NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Married

Empat tahun menikah termasuk lama untuk menjadi pasangan yang selama ini pura-pura menjadi baik di sorotan kamera. Kang Youngha, seorang pengusaha muda yang terkenal menikah dengan Jang Dohee, seorang pengusaha wanita muda juga yang terkenal cantik, elegan. Mereka menikah karena perjodohan keluarga yang sudah ditetapkan dari awal, tetapi hubungan itu sudah mulai merenggang saat Youngha pergi meninggalkan perusahaan dan menjadi Perwira Angkatan Laut secara tetap setelah mengikuti wajib militer. Sebelum berangkat ke markas untuk menetap, Youngha bertengkar hebat dengan Ayahnya. Pada akhirnya, komunikasi yang dia punya sampai pengaruh ke hubungan pernikahan mereka.

Setiap ada acara, Youngha tetap hadir sebagai suami Jang Dohee. Tetapi mereka melakukan sebuah akting yang sangat bagus seolah-olah tak ada masalah di rumah tangga mereka, semenjak itu Dohee juga sudah mengajaknya berbicara baik-baik tapi Youngha pikir dia membela Ayah mertuanya jadi komunikasi berhenti semenjak itu. Dohee memutuskan untuk pisah ranjang dan pindah ke tempat tidur lain, awalnya Dohee merasa sedih. Setiap hari dia tak lupa memasakkan untuk suaminya tanpa diketahui oleh Youngha. Sudah empat tahun berlalu, Ibu Youngha ingin mempunyai cucu dengan segera dari keluarga kecil Kang Youngha.

Tapi dengan keadaan yang tak mungkin, Dohee menyabarkan ibu mertua dan mereka berpura-pura lagi berhubungan baik di depan ibunya. Untuk pertama kali setelah permasalahan itu, Dohee mengajak mengobrol dan mencoba meminta maaf. Dohee yang malang, Youngha tetap tidak menerima permintaan maafnya itu dan malah semakin dingin setiap harinya. Dohee setiap malam jadi peminum anggur, paginya minum obat pengar. Siklus itu berlangsung selama berminggu-minggu, setiap hari Youngha pulang dari markas, masuk kerumah dia melihat Dohee yang tertidur di atas meja makan ditemani dua botol anggur.

Pada suatu hari, Dohee mencoba berjalan ke arah kamarnya untuk tidur, dengan keadaan kesadaran yang terbatas. Tapi dia malah salah jalan, dia masuk ke dalam kamar Youngha. Youngha yang baru pulang dari markas itu membiarkannya, Dohee melempar badan di tempat tidur milik Youngha. Youngha masuk ke dalam kamar lalu melihat Dohee yang tidur berantakan, saat itu juga Dohee mengigau.

“Kang Youngha?! Kenapa kau masih tidak mau memaafkan ku? Padahal aku sudah rela melepaskan Kang Grup demi membelamu di depan Ayah! Aku juga sudah meluruskan permasalahan mu kepada Ayah! Ahhhh susah sekali!” omel Dohee sambil mengacak-acak rambutnya,

Youngha menghela nafas, dia langsung membenarkan Dohee yang berantakan itu. Pada saat memegang punggung Dohee, dia berhenti dan seragam bagian kerahnya di tarik oleh Dohee sampai wajah mereka bertemu.

“Hey, Kang Youngha. Aku ingin punya anak laki-laki darimu, apapun itu terserah kau ingin menjadi prajurit atau manusia biasa aku tetap ingin menjadi ibu dari anakmu” ujar Dohee dengan nada melantur,

Youngha menatap kedua mata Dohee lalu menyingkirkan beberapa helai rambut yang ada di wajah Dohee. Wajah mereka semakin mendekat hampir saja bibir mereka bertemu,

“Hah, percuma saja jika kamu tak sadar” ujar Youngha pelan sedikit menghela nafas, lalu menaruh Dohee di atas bantal kemudian dia tidur di sebelah Dohee.

Pagi buta datang,

Dohee membuka kedua matanya, dia tak sadar kalau masih di tempat tidur Youngha. Tak lama dari itu, dia langsung terkejut dan menatap Youngha yang masih memejamkan mata. Dohee mencoba bergerak sedikit untuk keluar dari pelukan Youngha, tapi Youngha malah mengeratkan pelukan itu. Dohee mencoba memejamkan matanya kembali, Youngha membuka kedua matanya lalu menatap Dohee.

