NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Lantai marmer Bandara Soekarno-Hatta memantulkan cahaya lampu yang terang, menciptakan suasana dingin dan steril yang sangat kontras dengan cuaca Jakarta di luar sana. Dazello Zelbarra berjalan dengan langkah mantap. Di belakangnya, dua orang asisten sibuk menarik koper dan memeriksa jadwal di tablet mereka.

Azel baru saja mendarat setelah penerbangan sebelas jam dari London. Jasnya sudah dilepas, menyisakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku, memperlihatkan jam tangan kronograf yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Wajahnya datar, garis rahangnya tegas, dan matanya yang tajam hanya menatap lurus ke depan.

"Jadwal sore ini, Pak, Anda ada pertemuan dengan dewan komisaris jam empat," lapor sekretarisnya, melangkah cepat menyamai langkah besar Azel.

"Batalkan," jawab Azel singkat. Suaranya rendah dan serak karena kurang tidur. "Aku mau pulang. Mamaku sudah menelpon sepuluh kali sejak aku landing."

Langkahnya melambat saat mereka mendekati pintu keluar area terminal kedatangan. Kerumunan orang mulai terlihat, para penjemput yang membawa papan nama, supir taksi yang menawarkan jasa, hingga orang-orang yang hanya sekadar berlalu lalang.

Di antara kerumunan itu, di sudut yang agak jauh dari pintu otomatis, mata Azel menangkap sesuatu. Seorang wanita yang tampak asing di tengah hiruk pikuk bandara.

Wanita itu mengenakan kemeja batik berwarna cokelat pudar yang tampak sedikit terlalu besar untuk tubuhnya yang mungil. Rambutnya diikat kuda dengan beberapa helai yang berantakan tertiup angin dari mesin pendingin ruangan. Tangannya memegang setumpuk brosur kertas yang sudah agak lecek di bagian ujungnya.

Azel berhenti mendadak.

"Pak?" asistennya nyaris menabrak punggungnya.

Azel tidak menjawab. Ia menyipitkan mata, memperhatikan bagaimana wanita itu mendekati setiap orang yang lewat, menawarkan brosur dengan senyum yang dipaksakan. Saat orang-orang itu menolak atau bahkan melewatinya begitu saja tanpa menoleh, wanita itu hanya mengangguk pelan, lalu mencoba lagi pada orang berikutnya.

Itu Runa.

Sosok yang lima tahun lalu hilang dari radarnya setelah sebuah pertengkaran hebat yang meninggalkan luka di kedua belah pihak.

Azel memperhatikan bagaimana cara Runa berdiri. Wanita itu berkali-kali memindahkan tumpuan berat badannya dari kaki kiri ke kanan, seolah kakinya sudah sangat pegal. Wajahnya yang dulu segar kini terlihat jauh lebih tirus. Kulitnya yang biasanya merona kini tampak pucat, hampir transparan di bawah lampu neon bandara.

"Dia terlihat... ringkih," gumam Azel tanpa sadar.

Runa tampak mengusap keningnya yang berkeringat dengan punggung tangan, lalu ia menunduk sejenak untuk membetulkan letak tas bahunya yang terus merosot. Gerakannya terlihat lamban, seolah energinya sudah berada di titik terendah.

"Cari tahu apa yang dia lakukan di sini," perintah Azel tanpa mengalihkan pandangan dari Runa.

"Maaf, Pak? Siapa maksud Anda?" asistennya bingung.

Azel menunjuk dengan dagunya ke arah sudut sana. "Wanita dengan brosur itu. Sekolah mana yang dia wakili, kenapa dia harus sampai membagikan brosur di bandara, dan di mana dia tinggal sekarang."

Azel melihat Runa menghela napas panjang, lalu ia menyandarkan punggungnya ke pilar beton sejenak, memejamkan mata seolah sedang mengumpulkan sisa-sisa tenaga. Ada sesuatu yang mencubit hati Azel melihat pemandangan itu. Runa yang ia kenal dulu adalah gadis yang berisik dan tak bisa diam, bukan wanita yang tampak layu seperti ini.

"Dan satu lagi," Azel menambahkan, suaranya lebih tajam. "Jangan sampai dia tahu ada yang mengawasinya. Aku mau informasi lengkapnya sebelum aku sampai di rumah."

Azel kembali melangkah menuju mobil jemputannya yang sudah menunggu di lobi. Saat ia masuk ke dalam mobil mewah yang kedap suara itu, ia masih sempat melirik melalui kaca jendela yang gelap. Di sana, Runa kembali melangkah maju, memberikan brosur terakhirnya kepada seorang turis asing yang hanya menerimanya dengan setengah hati.

Di dalam mobil, Azel menyandarkan kepalanya ke headrest. Pikirannya yang tadi penuh dengan angka-angka saham kini berganti menjadi bayangan sosok wanita yang tadi terlihat begitu rapuh.

Ia tahu, pertemuannya dengan Runa hari ini bukan sekadar kebetulan. Dan ia juga tahu, ia tidak akan membiarkan wanita itu terus berdiri di pinggir jalan dengan wajah sepucat itu untuk waktu yang lama.

"Kita lihat, sampai kapan kamu bisa bertahan dengan harga dirimu itu, Runa," bisiknya pelan, sementara mobil mulai melaju meninggalkan area bandara.

1
Ayusha
ya ampun kirain aku yg kelewat baca beneran ke IGD. 😄
Ayusha
nyatet nya tar aja kenapa si jel, lg panik masih sempet2nya nulis /Facepalm/
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣
kelakuan ajel emang...
total 1 replies
Ayusha
ya ampyuun sampe segitunya jel /Facepalm/
Ayusha: kalo aku di posisi Runa mungkin udh gila. gila karena ke absurdan Ajel, dan Ter gila2 Karena kebucinan nya 🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Ayusha
/Joyful//Joyful/
Ayusha
katanya kayak meluk kayu kering, emang masih naf su juga 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar ajel mah bilangnya apa tapi kelakuannya apa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
balon kali terbang /Sob/
Ayusha
mantap jel, aku padamu 😍
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nesya
dapat suami yang mencintai, mertua yang baik dan pengertian beruntung ny kamu runa, nikmati harimu runa waktunya bahagia
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nesya
👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya kak♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
sa ae lu jel. melting kan gue 🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
tinggal bilang "menikahlah denganku"
apa susahnya sih, pake alesan dijodohin segala 🤣
Ariska Kamisa: tsundere banget ya kak ...🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
oke, tim cowok posesif dengan segala obsesi nya🤭
Ariska Kamisa: oke satu tim kita kak.. terimakasih banyak ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!