NovelToon NovelToon
In Umbra Penitentiae

In Umbra Penitentiae

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Kehadiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun seharusnya membawa kebahagiaan. Namun tidak bagi keluarga itu. Kedatangannya sebagai anak yang tak pernah diharapkan perlahan menghancurkan keharmonisan yang selama ini terlihat sempurna. Sejak kecil ia tumbuh di tengah tatapan benci, kasih sayang yang setengah hati, dan kehidupan yang seolah tak pernah berpihak padanya.

Semakin dewasa, ia mencoba mencari tempat untuk pulang—melalui mimpi, cita-cita, dan cinta yang diyakininya mampu memperbaiki semuanya. Tetapi hidup kembali mempermainkannya. Harapan yang ia bangun perlahan runtuh, meninggalkan penyesalan, luka, dan kenyataan bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk mendapatkan akhir bahagia.

Di balik semua itu, ia hanya ingin satu hal sederhana: diterima sebagai manusia, bukan kesalahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Kedatangan yang Tak Diinginkan

Hujan turun membasahi malam kota Jakarta ketika sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gerbang megah kediaman keluarga Raespati. Cahaya lampu taman memantulkan kilau dingin pada lantai marmer halaman rumah yang selama ini dikenal sempurna di mata banyak orang.

Di dalam rumah itu, kebahagiaan sedang memenuhi setiap sudut.

Lavanya Anasera Raespati duduk di ruang keluarga sambil mengusap perutnya yang mulai membesar. Kandungannya sudah memasuki bulan kelima. Sesekali senyum kecil muncul di wajah cantiknya saat Damar Ragnala Raespati—putra pertamanya yang baru berusia enam tahun—sibuk menunjukkan gambar keluarga yang baru saja ia buat.

“Ayah, bunda, Damar… sama adik bayi,” ucap Damar polos sambil memperlihatkan crayon berantakan di kertas putih.

Lavanya terkekeh pelan lalu mengusap kepala putranya.

“Pintar sekali anak bunda.”

Tak jauh dari sana, Damir Rendra Raespati berdiri dengan kemeja hitam yang lengannya tergulung hingga siku. Wajahnya terlihat dingin dan tegas, sangat berbeda dengan pria hangat yang sedang menemani keluarganya malam itu.

Saat ini Damir masih menjadi tangan kanan Mahatma Akash Sadipta—orang paling berpengaruh sekaligus paling disegani di Dubai. Ia belum mengambil alih perusahaan keluarga Raespati, karena hidupnya masih sepenuhnya berada di bawah bayang-bayang dunia Mahatma. Dunia yang penuh kuasa, uang, dan rahasia gelap.

Dan satu dari rahasia itu datang malam ini.

Suara bel rumah berbunyi.

Seorang pelayan segera membukakan pintu, lalu tampak seorang wanita berdiri di tengah hujan dengan seorang anak perempuan kecil di sampingnya. Anak itu mengenakan gaun putih kusam sambil memeluk boneka kelinci usang di tangannya. Rambut hitam panjangnya sedikit berantakan, sementara matanya yang bulat menatap rumah besar itu tanpa ekspresi.

Damir yang baru saja hendak menaiki tangga langsung berhenti.

Napasnya tercekat sesaat.

“Alana…” lirihnya pelan.

Lavanya menoleh bingung.

“Kamu kenal dia?”

Wanita itu melangkah masuk tanpa memedulikan tatapan semua orang di rumah tersebut. Tatapannya lurus tertuju pada Damir, penuh luka yang selama bertahun-tahun dipendam sendirian.

“Aku datang bukan buat minta belas kasihan.” Suaranya dingin. “Aku cuma mau menyerahkan tanggung jawab yang selama ini kamu abaikan.”

Anak kecil di sampingnya menggenggam ujung dress Alana pelan.

“Ma…” bisiknya lirih.

Damir mengepalkan tangannya kuat-kuat. Tatapan anak itu membuat dadanya terasa sesak. Mata hazel itu terlalu mirip dengannya.

“Namanya Dariela Atlanna Zavira Raespati,” ucap Alana tajam. “Anak kamu.”

Suasana rumah seketika membeku.

Lavanya terdiam dengan wajah pucat.

Damar yang tidak mengerti apa-apa hanya memandang ayahnya bingung.

Sedangkan Damir merasa dunianya runtuh dalam hitungan detik.

Tujuh tahun lalu, saat masih menjadi tangan kanan Mahatma Akash Sadipta, Damir menghadiri sebuah pesta besar di club mewah Dubai untuk menggantikan Mahatma yang tidak bisa datang. Saat itu Mahatma memilih tetap berada di rumah sakit menemani istrinya, Lilika Ayana Sadipta, yang sedang berjuang melahirkan anak mereka.

Malam itu seharusnya menjadi malam biasa.

Sampai Damir bertemu Alana Valeska.

Alkohol, emosi, dan kekacauan membuat satu malam itu berubah menjadi kesalahan terbesar dalam hidupnya. Dan dari kesalahan itulah Dariela lahir.

Namun Damir tidak pernah tahu keberadaan anak itu.

Sampai malam ini.

Dariela menatap Damir tanpa rasa takut. Tetapi di matanya tidak ada cahaya seperti anak kecil seusianya. Yang ada hanya kehampaan… seolah hidup terlalu sering menyakitinya.

“Aku sakit.” Kali ini suara Alana melemah. “Dan aku nggak punya banyak waktu buat ngurus dia.”

Damir menelan ludahnya kasar.

“Kenapa baru sekarang?”

Alana tertawa kecil, pahit.

“Karena aku terlalu bodoh buat percaya kalau suatu hari nanti kamu bakal nyari kami.”

Hening.

Hanya suara hujan yang terdengar memenuhi rumah besar itu.

Lavanya perlahan berdiri sambil menahan gemetar. Sebelah tangannya memegang perutnya yang membesar.

“Jadi… selama ini kamu punya anak lain?” suaranya bergetar pelan.

Damir tidak mampu menjawab.

Dan malam itu menjadi awal dari hancurnya kehidupan keluarga Raespati yang selama ini terlihat sempurna.

1
Agus Tina
bagus ceritanya ...
wulaniii: makasih kak like dan komen yah 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!