NovelToon NovelToon
The Nethermist

The Nethermist

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Clevareus

( Versi sekarang adalah Versi remake dari Novel The Nethermist dengan Versi paragraft dan tanda baca yang lebih rapi )

Lima hari sebelum pernikahan politik yang akan menyatukan dua kekuatan besar, dunia Leoric berubah selamanya.
Sebagai putra mahkota yang dipilih di tengah intrik, Leoric bersiap menikahi Clarissa, putri dari keluarga penguasa dataran tinggi. Namun, retakan di langit tiba-tiba muncul, membuka jalan bagi kabut gelap, sihir asing, dan makhluk-makhluk yang menghancurkan segalanya.
Dalam sekejap, kerajaan runtuh dan pernikahan mereka tertunda tanpa kepastian.
Di tengah dunia yang kacau dan kekuatan baru yang belum dipahami, Leoric harus memastikan keselamatan Clarissa—sambil menghadapi kenyataan bahwa kekuasaan, sihir, dan takdir kini berada di luar kendalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clevareus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

For the Kingdom, or For Her

Dilema

Kebingungan besar sedang dialami oleh Leoric. Kini telah memasuki hari kedua sejak insiden pecahnya langit.

Setelah penyerangan pada tanggal 7, Leoric menghabiskan waktunya berkeliling Kerajaan Nightdoom bersama para tentara yang mengawalnya untuk melihat langsung kondisi kerajaan. Namun, perjalanan itu terasa berat baginya. Salah satu pemandangan yang paling membekas adalah ketika ia melihat mayat seorang penjual roti yang tokonya sempat ia kunjungi sesaat sebelum pembantaian besar terjadi.

Leoric turun dari kudanya. Ia menundukkan kepala, meletakkan tangan di dada, lalu berpura-pura mendoakan ketenangan sang penjual roti sesuai ajaran gereja.

Meski begitu, Leoric masih mengingat jelas perjanjiannya dengan Sarioth yang mengharuskannya menyembah dewa asing. Bahkan altar kecil yang kemarin ia minta kepada ayahnya hanyalah kedok semata. Yang ia perlukan hanyalah altar tersebut, tanpa aksesori keagamaan dari gereja. Bagaimanapun, dewa yang ia sembah kini bukan lagi dewa yang diajarkan oleh gereja.

Kondisi Kerajaan Nightdoom memang tidak separah Kerajaan Peak Cavalry yang hancur total. Namun buruk tetaplah buruk. Sudah dapat dipastikan bahwa kejadian beberapa hari lalu membuat banyak kerajaan, termasuk Nightdoom, membutuhkan waktu lama untuk pulih seperti sediakala.

Di saat yang sama, manusia perlahan mulai beradaptasi dengan dunia baru mereka.

Pagi tadi, Ratu Emily Nightvale—ibu dari Leoric—menggemparkan istana utama.

Saat sedang berjalan-jalan di kebun bunga kerajaan seperti biasanya, Emily tiba-tiba berteriak. Teriakan itu membuat para penjaga berdatangan, termasuk Elite Guard pribadinya yang menjadi orang pertama tiba di lokasi.

Emily terlihat terjatuh dan masih berada dalam kondisi syok. Ketika ditanya mengenai apa yang terjadi, ia memberikan jawaban yang sulit dipercaya.

Menurut Emily, saat dirinya menyentuh salah satu bunga berkelopak biru di taman, ia merasakan sesuatu yang aneh.

Begitu jarinya menyentuh bunga tersebut, sudut pandangnya tiba-tiba berubah.

Emily dapat melihat dirinya sendiri yang sedang menyentuh bunga itu.

Elite Guard miliknya sempat meragukan penjelasan tersebut dan langsung memeriksa bunga yang dimaksud. Namun tidak terjadi apa-apa.

Meski demikian, Emily bersikeras bahwa dirinya tidak berbohong.

Setelah berbagai kejadian aneh yang terjadi sejak pecahnya langit, sulit bagi siapa pun untuk langsung menolak kemungkinan tersebut.

Merasa tidak dipercaya, Emily bangkit berdiri dan kembali mengulurkan tangannya ke arah bunga itu.

Elite Guard pribadinya sempat mencoba menghentikannya, tetapi Emily memerintahkan mereka untuk diam dan memperhatikan.

Karena perintah itu datang langsung dari sang ratu, tidak ada yang berani membantah.

Emily menyentuh bunga tersebut sekali lagi.

Hal mengejutkan pun terjadi.

Di tengah kelopak bunga itu, sebuah mata tiba-tiba muncul.

