NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:741
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Besar Pertama Terjadi

Malam itu rumah Irwan berubah seperti medan perang,tangisan anak-anak masih terdengar dari kamar ketika Sulis dan Irwan terus bertengkar di ruang tengah. Beberapa kantong oleh-oleh dari kampung bahkan masih berserakan di lantai karena tadi jatuh saat Sulis emosi.

Sulis berdiri dengan wajah basah oleh air mata,sementara Irwan tampak semakin kehilangan kesabaran.

“Mas sadar nggak sih apa yang kamu lakuin?” suara Sulis bergetar hebat. “Kamu masukin perempuan lain ke rumah kita!”

Irwan mengusap wajahnya kasar.

“Aku udah bilang dia cuma numpang sementara!”

“Perempuan nggak punya hubungan darah sama kamu tinggal serumah, itu menurut kamu wajar?!”

Lastri yang sejak tadi diam tiba-tiba berbicara dengan suara lirih.

“Mbak... saya benar-benar nggak ada niat ngerebut Mas Irwan.”

Sulis langsung menoleh tajam.

“Jangan panggil suami saya pakai nama seenaknya!”

Lastri langsung menunduk seolah ketakutan.

“Maaf...”

Namun ekspresi sedih yang dibuat-buat itu justru membuat Irwan semakin iba.

“Udah jangan bentak-bentak dia,” ucap Irwan mulai membela.

Sulis langsung tertawa tak percaya.

“Oh jadi sekarang kamu ngebelain dia?”

“Iya kalau kamu keterlaluan!”

Kalimat itu menghantam dada Sulis begitu keras,selama bertahun-tahun menikah, baru kali ini Irwan membentaknya demi perempuan lain,air mata Sulis kembali jatuh.

“Aku ini istri kamu, Mas...”

Irwan terdiam sesaat, tetapi emosinya sudah terlanjur naik.

“Terus aku harus gimana? Ngusir dia sama anaknya ke jalan?”

“BUKAN DIBAWA KE RUMAH KITA JUGA!”

Suara Sulis kembali meninggi,tangisan Rara dari kamar makin keras mendengar pertengkaran itu.

“Mamaaa...”

Namun Sulis sendiri sudah hampir kehilangan kendali,Ia menunjuk Lastri dengan tangan gemetar.

“Kamu tahu dia punya istri, tapi masih mau tinggal di sini. Kamu nggak punya malu?”

Lastri langsung menangis kecil.

“Saya cuma bingung harus ke mana, Mbak.”

“Jangan pura-pura lemah di depan aku!”

Lastri makin menunduk sambil mengusap air matanya.

“Saya benar-benar cuma numpang sementara...”

Nada bicaranya terdengar begitu menyedihkan,seolah dirinya korban,padahal kehadirannya sudah menghancurkan ketenangan rumah tangga orang lain.

Irwan yang melihat Lastri menangis langsung mendekat.

“Udah... jangan nangis.”

Pemandangan itu membuat hati Sulis seperti diremas,suaminya,laki-laki yang dulu selalu membela dirinya,kini justru menenangkan perempuan lain di depan matanya sendiri.

“Astaghfirullah...” suara Sulis pecah karena terlalu sakit.

Ia mundur beberapa langkah sambil menggeleng tak percaya.

“Mas udah berubah.”

Irwan langsung menatapnya tajam.

“Jangan lebay.”

Kalimat itu membuat Sulis membeku.

Lebay?

Setelah semua yang ia lihat malam ini?

“Jadi sekarang perasaan aku dianggap lebay?” tanyanya lirih.

Irwan mulai frustrasi.

“Kamu tuh dari tadi nggak mau ngerti keadaan!”

“Keadaan apa?!” bentak Sulis lagi. “Aku ninggal rumah cuma dua minggu terus pulang-pulang ada janda tinggal di sini!”

Lastri kembali menyela pelan.

“Mbak, saya bisa pergi kalau Mbak nggak suka.”

