NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Referensi

Ella merapatkan jaketnya membuat wajahnya yang bersembunyi dibalik tudung hoodienya semakin tenggelam.

Salju yang mulai turun tak menghentikannya pergi ke mini market tak jauh dari kamar kosnya.

Tiba di sana Ella segera mengambil beberapa makanan cepat saji mulai dari mie instan, sosis, dan minuman kaleng. Tak lupa beberapa camilan untuk menemaninya menonton film untuk referensi novelnya.

Memasukannya ke dalam keranjang untuk dia bawa ke kasir.

Saat melewati makanan frozeen Ella mengambil beberapa kotak daging, ikan, dan udang. Berkat kedermawanan Mr, D, Ella bisa menikmati beberapa kotak daging, sebab biasanya dia hanya bisa membeli mie atau roti untuk mengganjal perutnya. Apalagi setelah menambah bab lebih erotis dari sebelumnya Mr, D benar-benar memberi hadiah satu juta kedalam akunnya.

Belum lagi penggemarnya yang lain juga banyak yang memberi hadiah untuknya, meski tak sebesar hadiah yang di berikan Mr, D.

Wajah cerahnya tersembunyi dibalik rambutnya yang tergerai juga tudung hoodie berwarna hitam yang dia kenakan.

Melangkah ke arah kasir, Ella segera membayar lalu pergi meninggalkan mini market tersebut. Persediaan makanannya cukup untuk satu minggu ke depan.,

Di perjalanan pulang Ella yang tengah bersenandung kecil menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.

Saat tak menemukan orang lain Ella hanya mengerutkan keningnya lalu melanjutkan langkahnya meski pelan. Entah kenapa dia merasa seperti ada seseorang yang tengah mengikutinya. Ella kembali menolehkan kepalanya, namun lagi- lagi susana hening yang di dapat.

Cuaca bersalju membuat beberapa orang enggan keluar rumah apalagi malam hari seperti sekarang. Bahkan meski ini masih pukul 7 saat orang-orang biasanya ramai di luar.

Tapi begitulah Ella. Dia akan keluar saat orang-orang di dalam rumah. Dan diam di rumah saat orang-orang ramai di luar. Tingkah introvert-nya membuatnya merasa tak percaya diri, jadi dia tidak suka keramaian. Bahkan jika dia harus belanja kebutuhannya maka dia akan menunggu waktu malam saat orang-orang lebih banyak di dalam rumah, atau jika tidak dia selalu menghindari bertatapan dengan orang- orang yang dilewatinya.

"Kenapa aku merasa ada yang mengikutiku?" gumannya pada diri sendiri.

Sebelah tangannya terangkat mengusap lehernya yang terasa merinding dengan perasaan takut yang menerpa. Gerak langkahnya tiba-tiba lebih cepat lalu berlari saat melihat seseorang berpakaian hitam benar-benar mengejarnya, hingga dia melihat seseorang di depan gedung kosnya.

"Kenapa kau lari seperti itu. Tidak takut terpeleset salju?"

Ella menghela nafasnya saat mendapati pemilik kamar kosnya di sana. Menoleh ke belakang dan tak menemukan orang yang mengejarnya.

"Apa itu cuma perasaanku, saja." Lagi- lagi dia bergumam.

"Kau bicara dengan siapa?"

Ella menoleh dan melihat pemilik kosnya melihat ke arah tatapan Ella dimana jalanan sepi terlihat.

"Aku merasa ada yang mengikutiku."

Wanita paruh baya itu berdecak. "Lagi pula orang gila mana yang keluar saat salju lebat seperti ini ... oh, iya, kau bilang mau bayar sewa? Mana?" Wanita itu mengulurkan tangannya.

Ella berdecak kepalanya menunduk merogoh ponsel di tas kecilnya. "Orang gila mana yang keluar saat salju lebat hanya untuk mengambil uang sewa," gumamnya namun masih terdengar pemilik kos yang masih berdiri di depannya.

"Itu karena kamu sering terlambat. Telat satu jam saja uangmu akan hilang."

Ella kembali berdecak menekan ponselnya, dan melakukan pembayaran.

"Sudah, masuk sana jangan keluar malam- malam ... ini—" Begitu akun rekeningnya menerima pembayaran, pemilik kos tersebut menyerahkan sebuah bungkusan.

Ella menatap bungkusan tersebut lalu pada pemilik kos. "Apa ini?"

"I—ni karena aku masak terlalu banyak. Jadi masih ada sisa." Pemilik kos itu memalingkan wajahnya membuat Ella menampakkan senyum haru lalu mengambilnya.

"Sudah sana! Jangan keluar waktu turun salju." Setelah memastikan Ella menerimanya dia beranjak pergi, namun baru beberapa langkah terdengar suara Ella kembali memanggilnya.

"Terimakasih Bibi Vivian." Senyum tulus Ella berikan pada pemilik kamar kosnya yang baik hati. Meski terkadang kata- katanya tajam, tapi Vivian adalah orang yang baik dan selalu menerimanya meski dia tak jarang telat membayar sewa.

"Sudah masuklah!" Vivian melembutkan suaranya dengan tangannya yang melambai.

Ella membalik tubuhnya untuk masuk, menaiki tangga demi tangga untuk segera memasuki kamar kos yang selama ini dia tinggali.

...

