NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:707
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hangatnya Sore di Sudut Ruko Tua

Sore harinya, jalanan di sekitar distrik komersial barat mulai dipadati oleh kendaraan yang pulang kerja. Deru mesin motor dan klakson mobil bersahutan, membelah langit senja yang mulai berubah warna menjadi jingga keunguan.

Di dalam Toko Kue Tradisional Nenek, suasananya terasa jauh lebih tenang dan berbanding terbalik dengan kebisingan di luar. Lonceng kuningan kecil di atas pintu ruko berdenting gembira saat pintu kaca itu didorong terbuka dari luar.

Tring!

Sesosok pemuda jangkung melangkah masuk dengan gaya yang sangat kasual namun tetap terlihat stylish. Ia mengenakan kemeja kotak-kotak flanel merah hitam yang dibiarkan terbuka, memamerkan kaus polos putih di dalamnya, dipadukan dengan celana jin hitam dan sepatu kanvas.

Rambut cokelat gelapnya yang sedikit berantakan karena angin jalanan bergoyang tipis saat ia mengangguk sopan ke arah dapur. Aroma tubuhnya wangi sabun mint yang sangat segar dan membumi.

"Sore, Nenek sayang! Ryzan yang paling ganteng datang membawa bantuan!" teriak pemuda itu dengan nada suara yang teramat riang dan penuh canda.

Pemuda itu adalah Ryzan Jonarland. Teman masa kecil sekaligus tetangga dekat Lyra yang selalu memiliki energi positif luar biasa.

Nenek yang sedang menata kue mangkok di balik etalase langsung menoleh, wajah keriputnya seketika dihiasi senyuman lebar yang sangat hangat. "Eh, Ryzan! Waduh, cucu ganteng Nenek baru pulang sekolah ya? Kok langsung ke sini, gak ganti baju dulu, Nak?"

"Gak usah, Nek. Tanggung, lagian Ryzan kangen sama kue lapis legit buatan Nenek yang tiada tandingannya di dunia ini," balas Ryzan sambil tertawa renyah, memperlihatkan lesung pipit di kedua pipinya yang membuatnya terlihat sangat menawan.

Dari arah dapur belakang, Lyra Anya Cassandra muncul sambil membawa nampan besi kosong. Rambut hitam panjangnya diikat kuncir kuda yang bergoyang lucu mengikuti langkah kakinya. Ia masih mengenakan celemek kain motif bunga-bunga kecil andalannya.

"Ryzan! Kamu berisik banget deh, suara kamu kedengaran sampai ke dapur tahu," protes Lyra sambil cemberut, namun sepasang mata cokelat jernih di balik kacamata bulatnya memancarkan binar kebahagiaan yang tidak bisa disembunyikan.

"Hehehe, biarin. Biar ruko sepi ini jadi ramai," sahut Ryzan santai. Ia langsung berjalan mendekati Lyra, merebut nampan besi dari tangan gadis itu tanpa permisi dengan gerakan yang sangat lembut. "Sini, biar cowok kuat yang bawa. Kamu mending duduk aja, atau bagian bungkus-bungkus kue aja yang ringan."

"Ih, aku gak selemah itu ya, Ryz!" balas Lyra sambil menjulurkan lidahnya dengan gemas, pura-pura kesal padahal hatinya merasa sangat diperhatikan.

"Gak ada bantahan, Lyra Anya Cassandra," ucap Ryzan dengan nada suara yang berpura-pura tegas namun matanya menatap Lyra dengan tatapan penuh kasih sayang dan protektif khas cowok green flag.

Ryzan meletakkan nampan itu di atas meja kasir, lalu meraih selembar tisu kering dari kotak. Dengan gerakan yang teramat pelan dan hati-hati, ia mengusap dahi Lyra yang sedikit berkeringat. "Tuh kan, sampai keringatan gini. Kamu jangan terlalu dipaksa belajarnya di sekolah baru, terus siangnya langsung kerja rodi di sini. Kalau kamu sakit, nanti yang bikin Nenek ketawa siapa?"

Wajah manis Lyra seketika merona merah jambu karena perlakuan manis Ryzan yang tiba-tiba. Ia langsung menepis tangan Ryzan dengan canggung, membetulkan letak kacamata bulatnya yang melorot untuk menyembunyikan rasa groginya. "Apa sih, lebay banget. Aku cuma gerah aja karena ovennya baru dimatiin."