“Mau pergi kemana? Pagi-pagi?” tanya Youngha,

Tak ada jawaban, padahal Youngha tahu Dohee sudah bangun sedari awal. Tak lama, dia langsung mencium bibir Dohee. Terkejut, kedua matanya langsung membuka dengan lebar. Kedua mata Youngha yang sayu itu menatap Dohee, lalu dia melepaskan ciumannya.

“Sudah bangun?” tanya Youngha datar,

“Mmm... Sudah” jawab Dohee ketahuan sambil melihat kebawah dengan wajah terkejut sedikit bingung,

“Bagaimana kabarmu?” tanya Youngha,

“Agak baik” jawab Dohee,“Dari kapan aku disini?” tanya Dohee memberanikan diri untuk menatap kedua mata Youngha yang sayu,

“Berhenti minum alkohol, anggur setiap hari akan membuatmu terkena penyakit. Aku tak sanggup merawat jika kau sakit” jawab Youngha sedikit menasehati Dohee,

“Iya” jawab Dohee melihat ke arah bawah dengan wajah bersalah,

“Jang Dohee, apa kamu benar-benar meluruskan masalahku pada Ayah?” tanya Youngha tiba-tiba,

“Gawat, aku kemarin tak sadar” batin Dohee dengan segera menatap kedua mata Youngha terkejut,

“Hmm?” tanya Youngha dengan suara rendah yang berat itu,

“A-aku... Hanya menenangkan Ayah sedikit” jawab Dohee gugup,

“Menenangkan? Sedikit?” tanya Youngha satu alisnya naik sambil menatap Dohee,

“Iya, tapi Ayah kemarin sangat merindukanmu” jawab Dohee yang masih menatap mata Youngha sambil memastikan dia tak marah.

Suasana menghening sejenak,

“Bohong” ujar Youngha dingin lalu segera melepaskan pelukannya dan duduk di tepi tempat tidur,

“Aduh, sial!” batin Dohee,

“Aku tak bohong, aku bersumpah akan mencium mu jika itu benar” gerutu Dohee langsung bangun,

“Lalu? Bagaimana caranya kau membuktikan itu?” tanya Youngha sambil memutar balik badannya ke arah Dohee yang ada di belakang.

Dohee langsung cepat menempelkan bibirnya ke bibir Youngha, alih-alih mengecup tapi lama. Kemudian Dohee melepaskan kecupan itu, Youngha menelan ludahnya sambil menatap kedua mata Dohee yang cantik itu meskipun bangun dari tidur. Youngha langsung menaikkan kedua kakinya dan mencium bibir Dohee dengan memakannya sampai Dohee tidur terlentang di tempat tidur, Youngha memejamkan kedua matanya lalu tangannya diatas menggenggam tangan Dohee. Setelah itu, dia melepaskan ciumannya.

“Kembalilah tidur bersamaku nanti malam, mari kita punya anak. Maafkan aku sudah mendiamkan mu selama empat tahun” bisik Youngha, lalu dia turun dari tempat tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi.

Dohee yang masih terlentang di tempat tidur itu,

“Apa yang sudah kulakukan?” tanyanya bergumam sambil menutup mulut dengan tangan.

Dohee segera beranjak dari tempat tidur kemudian membersihkan badan dan langsung pergi ke dapur. Youngha menyandarkan badannya ke tembok sambil melihat Dohee memasak, terkejut saat memutar balik ke arah Youngha. Dohee langsung mengangkat alisnya,

“Ada apa kak?” tanya Dohee,

“Tidak, aku hanya ingin melihat saja” jawab Youngha kali ini ramah,

“Apa kamu setiap hari begini?” tanya Youngha lalu melipat kedua tangannya di dada,

“Sebentar, kenapa kerahnya miring?” tanya Dohee menatap daerah leher Youngha alih-alih tidak menjawab pertanyaan,

Dohee menaruh sendok lalu menghampiri dan membenarkan kerah Youngha yang sedikit melipat tidak rapi, Youngha yang menatap Dohee langsung memegang bagian belakang pinggangnya kemudian memojokkan di tembok.

