NovelToon NovelToon
GOMA: THE REBORN

GOMA: THE REBORN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Action
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati di puncak gunung Goma justru terbangun di dasar neraka sebagai tengkorak rapuh tanpa daging. Demi kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan Goma mulai membantai iblis dan memangsa tubuh mereka. Setiap nyawa yang ia telan menumbuhkan otot serta kulit baru di atas tulangnya. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup namun tentang pendakian berdarah dari dasar jurang menuju singgasana para dewa yang telah menghina takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pondasi Yang Kokoh

Episode 6

Aku berdiri di atas sebuah bongkahan tulang raksasa yang sudah membatu di tengah tengah Rawa Sumsum. Aku mencoba untuk menggerakkan pinggangku ke arah kiri dan kanan secara bergantian. Berkat otot perut serta otot punggung bawah yang baru saja tumbuh hasil dari memangsa penjaga rawa tadi kini tubuhku terasa jauh lebih solid. Aku tidak lagi merasa seolah olah bagian atas dan bawah tubuhku akan terpisah saat aku melakukan gerakan mendadak. Kekuatan inti ini memberikan rasa percaya diri yang baru dalam setiap jengkal pergerakanku.

Keseimbangan ini sungguh luar biasa. Di dunia lama aku harus berlatih selama bertahun tahun untuk mendapatkan kekuatan otot inti seperti ini namun di sini aku hanya perlu memangsa mahluk yang tepat. Tapi harga yang harus kubayar adalah rasa sakit yang hampir membuat jiwaku gila.

Aku melihat ke arah bawah ke arah kaki tulang ku yang masih tampak sangat kontras dengan bagian atas tubuhku yang sudah mulai berdaging tebal serta berkulit abu abu. Bagian betis ke bawah masih berupa susunan kalsium yang kering tanpa ada bantalan sedikit pun. Saat aku melompat tadi benturan pada tulang tumitku terasa sangat keras serta menyakitkan karena tidak ada otot yang meredam tekanan tersebut.

"Kenapa kau diam saja di sana Goma. Apakah kau sedang menikmati pemandangan lumpur hitam yang membosankan ini."

Kharis terbang mendekat kemudian hinggap di atas bahuku. Ia tampak lebih tenang sekarang karena asap hijau beracun di sekitar kami mulai menipis seiring dengan embusan angin belerang yang datang dari arah pegunungan tulang di kejauhan.

"Aku sedang merasakan pondasiku Kharis. Bagian atas tubuhku sudah kuat namun kakiku masih terlalu rapuh untuk berlari jauh. Aku butuh otot betis yang lentur serta telapak kaki yang memiliki bantalan kulit tebal agar aku bisa bergerak senyap di atas permukaan apa pun."

Kharis mengangguk angguk seolah memahami apa yang sedang kupikirkan. "Kau benar. Di area selanjutnya yang akan kita lewati tanahnya tidak lagi berupa lumpur melainkan hamparan duri sumsum yang sangat tajam. Jika kau melewatinya dengan kaki tulang telanjang seperti itu maka kaki kakimu akan hancur sebelum kau sampai di seberang."

Aku menoleh ke arah hamparan rawa yang lebih dalam. Di sana aku melihat mahluk mahluk yang memiliki kaki kaki sangat panjang serta ramping. Mereka bergerak di atas permukaan lumpur dengan sangat cepat seolah olah mereka sedang meluncur di atas es.

[ SISTEM: MEMINDAI TARGET POTENSIAL UNTUK EVOLUSI KAKI ]

[ SISTEM: OBJEK TERDETEKSI: STILT WALKER DEMON ]

[ SISTEM: ANALISIS: MAHLUK MEMILIKI STRUKTUR TENDON ACHILLES YANG SANGAT ELASTIS SERTA OTOT BETIS YANG KUAT ]

[ SISTEM: LOKASI: 200 METER DI ARAH JAM DUA ]

Stilt Walker. Mahluk itu terlihat sangat cepat. Sebagai pendaki aku tahu bahwa kekuatan kaki bukan hanya tentang ukuran otot namun tentang seberapa elastis tendon yang menghubungkan otot dengan tulang.

"Kharis lihat mahluk dengan kaki panjang di sana. Aku ingin mengambil esensi dari kaki mereka."

"Oho itu adalah buruan yang sulit Goma. Mereka sangat peka terhadap getaran tanah. Jika kau mendekat dengan cara biasa maka mereka akan lari sebelum kau bisa menyentuh ujung kaki mereka."

