Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
"Laras apakah benar kamu benar masih gadis?" Tanya nyonya Veronica majikan di mana Laras bekerja.
"Kenapa nyonya menanyakan itu?" tanya Laras penasaran dengan pertanyaan aneh dari majikanya.
"Cuma ingin tau aja dan memastikan. Ester bilang katanya kamu mau meminjam uang ya?" tanya Veronika mengalihkan topik pembicaraan.
"Betul, nyonya." jawab Laras tertunduk.
"Untuk apa?" tanya Veronica.
"Biaya pengobatan nenek Saya, nya." jawab Laras jujur.
"Butuh berapa?" pertanyaan dari Veronica sukses membuat Laras mengangkat kepalanya dan melihat Veronica sekilas lalu kembali menunduk.
"Lima juta, nyonya." Laras merasa gugup, keringat sebesar biji jagung membasahi jidatnya. Rasa takut membuat tubuhnya sedikit bergetar.
"Segitu apakah cukup?" tanya Veronica kembali.
"I - Ya, cukup nya." Laras tentu saja tak berani meminjam dalam jumlah yang besar karna ia tak akan sanggup membayarnya meski gajinya di potong tiap bulannya.
"Kalau kamu mau lebih saya bisa berikan tapi Kamu harus melakukan sensuatu untuk saya." ucap Veronica dengan senyum misterius.
"Apa itu, nyonya?" ada rasa ketertarikan ingin mendapatkan lebih jika memang ia mampu memenuhi permintaan majikanya.
"Beri saya seorang cucu." ucap Veronica lantang dengan sorot mata tajam menatap Laras.
"Cucu, maksudnya nyonya gimana? Maaf saya kurang paham." tanya Laras seperti orang kebingungan.
"Saya cuma minta kamu melahirkan seorang cucu untuk saya, menyusui setelah itu kamu bebas. Dan tentunya saya akan memberi kamu kompensasi yang besar nantinya. Kamu bisa melanjutkan hidupmu" kembali.Janji Veronica.
"Bagaimana caranya saya memberi nyonya seorang cucu?" tanya Laras tak mengerti.
"Menikah dengan putra saya."
"Apa menikah dengan tuang muda?" suara Laras sedikit meninggi karna shock dengan ucapan majikanya.
"Kenapa kamu kaget gitu ?" tanya Veronica.
"Nyonya jangan bercanda, tuan muda itu sudah punya istri. Jadi yang seharusnya melahirkan cucu buat nyonya adalah istri tuan muda bukan saya." Laras merasa lucu dengan apa yang majikanya katakan.
"Kalau dia mau ga mungkin saya menawari kamu. Andai Dafa tak terlalu bucin sudah ku tendang perempuan itu dari sisinya." geram Veronica.
Laras sesaat terdiam mencoba mencerna penawaran dari majikannya. Ia binggung mesti menjawab seperti apa, satu sisi ia memang membutuhkan uang tapi apakah ia harus menjual dirinya. Bayang neneknya kembali membayang, ia tak mau kehilangan satu - satunya orang yang sangat ia cintai.
"Kenapa kamu diam, bagaimana? Apakah kamu bersedia?" tanya Veronica membuyarkan lamunan Laras.
"Baiklah, setelah saya pikirkan saya akan mencoba menerima penawaran nyonya. Saya lakukan ini semata demi kesembuhan nenek Saya." Laras memantapkan hatinya menerima tawaran nyonya Veronica, apapun yang terjadi nanti ia harus mempersiapkan hatinya agar kuat.
"Bagus saya suka dengan keputusan yang kamu ambil. Nanti asisten saya akan mengantarkan sebuah surat yang harus kamu tanda tangani." kembali nyonya Veronica tersenyum penuh arti.
"Tunggu nyonya." tahan Lidia sebelum majikanya mengusir dirinya dari ruangan itu.
"Apa?."
"Apakah tuan muda setuju? lalu bagaiman dengan istrinya tuan muda, nya?" tanya Laras mengutarakn kegelisahannya sedari tadi mengerogoti hatinya.
"Kalau itu kamu tenang aja, saya sudah atur semunya. Dafa dan istrinya pasti setuju. Persiapkan dirimu sebaik mungkin. Layani Dafa dengan baik dan segera beri saya seorang cucu." ucap Veronica sebelum menyuruh Laras pergi dari hadapannya.
"Baik nyonya." Lidia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Meski sebentar lagi akan menjadi nyonya bukan berarti ia tak melakukan tugasnya. Status boleh berubah tali tanggung jawab tetap sama.
Lembaran baru hidupnya akan segera di mulai, ia membayangkan bagaimana hidupnya kedepannya seperti apa. Apakah ia akan bahagia atau menderita?
...****************...
Assalamualaikum selamat datang di kereta terbaru thor. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏🙏