NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Terlahir Kembali

'Byurr...!'

Suara kecipak air terdengar samar dalam pendengaran Lea saat ia terjebak dalam pelukan air dingin sebuah danau di bawah teriknya mentari. Ia meronta, menggerakkan asal kedua tangan serta kakinya di dalam air, namun tindakannya justru membuat tubuhnya kian tenggelam.

"Apakah ini akhir bagiku?"

Kilasan pengkhianatan kekasihnya tiba-tiba melintas, memperdalam luka di hatinya yang sudah terkoyak. Pandangannya mulai mengabur ketika sebuah tangan menarik lembut pergelangan tangannya, melingkari pinggangnya dan membawanya ke permukaan.

"Bertahanlah."

Dia berkata pelan dengan suara serak berselimut kekhawatiran, membawa tubuh Lea ke darat dan membaringkannya ke tanah berumput. Dirabanya nadi di pergelangan tangan Lea, nyaris tak terasa, hatinya mencelos.

"Tidak."

Dia berusaha tetap tenang, tidak membiarkan kepanikan mengambil alih pikirannya saat dia meletakkan kedua tangan di tengah dada Lea, menekannya cepat dan dalam. Di hitungan kesepuluh, dia berhenti sejenak. Disentuhnya dagu Lea hingga tengadah, menjepit hidung Lea, lalu ditariknya lembut bibir bawah Lea hingga terbuka.

Tanpa ragu, bibirnya menyentuh bibir Lea, meniupkan udara kuat-kuat ke dalam paru-paru Lea, dan dengan cepat menegakkan punggung, lalu melakukan resusitasi jantung dan paru-paru kembali.

"Uhuk!"

Entah setelah berapa kali tekanan dan tiupan, Lea tersedak, memuntahkan air mulutnya dan sanggup menghirup udara kembali. Denyut nadinya kembali, namun kesadaran Lea masih terjebak dalam keheningan.

Dia mendesah lega, tetapi tak membuang waktu untuk bangkit dan mengangkat Lea menuju mobilnya. Membawa Lea ke rumah sakit. Yang tidak dia sadari adalah, Lea sempat tersadar sesaat ketika tubuhnya diangkat, melihat sekilas kalung berliontin cincin dengan batu safir di tengahnya melingkar di lehernya yang bertato, kemudian semua berubah gelap.

.

.

.

Lea masih terbaring tak sadarkan diri di ranjang pasien meski dokter sudah menaganinya sejak ia tiba di rumah sakit. Kondisinya sudah stabil, CPR yang pria asing itu lakukan terhadap Lea berhasil menyelamatkan nyawanya.

Namun, pria yang kini duduk di samping ranjang pasien bukan lagi pria yang menarik Lea keluar dari danau.

Pergerakan lembut dari jemari tangan Lea membuat pria itu bangun dari duduknya, segera menggenggam lembut tangan Lea. Dan perlahan, Lea membuka kedua matanya.

"Sudah sadar?"

Dahi Lea mengernyit tipis, kedua matanya kembali menutup sejenak untuk menyesuaikan cahaya di sekitar, kemudian kembali membuka kedua matanya. Segera mencari sumber suara yang terasa familiar baginya.

"Sam ..."

Lea mendesis lirih. Tangannya memijat pelipis saat ia bangun dari berbaring dengan gerakan tiba-tiba, melihat pergelangan tangannya yang terpasang jarum infus, dan saat itulah ia tersadar akan sesuatu. Keadaan yang sedang ia alami saat ini adalah hal yang ia alami lebih dari enam tahun lalu.

"Lea ...jangan terlalu banyak bergerak, kamu baru saja bangun."

Suara itu selembut beludru, kontras dengan suara tajam dan dingin yang terakhir kali ia ingat sebelum pria yang sama di depannya mencekik lehernya.

