semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
Aku tiba dirumah bersamaan dengan Devan,Devan tersenyum mendekati ku memegang pinggangku dan mengecup dahiku,”anak baik,kamu menepati janji mu,ini bentuk hadiah yang kamu terima,apakah kamu senang dengan hadiah ini?”
Aku mencubit pinggang Devan hingga ia melepaskan ku,”aku hanya lupa ingatan bukan pelupa,dan apa itu yang namanya hadiah untukku,kamu lah diuntungkan dari ini”aku cemberut padanya,sialan.ia selalu mencari kesempatan untuk menyentuhku.
Ia mencubit pipiku,”kehilangan ingatan mu membuat mu semakin berani padaku ya,tapi itu tak apa,kau malah semakin menghibur ku”
Aku menepis tangannya,”siapa yang ingin menghibur mu,dasar Devan jelek”aku menjulurkan lidah ku mengejek nya dan berlari kekamar ku,
“dasar bocil”guman Devan,lalu ia tersenyum Miring,lalu mengejarku dengan cepat.
Aku yang mendengar langkah cepat itu melihat kebelakang yang hanya untuk menemukan Devan berlari kearah ku untuk mengejar ku.aku ketakutan,mencoba berlari dengan kekuatan penuh dengan jantung yang berdebar dengan kencang.
“AHH DEVAN UNTUK APA KAMU MENGEJAR KU…..DEVAN MAAF KAN AKU…AKU TIDAK AKAN MENGEJEK MU LAGI….WAHHH DEVAN…BERHENTI MENGEJAR KU…AKU LELAH”aku berlarian sekeliling rumah dan keluar menuju taman
“OH SEPERTINYA KAMU SADAR KESALAHAN MU YA….LIHATLAH AKU AKAN MENANGKAP MU”Devan menambah kecepatannya,jantungnya berdebar kencang dengan semua kesenangan yang bercampur aduk
“ADUH…DEVAN KAMU MENAKUTKAN,BERHENTI MENGEJAR KU”
Sebuah tangan meraih tangan kananku,aku yang tidak siap kehilangan keseimbangan dan membuat kami jatuh berguling-guling di rumput taman.
Aku membuka mataku dan mendapati bahwa aku berada di bawah Devan,nafas kami tersengal-sengal dan mata kami beradu pandang.Devan mengangkat tangan kirinya menghalangi wajah ku,menyisakan mata ku yang terlihat.
Wajahku merasa panas dengan tatapan nya membara pada ku,”love,aku mencintaimu,sangat”ungkapnya tiba-tiba,aku membelalakkan mataku menatap tidak percaya padanya.
Ia mendekatkan wajahnya,membuat ku menutup mataku,bisa aku rasakan ia mencium kedua mataku bergantian dan mencium dahiku lama,lalu aku merasakan tubuhnya menjauh dari atas ku,sepertinya ia berada di sampingku.
Aku membuka mataku,jantung yang berdebar dengan kencang dengan wajah merah muda,aku menatap ke samping bertemu dengan mata Devan yang terus mengawasi ku dari tadi.
“Berhenti,,,berhenti melihat ku seperti itu”aku berujar lirih dan berbalik menatap kelangit menolak melihat pada Devan.
“Seperti apa?bukan kah aku selalu menatapmu seperti ini?”ia bertanya dengan suara yang dibuat-buat membuat ku mengerutkan keningku.
Sialan,ia bahagia saat menyiksa ku seperti ini
“baiklah,aku tidak menatapmu lagi saat ini”aku menatap Devan yang sudah berhenti menatap ku dan meniruku menatap langit.
Seketika suasana diantara kami menjadi hening,penuh kedamaian.
“Apa yang kau fikirkan?”tanyaku padanya
“Memikirkan mu,betapa bahagianya jika kita bisa seperti ini selamanya”
Aku tertegun,
“Lalu,apa yang kamu fikirkan,love?”
“Aku..aku ingin bekerja diluar,jika hanya dirumah seharian aku akan mati kebosanan.
Aku suka sibuk bekerja dan bahagia saat hal yang aku lakukan berhasil.bolehkah?”aku menatap Devan memohon,Devan balas menatap ku dengan tatapan yang bahkan lebih bahagia dariku.
“Tentu Love,Tentu.kamu bisa melakukan semua hal yang kamu sukai,aku akan selalu mendukung mu bagaimana pun itu”
Untuk pertama kalinya,aku melihat Devan tersenyum secerah itu,senyum yang akan membuat tubuh membeku terpana.
Agata,sangat beruntung dicintai Devan.