Nada suaranya lembut, penuh kepura-puraan,namun sebelum Sulis sempat menjawab, Irwan lebih dulu bicara.

“Nggak usah.”

Seketika suasana menjadi hening,Sulis menatap suaminya perlahan.

“Apa?”

Irwan menarik napas kasar.

“Aku nggak mungkin ngusir dia malam-malam begini.”

“Mas...” air mata Sulis jatuh lagi. “Kamu milih dia?”

“Jangan dipelintir!”

“Tapi kamu nahan dia tetap tinggal!”

Irwan membanting remote televisi ke sofa karena emosi.

“Aku capek kalau ngomong sama kamu!”

“AKU YANG CAPEK!”

Sulis akhirnya ikut berteriak.

“Aku nemenin kamu dari miskin! Dari rumah bocor! Dari motor mogok! Dan sekarang pas kamu punya uang... kamu malah bawa perempuan lain masuk ke rumah kita!”

Napas Irwan memburu,egonya sebagai laki-laki mulai tersulut.

“Aku nggak selingkuh!”

“Tapi kamu hampir melakukannya!”

Kalimat itu membuat Irwan terdiam sesaat,dan diamnya membuat Sulis semakin hancur,karena jauh di dalam hati, Irwan sendiri sadar...apa yang dikatakan istrinya tidak sepenuhnya salah.

Malam semakin larut.

Dito dan Rara akhirnya tertidur dalam keadaan menangis di kamar,sementara Sulis duduk sendirian di dapur sambil memeluk lututnya,tangisnya tak berhenti sejak tadi.

Di ruang tengah, Lastri masih duduk diam dengan wajah sedih,namun di balik matanya, ada rasa puas kecil yang tersembunyi.Pertengkaran besar pertama itu akhirnya membuka sesuatu yang selama ini hanya berupa rasa nyaman diam-diam,kini semuanya sudah berubah menjadi luka yang nyata,sejak malam itu, rumah mereka tidak akan pernah terasa sama lagi,tangisan kecil dari kamar akhirnya membuat Sulis tersadar dari kekacauan pikirannya.Dengan langkah lemas ia berdiri dari lantai dapur lalu berjalan menuju kamar anak-anak. Dadanya masih terasa sesak, matanya panas karena terlalu banyak menangis,begitu pintu kamar dibuka, Dito langsung bangkit dari tempat tidur.

“Mama...”

Bocah itu memeluk ibunya erat sambil ikut menangis,Rara bahkan terlihat gemetar di sudut kasur sambil memeluk boneka kelincinya kuat-kuat,Sulis langsung memeluk kedua anaknya bersamaan.

“Iya sayang... Mama di sini.”

Suara wanita itu terdengar pecah,melihat anak-anaknya ketakutan justru membuat hatinya semakin hancur.

“Papa marah ya?” tanya Rara lirih dengan mata sembab.

Sulis langsung menggeleng cepat meski air matanya kembali jatuh.

“Nggak sayang... Papa cuma lagi emosi.”

“Kenapa ada tante itu di rumah kita?” tanya Dito polos.

Pertanyaan sederhana itu terasa seperti pisau yang menusuk dada Sulis perlahan,Ia bahkan tidak tahu harus menjawab apa.Bagaimana mungkin ia menjelaskan pada anak-anaknya bahwa rumah mereka sedang diganggu perempuan lain?

Sulis mengusap kepala Dito pelan.

“Tante itu cuma numpang,” jawabnya lirih meski hatinya sendiri menolak percaya.

Rara menatap ibunya penuh ketakutan.

“Mama jangan pergi ya...”

Kalimat itu langsung membuat Sulis memeluk putrinya lebih erat.

“Nggak sayang. Mama nggak pergi.”

Namun jauh di dalam hatinya, Sulis sendiri mulai merasa asing di rumahnya,rumah yang dulu penuh tawa dan kehangatan kini terasa dingin dan menyesakkan.

Di luar kamar, Irwan duduk sendirian di ruang tengah sambil mengusap wajahnya kasar.

