NovelToon NovelToon
Kapan Cinta Datang?

Kapan Cinta Datang?

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Evelyn12

"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."

" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."

"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Baru

"Ini rumah kita," ucap Dimas saat mereka turun dari mobil. Rumah minimalis, bernuansa modern kini berada di depan Naina. Rumah bercat dominan biru muda itu terlihat sangat asri dan bersih.

Dimas mengeluarkan koper mereka dari bagasi mobil, sedangkan Naina berdiam diri dengan matanya bergerak kesegala arah. Begitu takjub melihat rumah itu. Rumah bercat abu-abu kombinasi dengan warna putih. Cukup besar untuk mereka yang hanya berdua. Halamannya luas serta terdapat beberapa tanaman.

"Ayo masuk." Ajak Dimas sembari melangkahkan kaki masuk ke dalam diikuti oleh Naina.

"Ini kamar..." Ucapan Dimas terhenti, raut wajahnya agak membingungkan di mata Naina.

Naina pun masuk, disusul oleh Dimas yang membawakan koper Naina.

"Kamu bisa tidur di sini." Ucap Dimas yang sudah dapat di mengerti oleh Naina bahwa pria itu tidak ikut tidur di sana. Tapi Naina hanya diam.

"Di sebelah ada ruang kerjaku. Aku tidur di sana." Sambung Dimas yang sebenarnya tidak membuat kaget Naina.

"Iya, Mas." Naina mengangguk.

"Kamu tidak keberatan, kan?" Tanya Dimas memastikan. Tapi ia hanya mendapat balasan senyum kecil dari Naina.

"Kenapa harus terpisah?" Pertanyaan yang hanya bisa Naina simpan dalam hati.

Kemudian Dimas mengajak Naina melihat-lihat seisi rumah, menjelaskan ruang-ruang yang ada di sana.

"Biar kamu gak capek, nanti aku carikan Asisten rumah tangga buat ngerjain tugas rumah."

"Asisten? Kalau pakai Asisten, nanti aku mengerjakan apa, Mas?"

"Tiduran, atau apa aja sesuka kamu. Karena ini juga rumah kamu."

"Enggak ah, Mas. Aku bisa kok mengerjakan tugas-tugas rumah. Aku sudah biasa dengan semua itu. Lagian, kalau kerjaan ku hanya tiduran pasti sangat membosankan."

"Yasudah. Tapi kalau kamu membutuhkannya, kasih tau aku."

"Baik, Mas."

"Yasudah, kamu istirahat saja. Aku mau membereskan ruang kerjaku."

"Apa Mas mau di bantu?"

"Ah, gak usah. Aku cuma menyusun berkas-berkas."

"Baiklah."

*****

Naina terlihat melipat pakaian dari dalam koper yang mereka bawa untuk di masukan ke lemari. Sedari tadi ia sibuk sendiri mengerjakan apa yang bisa di kerjakan untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang terus saja mengganggunya.

Dimas sendiri duduk di sofa ruang tamu dengan di temani laptopnya. Ia terlihat sibuk dengan benda itu.

Tiba-tiba Naina datang, meletakkan segelas kopi hangat.

"Diminum, Mas."

Dimas sedikit kaget, "i-iya, terimakasih."

"Sedang apa?"

"Ngerjain proposal, biar besok gak terlalu banyak yang harus dikerjakan."

"Oh, iya. Besok Mas sudah mulai kerja, kan?"

"Iya."

Mereka kembali hening. Terdengar Dimas menyeruput kopinya untuk menghilangkan kecanggungan.

"Mas, apa Mas bahagia?" Pertanyaan yang sudah lama sekali ingin Naina tanyakan.

Dimas hanya diam.

"Aku sedang mencoba menerima keadaan. Soal bahagia atau tidak aku juga tidak tau. Aku jalani saja apa yang ada sekarang."

"Maafkan aku..."

"Kenapa kamu minta maaf, aku yang seharusnya minta maaf, karena udah buat kamu jadi terbawa dalam pernikahan ini."

"Jujur saja. Sejak ijab qobul itu di ucapkan, dalam hati aku sudah ikhlas menerima semua takdir ini dan bersedia berbakti padamu, Mas."

