NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Menjadi Mahram

Ketika Takdir Menjadi Mahram

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Pernikahan memang idealnya lahir dari persiapan, cinta, dan harapan yang matang. Tapi hidup kadang berjalan di luar rencana bahkan lewat jalan yang tak pernah kita bayangkan sama sekali.
Ketika pernikahan terjadi secara mendadak karena sebuah insiden, rasa bahagia dan sakral itu bercampur dengan kaget, takut, bahkan kebingungan.
Apakah pernikahan dadakan bisa membawa kebahagiaan??


Apakah pernikahan tanpa cinta dan saling mengenal lakan berjalan mudah?

yuk ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AA 12

Acara sarapan bersama sudah selesai,beberapa keluarga sudah mulai pamit pulang meninggalkan dia keluarga inti.

Arka pun sudah kembali masuk kedalam kamar setelah mengantar sang kakek dan nenek untuk kembali pulang.

Ia duduk di sofa yang ada di kamar Alyana,matanya menatap beberapa foto sang istri yang terpajang rapi di dinding.Beberapa kali menghembuskan nafas kasar namun tetap saja pikirannya tak tenang.

Ingatannya berputar kembali pada obrolan singkat bersama sang kakek dan nenek beberapa puluh menit lalu.

"Nak,nenek tau semua in begitu mendadak bagi kamu.Tapi kamu harus ingat bahwa apapun yang terjadi di dunia ini merupakan sebuah takdir dari Allah SWT.Termasuk pernikahan mu itu dan apa yang terjadi setelah menikah pun termasuk takdir, baik bahagia maupun ujian semua ada hikmahnya.Kami tau kamu kecewa..marah..ini tidak sesuai dengan rencanamu, tidak sesuai keinginan mu, tapi ingatlah tidak semua yang kita mau itu baik kadang kita kecewa karena sesuatu tidak terjadi sesuai keinginan. Padahal bisa jadi itu cara Allah menjauhkan kita dari hal yang buruk."

Umi Fara terdiam sejenak, ia mengusap pelan kepala cucu pertamanya ini. "Percayalah, Allah tidak pernah salah memberi jalan.Walaupun terasa lambat,sulit, atau berbeda dari rencana kita, semua sudah diatur dengan cara terbaik.Yang penting adalah sikap kita terhadap takdir itu, apakah kita sabar,bersyukur, dan terus memperbaiki diri.Dan kamu hanya perlu menjadikan sabar dan ikhlas sebagai kuncinya.Karena takdir yang berat mengajarkan kesabaran, dan takdir yang indah mengajarkan rasa syukur."

Arka menunduk mencoba meresapi setiap kalimat yang neneknya ucapkan.Ia tak berani bersuara.

"Takdir bukan untuk disesali, tapi untuk dijalani. Kita hanya perlu berusaha, berdoa, dan percaya Allah tahu yang terbaik untuk kita." Tuan Akhtar ikut menimpali.

"Tapi Nek, Arka masih merasa belum siap. "

"Nenek tau.Tapi kamu lupa siapa Tuhanmu itu." Jawab Umi Fara. "Allah lebih tahu kapan kita siap untuk menikah.Jika belum terjadi, bukan berarti kita tertinggal mungkin Allah sedang mempersiapkan kita agar tidak salah langkah begitu pula sebaliknya.Kita yang belum siap menikah namun Tiba-tiba harus menikah. Bukan kita yang menentukan kapan siap menikah, tapi Allah yang tahu kapan kita benar-benar siap menjalaninya.Waktu yang tepat itu bukan menurut kita, tapi menurut Allah."

Nasihat demi nasihat terus di berikan Umi Fara dan Tuan Akhtar membuat Arka tak bisa lagi menjawab atau menyanggah. Semua yang di katakan sang Nenek itu benar namun tetap saja hati nya masih berat menerima.

"Dan soal kamu yang harus kembali ke Sukabumi, Kakek setuju.Sekarang kamu sudah menjadi seorang kepala rumah tangga, salah satu kewajibanmu itu adalah menafkahi istrimu baik lahir ataupun batin.Dan untuk nafkah lahir kamu butuh uang untuk memenuhi itu semua, jadi kakek rasa memang seharusnya kamu bekerja agar bisa memberikan nafkah untuk cucu mantu kakek."