Mata tersebut bergerak melihat sekeliling sebelum akhirnya menatap salah satu penjaga yang berdiri di sana.

Elite Guard pribadi Ratu Emily, Raidou Shiloan, langsung melepaskan kacamatanya. Ia mengusap lensa kacamatanya, memasangnya kembali, lalu menatap bunga itu dengan ekspresi terkejut dan bingung.

Raidou kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Emily.

Saat itu mata Emily tertutup rapat.

Namun meskipun demikian, Emily mampu menjelaskan dengan tepat apa yang sedang dilakukan Raidou.

Untuk memastikan, Raidou mengangkat satu tangan setinggi bahu dan meminta Emily menebak jumlah jari yang sedang ia buka.

Tanpa ragu sedikit pun, Emily menjawab dengan benar.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh Kerajaan Nightdoom.

Bahkan Leoric sempat menanyakan hal itu kepada Sarioth.

Sarioth kemudian menjelaskan bahwa terbukanya dimensi miliknya ke dunia Leoric membuat konsep sihir dan berbagai keajaiban ikut memasuki dunia ini.

Karena itu, kemunculan fenomena-fenomena aneh bukanlah sesuatu yang mengejutkan.

Penjelasan tersebut justru membuat Leoric semakin mengkhawatirkan keadaan tunangannya, Clarissa Fountaine.

Ia ingin segera mengetahui kondisi Kerajaan Peak Cavalry.

Meskipun burung pembawa surat telah dikirim sejak lama, hingga kini tidak ada satu pun balasan yang datang dari kerajaan tersebut.

Sore harinya, setelah selesai meninjau keadaan Nightdoom, Leoric langsung menuju ruang kerja ayahnya.

Dengan langkah mantap, ia membuka pintu ruangan, berlutut dengan satu lutut menyentuh lantai, lalu memberi salam kepada Raja Rasdinand.

"Perihal apakah yang membawamu kemari, Nak?"

Tanpa basa-basi, Leoric langsung menanyakan kabar terbaru dari Kerajaan Peak Cavalry.

Rasdinand hanya menggeleng.

Belum ada balasan apa pun dari surat yang mereka kirimkan.

Leoric menarik napas panjang.

Kalau begitu, hanya ada satu pilihan yang tersisa.

Ia menatap ayahnya dan mengajukan permintaan.

Leoric ingin memimpin perjalanan menuju Kerajaan Peak Cavalry.

Namun Rasdinand langsung menolak mentah-mentah.

Menurutnya, meninggalkan wilayah kerajaan saat ini merupakan tindakan yang terlalu berbahaya.

Leoric sebenarnya sudah menduga penolakan tersebut.

Karena itu, ia berusaha keras meyakinkan ayahnya.

Bagaimanapun juga, dirinya telah berhasil mengalahkan lima monster yang membuat kerajaan berada dalam kesulitan besar.

Hal itu membuat Leoric mulai percaya diri terhadap kemampuannya sendiri.

Bahkan tanpa sadar, ia mulai meremehkan bahaya yang mungkin menunggunya di luar sana.

Namun Rasdinand tetap pada pendiriannya.

Mengalahkan lima monster memang pencapaian yang luar biasa.

Akan tetapi, tidak ada jaminan bahwa lima monster tersebut termasuk yang terkuat dalam bencana tanggal 7.

Rasdinand yakin masih ada banyak monster yang jauh lebih berbahaya.

Leoric mulai merasa kesal.

Menurutnya, ayahnya terlalu berfokus pada kekuatan para monster.

Padahal Rasdinand sendiri tidak turun langsung ke medan perang.

Bukankah selama kejadian itu sang raja hanya menghadiri rapat demi rapat tanpa henti?

Meski begitu, Rasdinand tetap menjawab dengan tenang.

Namun semakin lama, nada suaranya juga mulai menunjukkan ketegasan.

"Karena memang seperti itulah tugas seorang raja."

"Jangan sampai seorang raja harus turun langsung ke medan perang. Jika itu terjadi, lalu di mana harga diri para prajurit yang seharusnya melindunginya?"

Leoric terdiam.

Ia mulai merasa putus asa.

Dengan nada kesal, ia membalas bahwa pernikahannya dengan Clarissa juga merupakan keuntungan politik yang besar bagi kerajaan.

Rasdinand mengembuskan napas panjang.

"Kamu melakukan ini untuk kerajaan... atau untuk dirimu sendiri?"

Leoric tidak menjawab.

Rasdinand melanjutkan.

"Fakta bahwa tidak ada balasan dari mereka berarti kemungkinan besar Kerajaan Peak Cavalry telah hancur."

"...dan mungkin seluruh penduduknya telah mati."