Seperti biasa ada kalanya Ella menonton beberapa film dewasa yang penuh dengan desahan dan erangan. Demi mencari inspirasi.

Mata bulat di balik kaca mata besarnya dengan serius menatap laptop berkedip pelan saat melihat adegan demi adegan dengan suara yang menusuk telinganya.

Mulutnya yang mengunyah camilan sedikit terbuka saat melihat sesuatu yang membuatnya terpaku.

"Wah, otot perutnya keren." Hampir saja air liurnya menetes kalau dia tak segera menelannya. "Ada berapa itu? Satu ... dua ... tiga ... empat ..." Dia berhitung menunjuk otot perut si pria.

"Sialan, miliknya juga lumayan besar dan panjang bagaimana rasanya jika itu masuk," ucapnya lagi masih dengan mata yang jarang berkedip melihat adegan di depannya.

Pundaknya bergidik saat melihat menyatuan di mulai dan dua pasangan itu mulai bergerak dan bergerak.

Gerakannya memasukan keripik kentang ke mulutnya terhenti saat melihat betapa liarnya mereka bahkan saat posisi berganti menjadi saling berbalik dengan posisi 69 yang membuat desahan semakin keras menusuk telinganya yang mengenakan headset. Tentu saja dia tak mungkin membiarkan tetangganya mendengar suara- suara menjijikan itu.

Keringat dari pasangan itu mengkilat menambah aura panas yang membara.

Tak ada yang tahu profesinya sebagai penulis erotis, para tetangga hanya tahu dia menjadi gamers untuk menghasilkan uang. Beruntung para tetangganya pun lebih banyak tak peduli dengan urusan orang lain, hingga Ella tak perlu repot menjelaskan dari mana sebenarnya dia mendapat uang, karena tentu saja itu merupakan aib untuknya. Apa jadinya kalau sampai mereka tahu?

Mungkin dia akan di hujat seluruh gedung kosnya.

Ella melepas headset di telinganya dan meletakkannya dengan kasar. Bibirnya mencebik kesal.

"Selalu saja alur yang sama. Kalau tidak menelannya pasti menumpahkannya di dada, perut?" Ella menatap benci ke layar laptopnya dimana adegan akhir terlihat. "Apa para pria suka membuang sprmnya sembarangan?"

Seolah bukan gadis normal yang merasa intinya berkedut saat melihat adegan tak seharusnya dilihat seorang gadis. Ella terlihat biasa saja. Matanya terlalu terbiasa melihat adegan-adegan ertis tersebut hingga dia tak bernafsu sama sekali saking terlalu seringnya dia menonton film- film tersebut.

Keluar dari akun hantunya saat membuka situs berbahaya itu, Ella kembali membuka akun menulisnya. Sudah ada beberapa penggemar yang berkomentar di bab terakhirnya dan memintanya untuk mengupload bab terbaru.

"Ella, kapan bab selanjutnya rilis?"

"Ella, aku membutuhkanmu."

"Ella, adegannya harus lebih panas!"

"Ella?"

"Ella...

"Baiklah para maniak ini seperti butuh api yang membara."

Ella merenggangkan tangannya ke udara seolah tengah melakukan pemanasan. Lalu jari- jarinya mulai bergerak menekan keyboard laptopnya.

...

Komen yang banyak di setiap bab kalau mau buku ini lanjut. Karena buku ini akan lanjut tergantung kalian. Tergantung pada retensi yang di dapat untuk pengajuan kontrak. Jadi mohon kerjasamanya agar tak perlu ku lempar ke sebelah🙏

Like,

Dan komen kalian berarti🥰

1
Saadah Rangkuti
memang LICIKKK..kau Dominik
Ne Ajja
lagi praktek itu, La...
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
Ne Ajja
hemmm....
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
S
lama banget thor up nya, udang greget deh gue nungguin 🥴
Agus Tina
ceritanya bqgus, kain dr yg lain ... ayo pembaca kemana aja kalian. rekomend ini loh
Ne Ajja
ati2 Dom...
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
Saadah Rangkuti
akal bulus si tuan Dom imah,, biar ella kembali 😃
Ne Ajja
masuk perangkap, Dom nih
nenah adja: siap2 jadi tawanan gak tuh🤣
total 1 replies
Saadah Rangkuti
jangaaaaannn...🤣🤣🤣
Agus Tina
Yaa kalau pindah sedih deh ... tapi tetep semangat ya thor. Ceritamu bagus2 kok ...
nenah adja: tengkyu kk,😍
total 1 replies
Niar Humairah
info ya thorr kalo pindah ke ffff
nenah adja: kalau cerita ini sudah terhapus berarti sudah pindah🤣
total 1 replies
Aryati Ningsih
disini aja thor
Ne Ajja
nama pena nya apa Ka?
nenah adja: 🤣🤣🤣 bisa jadi
total 3 replies
Indah Lestari
yaaah...sedih deh,,,
bakal kangen dunks kak ....
Riri DH
jangan di drop dong Thor..
Niar Humairah
kereeen
Ne Ajja
berani juga, Dom...
Saadah Rangkuti
ternyata itu nyata ya say,,sampai basah lagi 😁😁
Ne Ajja
ayo Ella, kerja yg rajin ya...

aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..
nenah adja: aamiin🤲 tengkyu ya🤧😍
total 1 replies
Niar Humairah
hahaaa🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!