NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / TimeTravel
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membeli identitas

Saat Ziang sedang sibuk mengamati pedang di tangannya, dari belakang pandai besi terlihat ada seorang gadis yang melihat dengan malu-malu. Gadis itu terlihat memakai apron dan penutup kepala, sepertinya anak dari si pandai besi.

“Kau terlihat asing, apa kau baru pindah di sini? atau kau berasal dari penumpang kapal di pelabuhan?.” Tanya si pandai besi.

“Aku sedang menemani istri dan anakku jalan-jalan, mereka sedang asyik membeli banyak makanan jadi aku mampir ke sini sebentar. Apa ada masalah dengan itu?.” Ujar Ziang.

“Ah kau terlihat masih sangat muda tapi sudah menikah dan punya anak rupanya.” Pandai besi itu terlihat canggung.

“Mungkin kau akan serangan jantung saat melihat anakku.” Ucap Ziang penuh arti.

“Mengapa demikian? apakah anak mu begitu tampan atau cantik?.” Pandai besi tersenyum karir.

“Buk___

“AYAAHHHHHH.” Suara yang sangat familiar terdengar.

Zhao datang sendirian menyusul Ziang di tempat pandai besi, Ziang menoleh dan melambaikan tangan nya. Pandai besi melongo, mungkin dia benar-benar terkena serangan jantung sekarang.

“Ah putra ku sudah menjemput, aku akan datang mengambil pesananku tiga hari lagi.” Ucap Ziang bangkit berdiri.

“Anu tunggu, apa dia benar-benar anakmu?.” Syok pandai besi itu, bahkan gadis yang tadi mengintip di belakang juga terkejut.

“Ya, apa ada masalah?.” Ziang cuek saja.

“Ayah cepat, Ibu sedang di rayu preman pasar.” Ucap Zhao.

“Apa? dimana?.” Ziang langsung mengetatkan rahang nya marah.

“Di sana, tadi mereka juga memukul ku.” Zhao mengadu.

Tanpa banyak bicara Ziang langsung berlari ke arah yang di tunjuk oleh Zhao. Zhao mengikuti sambil tertawa senang, sebenarnya dia tidak di pukul hanya saja dia tidak senang saat ada wanita yang terang-terangan menatap Ayahnya saat sedang tidak bersama Ibu nya.

Greb.

“Sudah selesai?.” Ziang langsung memeluk Jessy dari belakang.

“Astaga kau mengejutkan ku.” Jessy nyaris berteriak.

Ziang tidak menghiraukan Jessy, dia menatap tajam segerombolan pria yang daritadi mengajak Jessy bicara. Belum sempat di pukul mereka sudah melarikan diri duluan karena Ziang yang tinggi besar seperti beruang.

Sraaattt

“Kau mau kemana? biarkan saja mereka pergi.” Ucap Jessy menahan Ziang yang hendak mengejar.

“Melepaskan? bukan nya mereka sudah memukul Zhao?.” Marah Ziang, merasa di rendahkan.

“Apa? tidak ada yang seperti itu, mereka hanya memberitahu ku dimana lokasi kantor administrasi.” Bingung Jessy.

“Apa? Zhao.. kau berbohong?.” Ziang menatap tajam Zhao, dia tidak suka pembohong.

“Habisnya tadi di sana ada wanita yang melirik sambil tersipu menatap Ayah, aku tidak suka.” Ucap Zhao merajuk.

“Benarkah? apa gadis itu cantik?.” Jessy cemburu.

“Tidak, wajahnya seperti monyet.” Zhao menggeleng keras.

“Aku jadi takut jika suatu saat mungkin Ayahmu lebih tertarik pada monyet daripada Ibu.” Jessy sok tersakiti.

“Tidak masalah, Ibu bisa menikah dengan ku saja.” Ucap Zhao menepuk dada nya gentle.

Cetaakkk

Akhhhhhh

“Tidak ada yang seperti itu bocah.” Ziang menyentil dahi Zhao.

“Pfttt hahahaha. Kalau sudah selesai ayo cepat pergi menuju kantor pemerintahan, kita harus memiliki identitas baru.” Ucap Jessy.

Ziang menurut saja, mereka naik kereta kuda menuju kantor pemerintahan untuk mengurus administrasi. Karena jaraknya cukup dekat jadi mereka tidak terlalu terburu-buru.

Sampai di kantor pemerintahan, mereka harus menunggu antrian dan memilih ingin menggunakan kelas apa. Jika membayar lebih mahal maka akan di layani lebih cepat, uang yang bergerak.

