NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan benci dari Zayn

Bab 2 — Tatapan Benci dari Zayn

•••

Sejak saat itu, Varisha lebih suka murung dan menyendiri. Tuan Faruq dan nyonya Lestari yang melihat hal itu mulai merasa khawatir dengan kondisi menantunya.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya nyonya Lestari khawatir.

"Coba kau ajak dia jalan-jalan, seperti liburan ke luar negeri misalnya," ide tuan Faruq. Ia tak suka menantu kesayangannya bersedih terlalu lama.

"Sudah ku coba kemarin. Tapi, dia tidak mau. Alasannya ia hanya ingin di rumah saja," balas nyonya Lestari.

Jawaban nyonya Lestari semakin membuat tuan Faruq jadi berpikir keras. Pria berkacamata dengan rambut yang sedikit mulai memutih itu nampak menopang dagunya.

"Kita harus cari ide lain, Bu," ujarnya lagi.

Beberapa bulan berlalu...

Suasana makan malam kali ini nampak sangat hening sekali. Di meja makan besar tersebut ada tuan Faruq, nyonya Lestari, Varisha dan juga termasuk adik iparnya, Zayn.

Setelah sebulan lebih, insiden di rumah sakit tersebut baru kali ini Zayn kembali pulang. Ia memang jarang berada di rumah. Pria itu lebih suka menghabiskan waktunya di bengkel miliknya yang berada cukup jauh dari kediaman keluarga mereka.

"Hari ini Ibu loh yang turun tangan langsung masakin daging panggang ini untuk kamu," ujar nyonya Lestari meletakkan langsung lauk tersebut di atas piring Varisha.

"Makasih, Bu. Pantesan rasanya enak banget, iya kan Mas Ad—" ucapan Varisha langsung tertahan tatkala menyadari kenyataan yang pahit.

Adam sudah tak ada di sisinya lagi.

Tuan Faruq dan nyonya Lestari saling bertatapan. Sedih.

"Maaf Pak, Bu. Aku salah bicara hehehe..." ujar Varisha berusaha agar tetap tidak sedih di hadapan mertuanya.

"Eh, pincang! Kalau makan ya makan aja lah," ujar Zayn dengan mimik wajah kesal menatap Varisha.

"Zayn!" tegur tuan Faruq.

Pria dengan rambut sedikit acak-acakan dan tindik di samping telinga kirinya itu hanya diam saja dengan teguran sang ayah. Ia bodoh amat dengan kemarahan kedua orang tuanya kini.

"Sudah, Ayah. Ayo kita makan lagi!" ajak nyonya Lestari yang tak ingin memperkeruh keadaan.

Varisha tahu jika adik iparnya itu selama ini tak suka padanya. Bahkan, pria itu juga menentang pernikahannya dengan Adam.

Dikarenakan dirinya yang tak sempurna.

Varisha langsung menyantap makanannya dengan kepala tertunduk. Ia tahu jika sepasang mata kini menatap dirinya begitu tajam sekali. Siapa lagi kalau bukan Zayn. Namun, Varisha berusaha tidak mempedulikannya.

"Bu, tolong panggilin Rose dong. Sausnya udah habis nih," ujar tuan Faruq.

Melihat hal itu, Varisha langsung bangkit perlahan.

"Biar aku saja yang ambilin, Pak. Kasihan bibi Rose pasti sedang makan juga di belakang."

"Tolong ambilkan kalau begitu ya, Nak," ujar tuan Faruq tersenyum tipis.

Zayn yang mendengar itu menyunggingkan senyum sinis.

"Cih! Dasar penjilat!" keluh Zayn pelan sembari fokus menatap makanannya.

Tak lama Varisha pun datang. Ia menuju meja makan dengan perlahan, dengan satu tangan memegang tongkat dan satu tangan lagi memegang saus buatan yang berada di dalam mangkuk.

Namun, tatapan Zayn begitu tajam sekali padanya. Seolah-olah pria itu akan menguburnya hidup-hidup malam ini, membuat dirinya jadi gugup dan takut bersamaan.

Hingga~

PRANG!

Mangkuk itu jatuh begitu saja dari tangannya.

"Astagfirullahaladzim!!" kejut Varisha.

Tuan Faruq dan nyonya Lestari yang kaget langsung menghampiri menantunya dengan raut wajah cemas.

"Kamu gak apa-apa kan, Varisha?" tanya mereka.

"Maaf, Pak Bu. Aku gak sengaja..." sesal Varisha menatap semua saus yang kini jatuh ke lantai dengan sia-sia.

"Dasar gak becus! Gitu aja pakai jatuh segala. Kalau gak bisa, gak usah sok-sokan nyari muka!" marah Zayn yang muak melihat Varisha.

"Aku minta maaf..." lirih Varisha penuh penyesalan.

"Zayn, apa kamu gak bisa jaga kata-katamu hah?! Kamu lihat kondisi Varisha saat ini bagaimana?" nyonya Lestari mulai kesal dengan putra bungsunya tersebut.

