NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Lebih Sulit Dari Yang Diduga

Ayah dan kedua saudaraku, mereka sedang menatapku, tatapan mereka dipenuhi oleh rasa penasaran dan juga keterkejutan. "Kamu dan Alex ada masalah apa?" tanya Dennis, memecah kesunyian yang terasa canggung di meja makan.

Namun sebelum aku mengatakan apapun, ibu menyela, "Suaminya sedang minum kopi dengan wanita lain." suaranya penuh dengan kekecewaan dan juga ejekan yang sengaja di tunjukkan padaku, seolah itu semua adalah salahku. Sepertinya aku sendirilah yang mendorong suamiku untuk bertemu dengan mantannya. "Kamu bahkan tidak bisa mempertahankan pernikahanmu." tambahnya, kemudian dia berdiri, aku bisa melihat raut wajahnya yang menyimpan kemarahan, sebelum dia berlalu pergi meninggalkan meja makan.

Aku yang masih bingung hanya bisa terdiam terpaku, mencoba memproses apa yang baru saja aku lihat. Alex bilang kalau dia sedang bekerja dan sedang ada meeting dengan klien, tapi dia tidak menyebutkan kalau dia ternyata meeting dengan mantan kekasihnya.

Meskipun segalanya terasa aneh selama beberapa minggu belakangan ini, namun kamu masih tetap terikat pernikahan dan seharusnya dia tidak berhak untuk bertemu mantannya itu.

Selain itu, aku juga masih bingung setelah melihat kalung yang di pakai wanita itu. Alex bilang dia sudah tidak bertemu dengan Claudia selama bertahun-tahun.

Lalu, mengapa Alex memberinya kalung yang dia beli beberapa hari sebelumnya di pelelangan itu, sebelum dia tahu bahwa Claudia ada di kota ini?

"Olivia, apa arti dari semua ini?" sekarang ayahku yang bertanya, alisnya terangkat ke atas saat dia menatapku. Aku menyeka air mata yang tanpa sadar sudah menggenang di sudut mataku dengan punggung tangan.

Aku tidak ingin menyerah dan kalah di hadapan mereka. Mereka bahkan tidak peduli bagaimana perasaanku. Buruknya lagi, mereka malah menyalahkan aku atas ketidak setiaan suamiku.

"Aku tidak tahu, ayah," jawabku, suaraku terdengar garing.

Sarah dan Dennis tak berkata sepatah katapun, keduanya hanya menatapku penuh simpati, namun tak bisa berbuat apa-apa.

"Apa yang terjadi dengan pernikahan kalian? Sebaiknya kamu menemui Alex dan minta maaf jika kamu memang merasa berbuat salah. Selesaikan masalah kalian berdua," kata ayah, ucapan terdengar tegas sebelum dia beranjak pergi menyusul ibuku.

Sejujurnya, aku tidak terkejut dengan tindakan mereka. Inilah salah satu alasan mengapa aku tetap merahasiakan tentang perceraian itu dari mereka.

Mereka memperlakukan Alex seperti emas dan membuatku merasa bahwa Alex hanya merasa kasihan padaku ketika dia menikahiku. Dia seorang billionaire dan ayah ibuku tidak ingin kehilangan sumber emas mereka, sehingga mereka akan melakukan apapun untuk memastikan Alex tidak meninggalkan aku.

Kedua orangtuaku bukanlah orang miskin. Mereka tinggal di sebuah rumah yang mewah dan nyaman.

Maka, aku tidak melihat alasan mengapa mereka selalu menjilat Alex demi uangnya.

Sarah beranjak dari kursinya dan bergeser ke kursi kosong di sebelahku yang tadinya ditempati ibuku. "Aku mohon maaf atas sikap mereka," ucapnya memohon maaf atas sikap ayah dan ibuku.

"Kau tidak perlu meminta maaf, aku memang sudah menduga akan hal ini," jawabku. Selalu saja seperti itu, ayah dan ibu bersikap buruk padaku lalu Sarah dan Dennis, salah satu diantara mereka yang akan minta maaf atas perlakuan buruk mereka.