"Maaf, Naina... sampai hari ini, hatiku masih belum menerima semua ini. Mungkin akan memerlukan waktu. Dan lagi... aku harap kamu bisa bersabar."

"Iya, Mas."

Naina termenung di sana.

"Pertemuan kita sangat singkat. Dan sekarang kita sudah berstatus suami istri. Jujur aja, aku masih bingung harus memulai dari mana. Yang bisa kita lakukan sekarang ya jalani. Aku tidak akan memaksakan apapun kepadamu, dan aku harap kamu juga begitu."

*****

"Aku harusnya sadar diri. Tidak perlu berharap banyak atas pernikahan ini. Tidak perlu berharap mas Dimas akan mencintaiku. Aku siapa? Hanya gadis desa yang sama sekali tidak sepadan dengan mas Dimas."

"Untuk kali pertama aku jatuh cinta pada seseorang hanya dengan menatapnya untuk pertama kali."

"Bisakah aku membuat mas Dimas jatuh cinta? Aahhh... itu hanyalah mimpi di siang bolong. Cinta sendirian memang menyakitkan."

"Tapi,"

"Aku adalah istrinya saat ini. Membuatnya jatuh cinta dengan cara seorang istri tentu tidak dosa, bukan?"

"Aku pun bingung. Berada di dekatnya saja membuat aku mati kutu."

*****

Mentari menyapa dengan sinarnya yang lembut. Seisi ruangan tercium aroma kopi yang harum.

Tampak Naina sudah berdiri di depan pintu saat Dimas hendak keluar dari kamarnya.

"Pagi, Mas." Ucap gadis itu tersenyum sumringah.

"Pa-pagi." Dimas merasa sedikit canggung.

"Aku udah buatkan sarapan. Sebelum berangkat, Mas sarapan dulu."

"Iya..."

Dimas yang sudah rapi dengan seragam kerjanya, berjalan mengikuti Naina menuju meja makan. Saat sampai disana, Dimas tertegun melihat banyak sarapan yang sudah di siapkan Naina.

"Sebanyak ini, dia bangun jam berapa?" Batin Dimas.

"Aku gak tau Mas suka makan apa kalau sarapan, jadi aku buatkan semua ini. Mas tinggal pilih mau makan yang mana." Ucap Naina.

"Sebenarnya kopi dan roti saja sudah cukup, kamu gak perlu capek-capek." Jawab Dimas.

"Gak ada capek dari seorang istri yang menyiapkan sarapan untuk suaminya." Jawab Naina disertai senyuman.

Dimas tertegun mendengar jawaban Naina. Kemudian ia memakan nasi goreng yang sudah tersedia di depannya.

"Aku pikir dia akan marah atas obrolan kami semalam." Benak Dimas.