Ruangan menjadi sunyi.

Para bangsawan dan penjaga yang hadir hanya bisa terdiam.

Leoric menundukkan kepala.

Beberapa saat kemudian, ia akhirnya membuka mulut.

"Baiklah."

"Jika Ayah tidak ingin mengirim pasukan dan mengizinkan diriku pergi ke Kerajaan Peak Cavalry..."

"...maka mulai detik ini juga saya akan memutus hubungan keluarga antara saya dan Anda."

Ucapan itu membuat suasana ruangan berubah seketika.

Para bangsawan mulai berbisik satu sama lain.

Para penjaga pun melakukan hal yang sama.

Rasdinand memegang keningnya.

Kemudian ia berdiri dan menatap Leoric dengan marah.

"Apa kamu mengerti apa yang baru saja kamu ucapkan?"

"Ya."

"Saya mengerti."

"Bahkan seratus persen mengerti."

Kepala Rasdinand terasa semakin pusing.

Bagaimana mungkin putra mahkota mengucapkan hal seperti itu?

"Lalu bagaimana dengan gelarmu sebagai putra mahkota?"

"Apakah kamu tidak ingin menjadi raja?"

Tanpa ragu sedikit pun, Leoric menjawab.

"Tidak."

"Saya tidak menginginkannya jika saya harus hidup dengan penyesalan."

"Saya yakin Clarissa masih hidup dan sedang menunggu kedatangan saya."

"Gelar putra mahkota itu... wariskan saja kepada anak Anda yang lain."

"Cortinus pasti menginginkannya."

Tepat setelah kalimat itu diucapkan, sebuah suara terdengar dari luar pintu.

"Kalau begitu, aku akan ikut."

Semua orang menoleh.

Ternyata Cortinus sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu.

"Ayah."

"Aku akan ikut bersama Kak Leoric menuju Kerajaan Peak Cavalry."

"Jika Ayah tetap melarang perjalanan ini, maka aku juga akan memutus hubungan keluarga."

Rasdinand langsung menepuk dahinya.

Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya menyerah.

"Baiklah."

"Lakukan sesuka kalian."

"Tetapi jika kalian menemui masalah sekecil apa pun, kalian harus segera kembali."

Leoric tersenyum.

"Terima kasih, Ayah."

Setelah itu ia meninggalkan ruangan.

Cortinus pun bersiap pergi.

Namun sebelum sempat melangkah jauh, Rasdinand memanggilnya.

"Kamu punya tujuan tertentu?"

"Memangnya kamu sedekat itu dengan Leoric?"

Cortinus tersenyum.

"Bukankah dalam latihan pedang, meskipun Kak Leoric tidak pernah bolos latihan, dia tetap tidak bisa mengalahkanku?"

"Saya hanya ingin mengawasinya agar tidak bertindak ceroboh."

"Apalagi sekarang dia memiliki pedang hitam barunya."

Rasdinand berpikir sejenak.

Alasan itu terdengar masuk akal.

Pada akhirnya, ia membiarkan Cortinus pergi.

Lagipula tidak ada lagi yang bisa ia lakukan.

Cortinus berjalan menyusuri lorong istana hingga kembali ke kamarnya.

Namun saat memasuki ruangan, ia menyadari bahwa dirinya tidak sendirian.

Seorang wanita berjubah hitam telah menunggunya di sana.

Seluruh tubuhnya tertutup oleh jubah tersebut.

"Apakah kamu yakin bisa merebutnya?" tanya wanita itu.

"Ya."

"Aku akan mendapatkan pedang hitam itu."

"Sebagai gantinya, kamu akan menepati janjimu, bukan?"

"Tentu saja."

"Aku akan menepatinya."

Cortinus menatap keluar jendela dengan pandangan tajam.

Tanpa ia sadari, Sarioth sedang bersembunyi di dalam bayangannya atas perintah Leoric.

Leoric memang sudah lama merasa curiga.

Mengapa Cortinus tiba-tiba bersikeras ikut dalam perjalanan ini?

Padahal selama ini Cortinus selalu menginginkan takhta kerajaan.

Bahkan Leoric juga mengetahui bahwa adiknya diam-diam menyimpan kebencian terhadap dirinya.

Kini semuanya menjadi jelas.

Cortinus memiliki tujuan tersembunyi di balik keikutsertaannya dalam ekspedisi tersebut.

Namun satu pertanyaan masih belum terjawab.

Janji apa yang sebenarnya diberikan wanita berjubah itu kepada Cortinus?