Nenek yang memperhatikan interaksi kedua remaja itu hanya bisa tersenyum-senyum sendiri dari sudut toko, merasa sangat bersyukur karena Lyra memiliki pelindung setulus Ryzan dalam hidupnya yang yatim piatu. "Ryzan, itu di meja belakang ada teh melati hangat sama pisang goreng. Kamu makan dulu sana sebelum bantuin Lyra beres-beres ruko."

"Siap, Nenek tercinta! Ryzan makan dulu ya," sahut Ryzan gembira. Ia berjalan ke meja belakang, melahap pisang goreng dengan lahap hingga pipinya menggembung lucu, persis seperti anak kecil.

Lyra memperhatikan punggung tegap Ryzan dari balik etalase kaca sambil tersenyum tipis. Kehadiran Ryzan sore ini benar-benar mengusir sisa rasa bingung dan cemas yang sempat menggelayuti pikirannya sejak jam istirahat pertama di sekolah tadi siang, saat ia menemukan kotak bekal hijaunya kembali secara misterius.

"Oh ya, Ryz," panggil Lyra pelan sambil berjalan mendekati meja tempat Ryzan duduk.

"Kenapa, Ly?" tanya Ryzan dengan mulut yang masih penuh, menatap Lyra dengan sepasang mata cokelat hangatnya yang penuh perhatian.

"Kamu... kemarin ngerasa ada yang aneh gak pas main ke kompleks lama?" tanya Lyra ragu-ragu, jemarinya meremas pelan ujung celemek bunganya.

Ryzan menelan makanannya terlebih dahulu sebelum menjawab. Alis tebalnya sedikit bertaut melihat ekspresi Lyra yang mendadak berubah serius. "Aneh gimana maksudnya? Enggak ada tuh. Semuanya biasa aja. Ada masalah di sekolah ya, Ly? Anak-anak kaya di SMA Gava ada yang nakal sama kamu?" tanya Ryzan beruntun, nada suaranya berubah menjadi sangat protektif dalam sekejap.

"Eh? Enggak, bukan soal anak-anak sekolah kok. Sekolahku aman dan damai banget," sanggah Lyra cepat-cepat, berbohong agar teman masa kecilnya itu tidak perlu cemas berlebihan.

"Cuma... kotak bekal hijau pudar milikku yang kemarin hilang, tiba-tiba tadi siang udah ada di atas mejaku lagi. Padahal aku gak pernah cerita ke siapa-siapa kalau kotak itu hilang di taman," lanjut Lyra menjelaskan misteri yang mengganjal hatinya.

Ryzan terdiam sejenak, mengetuk-ngetukan jemarinya di atas meja kayu sambil berpikir. "Mungkin ada murid lain yang nemu di taman terus ngeliat ada tulisan nama kamu di bawah kotaknya, Ly. Kan kamu selalu nulis nama lengkap pakai spidol permanen di situ."

Lyra mengerjapkan matanya pelan, seolah baru tersadar. "Ah... iya ya! Kenapa aku gak kepikiran sampai ke sana? Berarti ada orang baik yang sengaja balikin karena tahu kelas dan namaku."

"Nah, makanya jangan terlalu dipikirin. Dunia ini masih punya banyak orang baik kok, gak semuanya jahat," sahut Ryzan sambil mengulas senyuman hangatnya, mengacak-acak rambut kuncir kuda Lyra dengan gemas sampai gadis itu memekik protes. "Lagian, selagi ada aku di sini, gak bakal ada yang berani macem-macem sama kamu, Ly. Paham?"

"Iya, iya, paham Ryzan Jonarland yang sok jagoan," balas Lyra sambil terkekeh renyah, sebuah tawa lepas tanpa beban yang membuat suasana ruko tua itu terasa semakin hidup dan penuh kehangatan yang manis.

Namun, di balik kebahagiaan dan tawa lepas yang sedang tercipta di dalam toko kue tersebut, sebuah atmosfer yang teramat dingin dan mencekam sedang mengintai mereka dari luar.

Beberapa meter dari ruko tua, di bawah kegelapan bayangan pohon besar seberang jalan, mobil sedan hitam mewah yang semalam kembali terparkir di sana. Kaca mobil bagian belakang diturunkan hanya sekitar dua sentimeter, membiarkan sepasang mata elang di dalam kabin mengunci pemandangan di dalam toko dengan sangat tajam.

Di dalam kabin mobil yang sunyi dan dingin, Elian Gava Alaric duduk menyendiri di kursi belakang. Penampilannya masih terlihat sangat stylish dan rapi dengan kemeja putih mahal yang kerahnya sedikit terbuka. Aroma parfum amberwood miliknya memenuhi seluruh ruangan mobil, namun aura yang dipancarkan dari tubuh tegap pemuda itu terasa sangat pekat dan menusuk.

