" Kamu diam apa karna kamu sudah tau.???"
Smp Nusa Jaya menjadi sekolah pertama yang menghantar dito pada kehidupan supranatural nya, terkadang diam bukan selalu menjadi hal baik.
kejadian dan misteri sekolah perlahan lahan terungkap ketika sosok yang selama ini berdiam diri mulai menebarkan teror dan ganguan nya, hanya mereka yang terbiasa dengan kesunyian yang bisa tau siapa dirinya.
apakah yang terjadi di balik sekolah itu?? apa tujuan dan maksud dari teror mencekam itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perempuan bergaun putih
" kamu tau kenapa kamu diam.????"
...----------------...
setelah melewati MOS selama 3 hari, akhir nya murid kelas 7 resmi mengikuti kegiatan belajar di SMP Nusa Jaya, Dito masuk di kelas 7.B ia duduk di bangku paling belakang pojok
tidak ada teman sebangku atau teman ngobrol nya, selama di sekolah ini dito tidak banyak bergaul ia tipikal anak pendiam. Tidak berani memulai obrolan dengan siapa pun, ketika tidak ada yang mengajak nya mengobrol dia memilih diam dan menggambar di bukunya.
Sudut matanya kembali menangkap sosok siswi yang pernah ia lihat saat mengikuti MOS, tidak ada perubahan dengan ekspresi siswi itu terlihat diam dan penuh dengan tatapan kosong.
Entah kenapa dito merasa terusik dengan sosok siswi itu, ia merasa siswi ini terlalu aneh. Sependiam apapun diri nya setidaknya dia punya eskpresi tapi siswi itu tidak hanya muka datar dan tatapan kosong.
pelajaran pertama pun di mulai, pelajaran pertama adalah bahasa inggris. Semua siswa mencatat dan mendengarkan kosakata yang sedang di jelaskan oleh guru di depan,
Krekkkkkkk
Dito mulai terganggu dengan suara siswi di pojok itu, ia pun menoleh ke arah siswi itu dengan mata nya ia melihat siswi tersebut mencakar cakar meja nya dengan tangan kuku kukunya mengelupas akibat cakaran keras di meja kayu itu.
Ia menarik nafas dalam-dalam suara itu terasa ngilu di tambah pemandangan jari kuku kuku yang terus mengelupas dari jari siswi itu darah mengalir dengan deras dito berlari ke arah meja itu dan langsung menarik tangan itu.
" dito Prasetya ada apa.???" guru yang melihat tingkah aneh dito pun menegur nya
Semua mata mengarah padanya, nanum siswi yang ia pegang tangan nya itu hanya diam saja, terasa sengat dingin sekali seolah tidak ada darah yang mengalir di lengan nya.
" apa kamu sakit, kamu terlihat pucat sekali.??" ucap guru itu lagi seraya berjalan ke arah dito
" tidak apa-apa bu!!" ucap dito pelan ia menunduk serasa tubuh nya lemas pandangan nya mulai kabur dan perlahan lahan mengelap seketika.
......................
sosok laki-laki mengenakan seragam dinas guru berjalan dengan tergesa-gesa menuju uks, " bagaimana ini pak??"
Pria lain dengan tatapan nanar berusaha terlihat tenang saat rekan di depan nya tampak panik, " kita harus segera bertindak sebelum semua nya ketahuan!!" ucap pria itu dengan tatapan mantap
" bagaimana cara kita menyembunyikan nya, kata mbah ia harus segera di bawa dari sini ke tempat mbah sebelum menjadi petaka nanti nya!!" ucap pria lain nya
" tapi dia masih bisa di selamatkan bukan!! " ucap pria dengan tatapan nanar itu lagi
" jika kamu berani melakukan nya jangan lupa yang hancur bukan hanya kamu tapi juga keluarga ini!!" ucap pria lain nya lagi
Pranggggg
Suara piring jatuh membuat suasana menjadi tegang, di tempat nya dito hanya berdiri mematung tanpa tau harus berbuat apa.
Dirinya sekarang entah berada di mana, suasana tampak remang dan mencekam. Dua orang guru di depan nya yang sedang berbincang seolah terasa asing.
Sebenarnya dimana ia sekarang, sosok wanita bergaun putih yang berjalan dari lorong gelap di ujung sana perlahan mendekat kearahnya, dito panik dan ingin lari namun kaki nya terasa sangat kaku.