Mereka semua berharap banyak padaku dan itu semua menjerumuskan aku. Tidak peduli betapa pun kerasnya aku mencoba, tidak satupun hal yang aku lakukan terlihat cukup baik di mata mereka.

Tidak seperti adik Perempuanku, yang selalu menjadi favorit mereka, aku selalu merasa bahwa aku seperti berpijak di cangkang yang rapuh, yang selalu berusaha untuk memenuhi keinginan mereka.

"Jangan dianggap serius ucapan ayah dan ibu. Lagi pula, itu bukan salahmu kalau suamimu pergi dengan wanita lain," tambah Dennis, suaranya nyaris berbisik. "Sejauh yang kami tahu, itu hanya sebuah, kau tahulah ,.... a friendly meeting."

Aku tidak bisa menahan tawa saat mendengar Dennis mengucapkan kalimat itu. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Wajah cemas Dennis berubah menjadi raut wajah penuh kebingungan.

"Apanya yang lucu?" tanya Dennis, kedua alisnya terangkat ke atas.

"Ada banyak hal yang kamu sama sekali tidak tahu, Dennis," aku menjawab dengan satu tarikan napas panjang, dan merebahkan kepalaku di atas meja. "Sepertinya Sarah belum memberitahumu tentang semuanya," ucapku tanpa semangat. Saat ini, aku sedang tidak ingin membicarakannya.

Sarah pun memberitahu Dennis semua yang telah terjadi. Saat dia menceritakan semua kepada Dennis, tiba-tiba aku menyadari bahwa selama ini aku telah membuang waktu percuma bersama Alex. Pada akhirnya, dia akan tetap memilih Claudia.

Aku tidak mengerti mengapa aku masih tinggal serumah dengan Alex. Tetapi saat ini, aku tidak ingin lagi tinggal di sana.

Sarah dan Dennis, keduanya masih terlibat pembicaraan ketika aku berdiri dan melangkah pergi.

Aku mengeluarkan ponselku dari dalam tas dan menghubungi Alex. Aku tidak bisa lagi menunggu sampai aku pulang ke rumah untuk berhadapan dengannya. Aku menghubungi Alex beberapa kali namun tidak diangkat padahal ponselnya aktif.

Dia mungkin masih bersama mantannya dan dia tidak punya waktu untuk berbicara denganku. Atau kemungkinan dia sudah tahu mengapa aku menelponnya dan dia tidak ingin berurusan denganku.

Frustrasi, aku berjalan masuk ke dalam rumah menuju kamar orang tuaku. Mereka sudah kecewa padaku dan sudah berpikir bahwa akulah yang bermasalah, maka dari itu aku harus meluruskannya.

Aku dan Alex sudah bercerai," ucapku, begitu aku membuka pintu kamar mereka. "Itu sudah berjalan selama lebih dari dua minggu."

Aku bisa melihat kerutan-kerutan di yang muncul muncul di dahi keduanya.

"Bercerai?" ibuku mencubit lengannya dan menggelengkan kepala karena kaget. "Kamu tidak bisa bercerai! Kenapa kamu tidak langsung bicara padaku tentang masalah ini?!"

Ayahku langsung berjalan ke pintu menghampiriku. "Siapa yang punya ide mengenai perceraian ini?"wajahnya penuh selidik saat dia bertanya padaku.

"Itu ide Alex.."

"Olivia, apa yang telah kamu lakukan pada Alex?" tanya ibuku, suaranya terdengar pecah. "Apakah kamu ingin membuat malu keluarga kita?" ucapnya dan itu sukses membuat aku tergelak.

"Aku tidak memberitahumu, maka dari itu kita bisa membahasnya." jawabku, "Aku hanya ingin kamu mendengarnya pertama kali dariku." Aku baru saja ingin beranjak pergi meninggalkan kamar mereka tapi perkataan ayahku membuatku membeku.

"Kami akan ikut kamu pulang ke rumahmu." ucapnya, dengan nada yang mengandung kecemasan. "Kau harus memperbaiki pernikahanmu, Olivia. Kau tidak boleh berbuat hal yang mempermalukan nama baik keluarga kita."

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!