Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.
Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 ( Hamil )
Raisa sudah bersiap-siap untuk kembali bekerja, tak lupa ia menyiapkan bekal untuk sang suami.
" Nanti malam Mas lembur ya "
" Baru masuk kerja udah lembur Mas ? "
" Ya mana mas tau sih Sa, yaudah Mas berangkat ya "
" Hmm, ini bekalnya Mas "
Raisa pun mencium punggung tangan sang suami, dan sang suamipun segera berangkat ke kantornya.
Setelah Adit berangkat Raisa pun juga segera berangkat ke kantornya.
....
Sambil menikmati makan siangnya, Raisa pun memainkan ponselnya mencari bagaimana cara mendapatkan anak dengan cepat.
Ketiga sahabatnya Ayu, Nisa dan Putri mereka tau persis bagaimana perasaan Raisa.
" Makan dulu Sa " ucap Ayu
" Iyah, daritadi lo kan udah cape sama kerjaan" timpal Nisa
" Menurut kalian, gue tuh bisa hamil ga sih ? " tanya Raisa dengan pasrah
" Ya bisa lah Sa, cuma ya mungkin emang belum rezeki aja " ucap Putri
" Gue tuh cape denger omongan orang, kapan punya anak, ko udah lama nikah belum punya anak. Padahal gue juga pengen punya anak, tapi ya gimana "
" Sa, sertes itu ngaruh lo Sa " ucap Nisa
" Iyah Sa, udah nanti kalau emang udah rezekinya juga pasti Allah kasih ko " jelas Putri
Raisa meletakkan ponselnya, ia mengangguk sambil tersenyum.
....
Pukul 6 sore Raisa pulang kerumahnya, ia segera merapikan rumah dan juga memasak untuk makan malam.
Setelah selesai mandi Raisa pun menonton tv sambil menunggu Adit pulang.
Pukul 9 malam Adit baru saja pulang kerumah, Raisa pun menyambut kedatangan suaminya.
" Mas baru pulang kamu ? "
" Iyah nih cape banget "
" Kamu mau langsung makan atau mau mandi dulu Mas ? "
" Makan dulu aja deh Sa, Mas laper nih "
Raisa pun langsung menyiapkan makan malam untuk suaminya itu, Adit pun langsung menikmati makanan yang sudah Raisa siapkan.
Ponsel milik Raisa berdering panggilan masuk, ia pun izin kepada Adit untuk mengangkat panggilan telpon itu.
" Bentar ya Mas, ibu telpon" ucap Raisa dan Adit mengangguk
[ Raisa : Hallo, Assalamualaikum Bu ]
[ Ibu : Waalaikumsalam, kamu sudah pulang Sa ?]
[ Raisa : Udah Bu ]
[ Ibu : Suamimu ? Sudah pulang? ]
[ Raisa : Udah Bu, baru pulang sekarang lagi makan ]
[ Ibu : Gini Sa, tadi bapa sama ibu habis ngobrol. Bapa sama ibu mau bagiin warisan untuk kamu dan kakamu ]
[ Raisa : Ko tiba tiba banget sih Bu ]
[ Ibu : Ya ga apa apa toh nak, Ibu mau bersikap adil. Dari tanah maupun uang dan emas, semua akan ibu kasih ke kalian berdua ]
Di luar kamar Adit mendengarkan percakapan Raisa dan ibunya, Adit pun tersenyum mendengar percakapan keduanya.
Keluar Adit terbilang keluarga yang sederhana, berbeda dengan keluarga Raisa yang terbilang kaya.
Mendengar hal ini membuat Adit semakin ingin memiliki Anak dengan Raisa, ia bisa membayangkan bagaimana hari tuanya yang bersantai.
Adit buru buru kembali kemeja makan, ia akan bersikap normal seolah tak tau apapun.
...
Saat menjelang tidur Adit mendekati Raisa, ia memeluk Raisa yang sedang bercermin.
" Sa kayaknya kita udah lama deh "
" Mas jangan malam ini ya, aku cape banget hari ini "
" Kamu kenapa sih Sa ga dengerin Mas, coba kalau kamu berenti kerja pasti kamu ga cape. "
" Ya tapi hari ini emang aku tuh cape banget Mas, apalagi habis libur jadi kerjaan aku tuh numpuk Mas "
" Terserah kamu lah Sa "
Adit yang merasa kesal pun keluar dari kamarnya, sedangkan Raisa ia pun menghela nafasnya dengan kasar.