Karena tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu, Jessy akhirnya membayar lebih agar proses nya lebih cepat.

“Silahkan mengisi data diri yang akan di tulis secara resmi, apa anda ingin membeli nama bangsawan?.” Tanya petugas.

“Apa ada aturan yang perlu kami ketahui?.” Tanya Jessy.

“Pembelian marga bangsawan di tentukan berdasarkan kelas pendapatan, apabila berada di kelas menengah bawah maka anda bisa membeli nama bangsawan desa. Namun jika anda berada di kelas menengah atas maka bisa  membeli nama bangsawan sekelas adipati.” Jelas petugas.

“Apa tidak bisa membeli nama bangsawan jendral atau veteran?.” Tiba-tiba Jessy ingat jika suaminya ini mantan jendral agung.

“Hahahahaha anda pasti bercanda, meskipun mustahil namun Kaisar memberikan kesempatan bagi para pendekar kuat untuk bisa menjadi ksatria istana melalui ujian resmi. Jika anda mendaftar dan lolos maka anda bisa mulai dari ksatria rendah sampai menjadi jendral.” Ucap petugas dengan nada sedikit sinis.

“Begitu ya, kalau begitu aku ambil nama bangsawan desa saja. Suamiku apa kau ingin memilih nama nya?.” Tanya Jessy.

Ziang mendekat dan mulai membaca nama-nama yang tertera. Petugas tadi curi-curi pandang pada Ziang dengan tersipu, mau bagaimanapun Ziang memang sangat tampan dan memiliki daya pemikat yang kuat.

Ziang menyadari tatapan itu, dia langsung merangkul pundak Jessy dan merapatkan jarak

mereka. Melihat itu petugas langsung buang muka merasa malu, Zhao sibuk melihat kesana kemari karena bosan.

“Ambil nama bangsawan Wu.” Ucap Ziang memutuskan.

“Baiklah.” Jessy mulai menulis nama-nama mereka.

Setelah selesai petugas tadi membaca dan mengernyit heran dengan nama Jessy. Karena nama itu sangat asing dan di tulis menggunakan huruf asing juga.

“Maaf, tolong tulis ulang nama anda menggunakan huruf yang sama.” Ucap nya tersenyum kesal.

Jessy dengan malas menulis nama “Jessy Pitarossa” Dengan aksen China yang berubah menjadi (Jie xie pi ta lou sa) namun Ziang mengambil alih kuas dan menuliskan nama Jessy.

(Jie Xie) hanya mengambil bagian nama depan saja sudah bisa menjadi satu nama. Jessy tersenyum melihat nya, dia tidak menolak jika nama itu pemberian suami tampan nya.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya mereka bertiga mendaptkan plakat resmi keluarga bangsawan Wu. Lalu mendapatakan sertifikat resmi dengan cap pemerintah kekaisaran Wang.

Akhirnya kini nama mereka semua resmi berganti. Meskipun masih terasa asing tapi setidaknya jauh lebih baik karena status mereka aman, bukan lagi imigran gelap atau mata-mata.

Untuk dokumentasi alamat, Ziang memberikan alamat sesuai sertifikat tanah miliknya sebagai alamat rumah baru. Awalnya terjadi kendala karena lokasi yang terlalu terencil, mereka menawarkan untuk pindah ke kota atau desa terdekat namun Ziang menolak dengan tegas.

Mo Ziang berganti menjadi Wu Ziang (Tuan Wu).

Zhaolong berganti menjadi Wu Zhaolong (Tuan muda Wu).

Jessy Pitarossa berganti menjadi Jie Xie (Nyonya Wu).

Mereka semua bersiap pulang ke rumah, di perjalanan Zhao mengucapkan keinginannya nya yang sudah dirinya pikirkan beberapa saat lalu. Jessy dan Ziang mendengarkan tanpa menyela.

“Jadi intinya kau ingin punya teman?.” Jessy menyimpulkan semua ucapan Zhao.

“Ya, aku mau punya teman.” Zhao mengangguk.

“Mungkin jika masuk akademi akan bertemu banyak teman, tapi kau sudah terlalu terlambat.” Ucap Zhao.

“Tidak ada jalan lain?.” Jessy sedih melihat wajah murung Zhao.

“Mungkin masih ada jalan jika kau mau berpartisipasi dalam turnamen, banyak pendekar kuat yang tidak masuk akademi. Mereka hanya mengandalkan kekuatan tapi bisa mendapatkan koneksi Kaisar.” Ujar Ziang.

“Benarkah?.” Zhao berbinar cerah.

