NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Bintang

Istri Rahasia Sang Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Dokter
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Dunia mengenalnya sebagai bintang paling bersinar. Namun, hanya dia yang tahu betapa redupnya pria itu di balik layar.
Elvano Alvendra punya segalanya: kekuasaan, ketenaran, dan wajah yang dipuja jutaan orang. Tapi bagi Selena Nayumi, Elvano hanyalah pasien keras kepala yang lupa cara mengurus diri sendiri.
Sebuah perjodohan kolot dari sang nenek memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tersembunyi. Bagi Elvano, Selena adalah "obat" yang tidak pernah ia duga akan ia butuhkan. Bagi Selena, Elvano adalah teka-teki misterius yang perlahan mulai ia cintai.
Di antara jadwal konser yang padat, kilatan kamera media, dan kontrak kerja jutaan dolar, ada satu rahasia besar yang mereka simpan rapat di balik pintu rumah: Status mereka.
Dapatkah cinta tumbuh di tengah kepura-puraan? Dan sanggupkah Selena bertahan menjadi rahasia terbesar sang bintang saat dunia menuntut Elvano untuk tetap "milik publik"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Udara di area parkir khusus gedung Zenithra Entertainment terasa lebih sejuk dibandingkan hiruk pikuk Jakarta di luar sana. Elvano berjalan bersisian dengan Selena menuju mobil SUV putih milik wanita itu. Di tangannya, Elvano masih merasakan sisa kehangatan dari kotak bekal yang tadi mereka nikmati bersama.

Sesampainya di samping pintu kemudi, Elvano berhenti dan menatap Selena dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada gurat kelelahan di wajahnya, namun matanya memancarkan ketenangan yang hanya muncul saat ia bersama Selena.

“Terima kasih untuk makan siang hari ini, Selena. Masakanmu... benar-benar membuatku merasa lebih baik,” ucap Elvano dengan suara rendahnya yang khas, jenis suara yang selalu berhasil membuat ribuan penggemarnya terhipnotis.

Selena tersenyum hangat, aura Dr. Sunshine-nya terpancar secara alami. “Sama-sama, El. Aku senang kalau kamu suka. Nutrisi yang baik adalah kunci untuk menghadapi harimu yang padat.”

Elvano terdiam sejenak, jemarinya mengetuk pelan kap mobil Selena. “Bolehkah nanti malam aku pulang ke rumahmu?” tanyanya kemudian. Pertanyaan itu terdengar sederhana, namun bagi Elvano yang terbiasa sendirian di puncak, kata pulang memiliki makna yang sangat dalam.

Selena mengangguk tanpa ragu. “Tentu saja boleh. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu, El. Lagipula, kita harus mulai membiasakan diri, bukan?”

Elvano mengangguk, sebuah senyum tipis yang tulus terukir di bibirnya. Selena berpamitan dan hendak membuka pintu mobilnya, namun gerakannya tertahan saat Elvano meraih pergelangan tangannya pelan.

“Hati-hati di jalan. Maaf aku tidak bisa mengantarmu sampai ke rumah sakit. Pekerjaan di dalam sana benar-benar menyita waktu,” ujar Elvano dengan nada menyesal.

Selena membalikkan badannya, menatap Elvano dengan pengertian yang dalam. “Aku sama sekali tidak masalah, El. Aku tahu tanggung jawabmu besar sebagai CEO dan juga figur publik. Jangan terlalu memaksakan diri, ya?”

Elvano tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mengangkat tangannya dan mengusap puncak kepala Selena dengan lembut, sebuah gerakan protektif yang jarang ia tunjukkan pada siapapun.

“Terima kasih karena sudah mau mengerti,” bisiknya.

Selena tersenyum sekali lagi sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil. Elvano berdiri mematung di tempat parkir, melambaikan tangan dengan tenang saat mobil putih itu melaju meninggalkan area gedung Zenithra. Ia menatap kepergian mobil itu hingga hilang dari pandangan, seolah-olah sebagian dari ketenangannya ikut pergi bersama wanita itu.

Baru saja Elvano hendak berbalik menuju lift pribadi, ponsel di saku celananya bergetar hebat. Sebuah panggilan masuk dari Darian.

“Ya, Darian? Ada apa?” tanya Elvano langsung begitu menempelkan ponsel di telinganya.

“El, aku baru saja mengecek laporan tim keamanan lobi. Max baru saja keluar dari gedung setelah diskusi naskah film terbarunya,” lapor Darian dengan nada suara yang sedikit ragu.

Langkah kaki Elvano terhenti tepat di depan pintu lift. Rahangnya mengeras saat mendengar nama itu.

“Lalu?”

