Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Gea fransiska putri tunggal Reo dan Ayu yang kini berusia 21 tahun,gea masih berkuliah semester 5. Orang tua gea bekerja sebagai sutradara dan dan aktris. Kesibukan mereka membuat waktu bersama gea berkurang,apalagi setelah reo dan ayu mendapatkan penghargaan internasional.
"Mama sama papa mau kemana?" Tanya gea
"Kami mau kerja sayang,maaf ya kami gak bisa menemani kamu sarapan. Mama ada jadwal pagi ini begitu juga papa kamu"jawab ayu
"Haha yaudah aku udah biasa kok menjalani hidup tanpa kalian"kekeh gea
"Kamu fokus saja sama kuliah dan model kamu,uang bulanan akan mama dan papa kirim setiap bulannya"ucap ayu lalu mencium kening gea.
Mereka pun pergi meninggalkan gea sendirian di meja makan tersebut. Air mata yang ia tahan sejak tadi akhirnya mengalir juga. Hal seperti ini sudah sangat biasa terjadi namun entah kenapa rasa sakitnya masih saja terasa.
"Ngapain gue ada dirumah besar ini,kalo isi nya cuman gue sendiri"monolog gea
"Bibikkk"panggil gea
"Iya non ada apa?"tanya bik sumi
"Tolong bungkusin makanan ini ya masukin ke tempat makan aku yang biasanya,aku mau sekalian ke kampus"ucap gea
"Iya non bibik siapkan dulu"sahut bik sumi
Gea meninggalkan meja makannya dan beranjak ke kamarnya,ia mengambil koper miliknya lalu mulai memasukkan beberapa pakaian dan juga barang-barangnya yang lain. Sebenarnya hari ini ia tidak ada jadwal kuliah tapi tak apalah ia akan mengantarkan tugas saja.
"Loh non mau kemana?"tanya bik sumi
"Aku ada jadwal foto besok bik jadi sekalian mau pergi aja"jawab gea berbohong
"Oh yaudah hati-hati ya non"ucap bik sumi
Gea menganggukan kepalanya,ia memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil. Mobil ini ia beli dari hasil kerja nya sendiri sebagai seorang model. Gea melajukan mobilnya ke arah kampus,ia tak tahu tujuannya setelah ini kemana. Ingin menyewa apartemen tapi sepertinya uang nya tak cukup apalagi besok ada yang harus ia bayar.
30 menit perjalanan kini gea sudah sampai di parkiran kampus. Ia turun dari mobilnya dengan membawa beberapa buku yang akan ia kumpulkan karena mungkin besok ia akan izin untuk mencari tempat tinggal baru. Setelah mengumpulkan bukunya gea memilih duduk ditaman dulu sambil berpikir kemana tujuan nya setelah ini.
"Hah jadi anak tunggal ternyata gak seindah bayangan gue,orang tua sibuk kerja dan mengabaikan putrinya. Sesekali masih okey menurut gue tapi ini udah entah keberapa kalinya mereka lebih mementingkan pekerjaan nya daripada anaknya. Bahkan untuk sarapan dipagi hari aja mereka ga sempat,apalagi sekarang karir mereka lagi bagus-bagusnya makin lupa deh sama gue"monolog gea
Tak jauh dari tempat gea berada ternyata ada seorang pria yang memperhatikan gea sejak tadi. Bara Guitav Pratama pria matang berusia 30 tahun dia adalah seorang asdos di kampus dimana gea berkuliah. Pria itu terus memperhatikan gea bahkan ia juga tersenyum tipis saat melihat gea mengoceh sendiri.
Bara sudah sejak lama memperhatikan gea dari kejauhan,sepertinya pria itu merasa tertarik kepada gea. Bahkan ia juga sedikit banyak tahu tentang kehidupan gea. Nama reo dan ayu sudah terkenal dimana-mana apalagi setelah mereka mendapatkan penghargaan, namun sayang sisi buruk mereka adalah mengabaikan putrinya hanya karena kepentingan karirnya.
Bara yang hendak mendekati gea mengurungkan diri saat melihat seorang wanita yang mungkin sahabat gea datang.
