NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:366.7k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Cuek

Mainaka

Oke, kini ia tau apa alasan Shanum tidak mau mempublish hubungan mereka, kenapa Shanum seperti khawatir jika orang-orang tau mereka--cukup dekat. Bukan hanya karena teman-teman Ceriwisnya saja, bukan karena mereka bersebrangan.

Rupanya keputusannya menerima perjodohan dan menerima debaran jantungnya saat bersama Shanum, hanya terjadi untuknya saja sementara Shanum tidak.

Entah sejak kapan Arjuna sering ke rumah Shanum. Hanya saja, mampir-nya barusan akhirnya membuat Naka tau jika selama ini antara Arjuna dan Shanum memang sedekat itu. Lebih dekat dari yang ia tau selama ini.

Ia lajukan motornya kencang-kencang untuk sampai di apartemen seiring dengan desiran da rah yang semakin deras, berjalan cepat sambil menenteng helm kemudian ia hempaskan begitu saja tubuhnya di atas kasur dimana kepalanya masih terasa berat meski helm tak lagi melindungi, ia memejamkan mata setelah sebelumnya berhasil menempelkan access card dan membuka pintu dan meluruhkan semua rasa lelahnya. Yap! Hari ini ia pulang ke apartemen setelah sempat ke kantor percetakan dan memenuhi jadwal les-nya, tak ingin terganggu oleh apapun atau siapapun.

Arjuna sudah pulang, ia membawa serta cangkir kosong bekas Arjuna minum teh, lalu beranjak ke arah kamar, menemukan ponsel di atas kasur.

"Eh.."

Matanya membola dan menemukan pesan Naka, ia tau mungkin Naka sudah pergi saat ini, tapi tetap saja....rasanya penasaran jika ia tak bergegas ke depan dan melihat itu.

"Kemana Sha?" tanya ayah yang melihat ayunan langkah cepat nan panik Shanum ke arah depan.

"Engga yah, tadi temen Sha kerumah tapi ngga jadi...cuma liat aja, masih ada apa engga..." Jawabnya, ada rasa menyesal dan kecewa di hatinya bahkan rasa bersalah turut menekan kepalanya. Terlebih saat tak ditemukannya Naka di luar rumah. Hanya malam yang sunyi bersama suara binatang bertrakea saja yang tersisa menghiasi malam.

Shanum mengedarkan pandangannya ke kiri dan kanan, barangkali dan harapannya Naka ada disana agar ia bisa menjelaskan tapi nihil...Ia tau itu mustahil, mana mau Naka repot-repot menunggu selama itu di jalanan komplek sepi yang bahkan malam ini, tak seekor pun kucing jalanan duduk di bawah siraman lampu jalan.

Ia lantas masuk kembali ke dalam dengan perasaan tak karuan, mungkin besok Naka akan notice dengan pesan dan panggilannya yaaa...ia yakin jika saat ini Naka sudah tidur.

.

.

Sepertinya Shanum harus mengubur dalam-dalam harapan Naka membalas panggilannya semalam, minimalnya bertanya dan membalas dengan kata *oh* seperti biasanya.

Tak ada satupun pesan Naka sejak semalam setelah terakhir ia bertanya motor Juna dan Shanum memberondongnya dengan panggilan.

Dan kini, ia merasa jika Naka sedang marah padanya. Yeah.. Shanum perlu meminta maaf dan menjelaskannya pada Naka, entahlah...ia merasa perlu saja, Shanum tak paham kenapa hatinya seresah ini saat situasinya begini, padahal biasanya tidak. Ia atau Naka akan anteng dan menanggapinya santai kalaupun satu sama lain kepergok jalan dengan lawan jenis atau terjadi kesalah pahaman diantara mereka.