Emosinya perlahan mulai turun,namun yang tersisa justru rasa penat luar biasa.Lastri masih duduk diam di sofa dengan wajah sendu.

“Saya jadi nggak enak...” ucap wanita itu pelan.

Irwan menghela napas panjang.

“Bukan salah kamu sepenuhnya.”

Lastri langsung menunduk.

“Saya memang harusnya pergi.”

Irwan menoleh cepat.

“Malam begini mau pergi ke mana?”

“Saya nggak mau rumah tangga Mas jadi hancur gara-gara saya.”

Nada suaranya terdengar lemah dan penuh kesedihan.Padahal jauh di dalam hatinya, Lastri tahu persis bahwa kehadirannya sudah membuat hubungan Irwan dan Sulis retak.

Dan anehnya...

Ia tidak benar-benar merasa bersalah,karena untuk pertama kalinya setelah lama hidup sendiri, ada laki-laki yang membelanya, memperhatikannya, bahkan memberinya tempat tinggal,perasaan itu membuatnya enggan pergi.Irwan menyandarkan tubuh ke sofa lalu memejamkan mata sejenak.

“Aku cuma capek,” gumamnya pelan.

Lastri menatap pria itu cukup lama.

“Mas terlalu baik sama orang.”

Irwan terkekeh hambar.

“Kalau baik nggak bakal kayak gini.”

Lastri perlahan mendekat lalu duduk sedikit lebih dekat dari sebelumnya.

“Semua pasti bisa dijelasin baik-baik sama Mbak Sulis.”

Irwan diam.

Namun dalam hatinya sendiri, ia mulai sadar bahwa yang membuat semuanya sulit bukan hanya karena Sulis marah,melainkan karena dirinya memang mulai nyaman dengan Lastri,ia memiliki perasaan yang sulit dijelaskan,hingga kenyamanan itu terlihat terlalu jelas di mata istrinya.

Di dalam kamar, Sulis masih belum bisa tidur,Dito dan Rara akhirnya tertidur setelah lama menangis dalam pelukannya,Sulis justru terus terjaga sambil memandangi langit-langit kamar,pikirannya kacau,Ia teringat bagaimana tadi Irwan membela Lastri,bagaimana suaminya melarang perempuan itu pergi,dan bagaimana rumah mereka kini dipenuhi barang-barang wanita lain,air mata kembali mengalir tanpa suara.

Sulis menoleh perlahan ke sisi ranjang tempat ia biasa tidur bersama Irwan,entah kenapa malam itu ia merasa ada sesuatu yang telah hilang dari pernikahan mereka,kepercayaan,rasa aman,dan mungkin... cinta yang dulu begitu besar.

Pintu kamar perlahan terbuka,Irwan masuk dengan wajah lelah,melihat Sulis masih terjaga, pria itu terdiam sesaat.

“Anak-anak udah tidur?” tanyanya pelan.

Sulis tidak menjawab,Ia hanya mengusap air matanya cepat.

Irwan mendekat perlahan.

“Lis...”

“Jangan dekat-dekat aku dulu.”

Nada suara Sulis dingin.

Irwan menghela napas kasar.

“Aku nggak ngapa-ngapain sama dia.”

Sulis tertawa kecil tanpa menoleh.

“Tapi kamu pengen kan?”

Kalimat itu membuat Irwan langsung diam,dan diamnya lagi-lagi menjadi jawaban yang menyakitkan,Sulis memejamkan mata kuat-kuat menahan tangis.

“Mas...” suaranya lirih sekali. “Aku takut kehilangan kamu.”

Untuk pertama kalinya malam itu, ego Irwan sedikit runtuh mendengar suara istrinya yang terdengar begitu rapuh.

Namun belum sempat ia bicara, dari luar kamar terdengar suara Lastri memanggil pelan.

“Mas Irwan... anak saya muntah.”

Seketika Irwan langsung menoleh ke arah pintu,Sulis hanya bisa memandangi punggung suaminya yang bergegas keluar kamar demi perempuan lain.

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!