NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasanya Sudah Cukup

Pagi itu, seperti biasa suasana di kantor sudah berisik.

"Rara! Cepat ambilkan dokumen ini ke lantai tiga!"

"Rara! Buatkan kopi manis dong! Cepat, ya!"

"Rara, bereskan meja aku yang berantakan, dong!"

Naura terus saja memerintah Rara seenaknya. Rara yang sabar dan pintar tetap mengerjakan dengan tenang, meski kadang kesal sendiri. Ia tidak mau mengeluh ke Aksara karena takut dikatakan cengeng atau memperkeruh suasana.

Tapi... Aksara melihat semuanya.

Dari balik pintu ruangannya, ia melihat Rara sibuk kesana-kemari melayani permintaan sahabatnya yang manja. Wajah Aksara mulai masam.

'Huh! Sepertinya ini sudah sangat berlebihan.' batin Aksara.

Tiba-tiba Aksara melangkah keluar dengan wajah serius. Ia langsung berjalan ke meja Rara dan menarik tangan istrinya itu berdiri.

"Aksara?" Rara kaget.

"Mulai detik ini, kamu libur. Ayo! Ikut aku," ucap Aksara tegas.

"Eh? Tapi, aku masih banyak kerjaan sama Naura..."

"Tidak usah pedulikan pekerjaan. Hari ini tugas kamu cuma satu, bahagia sama suami kamu."

Aksara menoleh ke arah Naura yang sedang berdiri mematung.

"Nau, hari ini Rara saya pinjam penuh. Jangan hubungi, jangan cari, dan jangan suruh-suruh dia lagi. Dia asistenku, bukan asisten kamu. Urus sendiri pekerjaanmu," cetus Aksara dingin tanpa ampun.

"Tapi Aksaraaa... kan kita masih banyak kerjaan..." rengek Naura cemburu.

"Kerjaan bisa ditunda. Waktu sama istri nggak bisa. Ayo Ra," ajak Aksara lalu menggandeng tangan Rara erat-erat, meninggalkan Naura yang melotot kesal sendirian.

Aksara mengajak Rara ke kafe cantik di atas gedung tinggi. Mereka duduk berdua dengan pemandangan kota.

Aksara menyodorkan menu. "Pesan apa saja yang kamu mau, yang banyak. Ganti energi kamu yang habis kemarin-kemarin disuruh-suruh."

Rara tersenyum kecil. "Kok kamu yang terlihat kesal?"

"Iyalah. Lihat kamu disuruh-suruh seperti itu, rasanya pengen aku tutup perusahaan ini biar kamu tidak bertemu Naura terus," jawab Aksara.

Rara mulai merasakan sesuatu yang aneh didadanya. Entah kenapa, hari ini dimatanya Aksara terlihat manis dan semakin berwibawa.

Setelah selesai makan, selanjutnya mereka ke Mall. Bukan untuk belanja kebutuhan kerja, tapi untuk senang-senang.

Aksara mengajak Rara masuk ke butik-butik bagus.

"Gila! ini baju-bajunya mahal sekali..." bisik Rara polos.

"Mahal atau tidak, yang penting kamu cantik. Coba pakai yang itu, yang warna merah," perintah Aksara.

Setelah Rara keluar dari fitting room, Aksara sampai terpana.

"Astaga! Dia cantik sekali." Benak Aksara dengan wajah memerah menatap Rara. "Beli semua yang kamu pegang itu." Sambungnya.

"HAH? Tidak usah semuanya!"

"Wajib! Biar kamu semakin percaya diri."

Tidak hanya menghabiskan waktu berbelanja di Mall, mereka juga main photo booth lucu-lucuan. Rara membuat ekspresi wajah menggemaskan, Aksara malah menyundul kepala Rara di foto itu. Hasilnya jadi kenang-kenangan manis.

Aksara mengajak Rara makan di restoran favoritnya. Rara makan dengan lahap. Aksara cuma senyum-senyum melihat Rara makan.

"Kenapa kamu lihatin aku terus? Makanlah," kata Rara sambil mulutnya penuh.

"Tidak, aku sudah kenyang lihat kamu makan."

Tiba-tiba Aksara mengusap sedikit krim kue yang nempel di sudut bibir Rara pakai jarinya, lalu dijilatnya sendiri.

Wajah Rara langsung merah padam. "H-hei! Jangan aneh-aneh!"

"Manis. Sama seperti kamu," goda Aksara santai.

'Tuhan, tolong! Jantungku... arrrgghhhh!!!'

Sore harinya, Aksara membawa Rara ke tempat tenang, ada danau buatan yang indah. Mereka naik perahu dayung kecil berdua.

Suasana hening, cuma ada suara air dan angin.

"Ra..." panggil Aksara pelan.

"Ya?"

"Maafkan aku kemarin-kemarin membiarkan kamu disuruh-suruh sama Naura. Aku janji mulai sekarang tidak akan membiarkan kamu lelah mengerjakan pekerjaan yang bukan tugasmu. Aku bersusah payah mendapatkan kamu tidak untuk semua ini."

Untuk pertama kali, Rara tersenyum lembut. Hatinya semakin diliputi perasaan yang aneh.

"Tidak apa-apa, kok. Lagipula, aku juga dapat kesabaran tambahan. Aku rasa, dunia kerja yang sesungguhnya memang seperti ini. Tapi... aku senang sekali hari ini. Aku bagaikan ratu yang dimanja dengan keindahan tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi."

"Kamu memang ratuku. Harusnya memang diperlakukan seperti itu setiap hari," ucap Aksara tulus.

Malam Harinya...

Aksara dan Rara pulang dengan hati yang senang dan badan yang rileks. Kepala Rara dipenuhi oleh kenangan indah hari ini, bukan lagi memikirkan pekerjaan atau Naura.

Saat masuk kantor besoknya, Naura langsung menemui Rara dengan wajah cemberut.

"Huh! Kemarin kemana aja, sih?! Kerjaan numpuk!"

Rara malah tersenyum manis dan santai.

"Maaf ya, Nau. Kan kemarin aku libur. Aksara sendiri yang minta aku menemaninya. Lagipula, itu kan pekerjaan kamu, ya kamu yang harus mengerjakannya, dong. Aku kan cuma asisten pribadinya Aksara, bukan asisten pribadi kamu," jawab Rara santai dan cool.

Naura melongo kaget. Rara kok berubah jadi percaya diri dan manis seperti itu?!

Rara masuk ke ruangan dengan langkah anggun, meninggalkan Naura yang melongo dan kesal sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!