1
sushan shaikh
menyesal gw ikutin ni novel, pelakor di menangin, gak ngotak banget asli !
yg tulus malah di buang, author nya kek nya pendukung sejati pelakor deh,,
Evelyn_nikeeen: bukan pendukung. 😂 cuma, ayo berpikir logis... relakah Naina sama lelaki yang seperti Dimas? Aku rasa, Naina juga berhak dapat yg lebih baik.
total 2 replies
Rani R.I
Dan jika othor tetap ingin membuat Dimas Dan sarah menikah,,,dan tidak ada karma buat mereka,, berarti othor adalah pendukung para Ani Ani
Rani R.I
kasih Dimas pelajaran setimpal,,,buat naina pergi tanpa meninggalkan jejak,,buat si Sarah kenaa batu nya karena sudah berusaha jadi pelakor,, apa pun alasannya,,,
Rani R.I
buat si Sarah di cemoh byk orang,,,dan buat bisnis ibunya hancur atas karma anak nya,,buat Dimas merasa kehilangan setelah Naina pergi jauh tanpa jejak,,jgn sampai Dimas sudah menikah sama sarah lalu di buat Dimas menyesal dan pisah lg samaa Sarah lalu kembali pada Naina OGAH,,jgn yea thourr,, kalau mau buat mereka rujuk kembali nanti,,jgn buat Dimas menikah sama sarah
Rani R.I
sejauh ini gk ada karma buat si Sarah dan Dimas,, naina slalu menderita...
thourr buat cerita mu terkesan jgn membuat cerita mu memuakkan,,, seharusnya si sarah sadar dia juga di selingkuhin oleh suami nya buat Dimas dan sarah menderita dan menyesal,,, sudah sejauh ini blm ada sedikit bayang bayang naina bahagia
Rani R.I
cerita mu sampah thourr,,, pelakor kok di kasih panggung,,,yg lebih parahnya ibunya sarah mendukung nya,, Helehhh,, apa gk ada karma untuk pelakor dan Dimas,, naina menderita dari awal,,si Sarah Muluu yg menang...
Rani R.I
Huhh nanti di saat syg syg nya tiba tiba ketahuan tentang hubungan Dimas sama sarah,, hancur lah kepercayaan naina
Rani R.I
wkwkwk,, tapii berharap jgn sampai Dimas dtg ke acara itu,,, kalau sampai Dimas dtg hancur lah semua nya,,, lebih baik gk usah dtg.. biarlah semua nya terlupakan,,atau Dimas jujur lah sama naina,,sebelum naina mengetahui dari orang lain atau,, secara tidak sengaja nanti
Rani R.I
semoga kamu Dimas bnr bnr berubah dan aku berharap BUCIN SE BUCIN nya terhadap naina,, lupakan masalalu mu jika ingin hidup bahagia dan damai,,,jgn sampai naina pergi Baru Kamu menyadari nya
Rani R.I
capek baca karya mu thourr,, kaki laki seperti Dimas plin plan,,kpn sih ketahuan,,, biarkan naina pergi jauh dari kehidupan Dimas,,jgn buat sosok naina terlalu lemah dan bodoh karena cinta
Mamoruuu
Huhu, Pasti pusing jadi Dimas /Sob/
Rani R.I
sampai sini cerita nya masih membulat thourr,,bosan bacanya...jgn buat naina jadi wanita Bodoh dan lemah... lebih baik buat naina pergi jauh dari suaminya ituu,,, kalau mau buat si Dimas kembali sama si Sarah yea biarin lah,,, sudah sampai sini masih di buat peran naina begok,,tegas sedikit knp... lama amat ketahuan nya...jgn bertele tele cerita nya thourr
sushan shaikh
kasih dong thor cowok yg suka nya terobsesi sma naina, biar dimas tau rasa bini nya di kejar cowok lain,,
udah muak gw di otak nya sarah mulu, kasian naina,,
sarah jga udah tau dimas laki orang, malah di biarin anak nya deket sma si dimas, kan cari masalah pusing sndri krna udah terlanjur deket,,
kasih dia cwok gih biar gak recokin rumah tangga orang mulu,,,
Evelyn_nikeeen: sepertinya kakak sangat emosi 😌😂 sabar sabar ❤
total 1 replies
Rani R.I
kasih tahu ajaa Li,, percaya atau tidak nya oleh nayna yg penting Kamu sudah jujur dari pada nanti semakin lama semakin sakit'.
Rani R.I
buat Dimas BUCIN akut sama istri nya,,,
Rani R.I
thourr buat sarah pergi jauh dari Dimas donk,,, lagian si Dimas ini seperti plin plan...
kalau Dimas masih datangin sarah dan Kimmy,,buat naina pergi jauh dan Dimas nangis darah..
Rani R.I: akuu doain yea thourr,,si Dimas BUCIN akut sama nayna sehingga gk bisa ke kmr mandi pun ngikut jadi Ekor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Rani R.I
thourr buat Dimas BUCIN sama naina Dan gk bisa jauh dari naina gitu...dan sarahh pertemukan sama kaki laki lain gituu thour
Evelyn_nikeeen: boleh boleh 🤣
total 1 replies
febry Asd
ya Sarah jangan jadi pelakor kasian naina
Evelyn_nikeeen: huhuhu
total 1 replies
Mariani Ajja
kasian naina terlalu berharap SM Dimas...
Evelyn_nikeeen: sabar kakak 😂 semoga ntar ketahuan yaaa wkwk
total 1 replies
Evelyn_nikeeen
sebenernya nyesek kali bikin bab ini 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!