Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Idola Mahasiswi
Davin sedang mendapat proyek gambar gedung kantor polres Jakarta Timur. Setelah membuat susu hamil bagi istrinya dan mengusap oil khusus buat ibu hamil agar tidur bisa nyenyak. Dan menemani istrinya tidur sebentar. Davin kembali menyelesaikan proyeknya.
Dia pun melihat notifikasi pesan yang banyak. Begitu membuka WA grup, betapa kagetnya dia melihat fotonya dengan Riana istrinya. Davin langsung memberikan klarifikasi kepada semua yang ada di grup. Dia mengatakan bahwa itu istrinya dan sudah menikah dan sekarang sedang hamil.
"Sayang......."
"Ya.... ."
Davin langsung ke kamar tidur mereka yang bersebelahan dengan ruang kerjanya. Dia langsung mencium istrinya.
"Sayang mau apa??"
"Peluk aku sayang."
"Oke sabar, aku matikan lampu dan komputer disebelah."
Sekarang Davin sudah memeluk istrinya. Mengusap kepala istrinya dengan lembut.
" Sayang, aku pengen loh ini sudah dua bulan kita ngak berhubungan."
"Harus tiga bulan kan sayang. Ini baru dua bulan. Sebulan lagi sayang."
"Aku menyesal tadi tidak menanykan hal ini kepada Naira."
"Kamu ngak malu sayang?"
"Kenapa harus malu."
"Dasar suami mesum."
"Aku hanya mesum sama kamu."
Davin memeluk dan menyium bibir istrinya. Kemudian dia membawa tubuh istrinya mendekat ke tubuhnya. Dan dada Davin menjadi sandaran kepalanya. Dan mereka pun tertidur sampai pagi. Sebenarnya tidak ada halangan. Bisa saja mereka berhubungan suami istri, asal jangan berhubungan yang ekstrim yang bisa membuat berbahaya janinnya.
Pagi subuh ini. Riana sudah siap melayani suaminya. Dia tidak mau suami brondongnya jajan di tempat lain. Dia ketakutan. Maka subuh ini dia berinisiatif lebih dahulu membangunkan ular cobra suaminya.
"Sayang, aku ngak bisa kalau begini, harus di keluarkan."
"Aku mau suamiku."
"Bisa sayang, aku janji akan pelan dan lembut."
Maka penyatuan di subuh itu pun terjadi. Davin dan Riana menuntaskan keinginan untuk saling memiliki. Permainan ditandai dengan bunyi tubuh yang beradu, dengan kecepatan sedang. Davin memberi sentuhan hangat lewat mulutnya, menyentuh bibir, sampai dua bukit yang berjejer itu. Suara merdu keluar dari mulut istrinya, nenambah kesan panas dan membangkitkan gairah bercinta mereka. Ruangan kamar yang dingin, tidak mempunyai pengaruh sedikit pun, suasana terasa panas namun menggairahkan. Peluh mereka keluar. Dan mereka berada pada puncak kenikmatan. Davin menarik rudalnya dan mengelurkan di perut istrinya. Davin mencium Riana istrinya.
"Terima kasih sayangku."
"Sama - sama sayangku."
"Apakah dia baik - baik saja setelah papi kunjungi?"
"Baik papi."
Davin menjadi gemas dia mencium bibir istrinya. Kemudian dia mengendong tubuh yang polos itu dan mereka pun membersihkan badan mereka di bawa shower air hangat.
"Sayang, aku masih libur?? Hari ini aku ada di undang sama kampusku untuk menjadi pembicara di kuliah umum. Kan Fakultas kedokteran tidak berjauhan dengan fakultas teknik. Aku mau temani kamu di kampusmu."
"Wah hebat dong istriku ini. Kok baru di sampaikan kepada suamimu??"
"Aku lupa, kan beberapa hari ini, kondisi mama sedikit menurun. Ketika dia tahu siapa yang menolongnya."
"Oke, aku hari ini hanya janji konsultasi skripsi dengan mahasiswaku. Kamu bisa ke tempat kerjaku sayang."
Dokter Riana Timothy, Sp.BTKV hari ini menjadi dosen tamu pada fakultas kedokteran. Pukul delapan Riana ke kampus lamanya diantar suami brondongnya. Kehamilannya belum terlihat. Karena perutnya masih kecil. Riana mengenakn dress coklat senada dengan tas dan sepatunya, dia tak lupa membawa jas dokternya yang merupakan kebangga bagi dirinya.
"Aku temani sayang??"
"Kamu tidak ada jam mengajar kelas??"
