NovelToon NovelToon
Singa Yang Menunduk Pada Mawar

Singa Yang Menunduk Pada Mawar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Sinopsis: Singa yang Menunduk pada Mawar
Habib Ghibran Fahreza Al-Husayn adalah sosok "Singa" yang dingin dan kaku, hingga sebuah tragedi merenggut nyawa adiknya, Azlan, tepat sebelum hari pernikahan. Terikat janji dan kehormatan, Ghibran terpaksa melangkah maju menggantikan posisi adiknya untuk menikahi Syarifah Aira, wanita yang seharusnya menjadi adik iparnya. Di bawah atap Pesantren Al-Husayn, Ghibran harus belajar menundukkan egonya demi memenangkan hati Aira, hingga ia memutuskan mengganti nama pesantrennya menjadi Salsabila sebagai bentuk pengabdian cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua sisi kebenaran

Suasana kamar perawatan itu mendadak mencekam. Ghibran berusaha duduk tegak meski luka di lengannya berdenyut hebat. Ia menatap Babanya, Habib Fauzan, yang berdiri dengan napas memburu. Di sudut ruangan, Aira masih memegang foto lama yang dilemparkan tadi, tangannya gemetar hebat.

"Baba... apa maksud Baba? Umi Intan ada di ndalem sekarang, beliau sehat," suara Ghibran rendah, mencoba mencari logika di tengah amarah ayahnya.

Habib Fauzan tertawa getir, tawa yang terdengar sangat hampa. "Syarifah Intan adalah wanita mulia yang menerimaku apa adanya, Ghibran. Tapi sebelum aku menikahinya, aku memiliki seorang istri yang sangat kucintai. Dia adalah Syarifah Fatimah, ibu kandung yang seharusnya merawatmu jika saja dia tidak diracun secara perlahan oleh pria yang sekarang menjadi mertuamu!"

Aira tersentak. Jadi, Syarifah Intan yang selama ini ia panggil "Umi" adalah ibu tiri bagi Ghibran dan Azlan, meskipun beliau menyayangi mereka seperti anak kandung sendiri. Rahasia tentang istri pertama Baba yang telah tiada selama puluhan tahun ini sengaja ditutup rapat dari publik pesantren.

"Ayahku... Ayah Amir tidak mungkin melakukan itu, Bah," bisik Aira membela diri, meski hatinya ragu setelah melihat bukti-bukti racun pada Azlan.

"Amir adalah apoteker di klinik pesantren dulu," sela Habib Fauzan tajam. "Dia mencintai Syarifah Fatimah, tapi Fatimah memilihku. Karena cemburu, dia mengganti obat penguat kandungan Fatimah dengan zat yang mematikan. Dan sekarang, putri dari pembunuh itu masuk ke keluargaku? Ini adalah penghinaan!"

Ghibran menatap Babanya dengan tatapan tak percaya. "Lalu kenapa Baba yang menyuruhku menikahi Aira? Jika Baba tahu siapa ayahnya, kenapa Baba memaksa pernikahan ini tetap terjadi?"

Habib Fauzan terdiam sejenak. Matanya berkilat dingin. "Karena aku ingin Amir merasakan apa yang kurasakan. Kehilangan anak, kehilangan menantu, dan melihat putrinya menderita di tangan keluarga yang membencinya. Tapi aku tidak menyangka kamu akan benar-benar melindunginya, Ghibran!"

Pukul 02:00 WIB.

Setelah perdebatan hebat, Habib Fauzan meninggalkan ruangan dengan perintah agar pengawal menjaga pintu kamar Ghibran. Aira terduduk di kursi kayu, menyembunyikan wajah di kedua telapak tangannya. Ia merasa seperti pion dalam papan catur yang dimainkan oleh orang-orang tua yang penuh dendam.

Ghibran mengulurkan tangannya yang tidak terluka, menyentuh pundak Aira dengan ragu. "Aira... lihat aku."

Aira mendongak. Matanya merah dan sembab. "Kita harus berpisah, Kak. Baba benar. Kehadiranku hanya akan menjadi duri di keluarga ini. Aku adalah anak dari pria yang menghancurkan kebahagiaan Baba."

"Tidak," jawab Ghibran tegas. "Pernikahan ini sudah terjadi. Aku tidak akan membiarkan dendam masa lalu menghancurkan masa depan kita. Azlan meninggal karena dia tahu rahasia ini dan dia mencoba menghentikan Ayahmu. Sekarang, tugasku adalah menyelesaikan apa yang dimulai Azlan."

Tiba-tiba, pintu kamar diketuk dengan pola tertentu. Tiga kali ketukan pendek. Itu adalah kode dari Azka. Ghibran memberi isyarat agar Aira membukakan pintu.

Azka masuk dengan wajah yang sangat pucat. Ia tidak sendiri. Di belakangnya, berdiri seorang wanita yang mengenakan seragam dokter dengan masker yang menutupi separuh wajahnya. Begitu masker dibuka, Aira terkesiap.

Itu adalah Shakira Qiana.

"Maaf mengganggu momen drama keluarga ini," ujar Shakira dengan nada sarkas khasnya. "Tapi Pak Ghibran, ada perkembangan baru. Saya baru saja memeriksa kembali sampel jus yang Anda berikan lewat Azka. Ada sesuatu yang terlewatkan."

"Apa itu?" tanya Ghibran sigap.

"Zat penenang itu... itu bukan untuk membunuh Aira," Shakira meletakkan sebuah laporan medis di atas meja. "Zat itu digunakan untuk menekan ingatan jangka pendek. Seseorang ingin Aira melupakan kejadian yang terjadi sepuluh tahun lalu. Kejadian di mana Syarifah Fatimah meninggal."

Aira mengerutkan kening. "Sepuluh tahun lalu? Saat itu aku masih remaja. Aku tidak ingat pernah melihat kejadian itu."

"Itulah masalahnya," sambung Shakira. "Ingatanmu ditekan secara medis selama bertahun-tahun melalui suplemen yang diberikan Bundamu. Kamu sebenarnya adalah saksi kunci, Aira. Kamu melihat siapa yang sebenarnya meracuni Syarifah Fatimah, dan itu bukan Ayahmu."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Kutu Buku
Thor apa2an Ini
jngan Bilang yaa punya Anak Di Luar Nikah 🤣😂😂
Isti Mariella Ahmad: hihi🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!