“Ya, tapi resiko lainnya kau akan dipaksa bergabung dengan kelompok guild atau bahkan sekte. Pendekar yang bergerak individu biasanya menjadi sasaran empuk, kau akan memiliki banyak musuh.” Ujar Zhao.

“Merepotkan sekali, sudah lah lebih baik kita menjadi keluarga pedagang saja.” Ucap Jessy.

“Pedagang?.” Bingung Ziang dan Zhao.

“Ya, aku berencana membangun bisnis. Bagaimana jika menjual makanan? aku suka memasak.” Ucap Jessy berbinar.

“Tapi itu pasti melelahkan, bukan kah lebih baik kau diam saja di rumah lalu biarkan aku yang bekerja?.” Ziang keberatan.

“Yah memang seharusnya laki-laki yang bekerja. Hanya saja aku ingin kita semua memulai bersama-sama, mencari uang tanpa kekerasan.” Ucap Jessy penuh arti.

“Apa kau tidak suka pria yang sering berurusan dengan senjata?.” Ziang merasa minder.

“Bukan begitu, tentu saja aku sangat suka saat suamiku kuat dan bisa melindungiku dengan baik. Hanya saja jika kekuatanmu itu di gunakan untuk mencari uang aku tidak setuju, kita bisa mencari uang dengan cara yang santai dan tidak beresiko.” Ucap Jessy.

“Jadi ibu ingin menjadi pedagang apa?.” Tanya Zhao penasaran.

“Hari ini di pasar, Ibu menemukan hal yang cukup mengejutkan. Usus sapi di buang, saat aku membeli mereka berpikir untuk memberikan secara cuma-cuma karena di sana sangat menumpuk seperti sampah.” Ucap Jessy.

“Memangnya siapa yang mau memakan tempat kotoran seperti itu? jika kau berniat menjualnya maka lupakan saja, tidak akan ada yang membeli meskipun kau memberikan geratis.” Ucap Ziang.

“Astaga jadi kalian benar-benar tidak tau cara memasak usus sapi dengan benar? aku tidak bercanda, ini bahkan jauh lebih enak di bandingkan daging mahal.” Ujar Jessy.

“Jangan berlebihan it___

“Ziang, kau tidak percaya padaku?.” Jessy menatap sedih.

“Baiklah lakukan sesukamu, jika tidak berjalan sesuai keinginanmu jangan salahkan orang lain.” Ziang menghela nafas.

Jessy hanya diam merajuk, karena situasi jadi canggung mereka kembali ke rumah dengan keadaan senyap. Ziang jadi merasa bersalah karena mungkin ucapan nya melukai hati Jessy.

Saat Jessy sedang sibuk mencuci dan membersihkan usus dan jeroan sapi di tepi aliran sungai belakang rumah, Ziang mendekat untuk meminta maaf.

“Kau marah?.” Ujar Ziang.

“Pergi sana.” Ketus Jessy mengusir.

“Apa yang aku katakan tadi___

“Memangnya kau sudah mencicipi masakan ku? apa benar usus sapi yang aku masak tidak enak? kau bahkan belum mencicipi tapi sudah mematahkan semangatku begitu saja.” Jessy tersinggung.

“Bukan seperti itu maksudku, aku hanya tidak ingin kau melakukan hal yang sia-sia.” Ziang berusaha menjelaskan.

“Sia-sia? kalau begitu lihat baik-baik apakah semua ini akan sia-sia atau tidak.” Kesal Jessy.

Ziang akhirnya diam setelah penjelasan nya tidak mempan. Dia berjongkok di samping Jessy, melihat bagaimana Jessy membersihkan usus dengan sangat bersih.

Setelah selesai di bersihkan bahkan di belah, Jessy memotong dengan ukuran kecil-kecil lalu merendamnya dalam air dan potongan jeruk nipis. Ziang sebenarnya heran karena tidak mencium bau amis yang mengganggu, padahal seharusnya usus itu sangat bau amis dan bau busuk.

Jessy masuk ke dalam untuk menyiapkan bumbu, sedangkan Ziang masih dia mengamati rendaman usus di dalam ember kayu. Usus yang putih bersih, air yang jernih tanpa ada kotoran sedikit pun, bau jeruk yang menyegarkan benar-benar membuat pandangan Ziang tentang usus sapi sedikit berubah.

“Kenapa diam saja?! Bawa ember itu ke dalam.” Ketus Jessy.

Ziang dengan patuh membawa ember itu ke dalam, di dapur Jessy sedang menyiapkan bumbu tumbuk. Ziang terus mengamati nya karena ingin tau sebenarnya Jessy ingin memasak seperti apa dan kenapa dia lapar.