"Aku hari ini hanya konsultasi skripsi bersama mahasiswa dan mahasiswi pembimbingku."
"Oke." Riana tersenyum. Davin mengandeng tangan istrinya menuju ke ruangan dosen. Semua orang menatap kepada mereka. Jelas mereka kenal Davin, dosen idola di fakultas teknik. Riana mengakui bahwa Davin suaminya ganteng. Setelah memperkenalkan Davin kepada dosen - dosen di fakultas kedokteran. Dia pun diberi kesempatan memberi mata kuliah umum tentunya ada hubungan dengan spesialisnya.
Davin hadir diantara semua mahasiswa dan mahasiswi. Dia sangat bangga dengan penampilan istrinya membawa matakuliah umum sangat mempesona. Selesai membawa kuliah, Davin berdiri menjemput istrinya di bawa tangga. Dia memberikan ciuman sambil memuji penampilan istrinya. Tadi sebelum memulai kuliah umum, Riana memperkenalkan suaminya. Tentu membuat mahasiswi yang hadir kaget.
Riana sudah berada di kantor suaminya. Waktu masuk fakultas teknik semua mata memandang kepada mereka.
"Sepertinya suamiku ini idola cewek - cewek ya."
"Suamimu ini kan ganteng sayang. Tetapi cintaku hanya buat kamu istriku. I love you sayang." Davin langsung mencium bibir istrinya.
Tidak lama satu persatu mahasiswa dan mahasiswi masuk ruangan Davin, semua bimbingan berlangsung dengan baik. Ketika Mahasiswi bernama Lidya berkonsultasi Riana merasa ada yang berbeda. Dari penampilan, gestur tubuh, bahkan tatapan matanya semua berbeda.
Davin bukannya masa bodoh dengan gosip yang beredar, Bahkan sosok Lidya yang menyukainya dia pun tahu. Namun Davin tidak perna mau menanggapi. Karena di dalam hatinya hanya ada Riana Timothy.
"Sayang, kenalkan Lidya ini, mahasiswi berprestasi???"
"Hallo Lidya, saya Riana."
"Ini Riana istri saya. Sekarang dia sedang mengandung anak kami."
Riana memberi senyum, namun dibalas dengan senyuman juga oleh Lidya tetapi terpaksa. Konsultasi skripsi sedang berlangsung, Riana sedang menikmati buah segar yang dibeli oleh suaminya tadi. Davin mau Riana istrinya hanya jajan yang sehat. Lima menit berlalu, Ria mulai sedikit gelisah, Davin yang memperhatikan kondisi istrinya pun menghentikan konsultasi sebentar. Dia merapikan posisi duduk istrinya menjadi berbaring. Dan kembali dia melanjutkan konsultasi bersama Lidya mahasiswinya.
"Lelah sayang??"
"Sedikit, tetapi aku sunkan. Kasihan mahasiswi kamu." Davin tersenyum.
"Mereka harus terbiasa dengan status saya sayang. Aku senang sekali kerja ditemani istri tercinta."
"Gombal!!!??"
"Sayang tadi kak Stella telepon, mama dan papa mau kita makan dirumah." Riana tersenyum. Davin mengerti. Dia langsung mendekat bibirnya dan menggigit bibir istrinya.
"Stella itu kakakku."
"Terus???!!!"
"Kamu istriku. Wajib kamu memanggilnya kakak ipar."
"Apa Stella mau???"
"Dia harus mau. Dan mulai sekarang panggil aku mas. Aku suamimu, kepala rumah tangga."
Pulang dari kampus, Davin dan Riana langsung mampir ke rumah mama dan papa mertua Ria. Mama masak makanan kesukaan Ria, karena mereka mau makan malam bersama. Selesai makan, Ria sudah masuk ke kamar sahabatnya yang juga kakak iparnya. Rencananya dia mau tidur bersama sahabatnya. Davin yang tidak setuju, datang mengendong istrinya dan membawa keluar dari dalam kamar kakaknya.
"Ini istriku."
"Dia sahabatku dek."
"Adek ngak bisa tidur kalau ngak ada istri disamping."
"Adek malam ini aja, kakak pengen sekali berdua bersama Ria."
"Ngak bisa kakak. Kakak bisa berdosa loh."
Stella akhirnya mengalah, karena adiknya sudah membawa sahabatnya. Mama dan papanya hanya bisa tersenyum.
"Mama temani kaka bobo."
"Ngak papa ngak setuju. Mama bobo bersama papa."
"Ngak papa, ngak adek semua sama."
"Cari suami kakakku sayang."