Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.1: Pertukaran Kembali
“Tadi itu keren banget bukan, Takeuchi Hideki?!”
[Bisa dibilang demikian.]
Saat ini adalah waktu istirahat. Selama istirahat, aku memutuskan pergi ke perpustakaan.
Oh iya, lorong-lorong di kastil itu sangat megah. Lampu kerlap-kerlip beterbangan di mana-mana juga sesekali terlihat lagi dansa.
Banyak murid yang menggunakan waktu mereka yang banyak untuk melakukan hal-hal keren seperti berkreativitas.
Kreativitas itu bisa dalam hal belajar juga berlatih. Ada tempat yang biasa ku gunakan untuk latihan.
Kalau belajar agak jarang, lebih suka memperhatikan dibandingkan dipelajari lagi. Latihan sudah pasti sering.
Latihan apa memangnya? Bela diri. Aku tidak bisa sihir, namun agar tidak kenapa-kenapa saat melawan orang-orang berkekuatan, lebih baik ada sedikit ilmu lain kan!
Bela diri menurutku adalah yang paling cocok. Lalu, setelah 30 menit berjalan, akhirnya aku sampai di perpustakaan.
“Bagian luar terlihat sangat cantik kan, Takeuchi Hideki!”
[Kau benar sekali James Darren. Banyak sekali buku yang terbang ke sana dan kemari. Lalu... Setiap orang seperti ada di dunia masing-masing. Mereka yang terlelap oleh segala pengetahuan sangatlah menarik.]
“Sepertinya itu tak bisa ku sangkal. Lalu, beralih dari situ, apakah kau tahu sesuatu tentang perpustakaan di Akademi ini?”
[Akademi Sihir Legnald, tepatnya Perpustakaan Hollcray memiliki banyak sekali buku terlarang. Ada banyak orang jahat menginginkannya. Untungnya, penjaga perpustakaan sangatlah kuat, jadi tak pernah ada orang jahat yang berhasil mendapatkan buku terlarang. Satupun tidak ada.]
“Itu benar sekali. Dan hari ini, kita akan menjadi orang pertama yang akan mendapatkan salah satu buku terlarang. Waktunya mengungkap tujuanku padamu.”
[Apa tujuanmu, James Darren?]
“Membunuh sosok paling mengerikan di dunia ini sebelum usiaku mencapai 25 tahun atau aku harus bunuh diri jika gagal melakukannya.”
[Begitu ya! Baiklah. Aku akan membantu untuk tujuan itu. Urutannya... Yang penting kita sama-sama bisa menyelesaikan tujuan kita.]
“Hahaha, kau benar sekali. Baiklah, sekarang ayo masuk ke dalam!”
[Ayo!!]
Suaraku kecil, jadi semua suara yang ku katakan sembari diam dulu di depan pintu masuk yang tertutup takkan terdengar oleh siapapun, kecuali Takeuchi Hideki.
Beralih dari situ, begitu berada di dalam, suasananya hening sekali. Dan itu sudah pasti, karena ini adalah perpustakaan.
Tempat yang sangat tenang dan semisal ada orang terkenal yang punya banyak fans tak sengaja masuk ke dalam sini, harusnya tetap pada diam para kutu buku ini, walau mereka mungkin fansnya juga.
Cuma perumpamaan doang, jadi tak perlu terlalu diseriusi oke! Terus... Keseluruhan bangunan kaca yang ada di depanku membuat sinar matahari pagi menuju siang terasa indah.
Beberapa campuran aurora serta kilatan cahaya petir menambah nuansa ngeri dan cantik untuk selamanya.
Apakah itu salah satu kehebatan sihir? Ya, benar sekali. Siapa yang menciptakannya? Entahlah.
Hal-hal aneh di dunia ini tak terlalu ku mengerti sih. Pada akhirnya, sihir itu sangatlah hebat.
Aku sendiri sangat menginginkannya. Dipilih oleh Penyihir, adalah yang paling ku inginkan.
Mengeluarkan buku dan langsung memperlihatkan sihir api, kekekek. Menurutku bakal keren banget.
Berarti aku sangat menginginkan sihir api kah? Ya, benar sekali. Api itu menurutku adalah sumber kehidupan.
Matahari berasal dari api dan matahari merupakan benda bulat terpanas yang ada di dunia ini.