Tau tau sejak kapan tepatnya, ia merasa bersalah jika Naka merasa kecewa begini, ia merasa harus menjelaskan jika sesuatu belum terasa lurus, sepertinya kata---tunangan itu memberikan efek beban dan tanggung jawab. Menurutnya, kali ini Naka perlu tau jika ia tidak seperti apa yang ditakutkannya.

Mungkin Naka berpikir, *ia dan Juna*....ah! Ia terlalu khawatir.

/

**Naka**! Shanum melebarkan senyumannya melihat cowok itu baru saja turun dari motornya dengan rambut yang masih lembab terlihat ia yang baru saja mandi dan buru-buru berangkat. Namun langkahnya yang sudah setengah jalan menghampiri justru terhenti saat tepukan Chika mengejutkannya bersama kedatangan Pandu.

"Num--num, bareng sampai belokan." Ia digiring oleh Chika dan Pandu dengan pasrah, yang dimana---mereka bisa sebebas itu bertegur sapa dengan Naka yang juga mulai disapa oleh teman-teman lain, sementara dirinya hanya bisa melintas bertemu tatap tapi tak saling mengatakan apapun.

Shanum menyadari, ia yang membuat semuanya jadi serumit ini.

"Otak gue butek lah udah. Gue nyerah nebak-nebak buah manggis, siapa cewek yang lagi deket sama Naka, seniat ini gue pengen tau pawangnya Naka..." Chika yang berkata lalu ia menyedot Thai tea miliknya, dimana cupnya telah basah oleh embun dinginnya es di dalam cup.

Jemima tertawa kecil, "ya lagian ngurusin banget hidup orang, hidup Naka sih lebih tepatnya..."

Namun Pandu menggeleng, "gue baru dapet info dari Mak Buti....kalo ceweknya Naka itu anak SMP." Lebih parah lagi membuat Adit melotot, "ah yang bener?!" suapannya lebih besar lagi melahap mie goreng.

Pandu mengangguk mantap, "ngga mungkin anak sini juga ya, kan? Sejauh gue ngikut OSIS sejauh gue kenal Mainaka Praveen Rajendra, gue ngga liat dia ada tebar pesona sama cewek disini, yang dibilang sama trio libel itu cuma isu pengalihan. Ya mungkin aja ceweknya emang mirip Shanum dari segi postur, muka, sama sifatnya."

Shanum tak lagi fokus dengan obrolan teman-temannya itu. Gosip tentang Naka, tentang gadis SMP yang sekarang mereka satroni sebagai kekasih Naka, ck....

"Gue mau ke perpus ..tugas sastra Bu Dian nguras otak..." Shanum memutuskan untuk pergi dari tema yang selalu membawa nama Naka.

Jemima menggebrak meja, "ah iyalah! Yok nyari yokkk..."

Frizka berdecak, "masih minggu depan kan, ntar aja lah..."

Namun Shanum benar-benar dibuat tak mood sekarang untuk sekedar menampilkan senyum manis seperti biasanya atau candaan yang meladeni jokes teman-temannya.

"Gue tinggal ya..." Shanum beranjak diikuti Jemima, memancing tatapan keheranan, kenapa? Mau pms kayanya ya...

Jemima membenarkan tata letak kacamatanya membersamai langkah Shanum ke arah perpustakaan sembari membicarakan tugas yang akan mereka kerjakan.

Hingga matanya tak sengaja mendarat ke arah ayunan langkah beberapa orang di lain arah, pak Bowo---Naka--Airani. Mereka bicara serius, tentu saja tentang program OSIS.

Sempat terhenti saat berpapasan, hanya Airani dan pak Bowo saja yang menyapa Shanum dan Jemima, "Shanum...Jemima."

"Pak, Naka---Ai..."

Sementara Naka...

Deg...

Ia melewati Shanum begitu saja, tanpa sapaan tanpa senyuman bahkan melirik pun tidak, seolah Shanum memang tak ada disana.

"Kenapa?" tanya Jemima saat menyadari Shanum yang masih menghentikan langkahnya.

