NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Sandra, Satya dan Raisya telah menjalin persahabatan sejak mereka memasuki dunia perkuliahan. Perhatian Satya pada Sandra terlalu berlebihan membuat Sandra menjadi terbawa perasaan.
Namun pada akhirnya Sandra harus mengubur perasaanya pada Satya kala Raisya memberitahunya bahwa dia akan segera menikah dengan Satya.
sakit dan perih yang Sandra rasakan.
Namun takdir berkata lain, Sandra terpaksa harus menjadi ibu sambung dari anak hasil pernikahan sahabatnya itu, Raisya dan Satya.
akan kah Sandra sanggup melalui hari harinya bersama Satya yang telah berubah dan masih di hantui oleh bayang-bayang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelakor?

"mama ndra"

Baru saja aku memarkirkan mobil, gadis kecil itu sudah memanggil dan melambaikan tangannya padaku. Aku berjalan menuju keberadaan sandrina yang masih dalam pengawasan guru.

"Mis Arsyi terimakasih ya sudah jagain sandrina" ucapku pada salah satu guru di taman kanak-kanak tempat sandrina sekolah.

"Sama-sama Bu Sandra, itu sudah kewajiban saya" ucapnya lembut

"Ayok sayang kita pulang, pamit dulu sama mis Arsyi" ucapku sambil dituruti oleh sandrina.

"Gimana na, sekolahnya happy?" tanyaku seraya fokus memegang kemudi.

"Seru sekali mama ndra, hari ini aku diajarin beberapa kosakata dalam bahasa inggris sambil bernyanyi" ucap gadis kecil itu antusias.

"ouh seru banget dong, yaudah nanti malam mama ndra cek ya kosa kata bahasa inggrisnya" ucapku sambil melirik keberadaan sandrina.

"oke, kalau drina tidak lupa" cengiran kecil muncul diwajahnya yang imut.

Selepas berganti baju dan bersih-bersih aku menyuruh sandrina untuk duduk di sofa sambil menunggu makan siangnya matang. aku sedang sibuk memasak nasi goreng, sesuai dengan permintaan sandrina, ia minta dibuatkan nasi goreng dengan toping ayam dan sosis.

"Mama ndra suapin saja ya biar cepet makannya, setelah makan drina kerjain PR dulu sedikit, setelah itu tidur siang. Baru boleh main game"

"Baik mama ndra"

Salah satu yang menjadi sebab aku sangat menyayangi gadis kecil ini yaitu dia sangat menurut, jika diarahkan gadis kecil ini akan menurut tanpa bantahan. Entah bagaimana Raisya mendidik sandrina dulu, sehingga menjadikan gadis kecil ini penurut.

"Mama ndra ko bengong, ini nasi di mulut drina sudah habis"

"oh iya maaf sayang"

tok tok tok

Ketika aku mencuci piring, tiba-tiba suara gedoran pintu apart cukup keras sehingga sandrina terperanjat dari meja belajarnya.

Aku berjalan menuju pintu apart, dengan hati-hati aku membuka pintu. Bu Arini dan pak Najib. Kedua orangtua Raisya yang datang

"Kedatangan saya kesini, saya akan mengambil semua barang-barang Raisya" ucap Bu Arini menghambur masuk kedalam apartemen sebelum aku persilahkan masuk.

Aku panik bukan main, aku mengambil ponsel dan segera ku hubungi kak Satya.

Nasib baik, telpon langsung di terima oleh kak Satya.

Sandra : kak, bisa izin pulang dulu sebentar

Satya : ada apa ndra?

Aku sudah panik bukan main, tangan ku sudah bergetar. Drina ia sudah berlari menuju kamarnya.

Sandra : kedua orangtua Raisya Dateng kak, katanya mau ngambil semua barang-barang milik Raisya.

Satya : oke aku pulang sekarang.

setelah menutup telpon aku menghampiri Tante Arini yang sedang mengumpulkan beberapa foto Raisya yang masih terpajang rapi.

"Om Tante, saya mohon tolong minta izin dulu sama kak Satya"

"Untuk apa Sandra saya meminta izin, toh Satya sudah menikah lagi. Dan perlahan dia akan melupakan anak saya" ucap Tante Arini dengan sinis, sejak awal pun Tante Arini tidak setuju dengan pernikahan aku dengan kak Satya.

"Dimana pakaian anak saya"

Aku tidak menjawab, dadaku sesak menahan tangis. Kenapa kak Satya lama sekali.

Tidak begitu lama setelah Tante Arini dan om Najib memasuki kamar, Satya datang dengan nafas yang masih tengah engah.

"dimana?"

"di kamar kak"

"Pak, Bu. Saya mohon jangan ambil semua barang-barang Raisya, setidaknya sisakan satu foto untuk kenang-kenangan"

Mendengar kak Satya memohon sambil memelas. Kenapa hatiku sedikit sakit ya mendengar perkataan kak Satya, aku dapat melihat cinta yang begitu besar dan tidak akan terpupus kak Satya pada Raisya. Oh terus fungsi aku disini sebagai apa?. Hatiku sakit sebagai wanita yang pernah mencintainya (dan masih), lalu pernikahanku dengan kak Satya bagaimana kedepannya?.

Aku memperhatikan Tante Arini dan om Satya yang sedang mengambil semua pakaian Raisya. satu Minggu yang lalu kak Satya menyuruhku untuk membereskan baju Raisya, jika sudah siap ia akan mendonasikan baju baju Raisya pada orang yang membutuhkan, katanya. Karena untuk apa juga dia menyimpan pakaian Raisya di dalam lemari, karena itu akan membuat hatinya sakit dan takut memberatkan hisab Raisya nanti, kata kak Satya padaku. Aku menurut dan membereskan baju Raisya di lemari sebelah yang kosong.

"Kamu yakin akan terus mengingat anak saya Satya, sedangkan hidupmu sudah berjalan normal dengan wanita pelakor itu"

Kak Satya menoleh padaku

Aku tidak menggubris, hatiku sakit mendengar perkataan dari Tante Arini, yang mengecap ku sebagai pelakor. Perih sangat perih, jika bukan permintaan dari Raisya aku pun tidak ingin menikah dengan kak Satya dalam keadaan yang seperti ini.

Bu Arini telah pergi meninggalkan apartemen dengan membawa semua barang-barang Raisya. Kini rumah lengang tidak ada foto-foto Raisya yang manis terpajang di dinding.

"jangan di masukin hati ndra" ucap kak Satya, sebelum berlalu pergi. Entah kemana, mungkin kembali ke kantor.

1
roses
sipp di tunggu ya kak
Aimee Aiko
lanjut seru
Buku Matcha
Bagus
roses
kok jadi ikut deg degan ya ndra
roses
sabar ya sandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!