Aku mulai menyusun strategi di dalam kepalaku. Aku teringat teknik pendakian siluman yang biasa kugunakan saat harus melewati jalur yang rawan longsor. Aku tidak akan mendekati mereka dari bawah namun aku akan menggunakan dahan dahan pohon tulang yang melengkung di atas rawa ini untuk melakukan serangan dari udara.

"Aku akan memanjat pohon tulang itu kemudian menunggu mereka lewat di bawahku. Kau harus memancing salah satu dari mereka agar mendekat ke arah pohon ini."

Aku mulai bergerak dengan sangat pelan merangkak menuju batang pohon tulang yang paling dekat. Tangan berototku mencengkeram permukaan tulang yang kasar dengan sangat kuat. Dengan bantuan otot perutku yang baru aku bisa menarik tubuhku ke atas dengan sangat ringan tanpa menimbulkan suara gesekan yang berarti.

Krak.

Suara kecil dari dahan yang kupijak membuatku berhenti sejenak. Aku mengatur posisi kakiku agar beban tubuhku terbagi rata. Aku naik semakin tinggi hingga mencapai ketinggian sekitar sepuluh meter di atas permukaan lumpur rawa. Di sini aku bisa melihat pergerakan Stilt Walker itu dengan lebih jelas. Mahluk itu memiliki empat kaki yang sangat panjang dengan tubuh yang kecil di bagian atas. Mereka terlihat seperti laba laba namun dengan anatomi yang lebih menyerupai mamalia pelari.

"Sekarang Kharis. Lakukan tugasmu."

Kharis terbang melesat menuju kawanan mahluk tersebut. Ia mulai mengeluarkan kilatan cahaya ungu dari matanya serta menjatuhkan beberapa batu kecil ke arah yang berlawanan dengan posisiku. Salah satu Stilt Walker yang berukuran paling besar merasa terganggu serta mulai bergerak menuju arah gangguan tersebut yang kebetulan akan melewati bawah pohon tempatku bersembunyi.

Mendekatlah sedikit lagi. Aku hanya butuh satu kesempatan untuk mengunci kaki kakimu.

Saat mahluk itu berada tepat di bawah dahan tempatku berdiri aku melepaskan peganganku. Aku terjun bebas dengan posisi tangan menjulur ke depan. Aku menggunakan seluruh berat badanku untuk menekan mahluk itu ke dalam lumpur.

Brak.

Kami berdua terperosok ke dalam lumpur hitam yang kental. Aku segera menggunakan tangan kananku untuk mencengkeram salah satu kaki belakang mahluk itu sementara tangan kiriku menusukkan belati kristal ke arah pangkal pahanya.

"Sssshhhhrrrkkkk!"

Mahluk itu menjerit dengan suara yang sangat melengking serta mencoba menendangku menggunakan kaki kakinya yang lain. Tendangannya sangat kuat mengenai bahuku hingga aku merasakan tulang selangkangku hampir retak. Namun aku tidak melepaskan cengkeramanku. Aku tahu jika aku melepaskannya sekarang maka mahluk ini akan lari serta aku tidak akan pernah bisa menangkapnya lagi.

[ SISTEM: TARGET BERHASIL DIKUNCI ]

[ SISTEM: MEMULAI EKSTRAKSI TENDON DAN JARINGAN OTOT BETIS ]

[ SISTEM: PROSES ASIMILASI DIMULAI ]

Aku mulai menggigit bagian betis mahluk itu yang penuh dengan urat urat kuat. Rasa esensi yang masuk ke dalam mulutku terasa sangat kenyal serta penuh dengan energi yang meledak ledak. Cairan esensi itu mengalir turun dari leherku menuju ke arah kedua kakiku yang masih berupa tulang.

"Aaakh. Rasanya seperti ada kabel baja yang sedang dipaksa masuk ke dalam kakiku."

Aku mengerang merasakan penderitaan yang luar biasa. Aku bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana jaringan syaraf merah di betis tulang ku mulai dilapisi oleh serat otot yang sangat panjang serta kuat. Tak hanya itu di bagian tumitku mulai tumbuh tendon yang sangat tebal menyambungkan otot betis baru itu dengan tulang tumitku.

"Tahan Goma. Jika kau melepaskannya sekarang maka kakimu akan cacat selamanya."