"Sayang sekali gadis cantik seperti kamu harus kekurangan kasih sayang karena orang tuamu lebih mementingkan karirnya"batin bara
"Jadi lo beneran kabur? Terus mau tinggal dimana gea?" Tanya caca sahabat gea
"Gue juga bingung gue harus tinggal dimana,mana duit gue pas-pasan lagi buat bayar keperluan kampus"jawab gea menghela napas panjang
"Lagian lo si punya rumah bagus malah kabur,kurang kerjaan banget"ucap caca
"Buat apa rumah bagus kalo isinya cuma kesunyian? Lagian gue disana juga sendiri,mama sama papa kan sibuk kerja apalagi saat ini karir mereka lagi naik"sahut gea
"Maaf ya ge gue gak ada maksud apa-apaa suer dah,ehem gimana kalo gue tememin lu aja cari kontrakan atau apartemen murah dekat-dekat sini"ucap caca
"Gapapa ca,yaudah boleh deh kapan? Sekarang aja?" Tanya gea
"Jangan sekarang dong guee masih ada 1 kelas lagi,lo tunggu disini ajaa biar gue enak nyari nya"jawab caca
"Yaudah jangan lama ya"ucap gea
"Aman bye geaaaa"pekik caca
Gea terkekeh melihat tingkah sahabatnya,ia memejamkan matanya merasa lelah sekali. Ia benar-benar merasa pusing saat ini,kenapa hidupnya jadi menyedihkan seperti ini. Ia merasa lelah dengan kehidupan seperti ini.
Gea membuka matanya,ia menatap ke arah danau yang airnya terlihat tenang. Gea berdiri dari duduknya,ia berjalan ke arah danau. Keadaan disana begitu sepi karena kelas sudah dimulai.
"Kalo gue mati mama sama papa bakal peduli gak ya?''ucap gea terus berjalan ke arah danau
Gea tak bisa berenang jadi jika ia mencoba bunuh diri disana sudah pasti ia akan mati. Hei gea sadarlah!
Hap!
Seseorang langsung menarik tangan gea ketika perempuan itu hendak menyeburkan dirinya didanau yang dalam tersebut. Gea menoleh ke belakang dan terkejut melihat kehadiran bara salah satu asdos dikampusnya.
"Lepasin saya pak"ucap gea
"Lepas? Dan membiarkan kamu tenggalam disana,jika ada masalah bukan dengan cara seperti ini kamu menyelesaikannya"sahut bara
Gea terdiam sambil menatap telapak tangan bara yang masih menggenggam tangannya,bara membawa gea untuk duduk kembali.
"Kenapa kamu ingin mencoba bunuh diri? Kamu tahukan air danau itu sangat dalam"ucap bara
"Saya lelah dengan hidup ini"sahut gea
Bara menatap gea dengan dalam,ia tahu jika gadis didepannya ini sedang ada masalah yang cukup berat. Tapi bara tak membenarkan tindakan gea yang ingin mencoba bunuh diri.
"Tidak semua masalah diselesaikan dengan cara seperti itu gea,kamu pikir dengan mati hidupmu akan jauh lebih tenang?''tanya bara
Gea hanya diam tak menyahut ucapann bara,ia merasa enggan untuk mengeluarkan suaranya'
"Apa kamu paham dengan apa yang saya katakan?" Tanya bara
Gea terkejut saat suara berat bara mengalun ditelingannya.
"Iyaa"jawab gea singkat
Gea bingung kenapa bara bisa bersikap seperti ini kepadanya.Bara dikenal sebagai asdos yang galak dan tegas. Ia tak memberikan toleransi apapun kepada murid-muridnya yang nakal. Bara juga diketahui tak pernah berdekatan dengan perempuan.
Bara melihat jam ditangannya,ia menatap gea yang masih setia menatap ke arah taman.Bara menyunggingkan senyuman nya,melihat gea dari dekat sudah membuat ia senang.
"Dia milikku"ucap bara lirih
Gea sadar jika bara terus menatapnya,bara menarik napas panjang sebelum ingin berbicara.
"Gea"panggil bara
Gea yang sedang melamun pun terkejut mendengar suara berat yang menyapa nya. Ia mendongakkan kepalanya menatap ke arah bara.
"Ada apa pak?" Tanya gea
"Saya ingin berbicara"jawab bara
"Mau bicara apa pak?"tanya gea
Bara bingung hendak memulai dari mana,ia menatap gea yang masih menatapnya.
"Saya punya penawaran untukmu"ucap bara
"Penawaran apa pak?"tanya gea
"Menikalah dengan saya"jawab bara
Deg!