Zayn langsung membanting sendoknya.

"Aku sudah selesai. Aku mau balik ke bengkel. Diam lama-lama di rumah ini malah bikin otakku jadi sakit gara-gara cewek pincang ini!"

Varisha yang mendengar itu jadi semakin sedih.

"CUKUP ZAYN!" teriak tuan Faruq. Tak terima dengan sebutan 'pincang' oleh Zayn.

"Bapak dan Ibu gak usah terlalu memanjakan cewek ini! Nanti dia semakin gak tahu diri. Udah syukur dia masih dikasih numpang di rumah ini, padahal Adam udah mati."

"ZAYN!" bentak tuan Faruq lagi.

Varisha merasa bersalah dengan pertengkaran saat ini.

Zayn yang mendengar bentakan itu hanya tersenyum sinis. Ia pun memilih langsung pergi sembari membawa jaket kulit berwarna hitam miliknya.

"Ini semua salah aku, Bu..." lirih Varisha ingin mengambil pecahan beling. Air matanya sudah jatuh setetes mendengar penghinaan yang dilontarkan oleh Zayn barusan.

"Sudah jangan pedulikan dia. Ayo kita lanjut makan lagi, biar bibi Rose yang membereskan semua ini," kata nyonya Lestari lagi mencoba menenangkan menantunya yang mungkin saja masih syok dengan kepergian suaminya.

Bibi Rose kini sudah berada di sana dengan membawa kain pel dan sekop. Varisha digandeng oleh nyonya Lestari menuju meja makan. Sorot matanya masih sedih saat ini.

•••

"Aku harus pergi dari rumah ini," gumam Varisha menatap sekeliling kamarnya yang bercat warna putih. Kamar dengan begitu banyak kenangannya bersama sang suami.

"Maaf, jika aku pergi Adam. Tapi, kondisi ini begitu sulit bagiku, apalagi kamu udah gak ada di sini." Varisha kembali menyeka air matanya dengan cepat.

Meski Zayn jarang pulang, namun ia tetap saja tidak nyaman sama sekali. Tatapan benci pria itu, perkataan dan perilakunya yang kasar.

"Nona Varisha, makan malam sudah siap nona," ujar bibi Rose yang berbicara di balik pintu kamar.

Varisha langsung menyeka dengan cepat air matanya. Ia takut ketahuan.

"Iya, bibi Rose. Sebentar lagi aku nyusul!"

Dengan cepat Varisha langsung memasukkan pakaian ke dalam koper miliknya.

~

Varisha menghampiri meja makan. Menatap kedua mertuanya yang sudah duduk manis. Di sana juga ada Zayn. Pria itu menatap dirinya dengan tatapan benci, bahkan tak sedikit pun memutuskan kontak mata darinya. Namun, Varisha hanya bisa menunduk saja.

"Ayo duduk, Varisha!" ujar nyonya Lestari riang seperti biasanya, sembari menarik kursi makan untuk sang menantu.

"Biar aku saja, Bu." Varisha tidak enak hati.

"Tak masalah, sayang," balas nyonya Lestari.

Varisha merasa terharu. Mertuanya begitu baik sekali pada dirinya. Ia seolah kembali merasakan kasih sayang dari orang tuanya yang telah lama meninggal dunia.

'Ya Tuhan, apakah aku sanggup mengatakannya? Aku tak sanggup melihat wajah sedih itu di antara mereka berdua. Aku juga sangat menyayangi mereka. Tapi—' kembali Varisha menatap ke arah Zayn yang sedang makan dengan sesekali menatap malas pada dirinya.

"Ayo dimakan, Nak!"

"Baik, Ayah," balas Varisha pada ayah mertuanya.

Setelah selesai makan, Varisha langsung mengutarakan maksudnya. Meski dengan berat hati sekalipun.

"Ayah, Ibu, aku mau bicara sesuatu."

"Silakan, sayang," ujar nyonya Lestari penuh kasih. Begitu juga dengan tuan Faruq yang kini juga menatap ke arahnya. Kecuali Zayn. Pria itu sedang mengaduk makanannya dengan malas.

"Mungkin ini terasa berat, tapi harus aku utarakan. Aku minta izin kepada Ayah dan Ibu, bahwasannya aku ingin pindah dari rumah ini."

Tuan Faruq dan nyonya Lestari sontak saja jadi kaget. Bahkan, Zayn yang semula menatap makanannya kini menatap Varisha. Pria itu tersenyum miring, seolah ia begitu bahagia sekali dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulut Varisha.

"Baguslah, kalau itu niat loe. Setidaknya loe masih tahu diri."

"Zayn!" tegur nyonya Lestari.

To be continue…

1
Emi Sudiarni
gemesin bngat zayn. ktanya ngah suka vrisha tpi lihat varisha dkat dgn laki 2 lain kok mrah😄😄😄
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!