Salah satu hal paling mengerikan yang entah diciptakan oleh siapa, namun pastinya bukan oleh sihir.
Di sebelah kiri ruangan ini, ada banyak sekali rak berisi buku-buku bercahaya. Mereka seperti hewan ganas yang pengen keluar dari kandangnya.
Liar dan mulai susah diatur, namun asalkan rantai-rantai besi itu tidak lepas, para buku mengerikan ini akan aman-aman saja.
Dan... Aku tidak bisa masuk ke dalam sini, karena ada semacam tembok transparan yang menghalangiku untuk masuk.
Dengan suara kecil sambil meletakkan tangan kananku, diriku bertanya padanya. “Bagaimana cara masuk ke sini, Takeuchi Hideki?”
[Kita mustahil bisa masuk ke dalam sini. Kalau kita dipilih oleh Penyihir, tinggal katakan saja ‘Pantrogen’, maka bisa terbuka. Cuman... Itu hanya boleh diucapkan oleh orang-orang atas.]
[Orang-orang yang dilindungi oleh hukum pastinya.]
Dia benar sekali. Kami para murid tidak dilindungi oleh hukum dan bukan orang-orang atas.
Orang-orang atas bukanlah para bangsawan, namun mereka yang berhubungan ‘Bapak Agung’ dan lain sebagainya.
‘Bapak Agung’ sendiri tidak bisa semudah itu dibujuk agar dilindungi oleh hukumnya.
“Menurutmu, kita harus menyerah atau apa?”
[Bagaimana kalau kembali lagi ke sini pada malam hari? Maksudku... Di saat tak ada satupun orang di dalam ruangan ini.]
“Kalau begitu ceritanya, aku akan bersembunyi di tempat rahasiaku. Satu-satunya tempat yang akan membuatku masuk ke segala ruangan yang tak dihalangi oleh tembok transparan.”
[Keren! Apakah ruanganmu ada di bawah tanah? Soalnya, aku pernah melihat semacam ruangan bawah tanah yang tak ada dalam peta. Di situ serasa ada sebuah ruangan.]
“Kau bisa melihatnya?”
[Ayah yang menunjukkannya padaku. Katanya itu adalah perbuatan anak nakal. Oh benar! Apakah kau yang membuat ruangan tersebut atau siapa?]
“Entahlah. Intinya hanya aku saja yang mengetahui ruangan itu. Jadi... Mau bagaimana sekarang?”
[Kayaknya aku ingin keliling sekolah. Dan... Setelah selesai semua pelajaran dan waktunya kau untuk pulang, gunakan waktu tersebut untuk ke ruanganmu.]
“Oke, aku mengerti.”
Kenapa harus jauh-jauh ke sini? Salah satunya adalah untuk mengetahui ruangan yang mananya, walau dia sudah tahu.
Dan satunya lagi rencana agar bisa masuk ke dalam. Lalu... Mungkin tambahannya adalah sebagai bentuk jalan-jalan biar aku tidak selalu di tempat yang sama.
Bukan introver soalnya, hahaha. Kurang lebih diriku pastinya ekstrover.
Setelah keluar dari perpustakaan, ruangan selanjutnya yang aku kunjungi adalah tempat di mana banyak sekali benda prasejarah di pajang di sini.
Museum? Mirip-mirip dan nama ruangan ini adalah ‘Talkom’. Ruangan melingkar yang dikelilingi patung perang.
Patung perang di sini mengacu karena para pria sedang duduk di atas kuda yang berhenti paksa sebab ditarik tali pengaitnya serta benda-benda tajam seperti tombak, pedang, siap beradu dengan lawan sebelah.
Lawan sebelahnya juga sama-sama menggunakan benda tajam, walau kelihatannya lebih bagus yang ini.
Kenapa lawan sebelah lebih bagus? Mereka memakai katana dengan perisai kecil di tangan kiri sebagai pelindung.
Perlindungan dan penyerangan benar-benar dibuat dengan cukup niat. Itu adalah salah satu hal keren di ruangan ini.
Untuk bagian tengah terdapat banyak sekali benda-benda yang kalau dijual harganya mahal banget.
Kalau saja bisa membawanya, aku pasti sudah menjadi sangat kaya raya. Keren sekali kan! Hehehe, tentu saja.
Saling support sabi kali ya😉