Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!
___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.
Dunia berubah.
Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.
Chu Kai.
Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:
Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.
Pendekar Naga itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 - Konflik
Udara di ruangan itu berubah. Tidak ada ledakan atau aura apa pun yang meledak keluar secara terang-terangan, namun sesuatu seperti telah berbenturan.
Tekanan itu tidak terlihat dan tidak bersuara—namun cukup untuk membuat napas siapa pun terasa berat.
Tatapan Wei Zhang Zihan lurus, sama sekali tidak goyah. Di hadapannya, Xiao Shuxiang tidak bergerak sedikit pun—bahkan senyum tipis di wajah roh itu terlihat seolah ia baru saja menemukan sesuatu yang layak diperhatikan.
Chu Kai tiba-tiba tersentak dan seolah merasakannya. Tubuhnya menegang dan tanpa sadar ia meraih tangan Wei Zhang Zihan.
"Pendekar Wei—"
Gerakan Chu Kai terhenti saat Wei Zhang Zihan lebih dulu bergerak. Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu berbalik menggenggam pergelangan tangan Chu Kai.
Tarikan itu ringan, namun tegas. Dalam sekejap, posisi mereka seolah berubah. Chu Kai seperti dilindungi, bahkan ketika Wei Zhang Zihan tidak menoleh padanya. Tatapan mata pendekar suci itu tetap terkunci pada Xiao Shuxiang.
"Dia adalah Pendekar Naga." suara Wei Zhang Zihan tenang, tetapi terasa berat. "Seseorang... yang tidak seharusnya kau manfaatkan untuk tujuanmu sendiri."
Xiao Shuxiang memperhatikan dalam diam bagaimana Wei Zhang Zihan bersikap terhadap Chu Kai. Tatapan matanya tidak lagi sekadar dingin, tetapi menyimpan sesuatu yang lain.
Secara samar, bayangan masa lalu melintas di benaknya dan ia pun mendengus pelan. Sudut bibir Xiao Shuxiang terangkat tipis.
"Entahlah..." Xiao Shuxiang memiringkan sedikit kepalanya, "Aku tidak yakin... kau akan bisa menghalangiku."
Tekanan kembali meningkat. Tipis. Tetapi cukup untuk membuat lantai di bawah kaki mereka berderak halus.
"Kenapa kau memprovokasi Pendekar Wei?" suara Chu Kai pecah, panik. Dia menatap Xiao Shuxiang, lalu segera beralih pada Wei Zhang Zihan.
"Pendekar Wei—ini... ini keinginanku sendiri." Nada suara Chu Kai tidak lagi stabil. "Xiao Shuxiang hanya melakukan apa yang aku minta."
Wei Zhang Zihan tersentak, dia menoleh dan menatap pemuda di sampingnya.
"Sekte Bulan Mati harus membayar perbuatan mereka." Chu Kai melanjutkan, lebih cepat, seolah takut dihentikan. "Untuk melemahkan kekuasaan mereka... aku menyerang sekte-sekte yang beraliansi dengan mereka dan Shuxiang... dia hanya membantuku."
Genggaman Wei Zhang Zihan pada pergelangan tangan Chu Kai sedikit mengendur. Suaranya pelan, namun terasa lebih berat dari sebelumnya.
"Kau... tahu apa yang sedang kau katakan?"
"Aku..." Chu Kai menunduk.
"Sekte Bulan Mati memang telah melakukan banyak kejahatan." Wei Zhang Zihan kembali berbicara. "Tapi bukan seperti ini cara membalas mereka."
Tatapan Wei Zhang Zihan mengeras. "Tindakan yang kau lakukan... justru tidak ada bedanya dengan apa yang mereka perbuat."
Kalimat itu jatuh. Terasa Berat. Dan untuk sesaat—Tidak ada yang menjawab. Angin tipis yang berhembus pun terasa seperti berhenti.
Chu Kai tidak mengangkat kepalanya, dan Wei Shezi yang sejak tadi hanya memperhatikan mulai buka suara.
"Tampan, aku yakin Kai tahu apa yang sedang dia lakukan." Wei Shezi berujar. "Ucapanmu juga tidak salah, tapi biar bagaimanapun semuanya sudah terjadi. Sekarang... bukankah Kai menjadi incaran banyak pihak?"
Wei Shezi berkata, "Intinya apa yang akan kalian lakukan setelah ini? Jika Kai harus berhenti... maka dia perlu bertanggung jawab atas semuanya dan menyerahkan diri."
"Aku tidak bisa." Chu Kai bicara dan membuat Wei Shezi berkedip.
Sambil menatap Wei Zhang Zihan, Chu Kai pun berkata. "Ini bukan sesuatu yang mudah untuk dihentikan begitu saja."
"Kai."
"Pendekar Wei, aku tidak mungkin melupakan apa yang sudah dilakukan oleh anggota Sekte Bulan Mati terhadap nona Xia Ling Qing dan Sekte Gunung Wushi." Chu Kai melepaskan genggaman tangan Wei Zhang Zihan. Tatapan mata dan nada suaranya serius, "Mereka harus dihentikan bagaimanapun caranya, termasuk... jika pilihan itu harus membuatku dibenci banyak orang."
"Haah... masalah penjahat memang selalu sama," Xiao Shuxiang menarik napas panjang. Dia kembali menyilangkan tangannya, "Mereka selalu kerepotan jika berurusan dengan orang yang baik."
"Sepertinya aku tahu kenapa kau membutuhkan bantuan roh itu." Long Yang Wang tiba-tiba buka suara. Dia yang sejak tadi diam kini ikut angkat bicara dan menarik perhatian semua orang.
Wei Zhang Zihan dan Chu Kai menoleh, menatap remaja laki-laki itu yang dengan santai menjelaskan.
"Sekte Bulan Mati merencanakan untuk membangkitkan kembali kekuatan Roh Kuno yang mereka puja. Dan aliansi dengan sekte aliran hitam yang lain itu... sebenarnya hanya kedok untuk menyamarkan korban yang menjadi persembahan mereka."
Wei Zhang Zihan terkejut, bahkan Wei Shezi pun tidak menyangka hal ini.
"Bagaimana kau bisa tahu?" Wei Shezi bertanya.
"Aku pernah melewati wilayah Sekte Bulan Mati dan kebetulan saja melihat sebuah segel yang menyerupai altar persembahan. Setelahnya aku mendengar bahwa seluruh anggota Sekte Pedang Api tiba-tiba saja menghilang setelah menolak untuk beraliansi dengan Sekte Bulan Mati. Anehnya... ada jejak bendera Sekte Pedang Api di altar yang aku lihat."
Wei Zhang Zihan menatap Long Yang Wang. Ekspresi wajahnya berubah, terlihat penuh kewaspadaan.
Chu Kai sendiri menurunkan pandangannya. Reaksinya berbeda, seakan apa yang Long Yang Wang katakan tidaklah mengejutkan baginya.
Suara Chu Kai berat saat ia bicara. Kali ini ia membuat Wei Zhang Zihan dan Wei Shezi kembali terkejut.
"Dia benar. Aku juga melihatnya."
!!
******
itu hanyalah mitos di mata Kai heh,,,
Menemukan titik terang, sepertinya Kisah Xiao Shuxiang tdk akan Anti klimaks. Ayo Kak Dasha, Xiao Shuxiang pantas Bahagia dgn Kucing putih dan anak2nya yg Lucu... ??🤔☕