Sejenak, Lea mengangkat kedua tangannya dengan tatapan nanar, membuat gerakan mengepal terbuka beberapa kali, lalu tersenyum samar dengan mata berkaca.

"Aku benar-benar terlahir kembali ke enam tahun lalu ... Terima kasih, Tuhan ..." bisik hati Lea.

Lea masih diam. Matanya beralih mengamati pria di depannya yang dalam keadaan setengah basah. Otaknya berkerja cepat mengingat sesuatu yang tidak pernah ia lupa, ini adalah hari di mana dirinya tenggelam di danau enam tahun lalu dan sebelum dirinya tinggal bersama dengan Samuel. Tetapi juga menjadi hari di mana ia sudah kehilangan kedua orang tuanya.

Bodohnya, saat itu ia berpikir jika Samuel yang menjadi penyelamatnya. Ia baru sadar jika ada kepingan ingatan yang ia lupakan, ia sempat melihat sosok samar yang menjadi penyelamatnya dan itu bukanlah Samuel.

"Kenapa aku begitu bodoh," batin Lea menertawakan dirinya sendiri.

"Istirahatlah," Samuel berkata lembut, mengusap puncak kepala Lea dengan senyum yang dulu Lea kira tulus.

"Apakah ...kamu yang menyelamatkanku?" tanya Lea.

"Tentu saja," sahut Samuel tersenyum, sedikitpun tidak menangkap perubahan pada senyuman Lea. "Kamu menakutiku. Bagaimana kamu bisa jatuh ke danau? Hm?"

Lea tidak menjawab, ia berusaha untuk mengingat, namun ingatannya sebelum ia jatuh ke danau samar.

"Istirahatlah," Samuel mengulang ucapannya, membantu Lea kembali berbaring.

Tanpa mereka berdua sadari, di balik pintu ruang rawat tempat Lea berada, pria dewasa dengan pakaian setengah basah berdiri di depan pintu. Satu tangannya menggenggam tumbler berisi air hangat, sementara satu pria lain yang berdiri di sampingnya urung membuka pintu setelah melihat perubahan ekspresi bosnya.

Dia mencengkram kuat tumbler di tangannya, menghembuskan napas kasar, lalu melempar tumbler itu ke tempat sampah.

"Kembali ke markas," ujarnya dengan suara berat.

Pria yang selalu setia di sisinya mengangguk patuh. "Baik."

.

.

.

Di sebuah ruangan luas dengan pencahayan redup, Angkasa Kalvandra Costa, pria berusia di atas 30-an itu mengetuk jari telunjuknya ke meja mahoni dengan ketukan pelan, tetapi terasa seperti ketukan palu hakim yang siap memvonis hukuman terberat bagi tiga puluh orang yang kini berbaris rapi di depannya.

"Yang ingin saya sampaikan ... m-mengenai kuartal penjualan barang ... b-bukan tidak sesuai. T-tapi-..."

Pria paruh baya itu segera berhenti berbicara saat satu tangan Angkasa terangkat, membungkamnya tanpa bicara dan tidak memberi dirinya waktu untuk menyelesaikan apa yang ingin ia sampaikan. Dia adalah orang yang Angkasa percaya untuk mengelola salah satu perusahaannya yang selalu bekerja tanpa cela, tetapi kali ini membuat kesalahan. Dan Angkasa, tidak menyukai kesalahan.

Jari telunjuknya berhenti mengetuk, satu tangannya yang sebelumnya terangkat kini berada di dagu dengan posisi setengah mengepal, menatap pria paruh baya di depannya dengan tatapan bosan.

"Aku beri kau waktu satu malam. Bereskan masalahnya, atau enyah," ucap Angkasa santai seolah ia baru saja memesan secangkir kopi.

Pria paruh baya itu ternganga. Kata 'enyah' yang baru saja ia dengar bukanlah kata pengusiran, tetapi vonis antara hidup dan mati.

"T-Tuan Costa, tolong lihatlah sebentar grafik data-..."

