NovelToon NovelToon
Ketika Talak Telah Terucap

Ketika Talak Telah Terucap

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Leny Fairuz

Pernikahan yang terjadi antara Ajeng dan Bisma karena perjodohan. Seperti mendapat durian runtuh, itulah kebahagiaan yang dirasakan Ajeng seumur hidup. Suami yang tampan, tajir dan memiliki jabatan di instansi pemerintahan membuatnya tidak menginginkan hal lain lagi.
Ternyata pernikahan yang terjadi tak seindah bayangan Ajeng sebelumnya. Bisma tak lain hanya seorang lelaki dingin tak berhati. Kelahiran putri kecil mereka tak membuat nurani Bisma tersentuh.
Kehadiran Deby rekan kerja beda departemen membuat perasaan Bisma tersentuh dan ingin merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya, sehingga ia mengakhiri pernikahan yang belum genap tiga tahun.
Walau dengan hati terluka Ajeng menerima keputusan sepihak yang diambil Bisma. Di saat ia telah membuka hati, ternyata Bisma baru menyadari bahwa keluarga kecilnya lah yang ia butuhkan bukan yang lain.
Apakah Ajeng akan kembali rujuk dengan Bisma atau menerima lelaki baru dalam hidupnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leny Fairuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Curhat Ajeng

Semenjak mertuanya sudah mengetahui perpisahan mereka, dan mengatakan bahwa dalam hukum Islam Bisma telah sah  menjatuhkan talak padanya. Artinya secara hukum agama ikatan pernikahan antara ia dan Bisma telah terputus.

Ajeng tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas semenjak perpisahannya dan Bisma dianggap sah secara agama. Belum ada yang mengetahui perpisahan yang terjadi kecuali Nurita. Tapi Ajeng yakin Mayang pasti sudah tau. Tidak mungkin mantan mertuanya menutupi dari putrinya sendiri.

Ia belum siap untuk memberitahu keluarga di kampung. Apa lagi belum satu tahun kepergian bapak. Dimas pun sedang ujian kenaikan kelas, tidak mungkin ia merecoki adiknya yang sedang berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik. Sebelum ia memberitahu keluarga terdekatnya, ia benar-benar harus menyiapkan diri.

“Mbak, ngapain lo melamun dari tadi?”  Intan kini duduk di hadapannya pada saat keduanya menikmati makan siang di kafe yang keberadaannya tidak jauh dari kantor mereka.

“A apa ....? “  Ajeng gelagapan mendengar pertanyaan Intan.

Ia memang memikirkan jalan hidup ke depan yang bakal ia jalani bersama putri kecilnya. Di usia menginjak 28 tahun ia sudah menjabat status janda, yang di mata sebagian orang dipandang sebelah mata.

Ia tidak tau bagaimana menghadapi nyinyiran warga di kampung atas pernikahannya dengan orang kaya dari kota akhirnya kandas di tengah jalan.

“Kelihatan kalau mbak lagi ada masalah. Berat banget ya?” Intan bertanya dengan penuh perhatian.

Ajeng menegakkan punggungnya pada sandaran kursi. Tidak mungkin ia menceritakan aib dalam rumah tangganya. Cukup ia dan orang terdekatnya saja yang tau bahwa ia dan Bisma telah berpisah.

“Aku gak pa-pa,” Ajeng berusaha mengulas senyum.

“Gimana usaha nya di Malang?” Intan akhirnya merubah topik pembicaraan.

Ia cukup tau diri. Seniornya yang banyak digandrungi  atasan mereka di kantor sangat tertutup dengan urusan pribadinya.

Senyum  Ajeng mengembang mendengar pertanyaan yang barusan diucapkan  Intan. Benar apa yang dikatakan Sari, jika sudah masalah bisnis, ia akanbersemangat.

“Makasih atas rekomendasi  tanah kemaren ya .... “ Ajeng langsung mengingat tanah yang ditawarkan  Intan milik keluarganya di Malang.

“Jadi mbak positif mengambilnya?” Intan menatap Ajeng tak percaya.

Ajeng mengangguk mantap. Ia tak peduli Bisma menganggapnya matre. Selama uang dalam kartu debet selalu terisi setiap bulan, dengan bebas ia menggunakan untuk memperluas usaha yang kini semakin berkembang. Hanya itu yang membuatnya semangat sekarang.