“Apa kamu setiap hari memasak untukku? Kemana perginya pelayan rumah?” tanya Youngha,

“Aku tidak memperbolehkan semuanya memegang dapur kecuali Bibi Hwang” jawab Dohee yang masih membenarkan lipatan kerah seragam Youngha,

“Kenapa kamu masih mengurus semuanya?” tanya Youngha penasaran,

“Semenjak kamu alergi, aku mempelajari seluruh masakan yang tidak mengandung seafood, termasuk menghindari telur” jawab Dohee,

“Darimana kamu tahu aku alergi?” tanya Youngha,

“Kamu suami—” jawab Dohee terputus,

Youngha mencium bibir Dohee.

Dohee yang awalnya memejamkan matanya lalu teringat dan membuka kedua matanya lebar, dia mencoba untuk melepas ciumannya tetapi Youngha tidak melepaskannya.

“Nyonya Kang!” panggil Bibi Hwang yang suaranya terdengar arah masuk,

“Iya bibi Hwang!” timpal Dohee nadanya agak meninggi dia mencubit pipi Youngha sebelah kanan,

“Jangan lupa nanti malam” bisik Youngha,

“Kamu lupa? Hari ini jadwal mu jaga” jawab Dohee,

“Ada pengganti kenapa tidak pakai itu?” tanya Youngha,

“Ish” ucap Dohee sambil menghantam pelan perutnya,

“Nyonya, bagaimana kalau pakai air ini?” tanya Bibi Hwang,

“Iya bi, pakai ini saja” jawab Dohee,

“Nyonya Kang, biar saya yang menyajikan anda pergi ke meja makan dulu dengan Tuan Kang” suruh Bibi Hwang terkejut saat melihat Youngha berhadapan dengan Dohee,

“Hm? Kenapa tiba-tiba sekali, Bi?” tanya Dohee bingung,

“Tuan Kang sudah menunggu Anda” jawab Bibi Hwang lalu sedikit membungkukkan badannya,

Dohee menghela nafas lalu menghampiri Youngha dan mengajaknya pergi ke meja makan. Usai mereka sarapan, jam menunjukkan pukul 6 pagi tepat Youngha sudah di depan diantarkan Dohee dan belakangnya diikuti dengan Bibi Hwang,

“Aku berangkat, jangan lupa istirahat” ujar Youngha sambil memegang lengan atas Dohee,

“Iya, kalau sudah datang di markas jangan lupa kirim pesan padaku ya” jawab Dohee.

Youngha mulai berjalan meninggalkan Dohee, dari tengah jalan dia berhenti dan memutar balik ke arah Dohee lagi. Youngha memegang leher Dohee lalu mencium bibirnya, Bibi Hwang dan junior Youngha langsung mengalihkan pandangan pada yang lain.

“Aku pulang cepat, tidak usah memasak ya hari ini” ujar Youngha setelah melepas bibir Dohee,

“Iya sayang” jawab Dohee lembut,

“Kita pergi makan malam, dandan yang cantik untukku” bisik Youngha lagi,

Dohee tersenyum sambil memegang kedua leher Youngha, lalu dia mengecup kening Dohee dan berjalan meninggalkan Dohee kemudian naik ke dalam mobil. Dohee melambaikan tangan,

“Bibi Hwang, kira-kira Kang Youngha kenapa ya jadi begitu?” tanya Dohee agak bingung,

“Mungkin Nyonya sudah melakukan hal yang bisa menyentuh hati Tuan Kang?” tanya Bibi Hwang kembali,

“Bibi, tapi apa mungkin pas waktu salah kamar aku minta putra darinya?” tanya Dohee,

“Hmm... Bisa jadi” jawab Bibi Hwang,

“Bibi, aku bisa gila kalo begini” ujar Dohee,

“Hahaha, Nyonya Kang itu keputusan yang bagus saat meminta jatah kepada Tuan Kang” jawab Bibi Hwang yang diikuti dengan tawa kecilnya.

Bibi Hwang tertawa saat mendengarkan Dohee berbicara tentang sifat Kang Youngha hari ini, Dohee mencoba untuk mengingat kejadian semalam. Sayangnya, dia benar-benar lupa mengingat kalimat demi kalimat yang dia lontarkan pada malam hari itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!