.
Di dunia luar yang penuh dengan kultivator ambisius dan haus darah, penampilan Ji Huang yang pucat, lesu, dan serba putih membuatnya terus-menerus diremehkan. Namun, di balik kuapan malasnya, tersimpan Sword Intent legendaris yang mampu melumpuhkan musuh hanya dengan satu tebasan kasual tanpa keringat. Akankah Ji Huang berhasil menjaga ketenangan waktu tidurnya di tengah pusaran konflik dunia fana dan kultivasi yang bising
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAYAP
Keheningan malam di Ibu Kota Utama runtuh sepenuhnya ketika berita tentang "Insiden Tulang Bebek" di kediaman Pangeran Ketiga menyebar layaknya wabah. Nama Ji Huang kini bukan lagi sekadar bahan gosip di kedai teh, melainkan sebuah ancaman nyata yang membuat klan-klan besar merinding ketakutan. Namun, di saat faksi-faksi politik sibuk memikirkan cara untuk mendekati atau menghancurkan pemuda misterius itu, sebuah badai yang jauh lebih besar tengah berkumpul di puncak Pegunungan Barat.
Di dalam aula utama Sekte Harimau Barat, hawa membunuh begitu pekat hingga membekukan tetesan air di udara.
Seorang pria paruh baya dengan jubah kebesaran berlogo harimau perak berdiri di puncak altar. Sepasang matanya memancarkan kilatan petir yang mengerikan. Dia adalah Master Sekte Gu Xiong, penguasa tertinggi Sekte Harimau Barat dan seorang kultivator legendaris yang telah mencapai ranah Core Formation tingkat tiga. Di dunia fana ini, seorang ahli ranah Core Formation adalah eksistensi yang sanggup meruntuhkan sebuah kota kecil hanya dengan satu entakan kaki.
Di bawah altarnya, Penatua Huo bersujud dengan tubuh kurus kering dan pandangan mata yang kosong, sementara Wang Jiao menangis tersedu-sedu menceritakan kehancuran mental mereka.
"Menghancurkan basis kultivasi penatua sekteku dengan tatapan mata? Mematahkan pedang pusaka dengan sumpit dan tulang sisa makanan?" Master Sekte Gu Xiong meraung, suaranya menggetarkan fondasi aula batu tersebut. "Sekte Harimau Barat telah berdiri selama lima ratus tahun di kekaisaran ini! Jika kita membiarkan seorang remaja dari keluarga logistik merendahkan harga diri kita, bagaimana sekteku bisa mempertahankan pengaruhnya?!"
Gu Xiong mengibaskan jubahnya yang lebar, menciptakan gelombang angin spiritual yang memekakkan telinga. "Siapkan Formasi Sayap Harimau! Aku sendiri yang akan turun gunung ke Ibu Kota Utama malam ini. Aku ingin melihat, rahasia apa yang disembunyikan oleh bocah bernama Ji Huang itu!"
Sementara itu, di Paviliun Awan Surgawi, suasana di dalam kamar Ji Huang justru berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dari ketegangan dunia luar.
Ji Zhen, sang ayah, bolak-balik di depan pintu kamar dengan wajah yang pucat pasi dan tangan yang terus gemetaran. Dia baru saja menerima selentingan kabar dari jaringan logistiknya bahwa Master Sekte Harimau Barat telah bergerak membawa pasukan inti menuju Ibu Kota.
GEBRAK!
Ji Zhen membuka pintu kamar Ji Huang dengan panik. "Huang'er! Gawat! Kita harus pergi sekarang juga! Kemasi barang-barangmu, kita akan menyelinap keluar dari gerbang barat sebelum fajar menyingsing!"
Di atas tempat tidur raksasa, Ji Huang bahkan tidak bergemir sedikit pun. Dia sedang berbaring menyamping, tubuhnya terbungkus rapat oleh tiga lapis selimut sutra, dan kepalanya bersandar dengan sangat nyaman di atas bantal bulu angsa salju murni. Wajah tampannya memancarkan aura kedamaian mutlak yang biasa dimiliki oleh kaum rebahan sejati.