“Sepertinya dia tidak sengaja bertemu dengan Selena di lobi saat Selena baru sampai tadi,” lanjut Darian.

Mata Elvano menyipit tajam. “Apa yang mereka bicarakan? Bagaimana reaksi mereka?”

Darian terdiam sejenak, seolah sedang membaca catatan di depannya. “Berdasarkan pantauan visual CCTV lobi, tidak ada sesuatu yang istimewa, El. Hanya saling sapa singkat. Mereka berdua terlihat sama-sama terkejut, tapi Selena langsung memutus percakapan dan menuju lift. Hanya itu saja.”

“Hanya itu saja?” Elvano mengulang kalimat Darian dengan nada tidak percaya. Suaranya terdengar datar namun ada tekanan yang kuat di sana.

“Iya, El. Hanya pertemuan singkat yang tidak terduga. Max juga langsung pergi setelah itu,” jawab Darian mencoba menenangkan bosnya.

Elvano terdiam cukup lama, membiarkan keheningan menyelimuti sambungan telepon itu. Pikirannya melayang pada raut wajah Selena saat makan siang tadi. Selena tidak menceritakan apapun tentang pertemuan itu. Apakah Selena menganggapnya tidak penting, atau Selena justru sedang menyembunyikan sesuatu?

“Darian, aku ingin kau menambah beberapa unit CCTV baru di area lobi dan koridor utama,” perintah Elvano dengan nada dingin yang absolut.

Darian terdengar bingung di seberang sana. “CCTV lagi? Bukankah keamanan kita sudah yang terbaik di industri ini, El?”

“CCTV yang bisa menangkap suara dengan jernih. Aku ingin setiap inci lobi terpantau, terutama audionya. Jangan ada satu kata pun yang terlewatkan jika terjadi sesuatu yang mencurigakan di sana,” tegas Elvano tanpa memberikan ruang untuk dibantah.

Darian menghela napas panjang, ia hanya bisa mengiyakan perintah bosnya itu. “Baiklah, El. Akan segera kuproses dengan tim IT malam ini.”

Elvano mematikan teleponnya dan masuk ke dalam lift yang berdinding cermin. Ia menatap pantulan dirinya sendiri. Wajahnya yang tampan tampak kaku dan penuh dengan pikiran yang bergejolak. Sifat perfeksionis dan kebiasaan overthinking-nya mulai bekerja di luar kendali.

“Kenapa Selena tidak mengatakannya? Kenapa Max ada di sini tepat saat Selena datang? Apakah ini hanya kebetulan, atau Max sedang merencanakan sesuatu untuk kembali masuk ke kehidupan Selena?”

Saat pintu lift terbuka di lantai 25, Elvano tidak langsung menuju ruangannya. Ia melangkah menuju ruang kendali keamanan utama. Di sana, ia meminta staf keamanan memutar kembali rekaman CCTV lobi tiga puluh menit yang lalu.

Elvano memperhatikan layar monitor dengan saksama. Ia melihat Selena yang tampak cantik dan ceria masuk ke lobi, lalu momen saat ia bertabrakan dengan Max. Elvano memperhatikan gerak tubuh Max yang tampak ingin menahan Selena, dan ekspresi wajah Selena yang mendadak berubah dingin.

**

Cahaya hangat dari lampu gantung di dapur minimalis milik Selena menciptakan suasana yang nyaman dan estetik. Di atas meja counter marmer, berbagai bahan organik seperti tepung gandum utuh, pemanis stevia, dan bubuk kakao murni tertata rapi. Selena, dengan apron linen berwarna sage, tampak sibuk mengatur posisi ponselnya di atas tripod.

Malam ini, ia kembali menyapa para pengikut setianya melalui siaran langsung di akun @DailyDoseBySelena. Senyum hangatnya langsung mengembang begitu angka penonton di pojok layar melonjak naik.

"Halo semuanya, selamat malam! Kembali lagi di sesi baking sehat bareng Dr. Sunshine," sapa Selena dengan nada ceria yang menjadi ciri khasnya.

Sambil jemarinya dengan cekatan menimbang bahan-bahan, ia mulai menjawab rentetan pertanyaan yang membanjiri kolom komentar. Suaranya yang lembut namun informatif terdengar menenangkan, menjelaskan mengapa ia memilih minyak kelapa alih-alih mentega biasa untuk resep cake cokelat sehat kali ini.

"Dok, tips diet buat pejuang PCOS dong!" baca Selena sambil tersenyum. "Untuk PCOS, kuncinya ada di pengaturan indeks glikemik ya. Kurangi gula rafinasi, ganti dengan karbohidrat kompleks. Oh ya, jangan lupa proteinnya juga harus cukup," jelasnya dengan gaya bicara sederhana namun tetap ilmiah.