1
AngkaSatu
Epic
AngkaSatu
Wah jadi inspirasiku nanti.
𝐊𝐚𝐞𝐥
cliffhanger yang sangat menarik
𝐊𝐚𝐞𝐥
hm, lagi-lagi terlalu banyak perkenalan karakter. saranku, klo mau dikenalin di satu bab, mending pakai percakapan antar tokoh dan beri ciri khasnya.
Clevareus: itu cuman daftar nama anggota keluarga kerajaannya aja sebenernya, karena ngumpul di satu ruangan. tapi iya juga ditumpuk di 1 paragraft gitu 🤣🔥 makasih ya koreksinya, kedepannya bakal agak kulambatin pacingnya🙏
total 1 replies
DreamXimaginatioN😴
hmm. aku kurang setuju dengan sikap leoric, di suruh mundur eh beneran mundur ternyata, baru udah ada korban berjatuhan balik lagi ke medan perang. jadi kurang epic deh kemunculannya, maaf 😅 ini hanya dalam pikiran ku saja
DreamXimaginatioN😴
wuihh dapat senjata, kayak nya MC bakal OP nih karena si sarioth kalau di lihat mungkin saja termasuk para petinggi monster2 itu 😁
DreamXimaginatioN😴
wah ini ketambahan spasi ya, malah jadi paragraf baru. Segera di perbaiki author 👍😄
ShikiSlurx
parah bangsawan bangsawan disini kayaknya kejam banget deh
WER
semangatnya 💪💪💪
Clevareus: siapp
total 1 replies
𝐊𝐚𝐞𝐥
secara tata bahasa aman sejauh ini. plot-nya juga lumayan. tapi info dump-nya cukup parah. terlalu banyak sejarah yang dijelaskan dalam satu bab. karakternya juga terlalu banyak diperkenalkan.

semangat!
Quinnela Estesa
chapter awal, jangan langsung dikasih adegan tempo tinggi😊 nanti setelahnya bakalan kehabisan bahan bakar deh.

seharusnya fokus dulu ke tokoh utama biar banyak yang kenal.
Clevareus: oke makasih masukannya
total 1 replies
DreamXimaginatioN😴
haha nice lah pokoknya 🔥🔥🔥. Tengkorak 💀 apa itu di belakang nya.../Shame/. Hanya saran sedikit saja, monster-monster yang keluar tidak terlalu di jelaskan ya, jika emang gitu niat author tidak masalah namun setidaknya berikan sedikit jenis garis besar nya aja seperti ada yang bisa terbang/ ada yang berotot atau yang lainnya, gitu aja.
Clevareus: okee siapp
total 1 replies
DreamXimaginatioN😴
uhh... seram nya oii😬
AngkaSatu
Oke sejauh ini masih oke tetapi ada beberapa hal yang bisa diperbaiki. Ini adegan bisa dibuat lebih baik lagi misalnya disaat kedua kekasih itu ingin mengucapkan sumpah setia mereka langit tiba tiba retak dan ada mata yang melihat mereka dari atas tersebut semua orang yang menjadi tamu undangan berlarian kesana kemari. Oke segitu dulu dan maaf jika kritikan ku sedikit nyingung🙏
Clevareus: malahan aku berterimakasih kalau ada yang ngasih saran disini🔥
total 2 replies
DreamXimaginatioN😴
hmm comenter ku seperti kebanyakan pembaca lainnya yaitu terlalu banyak informas tapi bagian tengah sampai akhir mulai menarik kok😁. Aku menyarankan agar kata dan paragraf bagian awal bab pertama pada novel di buat semewah/ sebagus mungkin, buat mancing pembaca. Tapi kembali ke author sendiri sih mau di edit atau tidak. Aku menilai bab ini sudah cukup menarik di tambah tata bahasanya rapi, sudah berkelas ini 👍😁.
AngkaSatu
Pendapatku tentang Clarissa. Menurutku Clarissa itu belum diperkenalkan dengan baik. Orang orang akan bilang "Oh oke dia trauma karena perang" Tetapi bila buat Clarissa nya diperkenalkan dulu kasih dialog dulu maka orang orang akan merasa sedikit perihatin. "Oh kasian sekali Clarissa."
AngkaSatu
Menurutku terlalu banyak informasi yang dilemparkan sekaligus. Orang orang bisa lupa nanti tokoh tokoh pentingnya nanti
Clevareus: oke kak, makasih pendapatnya yaa
total 1 replies
Not Not
Gak tau mau komen apa lagi 😹 udah bagus kok
Clevareus: makasihh 🔥
total 1 replies
Not Not
terlalu banyak info dump diawal/NosePick/ mendingan ditunjukkan lewat adegan
WER
semangatttt authorrrrrr 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!