawanya seketika hilang, dia menatap Bella dengan mata berkaca-kaca sambil menggerakkan tangan Bella di dadanya, dia ingin Bella merasakan detak jantungnya yang saat ini berdegup kencang.

"Fahri..." lirih Bella dengan suara tertahan, air matanya menggenang merasakan detak jantung Fahri.

Cup...

Mata Bella terbelalak saat Fahri tiba-tiba mengecup bibirnya.

Fahri menangkup tangan di pipi Bella dan menyatukan kening mereka, deru nafasnya memburu, dia tidak tahan lagi dan me1umat bibir Bella dengan rakus, setiap inci bibir Bella tak luput dari hisapannya.

Ehm...

Bella mendorong Fahri karena tidak kuat menahan sesak, Fahri terlalu beringas hingga membuatnya kesulitan bernapas.

Hah...

Hembusan nafas keduanya memburu menerpa wajah masing-masing.

Setelah tautan bibir mereka terlepas, Fahri mengusap bibir Bella yang memucat dan basah dengan ujung jarinya. "Kita pulang, ya." ajak Fahri dengan tatapan memohon.

"Kenapa aku harus pulang?" tanya Bella dengan tatapan tak biasa.

Meski ingin, tapi dia tidak akan setuju begitu saja. Siapa suruh Fahri menceraikannya, karena semua itu Bella harus menanggung penderitaan bertubi-tubi.

"Bella..." geram Fahri yang tiba-tiba tersulut emosi.

Huft...

Fahri bangkit dan berdiri dengan tangan bertolak pinggang, dia menengadah sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya dan membuangnya dengan kasar. Dia benar-benar frustasi, tidak tau lagi bagaimana cara membujuk Bella.

Semua daya dan upaya sudah dia coba, dia sudah berlutut, memohon, bahkan merengek tapi tak jua mampu meluluhkan hati Bella.

"Kamu yakin tidak mau pulang?" tanya Fahri untuk terakhir kalinya dengan nada datar.

"Kenapa aku harus pulang?" bukannya menjawab, Bella malah balik bertanya, menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya.

Huh...

Fahri benar-benar kehabisan akal, tidak tau lagi harus berkata apa. Dengan gigi bergemeletuk dia merogoh kantong celana, mengambil telepon genggam dan menghubungi Reza.

"Atur kencan buta untukku!" perintah Fahri setelah panggilannya tersambung, suaranya terdengar tegas dan lantang.

"A-apa, Pak?" baru saja Reza bertanya, Fahri sudah memutus sambungan telepon tersebut.

Cih...

Bella tersenyum miring dan berlagak tuli seolah tidak mendengar apa-apa.

"Kamu dengar, kan? Aku sudah..."

"Ya sudah, kenapa masih berdiri? Pergi sana!" usir Bella sambil melengos ke arah pintu.

"Bellaaaaaa..." geram Fahri, giginya bergemeletuk, dia pikir dengan mengatakan demikian bisa meluluhkan hati Bella ternyata tidak sama sekali, Bella malah mengusirnya.

Kali ini Fahri menyerah, dia kembali duduk di sebelah Bella dengan muka tertunduk. Dia lelah, tenggorokannya sudah kering, tidak ada untungnya jika diteruskan.

Dalam pemikirannya yang tak menentu, Fahri menitikkan air mata sesaat setelah keduanya terdiam cukup lama. Fahri merasakan sesak yang begitu menyiksa, dadanya berdenyut ngilu, apa benar tidak ada kesempatan lagi untuknya.

Melihat Fahri yang benar-benar putus asa, Bella kembali bersuara. "Kenapa aku harus pulang?" tanyanya dengan pertanyaan yang sama untuk ketiga kalinya, sedari tadi Fahri belum menjawab.

Mendengar pertanyaan itu lagi, Fahri tertegun sejenak, dia berpikir keras. Beberapa detik kemudian dia pun mendongak, menatap dalam mata Bella mencari jawaban. Sepertinya Fahri mengerti maksud pertanyaan Bella itu.

"Karena aku ingin rujuk denganmu, aku ingin kita kembali bersama." ucap Fahri yang masih menatap dalam mata Bella.

Mendengar jawaban Fahri, pandangan Bella berkabut, bibirnya bergetar, tampak kekecewaan terlukis di wajahnya, bukan itu yang ingin dia dengar.

"Oh..." gumam Bella gelagapan, pandangannya menjadi liar, dia tidak ingin bertanya lagi dan memilih bangkit dari duduknya.

Ketika Bella memutar badan hendak melangkah, Fahri meraih tangannya dan menariknya. Tubuh Bella terhenyak di pangkuan Fahri, keduanya saling menatap dalam pemikiran masing-masing.

"Bodoh," ucap Fahri, dia tersenyum sambil mencubit pipi Bella.

Bella mencebik, dia hendak bangkit dari pangkuan Fahri tapi tidak bisa karena Fahri sudah menguncinya.

Fahri memeluk erat pinggang Bella dengan satu tangan, sementara tangan lainnya merayap mencengkram pelan leher Bella, membuat kepala Bella sedikit terangkat menengadah langit-langit.

Fahri merasa konyol, sudah seperti ini tapi Bella tidak juga menyadari bagaimana perasaan Fahri terhadapnya.

Lalu Fahri mendekatkan bibirnya ke telinga Bella, hembusan nafasnya yang tidak beraturan membuat bulu kuduk Bella berdiri.

"Tidak hanya ingin rujuk, tapi juga ingin menghabiskan sisa hidupku bersama wanita yang ku cintai." bisik Fahri dengan suara serak menahan rasa yang entah, dia pun menggigit telinga Bella.

Ah...

Dada Bella tiba-tiba terangkat, tubuhnya bergetar seperti tersengat listrik, ucapan serta tindakan Fahri barusan membuatnya lemah.

Ehm...

Bibir keduanya kembali bertaut dan saling me1umat dengan mata terpejam, tangan Bella merayap melingkari tengkuk Fahri dan sesekali meremas rambut mantan suaminya itu.

Ehm...

Bibir Bella hilang timbul dibalik bibir Fahri yang terbuka, begitupun dengan Fahri yang sekali memainkan lidah, Bella menghisapnya dengan deru nafas memburu.

Terbawa gairah yang sudah semakin membuncah, Fahri mengangkat tubuh Bella dan menjatuhkannya di kasur, mengukungnya dan mengecup lehernya, meninggalkan beberapa tanda merah kebiruan disana.

"Cukup, Fahri!" Bella tersadar dan mendorong wajah Fahri yang sudah mendarat di dadanya.

Dengan nafas terengah, Fahri mengangkat kepala, menatap Bella dengan tatapan tak biasa, urat di keningnya menonjol menahan rasa yang entah.

"Jangan sekarang!" imbuh Bella sambil menoleh ke arah pintu.

Setelah mengikuti arah pandangan Bella, Fahri pun tersadar dan beranjak dari tubuh mantan istrinya itu. Dia duduk di tepi ranjang dan menghela nafas berat lalu mengusap wajah dengan kasar.

Huft...

Bisa-bisanya dia hilang kendali di rumah orang.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!