NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Perubahan sikap

Tiga hari berlalu sejak kejadian di kolam renang itu, kondisi kesehatan Kiara sudah pulih sepenuhnya dan dokter pun mengizinkannya untuk pulang ke rumah. Sepanjang masa perawatan di rumah sakit, Ferdi selalu ada di sisinya, bersikap sangat perhatian, lembut, dan berusaha menebus kesalahannya dengan segala cara.

Di hadapan Ferdi, Kiara selalu menampilkan sikap yang lembut dan pengertian. Ia mengangguk pelan, memaksakan senyum tipis, dan dengan suara lembut berkata bahwa ia sudah memaafkan semua kejadian itu. Ia bilang ia mengerti kekhawatiran Ferdi, dan tidak mau memperpanjang masalah yang hanya akan membuat suasana menjadi buruk. Padahal, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, rasa kecewa dan sakit hati itu masih membekas sangat dalam, tak akan pernah hilang hanya dengan kata maaf semata. Kiara memaafkan bukan karena ia sudah ikhlas dan melupakan semuanya, melainkan semata-mata demi rencana besar yang sudah ia susun matang-matang. Ia butuh Ferdi merasa aman, merasa bahwa semuanya sudah kembali normal, agar nanti saat waktunya tiba, kejatuhan pria itu akan terasa semakin menyakitkan dan tak terelakkan.

Sesampainya kembali di rumah besar mereka, suasana yang dulu terasa hangat dan penuh cinta itu kini berubah menjadi dingin dan kaku, meski tidak ada satu kata pertengkaran pun yang terucap. Kiara memang tidak pernah marah, tidak pernah membentak, tidak pernah mengungkit kejadian malam itu lagi, namun perubahan sikapnya yang halus namun nyata itu justru membuat hati Ferdi merasa gelisah dan tidak tenang.

Dulu, Kiara adalah wanita yang selalu menyambut kepulangannya dengan senyum cerah, selalu bertanya dengan antusias tentang hari yang ia lewati, selalu memeluk dan bermanja-manja dengan penuh kasih sayang. Namun sekarang, meskipun Kiara tetap melayani kebutuhannya sebagai istri yang baik, sikapnya menjadi sangat sopan, jauh, dan dingin. Sapaan yang keluar dari mulutnya terdengar datar tanpa nada hangat, tatapan matanya tidak lagi berbinar penuh cinta seperti dulu, dan sentuhan tangannya saat bersentuhan terasa kaku, seolah-olah ia sedang menyentuh orang asing, bukan suami sendiri.

Hal itu membuat Ferdi merasa sangat cemas. Ia bukan orang bodoh, ia bisa merasakan perbedaan yang sangat besar itu. Di dalam hatinya, ia terus bertanya-tanya: apakah Kiara benar-benar sudah memaafkan? Atau apakah wanita itu masih menyimpan rasa curiga dan dendam di dalam hatinya? Ingatannya kembali pada kejadian malam itu, bagaimana ia tanpa ragu sedikit pun lebih dulu menyelamatkan Emily, mengabaikan istrinya sendiri yang sedang terancam bahaya di dalam air. Ia sadar betul, tindakan itu adalah kesalahan fatal yang sulit untuk dimaafkan begitu saja oleh seorang istri.

Suatu sore, saat mereka sedang duduk berdua di ruang tengah, Ferdi memberanikan diri untuk membuka pembicaraan, berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hati Kiara. Ia menatap wajah istrinya yang tampak tenang namun tertutup itu dengan penuh kekhawatiran.

“Kiara,” panggil Ferdi pelan, suaranya terdengar ragu.

“Kamu benar-benar sudah memaafkan aku, kan? Kamu tidak menyimpan rasa apa-apa lagi terhadap kejadian malam itu?”

Kiara mengangkat wajahnya perlahan, menatap Ferdi dengan pandangan yang tenang, tanpa ada emosi apa pun yang terlihat di sana.

“Aku sudah bilang kan, aku sudah memaafkanmu, Ferdi. Aku mengerti alasanmu, aku tahu kamu hanya reflek, Itu hal yang wajar, bukan?” jawab Kiara dengan nada suara yang datar, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah jendela, seolah-olah hal itu sudah tidak penting lagi baginya.

Namun, jawaban itu justru tidak membuat hati Ferdi menjadi tenang, malah semakin membuatnya merasa curiga. Nada bicara Kiara terlalu datar, terlalu sempurna, tidak ada sedikit pun nada sedih atau marah yang tersisa, seolah-olah perasaan Kiara terhadapnya sudah hilang sama sekali. Rasa waspada perlahan tumbuh di benak Ferdi. Ia mulai berpikir, mungkin saja Kiara sebenarnya masih sangat sakit hati, masih sangat curiga, dan ia hanya berpura-pura baik-baik saja demi alasan tertentu.

Ferdi teringat kembali rencananya yang ingin mengirim Emily ke luar negeri setelah melahirkan, lalu kembali hidup tenang bersama Kiara. Namun, melihat perubahan sikap istrinya ini, ia mulai merasa ragu. Apakah rencananya itu masih bisa berjalan lancar? Apakah Kiara diam-diam sudah mengetahui kebenaran yang jauh lebih besar daripada sekadar kejadian di kolam renang itu?

Pikiran-pikiran buruk itu terus menghantui pikiran Ferdi, membuatnya selalu merasa gelisah setiap kali berada di dekat Kiara. Ia terus mengawasi setiap gerak-gerik istrinya, berusaha mencari tanda-tanda apakah Kiara sedang menyembunyikan sesuatu darinya, sementara di sisi lain, Kiara tetap bersikap tenang dan diam, terus memantau setiap langkah Ferdi dengan pandangan dinginnya, menunggu waktu yang tepat untuk membongkar semua kebenaran yang akan menghancurkan dunia pria itu.

1
Yeni Astriani
yuuukk lanjut Author
Yeni Astriani
good job Kiara kamu kuat, kamu punya banyak bukti perceraian pasti bakalan terjadi.
ferdi mengancam karna tahu dia bakalan hidup miskin lagi
Yeni Astriani
lanjut Author
Asyura
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!