" tolong sayaaaaa!!!!"
......................
Dengan keringat yang membasahi tubuhnya dito terbangun dari pingsan nya, dengan nafas yang masih terengah-engah ia menatap di sekeliling.
Ternyata ia berada di Uks, ia tadi seperti nya pingsan dan di bawa oeh teman sekelasnya di sini.
" kamu baik-baik saja.??" seorang guru yang terlihat ramah tersenyum kearahnya sembari memeriksa suhu tubuh nya.
Name tag yang tertera di baju guru itu bertuliskan " GRACIA DWINATA S.PD."
" saya hanya merasa sedikit lemas bu!!" ucap dito sembari menatap wajah guru nya
" ya sudah kamu tunggu sebentar ya, ibu mau ambilin obat dan roti dulu.!!" bu grace berjalan meninggalkan ruangan uks itu
Dito kini sendirian berada di ruangan itu, ia membaringkan tubuhnya yang terasa lemas. matanya hanya menatap langit-langit di ruang uks itu. Pikiran nya kini entah kemana
Semenjak ia masuk di smp ini kejadian dan hal aneh kerap kali ia rasakan, sebelum nya ia tidak pernah mengalami kejadian ini sebelumnya dimana pun dia berada. Namun kenapa di sekolah ini terasa sangat jauh berbeda
Seperti ada aura gelap yang begitu pekat memenuhi seluruh sekolah ini, bahkan sekolah ini terasa begitu mencekam tidak seperti sekolah seperti biasanya. Entah apa yang ada di balik sekolah ini
Di sebelah nya ada kasur yang hanya di halangi oleh kain putih , namun cahaya matahari masih bisa masuk melalui celah jendela kaca di atas kepala nya. Seperti ada sosok bayangan seseorang di balik tirai putih itu.
Sosok perempuan mengenakan gaun, hanya duduk diam sembari menunduk ke bawah. Dito tidak melihat begitu jelas sosok itu karna tertutup kain putih di depan nya.
Mungkin ada orang lain selain diri nya di sini, bu grace masuk keuruangan sembari membawa roti dan segelas air putih. Ia tersenyum ke arah dito
" ayo silahkan di minum, setelah itu makan rotinya!!" bu grace tampak begitu ramah dan telaten mengurus siswa nya.
" kamu anak kelas 7 ya.??" ucap bu grace kepada dito
" iya bu, saya anak kelas 7.B !!" ucap dito
" oh, pantesan muka mu tampak asing. " bu grece tersenyum dengan manis kearah dito
" saya grace pengurus uks ini dan bertanggung jawab membantu siswa yang sakit selama kegiatan belajar di sekolah. Kamu bisa panggil saya bu Grace!!"
" sebelum nya nama kamu siapa.??"
" saya Dito Prasetyo bu, ibu bisa panggil saya dito."
" baik nak dito, apa kamu sudah merasa baikan??" ucap bu grace dengan ramah
" sudah bu, bu apa ada orang di sebelah itu !!" tunjuk dito kearah sebrang yang tadi ia melihat ada sosok perempuan bergaun itu
Bu grace mengerutkan keningnya nya dengan ekspresi heran, ia segera membuka tirai penghalang namun di sana kosong tidak ada siapapun.
Dito tercengang, ia ngak mungkin salah lihat tadi bahwa ada orang lain selain diri nya. Dan itu jelas jelas sosok perempuan mengenakan gaun karna bayangan itu ngak mungkin ia salah lihat mata nya masih bagus dan ngak mungkin salah.
" ngak ada siapa-siapa kok, apa mungkin kamu salah lihat karna kamu kecapean "
" ya sudah kamu lanjutin istirahat, ibu mau keluar dulu"
" tidak bu, saya sudah baikan saya mau balik ke kelas saja saya takut ketinggalan mata pelajaran."
" kamu yakin??"
" iyah bu, saya sudah baikan kok"
" ya sudah, apa kamu perlu ibu antar ke kelas mu??"
" tidak usah bu, saya bisa sendiri kok"
Setelah pamit dengan bu Grace, dito bejalan menuju kelas nya. Ia merasa tak nyaman jika harus berada di ruangan uks itu sendirian, ia merasa sekolah ini memang tidak sesederhana itu.