“Wah, calon pengusaha masa depan kita,” Intan mengacungkan dua jempolnya pada Ajeng, “Padahal mas  Iman tuh udah pasrah  jika mbak gak jadi bayarnya. Dia memang membutuhkan uang itu.”

“Mungkin memang jodohku sama tanah mas mu,” jawab Ajeng antusias, “Lokasinya bagus, dekat dengan sekolah dan beberapa kantor.”

“Emang mau dibikin usaha apa mbak?” Intan terus mencecar Ajeng.

Di antara sekian banyak rekan sekantor di salah satu bank milik pemerintah tempat mereka bekerja sekarang, hanya Ajeng yang membuatnya nyaman untuk curhat.

“Rencananya mau bikin kost-kost an,” jawab Ajeng tenang.

“Mbak Ajeng sih enak. Modalnya banyak. Keluarga berada dan sultan sejak lahir,” Intan berkata terus terang.

Mendengar  keterusterangan Intan membuat senyum Ajeng mengembang. Ia tau Intan berasal dari kota Malang. Intan sering curhat tentang kehidupan keluarga mereka dan perjuangannya hingga berhasil diterima bekerja di bank milik pemerintah tempatnya mengais rejeki saat ini.

“Sama aja. Yang penting berjuang dengan ikhlas. Semua rejeki Allah yang mengatur.”

“Termasuk jodoh ya mbak,” Intan berkata dengan lesu.

Cintanya terhadap Edo rekan kantor yang kini pindah ke kantor cabang bertepuk sebelah tangan. Edo lebih tertarik pada  gadis yang berprofesi model terkenal di Surabaya.

“Ya .... “ raut Ajeng kembali sendu saat mengatakannya, “Jodoh, rejeki dan maut sudah menjadi hak mutlak Allah. Kita hanya berikhtiar dan berusaha menjalankan peran sebaik-baiknya.”

“Gak enak ya LDR-an terus mbak?”  Intan tak bisa  menahan keingin tahuannya.

Sudah satu tahun ia bekerja bersama  Ajeng, tapi tidak sekali pun ia bertemu dengan suami rekan seniornya itu. Saat acara aqiqahan Baby L pun, ia tidak melihat suaminya. Tapi ia yakin, melihat paras cantik Lala pasti papanya lelaki yang tampan dan menarik.

Ajeng berusaha tersenyum walau pun hatinya penuh luka. Ia menganggukkan kepala. Untuk kali ini ia tidak bisa menghindari kebenarannya.

“Memang lebih enak dicintai dari pada mencintai .... “ Intan berkata lirih seolah-olah untuk dirinya sendiri, tapi sungguh mengena bagi Ajeng.

“Udah yuk, tar lagi jam kerja,” ajak Ajeng  sambil menepuk bahu Intan yang masih asyik memandang kejauhan.

“Eh, iya mbak ... he he he .... “ akhirnya ia cengengesan menyadari pandangan menyelidik Ajeng yang tau arah lamunannya.

“Gak usah dipikirin. Yakinlah sama Allah, kalo udah jodoh pasti didekatkan. Begitu pun kalau bukan jodoh kita. Ada saja aral yang terjadi. Berarti dia bukan pasangan yang terbaik untuk kita,” Ajeng berkata perlahan untuk menguatkan hati Intan sekaligus dirinya sendiri yang masih gamang.

“Makasih ustadzah .... “ Intan mengacungkan jempol atas nasehat Ajeng yang membuat pikirannya lebih terbuka.

“Ngawur!” Ajeng melengos mendengar  ucapan Intan, karena dirinya belum tepat mendapat julukan tersebut.

Ia saja masih belum berpakaian sempurna dengan menutup aurat. Padahal sudah menjadi hukum Islam bagi perempuan yang sudah baligh dan berakal untuk menutup aurat dengan sempurna.

Ia belum siap, karena di lingkungan kerja belum ada dukungan untuk berpenampilan lebih islami. Ajeng pun memilih mengikuti arus kebanyakan.

Sepulang kerja  tepat jam 5 sore, Ajeng mampir di sebuah mini market untuk belanja bulanan keperluan rumah tangga serta baby L. Ia tersenym membayangkan putri kecilnya sudah di rumah bersama pengasuhnya.

Setelah keranjangnya penuh, Ajeng duduk sebentar untuk menghilangkan kepenatan setelah seharian beraktivitas. Ia menghela nafas berusaha membuang segala sesak yang tiba-tiba mendera membuatnya susah bernafas.