"Engga apa-apa..." langkahnya ia lanjutkan. Jemima melingkarkan lengannya di lengan Shanum dan mengusirnya untuk lebih cepat berjalan sambil kembali mengoceh.

Sempat Shanum menoleh, tapi Naka tak melakukan hal yang sama untuknya.

Sungguh tak nyaman seperti ini, semakin dibuat tak enak dan bersalah.

/

Ia berjalan bersama Jemima dan Frizka menuju ruang MPK. Terlihat pula Canza yang berlari tiba-tiba menyusul dari arah belakang sambil menggoda seperti biasanya, ia berseru tepat diantara Shanum dan Jemima membuat kaget, "woyyy jalannya jangan kaya Miss Indonesia, buruan!"

Plakk!

"Mo nyettt!" hardik Jemima mengejar Canza, dan Frizka tertawa-tawa, hingga sampai di ruang MPK yang terletak di dekat laboratorium IPA.

Diantara ruang yang mulai terisi oleh anak-anak MPK, Juna sudah meminta bahan rapat hari ini pada Shanum lalu ruangan yang mulai dinyalakan kipas anginnya dan menguarkan aroma lavender dari pewangi yang ditempel di depan kipas ini suara Navarro mulai menggema, "guys, undangan rapat gabungan bareng OSIS hari Selasa ya...mohon untuk yang ekskul Selasa konfirmasi."

"Thanks Num..." Juna memasang tampang tersenyum hangatnya, Shanum kembali duduk.

Shanum

Naka Lo marah sama gue?

Gue ada salah ya?

Naka sumpah ya...kalo gue salah ngomong aja salah gue dimana? Gue bukan cenayang.

.

.

.

.

1
PuputMega Shelviana SuJanii
udh terdugong🤭 emang fansmu fanatik bgt ka🤭 yg d takutin shanum jd beneran kn😩
May Maya
Dihhh Airani definisi serigala berbulu domba, udang d balik bakwan , ular kepala dua. segitu dendam nya Krn cinta tak sampai jd dendam
Miko Celsy exs mika saja
airani apa hubungannya sm km naka shanum ada hubungan,,km kocak deh😂
Attaya Zahro
Ga nyangka kan Num...ternyata orang terdekat yang telah menusuk soale kalo ga dekat ga akan nyampe 😂😂😂
Mamayayaica Acafayeq
udah feeling sih akux kl airani ngga suka sm shanum, kan airani yg awal2 digosipin pacaran sm naka, ngga Terima aja kykx si airani, kl naka sukax sm shanum
little boyy
ohh bangkeeeee mngknya dia kaget pas rau naka pcrn sm num num 😤😤😤😤 tk kepret lak 🫵👊
Attaya Zahro
Ternyata ada bunglon 🤧🤧
sweet escape
Depan belakang oke tuh emang keceh
Rela Mutaqin
🤣🤣🤣 serasa lagi mau perang kode-kodean pake ht ayam, sapi, hate-hate kata si Pandora mh
Santi Seminar
kangen MaruNja...Eehhh☺️
sweet escape
Ckckck parah
sweet escape
Ckcck jahat banget
Attaya Zahro
solehh aahh 🤣 🤣🤣
sweet escape
Dia tuh sedih tp nggk mau ngelawan ayah tapi kl menurutku ayah jg harus baca perasaan shanum
Adeeva Haboo
kaaaaaan
Attaya Zahro
🤣🤣🤣 bisa ae anak gajah 🤣🤣
sweet escape
Trus si konah yng polos ini ngobrol sama naka pake HT gt hahaa num num
sweet escape
Aaaaaaaa sweet banget lah wey nakkkaaa
dik sugiyantoro
benar ternyata kalo air yg tenang bisa bikin tenggelam. karena kita tidak bisa tau seberapa dalam air itu, airani yg tenang dan kalem ternyata yg berbahaya.
sweet escape
Hahaha dah l ini cute bangetttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!