NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan di Lantai Atas

Lantai empat puluh gedung Aditama Group selalu terasa lebih dingin dari bagian gedung lainnya. Bukan karena sistem pendingin ruangannya yang bermasalah, melainkan karena aura dari pria yang menduduki takhta di sana. Kenzo Aditama, seorang pria dengan garis rahang tegas dan tatapan mata seajam silet, sedang menatap tumpukan berkas di mejanya dengan dahi berkerut.

"Tiga menit," desis Kenzo tanpa mengalihkan pandangan dari jam tangan mewahnya. "Dia terlambat tiga menit."

Bagi Kenzo, waktu adalah segalanya. Baginya, keterlambatan adalah bentuk penghinaan terhadap profesionalisme. Sudah tiga asisten pribadi ia pecat dalam kurun waktu satu bulan karena alasan yang sama: tidak mampu mengimbangi ritme kerjanya yang gila.

Tepat saat Kenzo hendak menekan tombol interkom untuk membatalkan sesi wawancara, pintu ruangan terbuka. Seorang gadis masuk dengan napas sedikit tersengal, namun wajahnya tetap berusaha menampilkan senyum ramah. Ia membawa nampan berisi enam cup kopi—pemandangan yang sangat tidak biasa bagi seorang pelamar kerja.

"Maaf, Pak Kenzo. Saya terlambat karena harus memastikan pesanan kopi ini sampai dalam suhu yang tepat," ucap gadis itu dengan nada suara yang tenang, hampir tidak terdengar ketakutan sama sekali.

Kenzo mendongak, matanya menyipit. "Siapa kamu? Dan kenapa kamu membawa kopi ke ruang wawancara saya?"

"Saya asisten tak terduga Anda hari ini, Pak," jawabnya percaya diri sambil meletakkan satu cup kopi di meja Kenzo. "Nama saya adalah... (masukkan nama tokoh wanita pilihanmu di sini). Dan kopi ini bukan hanya kopi. Ini adalah tes pertama saya untuk membuktikan bahwa saya tahu apa yang Anda butuhkan sebelum Anda memintanya."

Kenzo terdiam sejenak. Ia melihat kopi hitam tanpa gula, persis seperti yang selalu ia minum setiap jam sepuluh pagi. Tidak ada yang tahu detail itu kecuali asisten lamanya yang sudah pensiun.

"Kamu pikir dengan segelas kopi, kamu bisa mendapatkan posisi ini?" Kenzo berdiri, tubuhnya yang tegap menjulang tinggi, menciptakan bayangan yang mengintimidasi gadis di depannya.

Gadis itu tidak mundur selangkah pun. "Bukan hanya kopi, Pak. Saya juga sudah memperbaiki jadwal pertemuan Anda sore ini dengan pihak vendor yang sempat kacau karena kesalahan asisten sebelumnya. Semua sudah saya rapikan di dalam tablet ini."

Ia menyodorkan sebuah tablet dengan cekatan. Kenzo membacanya dengan cepat. Matanya berkilat. Gadis ini bukan hanya berani, tapi dia benar-benar sudah bekerja bahkan sebelum diterima.

"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Kenzo dingin.

"Karena saya tahu, Bapak tidak butuh seseorang yang hanya bisa mencatat jadwal. Bapak butuh seseorang yang bisa berpikir sepuluh langkah di depan Anda," jawabnya mantap.

Kenzo berjalan mengitari mejanya, mendekati gadis itu hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti. Aroma parfum maskulin yang mahal menyeruak, membuat gadis itu sempat menahan napas. Kenzo menatapnya lekat-lekat, mencari celah keraguan di mata gadis itu, namun ia tidak menemukannya.

"Sombong sekali," gumam Kenzo. Namun, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, sudut bibirnya sedikit terangkat—hampir tidak terlihat. "Baiklah. Kamu punya waktu satu minggu masa percobaan. Jika dalam satu minggu kamu membuat satu kesalahan kecil saja, jangan harap bisa melihat pintu kantor ini lagi."

Gadis itu tersenyum lebar, lesung pipit muncul di wajahnya yang manis. "Satu minggu terlalu lama, Pak. Saya hanya butuh satu hari untuk membuat Anda sadar bahwa Anda tidak bisa menjalankan perusahaan ini tanpa saya."

Kenzo kembali ke kursinya, menyesap kopi yang ternyata suhunya benar-benar sempurna. "Kita lihat saja nanti, Asisten Tak Terduga. Sekarang, singkirkan lima cup kopi lainnya dan mulailah bekerja."

Gadis itu mengangguk cepat, merapikan nampannya, dan berbalik menuju meja asisten di depan ruangan. Ia tahu, tantangan sebenarnya baru saja dimulai. Di balik sikap tenangnya, jantungnya berdegup kencang. Ia membawa rahasia besar ke dalam gedung ini, rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Kenzo Aditama sampai waktunya tepat.

Sementara itu, Kenzo menatap punggung asisten barunya yang menghilang di balik pintu kaca. Sesuatu tentang gadis itu terasa berbeda. Sesuatu yang mungkin akan mengubah hidupnya yang kaku selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!