Wajah Arka sedikit berbinar mendengar sang kakek yang mendukung langkahnya untuk kembali ke kota itu.

"Kakek juga setuju kalau kamu tidak membawa Nak Alyana."

Arka semakin tersenyum merekah mendengarnya. Kakeknya memang benar-benar mengerti akan dirinya.

"Jangan senang dulu.Maksud kakek, kalau Alyana ikut sama kamu yang ada nanti dia kesepian karena pasti kamu disana akan sibuk dan tidak akan memperhatikan istri kamu. Dan yang kedua, kakek dengan istrimu sebentar lagi ujian jadi menurut kakek akan lebih baik jika istrimu tetap disini agar bisa lebih fokus belajar untuk ujian nanti."

Arka mengangguk semangat, senyumnya terlihat lebar."Arka setuju."

"Tapi bukan berarti kamu lupa dengan kewajiban dan juga statusmu Arka." Ucap Tuan Akhtar. "Ingat! mata ayah mu ada dimana-mana."

Kalimat terakhir yang membuat senyum Arka sirna dalam sekejap.Ia hanya bisa mengangguk pasrah.

"Sekarang temui istri mu, bicarakan baik-baik apa rencana mu. Walau bagaimanapun dalam rumah tangga, segala sesuatu itu harus di bicarakan dan di diskusikan bersama."

"Iya, Nek."

°°°

Arka kembali menghembuskan nafas berat, ia juga mengusap kasar wajahnya.Neneknya benar, ia harus berbicara dengan istri kecilnya.

Arka masih menunggu Alyana yang sedang membantu mertuanya beres-beres rumah.Ia harus segera berbicara dengan Alyana, hari sudah mulai beranjak.Arka sudah membuat janji dengan kliennya nanti sore jadi ia harus segera berangkat agar tidak terlambat tiba disana.

Tak lama pintu terbuka perlahan, ia melihat Alyana masuk dengan sedikit ragu.Arka terus memperhatikan Alyana yang tak berani melihat ke arahnya.

"Alya" Panggil Arka.

"Iya"

"Gue mau ngomong bentar" Ucap Arka sambil menepuk kursi di sebelahnya.

Alyana tak berani membantah, dengan langkah pelan ia menghampiri Arka kemudian duduk di samping Arka dengan jarak yang lumayan.

"Gue mau balik ke Sukabumi." Ucapnya singkat namun sama sekali tak ada respon dari Alyana.

"Gue mau balik sekarang." Ucapnya lagi namun lagi-lagi tak ada respon dari Alyana. "Lo denger gak sih? "

Alyana hanya mengangguk membuat Arka gemas. "Terus kalau dengan kenapa gak ngomong. "

"Aku harus ngomong apa?" Tanya Alyana dengan wajah polos yang begitu imut.

...Gila..bini gue bener-bener bocil,wajahnya keliatan polos tapi lucu.Gemes gue pengen uyel-uyel tu muka....

"Gue harus balik ke Sukabumi karena kerjaan gue udah nunggu, lo gimana ?"

Alyana diam sejenak, sebenarnya ia ragu namun ia ingat nasihat sang Bunda.

"Mm..apa aku boleh gak ikut?" Tanya nya ragu.

Arka terdiam, ia pura-pura terkejut namun dalam hatinya ia bersorak.

"Kenapa?" Tanya nya pura-pura penasaran.

"Sebentar lagi aku ujian, apa boleh aku menyelesaikan dulu ujian sekolah ku sebelum nanti.. "

"Sebelum nanti apa?"

"Sebelum nanti Alya berhenti sekolah."

Arka mengerutkan keningnya "Berhenti sekolah?"

Alyana mengangguk lemah.Wajahnya berubah sendu membuat Arka tak nyaman.

"Kenapa harus berhenti?"

"Karena aku sudah menjadi seorang istri maka kewajiban utama ku nanti adalah suami_"

Arka faham sekarang maksud Alyana, ia langsung menyelanya. Benar kata sang Nenek, semuanya harus di bicarakan dahulu.