Jessy membersihkan daun jeruk, sereh, kunyit, bawang putih dan jahe. Menyiapkan tumbukan dan bersiap membuat bumbu marinasi, meskipun bumbu nya tidak begitu lengkap tapi setidaknya ini pasti sudah cukup.

Jessy menumbuk kunyit, bawang putih, jahe, garam, cabai bubuk, penyedap, dan lada bubuk. Menumbuk sampai benar-benar halus dan wangi, setelah itu masukan sereh, daun jeruk dan potongan jeruk nipis untuk di tumbuk beberapa kali.

Setelah bumbu marinasi sudah jadi, Jessy membuang air rendaman usus. Usus mulai di baluri bumbu marinasi secara merata, setelah itu kembali di tutup dan di diamkan beberapa menit. Pastikan tidak ada udara yang bisa masuk karena bisa menyebabkan munculnya bakteri.

“Petik kelapa tua, aku membutuhkan santan kelapa.” Ucap Jessy dengan ketus.

Ziang tidak banyak bicara, langsung memetik kelapa di hutan depan rumah. Memetik kelapa tua begitu banyak, mungkin sekitar 8 buah. Jessy meminta Ziang untuk membantunya memarut kelapa.

Zhao yang tidak diajak sedang bosan di kamarnya, dia merasa dipan tidak nyaman untuk tidur. Diam-diam menggunakan sihir untuk memunculkan kasur empuk yang nyaman, dia memiliki ide untuk menghiasi semua kamar yang ada dengan sihir nya. Tapi___

“Uhukk..uhukkk.”

Baru menggunakan sihir satu kali Zhao sudah muntah darah. Dia buru-buru membersihkan semuanya karena takut Jessy dan Ziang tahu, sebenarnya Zhao merasa marah karena dia lemah dan tidak berguna.

Dia ingin sekali bisa membantu orangtua nya, padahal dia naga dan memiliki sihir kuat. Tapi tubuh manusia miliknya ini belum kuat jika harus menggunakan kekuatan naga secara berlebihan.

“Tubuh manusia tidak berguna.” Gumam Zhao dengan gigi gemeletuk.

Kembali pada Jessy, saat ini dirinya sedang membuat santan dari satu buah kelapa tua. Ziang membantu memerasnya, setelah santan siap kini Jessy siap memasak semur.

Jessy memotong bawang bombai dan bawang putih. Menumiskan diatas wajan, bau bawang goreng memang sangat wangi dan membuat lapar. Setelah bawang harum, Jessy memasukan marinasi usus sapi tadi dan mengaduknya diatas api kecil.

Wangi bawang goreng bercampur dengan aroma rempah marinasi. Bau amis benar-benar hilang digantikan dengan bau harum bumbu rempah. Ziang bahkan kini merasa lapar dan sadar alasan Jessy marah pada nya.

“Masukan santan nya, hati-hati jangan sampai tumpah.” Ucap Jessy.

Ziang menuangkan santan dengan hati-hati sesuai arahan, setelah itu Jessy mengaduknya perlahan hingga santan bercampur merata dengan bumbu hingga menghasilkan warna kuning yang cantik.

Mengaduk beberapa saat lalu Jessy mengiris beberapa gula merah ke dalam wajan. Membiarkan gula merah itu larut bersama dengan santan yang meresap. Jessy terus mengaduk sampai kuah mulai kecoklatan yang menandakan gula merah sudah larut lalu Jessy menutup nya membiarkan kuah meresap.

“Apa masih lama?.” Ziang tidak sabar ingin makan.

“Sebentar lagi, bantu aku menanak nasi sembari menunggu lauk matang.” Ucap Jessy.

Ziang tidak keberatan membantu, dia mencuci beras dan menanak nasi sesuai arahan Jessy. Dua tungku tanah buatan Ziang kini mengepul bersamaan, wangi masakan menguar membuat Zhao keluar kelapran.

“A-aku mencium bau surga.” Ucap Zhao dengan wajah lapar.

“Tunggu sebentar lagi matang.” Jessy tersenyum lucu.

Namun, Ziang jutru terfokus pada hal lain. Bekas darah di sudut bibir Zhao membuatnya curiga. Ziang terus mengamati Zhao, ada bercak darah di baju nya.

“Zhao.” Panggil Ziang.

“Y-ya Ayah?.” Zhao merasa cemas.

“Kau berdarah?.” Ujar Ziang.

Deg.

“Apa? berdarah?!.” Jessy langsung mendekat untuk memeriksa.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!