Setiap mengingat pernikahannya yang telah kandas membuat kesedihan Ajeng meningkat. Tiada lagi yang dapat ia perjuangkan sekarang. Bisma telah melepas ikatan pernikahan yang baru berjalan dua tahunan. Putrinyanya saja belum genap berusia satu tahun.

Masih kuat dalam ingatannya pernikahan megah dengan pesta mewah yang dilakukan di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Dengan segala pengorbanan serta kehadiran putri cantik mereka, tidak membuat pernikahan tanpa cinta berakhir dengan bahagia.

Kini hanya nestapa yang tertinggal dan Ajeng lah yang paling lara. Ia mengusap  setitik air mata yang kini menjadi teman setia, disaat dunia ia rasa mulai berpaling.

“Assalamu’alaikum ...”  suara lembut menyapa indera pendengarannya.

“Wa’alaikumussalam. Ustadzah Sari .... “ buru-buru Ajeng menghapus tetesan yang masih terasa lengket di pipinya begitu menyadari  Sari dan suaminya kini berdiri si samping tempat ia bersantai saat ini.

“Tumben sendiri?” Sari tersenyum mendengar panggilan Ajeng padanya.

“Abi ke dalam dulu umi .... “ Ustadz Zakri pamit pada keduanya.

Sari tersenyum sambil menganggukkan kepala menyetujui keinginan suaminya untuk meninggalkan mereka berdua.

Sari memandang lekat wajah sahabat sekampung yang di matanya telah berhasil menjadi perempuan sukses dan terpandang di desa kelahiran mereka. Tanpa Ajeng berkata, ia dapat melihat kesedihan yang begitu dalam dari sorot mata yang begitu sendu.

“Mungkin berat bagimu untuk bercerita,” Sari berkata pelan, tidak bermaksud untuk membuat Ajeng tersinggung, “Tapi selama ini kita selalu berjuang bersama. Walau hasil akhirnya Allah telah membuat takdir yang berbeda ....”

Mendengar ucapan Sari yang syarat akan makna, membuat air mata Ajeng jebol tak terbendung. Ia benar-benar tak memiliki kekuatan untuk tempat bersandar sekarang.

“Hei!  Kok  malah mewek?” Sari terkejut melihat Ajeng terdiam hanya pipinya kini penuh genangan air mata.

Ia tak punya tempat untuk mengadu.  Allah yang paling tau, bagaimana hancur hatinya atas mahligai yang beru terbina kini kandas karena suami yang tak pernah menginginkan kehadirannya.

“Bu Ajeng .... “ Sari berusaha bersikap formal untuk mengembalikan keterpurukan Ajeng ke mood perempuan tangguh yang selama ini selalu tampak dalam kesehariannya.

“Aku hancur Rii .... “ Ajeng berkata lirih dalam keterisakannya dengan air mata yang masih setia mengalir di pipi.

“Ajeng  Lestari Handayani seorang gadis tangguh dari Kediri. Kini telah  jadi wanita besi karena berhasil menaklukkan kerasnya kota Surabaya ....” Sari masih mengeluarkan jurus jitunya.

Ia paham, sahabatnya kini benar-benar dalam kondisi terpuruk. Ia tidak ingin ikut menangisi nasib Ajeng. Ia tau, jalan satu-satunya hanya menjadi pendengar yang baik. Ia yakin Ajeng bisa melalui dan mengatasi semua problematikanya sendiri. Yang ia butuhkan sekarang hanya teman untuk menguatkan.

Tanpa diminta Sari, akhirnya Ajeng mengeluarkan semua unek-unek yang telah sekian lama ia simpan. Tiada yang ia sembunyikan tentang kesedihan atas semua sikap dan perlakuan Bisma selama mereka  berumah tangga.

***Taqabalallahu mina wa minkum. Taqabalallahu ya Kareem. Minal Aidin wal Faiidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1Syawal 1444 H\, bagi readerku yang turut merayakan. Semoga kita selalu dalam kesehatan untuk saling mendukung. Maaf baru 'up' lagi ya ...

Otor sibuk bikin ketupat dan teman-temannya he he he... tenang aja episod Ajeng dan Bisma udah banyak kok, tinggal naik aja. Tetap dukung otor yang suka nulis tapi bikin reader kesayang kezallll ha ha ...

Semangat untuk kita semua .... ***

1
Ike Kartika
ak jg dl wkt hamil muda sensitif bgt sm aroma wewangian..smp ke makanan ke goreng bumbu..kl mau masak ak suruh sodara yg masakin bumbu nya kl sdh di ceburin bhn2 nya br dech ak yg lanjutin itu gk ak cobain cm modal felling aja..apa lg nyium parfum mual pusing.tp kl nyium asep truk apa kendaraan bis yg lwt seger bgt berasan pgn nyiumin🤭🤭😅😅bener2 ajaib kl ngidam tuh
Ike Kartika
ya gt lah kl manusia tdk tau bershukur pst akan menyesal di akhir.krn slh ambil keputusan..sdh hidup enak dpt istri cantik mapan dan jeluarga nya menerima kekurgn nya dpt jabatan bagus di kantor eh malh main api.
Ike Kartika
sherly tipe cewek murahan..wlu pun sdh punya suami gk klh dr org lain..tp lbh dikit dr suami nya lgsg tebar pesona lgsg cari kesempatan..bener2 cewek tipe wc umum
Ike Kartika
s eti hrs dpt hukuman jg..dan pelayan yg ada dirumah hrs di sortir ulang.mn yg setia dn mana yg ber muka dua..
Ike Kartika
nm nya iwan jgn2 mantàn nya ajeng dl saat skolah..
Ike Kartika
🤣🤣🤣🤣guntuh mah sok aya2 wae
Ike Kartika
waduh justru di usia 40 itu masa2 cowok dtg puber k 2 apa lg ini puber nya lgsg k istri ya bs melebihi abege bucin nya..skrg bisma jd cowok bucin akut ky nya😅
Ike Kartika
lah perosotan anak TK kan turun masa hidung bisma pesek😅😅
Ike Kartika
anak perempuan mgkn sebagian sm..cucu ku rajin bgt ayah nya di make up in.kata nya biar ayah nya cantik.wlu pun pake bedak tabur yg hsl nya ky kue moci putih.pipi di bikin bola2 ky hbs di tonjok.bibir merah dgn melebihi batas ky org hbs lomba mkn buah naga belepotan kmn mn😁demi kepuasan anak nya tetep ayah nya diem ngikutin atraksi anak nya
Ike Kartika
ak sangat setuju dgn ketegasan aje g menghadapi pria2 atau pun mantan nya terutaman bisul..jd oermpuan hrs punya harga diri..wlu pun s bisul sdh berubah tetep jual mahal dan punya harga diri.jd kita gk di sepele in.
Ike Kartika
gandi meninggal siska hamil anak gandi.secara ky nya siska gk mkrn pengaman dech
Ike Kartika
kl bisma yg mnm air itu pst bisma yg mati ya.kata nya domter tp meracik obat aja slh dosis gmn sih dasar dokter abal2
Ike Kartika
akhir nya siska memadu ksh sdh s gandi🤣🤣🤣
Ike Kartika
bagus ajeng jgn mudah luluh sm laki2 apa lg kamu bukan cewek pengangguran..kl hdp sendiri bahagia jalani aja..berkomitmen sangat merepot kan apa lg modelan bisma yg beku ky dl.wlu pun skrg sdh mencair tetep aja..gk bs melupakan saat dia dl menyakiti ht mu ajeng
Ike Kartika
s dewi sdh 2x melahir kan tp anak nya sllu bermasalh..mgkn ini karma buat dewi.krn dewi terlalu arogan dan terlalu sombong.kl lg hamil kan sensitif apa lg suka menghujat org apa marah2 apa lg kl kehidupan nya gk sehat..pst ada cacat sm janin nya dan terlahir tdk sempurna..hilman aja bego mau2 nya tanggung jwb pdhl kl mau tanggung jwb gk usah dgn cara menikah..
Ike Kartika
sudah hilman cerai kan aja biar dewi tau rs.gk semena mena sm org dan memalukan suami di dpn umum..
Ike Kartika
cerai kan aja bini kurg ajar dan gk tau etika mah..buat apa di pertahan kan memalukan hiih
Ike Kartika
di cerita ini cewek2 nya pd beringas cowok2 nya pd plinplan..
Ike Kartika
ala lelaki cemen emg cocok s dewi.kl ajeng jd sm hilman gk yakin bakaln bahagia..secara cowok yg deketin dewi smua nya cowok pliplan gk ada yv tegas gk punya pendirian hih amit2
Ike Kartika
disini peran cowok nya pd plin plan gk ada yv tegas..cemen smua kesel bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!