"Ok.Dengar ya! Gue juga sekarang lagi nunggu sidang akhir dan sebentar lagi lulus kuliah..terus juga gue lagi belajar ngembangin usaha gue sendiri sesuai mimpi gue,gue tau kita nikah dadakan tapi bukan berarti pernikahan ini bisa bikin mimpi kita berdua hancur.Gue gak akan larang lo buat nerusin sekolah lo begitupun juga lo yang gak bisa larang gue buat mewujudkan mimpi gue.Intinya gue mau kita fokus sama cita-cita kita masing-masing.Lo boleh tinggal disini kalau lo mau,gue gak akan larang.."

Alyana mengangkat wajahnya, wajah sendu nya kini berubah berbinar.

"Tapi sorry gue gak bisa tingga disini,gue harus balik Sukabumi buat selesaikan kerjaan gue. Terus juga harus ke kampus buat persiapan sidang, mungkin gue akan tinggal didinya weekend atau akhir bulan."

Alyana hanya mengangguk,mungkin ini akan lebih baik.Dirinya bisa lebih fokus untuk belajar tanpa harus terganggu.

Arka mengambil tas, ia kemudian mengeluarkan uang di dalamnya.

"Ini nafkah dari gue, sorry cuma bisa ngasih segini.Ini murni uang hasil kerja gue." Ucap Arka menyodorkan beberapa lembar uang merah.

"Gue bisa aja kasih salah satu black card punya gue buat lo, tapi itu semua pemberian bokap dan kakek gue.Gue gak mau ngasih nafkah dari lo hasil dari pemberian keluarga gue, gue pengen nafkah yang gue kasih buat lo murni hasil kerja keras gue."

Alyana terharu mendengarnya, ternyata laki-laki di depannya ini begitu tanggung jawab dan tidak seburuk yang ia bayangkan.

"Lo atur-atur aja duit ini buat keperluan lo.Buat biaya sekolah lo, nanti kalau kerjaan di Sukabumi udah beres gue kasih lagi buat lo."

"Tapi kalau sekolah pasti di tangani sama Ayah."

"Mulai sekarang gue yang tangani, cukup lo bilang sama ayah untuk kirim tagihannya sama gue."

"Tapi, kalau uangnya aku pegang semua.Kaka gimana?"

"Gak udah khawatirin gue, yang penting tu uang cukup sampai kerjaan gue selesai."

Alyana hanya mengangguk saja, ia bingung.Ini pertama kalinya dirinya di beri amanat untuk mengatur uang karena sebelumnya ia hanya tinggal meminta dan menggunakannya.

...🌻🌻🌻...

1
A3
makanya jgn macam² sama Alyana 🤭
Puji Hastuti
makin akur aja😍
Tamirah Spd
Arka hanya lelaki biasa yg gak punya prinsip ttg agama . Agama hanya sekedar status keyakinan saja. Dia tidak pernah belajar dan tidak mau belajar tentang Islam yg sebenarnya nya.Lekaki spt gak bisa dijadikan imam dlm pernikahan, kecuali ada yg membimbing nya kejalan yg benar sesuai syariat Islam.
Tamirah Spd
Repot juga Kalau nikah diadakan karena keadaan darurat dan gak bisa dihindari , walau usia wanita nya masih sangat muda , sedangkan Arka laki laki masa kini jauh' dari sikap agamis gak spt orang'nya.sikap Arka yg bebas sdh punya pacar .
Apa yg dilakukan Arka setelah menikah,bahkan dia malu kalau bertemu teman teman nya bahwa dia sdh menikah.Laki kaki model gini buang aja' ditempat sampah gak berharga.
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih🤗😍
total 1 replies
Puji Hastuti
arka melongo, ternyata istrinya sultan🤣
Bunga
suka Thor
semangat
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
belajarlah kalian,saling memahami dan menerima 💪
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
semangat thor...
SecretChair: MasyaAllah Ta barakallah terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah arka akhirnya mau menerima pernikahannya.
Puji Hastuti
arka,arka punya istri bidadari,kok pilih wanita wc 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
jangan bilang Alya liat foto arka dg cewek lain.
Puji Hastuti
🤭🤭🤭🤭🤭
Nurgusnawati Nunung
menarik
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
lanjut..
Nurgusnawati Nunung
lucu juga ya.. hehehe
semoga mereka bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
pacar si arkha pasti selingkuh
Puji Hastuti
kok panggilnya sayang,jangan² pacarnya lagi
Puji Hastuti
Hihihi, gemes² gimana gitu, liat pasutri kecil 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah terima kasih up Nya Thor
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!