Tangan kanan Elian mencengkeram erat setir kursi di depannya hingga buku-buku jarinya memutih sempurna. Rahangnya mengeras saat melihat tangan Ryzan mengusap dahi Lyra dari balik kaca etalase toko.

Warna-warna indah yang semata-mata baru saja Elian temukan di dalam hidupnya, mendadak terasa ingin direbut paksa oleh kehadiran pemuda bermotor flanel itu.

Elian yang biasanya selalu bisa mengontrol emosinya dengan sangat tenang, kini merasakan setitik api cemburu dan rasa memiliki yang teramat besar bergejolak hebat di dalam dadanya. Meskipun ia bergerak di balik layar demi menjaga kedamaian Lyra, hatinya tetap tidak rela melihat ada lelaki lain yang bisa sedekat itu dengan gadis penuh warnanya.

"Ryzan Jonarland..." bisik Elian dengan nada suara yang teramat rendah, berat, dan dingin menyerupai desis ular di dalam kegelapan malam.

Elian mengambil ponsel pintarnya dari saku kemeja dengan gerakan yang tenang namun sarat akan ketegasan mutlak. Ia menekan nomor Devan dan menaruh ponsel itu di telinganya.

"Ya, El? Ada instruksi baru lagi pahlawan rahasia?" goda Devan dari seberang telepon dengan nada santai, mengira Elian hanya ingin menanyakan laporan kotak bekal tadi siang.

"Devan," panggil Elian pendek, suaranya yang teramat dingin langsung membuat Devan di seberang sana berhenti bercanda seketika.

"I-iya, El? Kenapa suara lo kayak orang mau ngajak perang gitu?" tanya Devan gugup, mendadak merasa merinding hanya dari mendengar intonasi suara sahabatnya.

"Ujian kenaikan sabuk atau pertandingan antar sekolah klub bela diri SMA Taruna bulan depan... pastikan Ryzan Jonarland masuk ke dalam daftar peserta inti," perintah Elian dengan sangat lambat namun penuh penekanan yang mematikan.

Devan tersentak kaget di seberang telepon. "Hah? Pertandingan bela diri? Lo mau ngapain sama dia, El? Bukannya lo bilang mau balikin kotak bekal aja dan gak mau bikin heboh?"

"Aku hanya ingin dia sedikit sibuk, Devan," jawab Elian santai dengan seutas senyuman tipis yang sangat menawan namun terkesan dingin terukir di wajah rupawannya yang pucat.

"Beri dia kegiatan yang padat agar dia tidak punya waktu untuk terus-menerus berkeliaran di sekitar toko kue sore-sore seperti ini. Aku tidak suka melihat pemandangan yang mengotori mataku," lanjut Elian lagi, menyembunyikan sisi egoisnya di balik alasan yang terdengar sangat teratur.

Devan mengembuskan napas panjang, mengerti seberapa posesifnya sahabat donaturnya ini jika sudah menyangkut hal yang menarik perhatiannya. "Oke, oke. Gue bakal suruh anak buah bokap gue yang di dinas olahraga buat ngatur jadwal latihan fisik ketat buat tim SMA Taruna. Dijamin si Ryzan bakal kewalahan dan gak bakal sempet main sore lagi. Puas lo?"

"Terima kasih, Dev. Laporkan perkembangannya besok pagi," ucap Elian dingin sebelum akhirnya mematikan sambungan telepon sepihak tanpa menunggu jawaban penutup dari sahabatnya.

Elian menurunkan kembali ponselnya, lalu menaikkan kaca mobil sedan mewahnya hingga tertutup rapat tanpa celah sedikit pun. Ia kembali menyandarkan punggung tegapnya pada kursi kulit yang empuk, menutup kedua matanya perlahan untuk meredakan gejolak di dadanya.

Dari balik kegelapan kabin mobil yang melaju perlahan meninggalkan distrik komersial, Elian terus membayangkan senyuman manis Lyra yang ia lihat di dalam foto berkas kesiswaan tadi pagi. Rasa ingin menjaga dan memiliki gadis itu tumbuh semakin besar, mengakar kuat di dalam sanubarinya secara perlahan namun pasti.

"Nikmati sisa hari tenangmu bersama teman masa kecilmu itu, Lyra," gumam Elian dengan nada berbisik yang teramat intens pada kesunyian mobil. "Karena setelah ini... aku akan memastikan bahwa hanya akulah satu-satunya orang yang akan selalu ada di sampingmu, menjaga setiap senyuman manis milikmu agar tidak ada orang lain yang bisa menyentuhnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!