Di tengah kesibukan Selena meracik adonan, pintu depan rumah terbuka pelan. Elvano melangkah masuk dengan aura tenang yang mahal. Pria itu baru saja pulang dari jadwal syuting yang melelahkan, namun rasa lelahnya seolah menguap saat mendengar suara tawa Selena dari arah dapur.

Elvano berjalan mendekat, namun ia berhenti di batas ruang makan agar tidak tertangkap kamera. Ia mengangkat tangannya, melambaikan tangan sebagai sapaan bisu untuk Selena.

Selena yang menyadari kehadiran Elvano menoleh sejenak. Ia membalas lambaian tangan itu dengan senyuman manis yang membuat matanya menyipit cantik, namun tetap fokus pada kamera di depannya.

"Nah, sekarang kita campurkan bahan keringnya pelan-pelan ya agar teksturnya tetap fluffy," ucap Selena kembali ke persona influencer-nya.

Elvano memilih mundur ke ruang santai, merebahkan tubuh atletisnya di sofa empuk. Ia merogoh ponsel dari saku celananya, membuka aplikasi sosial media, dan masuk ke siaran langsung calon istrinya itu. Ia ingin melihat Selena dari sudut pandang jutaan orang yang memujanya.

Saat Elvano asyik memantau, tiba-tiba sebuah komentar muncul dan langsung disukai oleh ratusan penonton lainnya.

"Dok, jujur dong... Nutri Queen kita ini sudah ada yang punya belum sih? Penasaran banget siapa yang beruntung dapetin dokter paket lengkap kayak gini!" tanya akun bernama @RatuGosip.

Selena yang tidak sengaja membaca komentar itu tertegun sejenak. Ia tertawa kecil, rona merah tipis muncul di pipinya yang tanpa riasan tebal.

Di ruang santai, Elvano menahan napas. Jemarinya berhenti menggulir layar. Ia menunggu dengan rasa penasaran yang membuncah. Kira-kira, apa yang akan dikatakan wanita itu? Apakah dia akan pura-pura melajang demi menjaga popularitasnya, atau dia akan berbohong dengan dalih privasi?

Deretan pertanyaan senada mulai memenuhi layar ponsel Elvano. "Ayo Dok, jawab!", "Pasti sudah punya ya?", "Calon suaminya pasti ganteng banget!".

Selena terkekeh, ia mengaduk adonannya dengan ritme yang lebih lambat. "Aduh, kalian ini ya. Masak kue malah nanyain status," canda Selena, mencoba mengulur waktu.

Namun, kejujuran Selena rupanya lebih besar daripada rasa takutnya akan kehilangan pengikut. Ia menatap lurus ke arah kamera, memberikan tatapan yang sangat tulus.

"Karena kalian sudah bertanya dengan sangat semangat... Baiklah, aku jujur ya. Sebenarnya, aku sudah memiliki calon suami," jawab Selena dengan nada bicara yang mantap namun tetap tenang.

Seketika, kolom komentar seolah meledak. Ribuan emoticon hati dan tanda seru memenuhi layar. Ada yang patah hati, ada yang mengucapkan selamat secara massal, dan banyak yang memuji betapa beruntungnya pria yang bisa bersanding dengan Selena.

Elvano, yang mendengar pengakuan itu langsung dari ponselnya dan secara samar dari arah dapur, tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Sebuah senyuman lebar yang jarang sekali ia tunjukkan pada dunia. Perasaan bahagia yang asing menyeruak di dadanya. Ia merasa bangga karena Selena tidak menyembunyikan eksistensinya, meski identitasnya belum terungkap.

"Siapa Dok pelakunya? Kasih inisial dong!" tulis salah satu netizen.

Selena hanya menggeleng sambil tertawa misterius. "Rahasia ya. Nanti kalau sudah waktunya, pasti aku perkenalkan. Yang jelas, dia orang yang sangat hebat dan sangat... perfeksionis," ucap Selena sambil melirik ke arah ruang santai tempat Elvano berada.

Elvano tertawa pelan mendengar sindiran halus itu. Ia merasa menang malam ini.

***

1
Sri Murtini
elvano kau benar " cinta ya bukan akting
Sri Murtini
Elfano jatuh cinta se jatuh"nya dipelukan kekasih hati. ternyata tidak selamanya perjodohan itu berdampak buruk.... ini memang ketemu pasangan sejatì
Penta Ning Thiyas
luar biasa
Penta Ning Thiyas
karyamu selalu keren.. dan nagih😍👍 semangat kak
Hugo Hamish
kak up dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!