"Ayah... berisik sekali," suara Ji Huang terdengar meredam, sangat malas dan serak karena menahan kantuk. "Pintu kayu penginapan ini harganya mahal, kalau kamu menggebraknya sampai rusak, kita harus membayar ganti rugi lagi menggunakan emas Keluarga Wang."
"Bagaimana kamu masih bisa memikirkan ganti rugi?!" Ji Zhen hampir saja berlutut di samping kasur anaknya karena frustrasi. "Master Sekte Gu Xiong dari Sekte Harimau Barat sedang menuju ke sini! Dia adalah ahli ranah Core Formation! Satu tingkat di atas Foundation Establishment! Dia bisa meratakan penginapan ini beserta seluruh isinya menjadi debu hanya dengan satu kibasan tangan! Kita harus kabur, Huang'er!"
Ji Huang perlahan membuka satu kelopak matanya, menatap ayahnya dengan pandangan yang sangat, sangat dingin dan penuh penolakan yang mutlak.
"Kabur? Ayah, apa kamu tahu jam berapa sekarang?" Ji Huang bertanya dengan nada ketus yang murni. "Ini adalah jam tiga pagi. Jam-jam di mana kualitas tidur fana mencapai fase paling krusial untuk regenerasi sel-sel wajah tampanku."
Ji Huang menepuk-nepuk kasur bulu angsa di bawah tubuhnya yang empuk. "Lagipula, kasur bulu angsa setebal tiga jengkal ini sudah terlanjur menyesuaikan diri dengan lekuk punggung dan posisi tulang ekorku yang malas semenjak sore tadi. Struktur keempukannya sudah berada di tingkat yang sangat presisi."
Ji Huang menarik selimutnya kembali hingga menutupi hidung. "Jika aku bangun dan pindah tempat sekarang, aku harus mencari penginapan baru, menyusun bantal lagi dari nol, dan menyesuaikan posisi punggungku kembali. Itu adalah sebuah pemborosan energi fisik dan mental yang sangat tidak masuk akal. Aku menolak pindah."
Ji Zhen melongo, merasa dunianya kembali dibalikkan oleh logika nyeleneh anaknya. Menghadapi ancaman kematian dari ahli ranah Core Formation, alasan anak ini menolak kabur adalah karena malas mengatur ulang posisi punggung di atas kasur baru?!
"Tapi Huang'er! Jika dia datang dan menyerang tempat ini—"
"Biarkan saja master sekte atau apa pun namanya itu datang," potong Ji Huang dengan suara menguap yang lebar. "Suruh dia duduk di lobi bawah atau menunggu di depan pintu gerbang sampai aku selesai tidur siang besok pukul dua belas. Kalau dia berisik dan berani mengetuk pintu kamarku sebelum jam itu..."
Sepasang mata Ji Huang mendadak menyipit, memancarkan secercah Maksud Pedang Primordial yang begitu dingin hingga membuat suhu di dalam kamar tidur mewah itu mendadak turun drastis hingga mendekati titik beku. "...aku akan mengubah sayap harimau miliknya menjadi sayap ayam goreng fana yang renyah untuk camilan soreku. Sudah, keluar Ayah. Aku mau tidur."
Melihat aura dingin tak kasat mata yang mendadak keluar dari tubuh anaknya, Ji Zhen menelan ludah dengan susah payah. Kata-kata bantahan yang sudah berada di ujung lidahnya mendadak tertelan kembali. Dia menyadari bahwa seberapa kuat pun musuh yang datang, tingkat kemalasan dan kekesalan Ji Huang saat tidurnya diganggu tampaknya jauh lebih mengerikan daripada gabungan seluruh kultivator ranah Core Formation di dunia fana ini.
Ji Zhen menghela napas panjang dengan pasrah, perlahan mundur dan menutup pintu kamar dengan sangat rapat dan hati-hati, membiarkan Dewa Pedang Primordial yang menyamar itu kembali tenggelam ke dalam pelukan kasur bulu angsanya yang sakral, sementara badai kehancuran dari Pegunungan Barat terus melaju mendekati mereka di kegelapan malam.