NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Celah dalam kesunyian

Bagi Angga, kehadiran Tyas di rumah ini seperti melihat sosok asing yang tiba-tiba muncul dari balik kabut. Selama tiga tahun terakhir, Tyas menghabiskan masa SMA-nya di sebuah sekolah asrama di luar kota. Pertemuan mereka bisa dihitung dengan jari—itu pun hanya sekilas saat momen lebaran, di mana Tyas selalu mengenakan pakaian longgar dan menghabiskan lebih banyak waktu di kamar bersama sepupu-sepupunya. Di ingatan Angga, Tyas hanyalah bocah remaja yang kurus, pemalu, dan berkacamata.

​Namun, sore ini, semua bayangan masa lalu itu runtuh seketika.

​Saat Tyas berdiri di ruang tamu dengan koper di sampingnya, Angga merasa seperti sedang berhadapan dengan wanita yang sama sekali berbeda. Waktu tiga tahun di asrama ternyata telah mengubah bocah perempuan itu menjadi seorang gadis dewasa dengan pesona fisik yang tak bisa diabaikan. Rambutnya yang hitam kini dibiarkan terurai sebahu, membingkai wajahnya yang bersih tanpa cela.

​"Mas Angga? Kok malah melamun?" suara Tyas yang renyah membuyarkan lamunan Angga. Gadis itu tersenyum manis, membetulkan letak tali tas ranselnya yang sedikit menekan kaus ketat yang ia kenakan.

​"Ah, tidak... Mas cuma pangling," jawab Angga gugup, berusaha menyembunyikan getar di suaranya. "Kamu... sudah banyak berubah ya, Tyas."

​Tyas tertawa kecil, menganggap pujian kakak iparnya sebagai bentuk kehangatan keluarga. Namun, ia tidak menyadari bagaimana sepasang mata Angga diam-diam mengagumi setiap inci lekuk tubuhnya yang sintal dan padat. Garis pinggangnya yang ramping dan proporsi tubuhnya yang matang di usia delapan belas tahun benar-benar membuat detak jantung Angga berpacu lebih cepat.

​Malamnya, setelah Rani masuk ke kamar untuk beristirahat lebih awal karena kelelahan kerja, Angga masih tertahan di ruang tengah. Ia memegang remote televisi, namun layar di depannya sama sekali tidak menarik perhatiannya.

​Pikirannya justru tertuju pada kamar tamu di ujung lorong, tempat adik iparnya berada. Rasa jenuh yang selama lima tahun ini tertimbun rapi dalam pernikahannya yang hambar bersama Rani, mendadak menguap, digantikan oleh rasa penasaran dan debaran yang sudah lama tidak ia rasakan. Sekalinya bertemu setelah sekian lama, Angga justru langsung terpesona—bukan oleh kepribadian Tyas, melainkan oleh keindahan tubuh molek sang adik ipar yang kini menguji batas imannya.

​Lamunan liar Angga mendadak buyar saat terdengar suara pintu kamar utama terbuka. Langkah kaki yang familier membuat Angga buru-buru membetulkan posisi duduknya, berpura-pura fokus menatap layar televisi yang menampilkan siaran berita malam.

​Rani berjalan mendekat. Wajahnya tampak lelah, sisa-sisa ketegangan dari tumpukan pekerjaan kantor masih membekas di matanya. Ia duduk di samping Angga, menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa lalu menghela napas panjang.

​"Mas," panggil Rani lembut, menoleh ke arah suaminya.

​"Ya? Kenapa, Ran? Belum tidur?" Angga berusaha meredam detak jantungnya yang sempat berpacu cepat karena fantasi terlarangnya barusan.

​Rani meraih tangan Angga, menggenggamnya dengan jemari yang terasa agak dingin. "Mas, mulai besok sore aku harus keluar kota selama dua hari. Ada urusan bisnis penting, sekalian memimpin meeting dengan klien baru di sana. Aku mau minta izin sama kamu."

​Mendengar kata "luar kota", ada sesuatu yang berdesir aneh di dalam dada Angga. Dua hari. Itu artinya, mulai besok malam, hanya akan ada dia dan Tyas di dalam rumah ini.

​"Dua hari?" Angga memastikan, mencoba menjaga nadanya agar tetap terdengar datar dan biasa saja, seolah tidak ada getaran antusiasme yang tersembunyi di sana. "Mendadak sekali, Ran?"

​"Iya, maaf ya, Mas. Tugasnya baru turun dari atasan sore tadi," kata Rani dengan nada bersalah. Ia lalu melirik ke arah lorong kamar tamu. "Sebenarnya aku agak berat meninggalkan rumah, apalagi Tyas baru saja pindah ke sini hari ini. Dia pasti masih canggung."

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!