NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aroma jeruk dan tamu pagi

Pukul 05.30.

Kebiasaan bangun pagi yang sudah mendarah daging membuat Elfesya tidak bisa berlama-lama di atas kasur empuknya. Meski hatinya masih terasa kosong tanpa kehadiran Elric di sampingnya, ia memaksakan diri untuk turun ke dapur.

Dapur itu begitu dingin, kering, dan seolah tidak pernah tersentuh api. Elfesya membuka kulkas dan hanya menemukan beberapa botol air mineral dan botol alkohol mahal. Ia menghela napas, lalu memeriksa kabinet atas. Beruntung, ada sekantong kecil oatmeal dan beberapa butir telur yang mungkin dibeli pelayan sebelum mereka pindah.

Dengan cekatan, Elfesya mulai memasak. Ia ingin menunjukkan bahwa meski ia "dibeli", ia tetap memiliki harga diri untuk mengurus dirinya sendiri. Aroma telur dadar dan oatmeal hangat mulai memenuhi ruangan yang biasanya berbau pengharum ruangan otomatis yang tajam.

Cklek.

Suara pintu depan terbuka. Elfesya melirik jam dinding. Belum juga pukul tujuh. Apakah Ravion baru pulang?

Langkah kaki terdengar mendekat ke arah dapur. Bukan hanya satu, tapi dua pasang kaki. Langkah sepatu hak tinggi yang beradu dengan lantai marmer terdengar begitu nyaring dan angkuh.

"Dapurmu berbau aneh, Rav. Bau masakan murahan," suara melengking itu membuat gerakan tangan Elfesya terhenti.

Ravion muncul di ambang pintu dapur dengan kemeja yang sudah berantakan dan wajah lelah. Di sampingnya, Calista bergelayut manja, mengenakan gaun pesta semalam yang tampak kusut. Matanya yang penuh riasan tebal menatap Elfesya dengan pandangan menghina.

"Oh, lihatlah. Sang pengantin baru sedang berakting menjadi istri teladan," cibir Calista.

Ravion hanya menatap Elfesya datar. Tidak ada rasa bersalah di matanya meski ia baru saja membawa wanita lain ke rumah saat mereka baru menikah beberapa jam. "Buatkan kopi. Dua. Satu tanpa gula, satu lagi dengan banyak krimer," perintah Ravion tanpa ekspresi.

Elfesya menarik napas panjang, menenangkan debar jantungnya yang terasa perih. Ia mematikan kompor, lalu menoleh dengan wajah tenang.

"Maaf, Pak Ravion. Di kontrak tidak tertulis saya harus melayani tamu Bapak di rumah ini," ucap Elfesya lugas. "Jika Bapak ingin kopi, mesinnya ada di sana. Saya harus bersiap ke kantor agar tidak terlambat menyiapkan jadwal Bapak."

Calista terbelalak. "Heh! Kamu itu siapa berani bicara begitu pada Ravion?"

Ravion menyipitkan mata, langkahnya mendekat ke arah Elfesya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti. Aroma alkohol dan parfum wanita lain dari tubuh Ravion menusuk indra penciuman Elfesya.

"Jangan mencoba membantahku di rumahku sendiri, Elfesya," desis Ravion rendah.

"Ini memang rumah Bapak. Tapi saya bukan pelayan Bapak, apalagi pelayan wanita ini," balas Elfesya sambil menunjuk Calista dengan matanya. "Bapak bilang saya harus tutup telinga dan tetap di kamar jika Bapak membawa orang lain. Saya sudah melakukannya. Tapi dapur ini area publik di rumah ini, dan saya sedang menyiapkan energi saya untuk bekerja di perusahaan Bapak."

Elfesya mengambil piring sarapannya, melewati mereka begitu saja seolah mereka hanya pajangan dinding. Ia duduk di meja makan kecil, menyuap makanannya dengan tenang sementara Calista menghentakkan kakinya kesal.

"Rav! Kamu biarkan dia menghinaku?" rengek Calista.

Ravion tidak menjawab. Matanya justru terpaku pada punggung Elfesya yang tampak tegap namun rapuh di saat yang bersamaan. Ada rasa kesal yang aneh menyelinap di hatinya—bukan karena Elfesya membantah, tapi karena gadis itu tampak sama sekali tidak cemburu.

"Pergilah ke kamar atas, Calista. Bersihkan dirimu. Aku akan mengantarmu pulang nanti," ucap Ravion pendek.

"Tapi kopi—"

"Aku bilang pergi," suara Ravion mengeras.

Setelah Calista pergi dengan gerutu, Ravion berjalan menuju meja makan. Ia berdiri di hadapan Elfesya yang masih asyik dengan oatmeal-nya.

"Kamu pikir dengan bersikap berani begitu, aku akan mengagumimu?" tanya Ravion sinis.

Elfesya mendongak. "Saya tidak butuh kekaguman dari pria yang tidak bisa menghargai komitmennya sendiri, bahkan untuk sekadar formalitas. Saya hanya butuh Bapak tepat waktu di kantor pukul delapan nanti. Karena jika Bapak terlambat, saya yang akan ditegur oleh Papa Bapak."

Ravion mengepalkan tangan di atas meja. Gadis ini benar-benar duri. Ia menyedihkan saat sendirian, tapi begitu tajam saat dihadapi. Ia ingin membalas, tapi melihat sisa telur dadar di piring Elfesya—makanan yang sangat sederhana—kembali memunculkan rasa kasihan yang ia benci.

Tanpa kata, Ravion berbalik pergi menuju kamarnya. Ia bersumpah, hari ini di kantor, ia akan memberikan tugas yang lebih berat agar "istri pajangannya" itu tahu siapa pemegang kendali sebenarnya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!