"Apakah kau lebih menyukai gagasan tidak bisa melihat hari esok?" potong Angkasa datar, tanpa menatap lawan bicaranya.

Bibir pria paruh baya itu terkatup rapat. Bisa ia pastikan, satu kata lagi keluar dari mulutnya, nyawanya akan melayang detik itu juga. Pria berwajah dingin yang kini tengah duduk santai di kursi di hadapannya itu bukan pria yang akan tersenyum saat berbicara, melainkan mesin pembunuh yang dikenal sebagai 'Pembunuh tak berhati' di dunia bawah yang mampu menghilangkan nyawa seseorang tanpa berkedip.

Angkasa bangun dari duduknya, membalikkan badan dengan satu tangan masuk ke dalam saku celana.

"Bubar."

Tiga puluh orang yang sebelumnya berbaris rapi berhamburan keluar dari ruangan. Mengurungkan niat untuk menyampaikan masalah yang tengah mereka hadapi. Bagi mereka, menyelamatkan nyawa adalah hal terpenting. Dalam hitungan sepuluh detik, ruangan itu kosong, hanya menyisakan Angkasa bersama satu orang yang selau setia berada di sisi Angkasa: Marco.

"Tuan-..."

Satu tangan Angkasa terangkat, menghentikan ucapan Marco dalam sekejap.

"Aku ingin sendiri, laporkan padaku jika kau mendapatkan kabar tentangnya." ujar Angkasa, lalu melangkah pergi tanpa menoleh.

"Baik." Marco mengangguk patuh, pergi ke arah berlawanan setelah punggung bosnya menghilang dari pandangan.

Angkasa berdiri di balkon kamarnya, menatap rembulan yang bersinar menerangi pekatnya malam. Satu tangannya terangkat, mengeluarkan kalung berliontin cincin dengan batu safir di tengahnya dari balik pakaiannya, lalu tersenyum samar sambil menggumamkan satu nama yang berhasil menarik perhatiannya.

"Lea La Bertha."

. . .

. . .

To be continued...

1
Patrick Khan
lanjut
j4v4n3s w0m3n
lanjut ahhhh seruuu jgn lama kak upnya🤭👍
vania larasati
lanjut
Zhu Yun💫
Makanya jangan mata keranjang 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Angkasa kebakaran jenggot nggak tuh ntar kalau lihat ini 🤭🤭🤭
Zhu Yun💫
Yah jiwa kepo Vito meronta-ronta 🤭🤭🤣🤣
Dewi Payang
Akupun akan bereaksi sama jika jadi Thalia😂
Dewi Payang
Mantap Lea👍🏻
🌸Sakura🌸
wow
Zenun
Vito sangat mudah dijebak karena dia pemain wanita
j4v4n3s w0m3n
rayuan mematikan bener bener lea ngeri ngeri sedep🤣🤭👍
aku
si Lea ngeri2 sedep 🙄🙄
vania larasati
lanjut
Zhu Yun💫
Yakin akan melepasnya pergi nih 🤧🤧🤧 nanti anu loh 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Rugi kalau nggak bawa ke ranjang duluan, nanti nyesel loh 🤣🤣🤣🔥🔥🔥
〈⎳ FT. Zira: jangan ada anu dulu diantara kita🤧🤧
total 1 replies
Zhu Yun💫
Yang ada burung mu siap-siap dipotong iya 🤣🤣🤣
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan😭
total 1 replies
Zhu Yun💫
Angkasa mengalami reinkarnasi juga kah... /Slight//Slight//Slight//Slight/
〈⎳ FT. Zira: entahlah🤣🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
Kalau ingin naik ke atas ranjangmu dikasih ijin nggak 🤭🤭🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Maklum, Lea pengen ngintip kamu mandi 🤣🤣🤣✌️
Zhu Yun💫
Ya itu kan modusnya Angkasa juga 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!