Aku terus menghisap esensi mahluk itu sampai ia tidak lagi bergerak. Cahaya di mata kuning Stilt Walker itu perlahan lahan padam menunjukkan bahwa ia telah mati sepenuhnya. Lumpur di sekitar kami mulai mendidih karena energi evolusi yang terpancar dari tubuhku.

[ SISTEM: EVOLUSI TAHAP 5 DIMULAI ]

[ SISTEM: PEMBENTUKAN OTOT GASTROCNEMIUS DAN TENDON ACHILLES SELESAI ]

[ SISTEM: PEMBENTUKAN BANTALAN KULIT PADA TELAPAK KAKI SEDANG BERJALAN ]

Rasa sakitnya mulai berganti dengan rasa hangat yang sangat nyaman. Di bagian telapak kaki tulang ku sekarang mulai tumbuh jaringan lemak yang sangat tebal serta dilapisi oleh kulit abu abu yang kasar serta memiliki daya cengkeram yang sangat kuat. Sekarang aku sudah memiliki kaki yang lengkap dari paha hingga telapak kaki. Seluruh bagian bawah tubuhku kini sudah tertutup oleh daging serta kulit.

[ SISTEM: SINKRONISASI JIWA MENINGKAT 15 % ]

[ SISTEM: ANDA TELAH MEMPEROLEH KEMAMPUAN: BURST DASH (LARI CEPAT SESAAT) ]

Aku berdiri di atas lumpur rawa tersebut. Keajaiban terjadi. Aku tidak lagi tenggelam ke dalam lumpur. Berkat bantalan kaki yang baru serta distribusi berat badan yang sempurna dari otot perutku aku bisa berdiri di atas permukaan lumpur yang tidak stabil ini dengan sangat seimbang.

"Lihat Kharis. Aku bisa berdiri di atas lumpur."

Aku mencoba melakukan satu langkah cepat ke depan.

Wusss.

Tubuhku melesat maju sejauh lima meter dalam sekejap mata. Kecepatan ini sangat luar biasa jauh melampaui kemampuan lariku saat aku masih menjadi manusia di Bumi. Aku merasa seolah olah kakiku memiliki pegas yang bisa melontarkanku ke mana pun aku mau.

"Luar biasa Goma. Sekarang kau bukan lagi seekor kura kura yang lambat. Kau sudah menjadi pemangsa yang sebenarnya di rawa ini."

Kharis terbang mengelilingiku dengan penuh kegembiraan. Aku melihat ke arah tanganku. Hampir seluruh tubuhku sekarang sudah tertutup daging dan kulit abu abu yang kuat. Hanya bagian wajah dan leherku yang masih memperlihatkan struktur tengkorak meskipun sudah mulai tertutup oleh jaringan otot tipis di beberapa bagian.

Ibu Widya sekarang aku sudah bisa berlari. Aku akan berlari menembus semua rintangan ini untuk bisa sampai ke depan pintu panti asuhan kita.

Aku menatap ke arah depan di mana daratan yang padat mulai terlihat di balik kabut rawa. Di sanalah letak wilayah tengah Gehenna tempat mahluk mahluk yang memiliki esensi kulit dan organ dalam yang sempurna berada. Aku sudah tidak sabar untuk menelan mereka semua serta menyempurnakan wujudku.

"Ayo Kharis. Kita tidak punya banyak waktu. Aku ingin mencoba kekuatan kaki baruku ini di daratan yang lebih keras."

Aku mulai berlari di atas permukaan rawa tersebut. Setiap langkahku menciptakan riak kecil di atas lumpur hitam namun aku tidak pernah tenggelam. Goma sang pendaki kini telah memiliki kaki iblis yang mampu menantang maut. Aku sedang berlari menuju tujuanku serta tidak ada satu pun dewa atau iblis yang bisa menghentikan langkahku yang penuh dengan dendam ini.

Dunia ini mungkin ingin aku merangkak namun aku akan menunjukkan kepada mereka bahwa aku bisa berlari lebih cepat daripada takdir itu sendiri. Aku adalah Goma dan perjalananku menuju puncak baru saja dimulai dengan langkah kaki yang sangat kokoh.

1
diy
hadir thor🤭
diy
tetap semangat 💪
M Agus Salim: siap💪
total 1 replies
diy
hmmm menarik☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semakin menarik ☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
dibanyakin dong bab nya hehe 🤭
diy
semangat author💪
M Agus Salim: selalu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!