****
Karena kejadian semalam sikap Adit sedikit berbeda, ia tak ada menyapa Raisa sang istrinya.
Bahkan Adit juga tak membawa bekal yang sudah Raisa siapkan.
" Mas Adit Mas " Raisa mengejar Adit yang hendak keluar dari kamar
" Apa ? "
" Bekalnya ? "
" Ga laper Sa "
Adit pun langsung masuk kedalam mobil, ia tak memperdulikan Raisa yang masih berdiri.
.....
Pukul 7 malam Adit belum juga pulang ataupun mengabari Raisa, karena merasa khawatir Raisa mencoba menghubungi Adit.
[Raisa : Kamu dimana Mas ? ]
[Adit : Kantor]
[Raisa : Lembur lagi Mas ?]
[Adit : Iya ]
[Raisa : Pulang jam berapa Mas ? ]
[Adit : Engga tau, udah ya Mas sibuk]
Panggilan pun berakhir begitu saja, Raisa merasa Adit yang masih marah kepada dirinya.
..
Adit meletakkan ponselnya, ia pun kembali kembali keatas ranjang.
" Pasti istri kamu ya Mas Adit "
" Iyah sayang, nanya pulang jam berapa "
" Ganggu banget deh "
" Maaf ya, Mas tadi juga lupa bilang lembur ke dia "
" Oya Mas, aku mau ngasih tau sesuatu ke kamu "
" Apa sayang ? "
Tanpa Raisa ketahui, Adit sudah berselingkuh dengan seorang wanita bernama Sherly.
Sudah 5 bulan Adit menjalin hubungan dengan Sherly, selama 5 bulan ini Adit selalu memberikan alasan lembur kepada Raisa.
" Lihat Mas "
" Apa ini sayang ? "
" Ihh ini namanya testpack, garisny 2 itu artinya aku hamil Mas Adit "
" Hamil ? kamu hamil anak mas ? "
" Iyah Mas Adit, kan katanya keluarga Mas Adit ingin punya cucu kan. Mas bisa ceraikan istri Mas Adit, nanti kita nikah deh Mas "
Adit memegangi testpack itu, ia bingung harus menjelaskan apa ke keluarganya.
" Mas Adit ko ga seneng sih ? "
" Seneng ko "
" Besok temenin kontrol ya Mas "
" Iya sayang "
Adit tak menyangka jika Sherly akan hamil, ia harus segera menjelaskan kepada keluarganya perihal masalah Sherly.
****
Raisa tertidur disofa karena menunggu Adit, semalaman Adit tak pulang kerumah hingga pagi ini.
Raisa mencoba menghubungi Adit, namun sayang Adit tidak mengangkat panggilan Raisa.
Raisa pun segera bersiap siap, ia harus segera berangkat ke kantor.
...
Semalam Adit pulang kerumah orangtuanya, ia harus memberikan kabar ini kepada orangtuanya.
" Kamu bertengkar sama istri kamu Dit ? " tanya sang Mamah
" Ada yang mau Adit bicarain sama Mamah "
" Apa Dit, ngomong aja "
" Adit punya perempuan lain dibelakang Raisa, dan perempuan ini sekarang hamil Mah "
Sang Mamah langsung menoleh, sedangkan Adit ia menundukkan kepalanya.
" Yaudah kamu ceraikan saja Raisa kalau begitu, buat apa istri kamu sendiri tak bisa memberikan anak kan "
" Tapi masalahnya Mah, Adit tuh dengar kalau ibunya Raisa itu udah siapin warisan yang banyak."
" Atau begini saja, kamu nikahi wanita itu diam diam nanti biar Mamah yang bicara sama Papah dan yang lainnya "
" Yaudah Mamah atur aja, yang penting Raisa jangan tau masalah ini ya Mah "
" Iya udah gampang, akhirnya kamu punya anak ya Dit. "
" Iya Mah "
Keluarga Adit pun mendukung apa yang Adit lakukan, Adit tak sabar ingin memberikan kabar baik ini kepada Sherly