NovelToon NovelToon
Di Balik Seragam Yang Sama

Di Balik Seragam Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tazaya

Sebuah kisah 2 orang anak SMA, dibalik seragam yang sama ternyata kehidupan mereka sangat bertolak belakang

dengan kisah anak gadis bernama Naira dengan kehidupan nya yang sunyi dan dingin
dan kisah anak lelaki yang berkerja keras sambil bersekolah tapi dikelilingi keluarga yang hangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tazaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Pencuri Isi Kepala

Waktu terus merambat naik hingga jarum jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Bimbingan kilat yang melelahkan itu akhirnya selesai juga. Anak-anak kelas 11-A pamit pulang satu per satu dengan wajah lega setelah tugas mereka dirombak habis-habisan oleh duet maut Rama dan Naira.

Naira merapikan pulpen gelatik dan ponselnya ke dalam tas. Ruko fotokopi kini sudah kembali sepi, hanya menyisakan suara dengung halus mesin yang mulai dimatikan oleh Bang Andi di bagian belakang.

Naira berdiri, menyampirkan tasnya, lalu menatap Rama yang sedang sibuk menyapu sisa-sisa potongan kertas di lantai.

"Aku pulang duluan," pamit Naira, berusaha menjaga suaranya tetap terdengar anggun dan tenang seperti biasa.

Rama menghentikan gerakan sapunya, lalu mendongak. Dia menatap Naira sebentar, lalu beralih melirik jam dinding. "Iya, sudah malam. Hati-hati di jalan, Ra. Makasih buat malam ini."

"Ya," sahut Naira singkat. Dia berbalik dan melangkah keluar ruko. Ada secercah rasa kecewa di hatinya karena Rama tidak menawarkan diri untuk mengantarnya atau minimal menemaninya sampai ke seberang jalan, tapi Naira segera menepis pikiran itu. "Ngapain juga? Kan aku bawa mobil sendiri!" batinnya ketus.

Begitu masuk ke dalam mobil mininya yang nyaman dan menyalakan mesin, Naira langsung menyandarkan punggungnya ke jok. Segala ketegangan dan rasa salah tingkah yang dia tahan sejak jam tujuh malam tadi seketika menguap. Dia mengembuskan napas panjang.

Namun, tepat saat suasana mobil hening, sebuah suara yang sangat familier kembali terdengar.

Kruuuuukk~

Naira sontak memegangi perutnya. Kali ini bunyinya tidak kalah nyaring dengan bunyi perut Rama kemarin pagi di kelas.

"Aduh... laper banget lagi," keluh Naira sambil mengerucutkan bibirnya.

Dia baru ingat kalau sejak siang tadi perutnya belum kemasukan makanan berat sama sekali. Tadi sore di rumah dia terlalu sibuk dandan dan memilih baju, ditambah suasana rumah yang dingin membuat selera makannya hilang. Tapi sekarang, setelah otaknya diperas habis-habisan untuk mengajari anak-anak kelas, perutnya menagih haknya tanpa ampun.

"Apa aku cari makan dulu ya?" gumam Naira sambil melirik jalanan kota yang mulai lengang.

Kalau pulang ke rumah jam segini, sudah pasti tidak ada makanan yang tersisa, atau kalaupun ada, dia malas harus berpapasan dengan orang tuanya. Akhirnya, Naira memutuskan untuk mencari tempat singgah. Dia memutar setir mobil mininya menuju ke sebuah kafe 24 jam yang cukup estetis dan terkenal di dekat area pusat kota.

Sesampainya di kafe, aroma kopi yang kuat dan alunan musik jazz yang tenang langsung menyambutnya. Tempat ini adalah zona nyaman Naira modern, bersih, ber-AC, dan dipenuhi orang-orang yang sibuk dengan laptop masing-masing. Sangat kontras dengan ruko fotokopi Rama yang gerah dan bising tadi.

Naira memesan satu porsi croissant cokelat hangat dan sebotol iced matcha latte. Dia memilih meja di dekat jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah jalan raya.

Saat pelayan mengantarkan pesanannya, Naira langsung memotong croissant itu dan menyuapkannya ke dalam mulut. Rasa manis cokelat yang meleleh di lidahnya membuat matanya terpejam sesaat karena nikmat.

"Nah, gini dong. Ini baru duniaku," gumam Naira pelan, merasa energinya yang terkuras malam ini telah kembali.

Namun, saat dia menyedot matcha lattenya sambil menatap keluar jendela, pikirannya mendadak melayang kembali ke ruko fotokopi tadi. Dia teringat bagaimana Rama bekerja tanpa lelah, kaos hitamnya yang sedikit basah oleh keringat, dan bagaimana cowok itu dengan telaten mengipasinya menggunakan kipas sate bambu yang absurd.

Naira menatap struk pembayaran kafenya yang tergeletak di meja. Total harganya bahkan bisa dipakai untuk membeli sepuluh botol susu cokelat yang dia berikan kepada Rama kemarin.

Sambil mengunyah sisa kuenya, Naira menopang dagu dengan sebelah tangan. "Cowok aneh," bisik Naira sendirian ke arah jendela kaca, dengan sudut bibir yang tanpa sadar melengkung membentuk senyuman tipis.

"Malam-malam gini dia lagi ngapain ya? Apa masih nyapu kertas?"

Naira menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, merutuki dirinya sendiri yang lagi-lagi memikirkan cowok kaku itu di tengah waktu makan malamnya yang tenang.

1
Wawan
Sepertinya ini sama persis degan bab di depan 💪✍️
Wawan
Nah kena Amor lu 😍😄✍️
tazayaa: hahaha🤭
total 1 replies
Wawan
Kok mirip ceritaku ya ... "Pada Suatu Masa" 💪✍️
Wawan: Panjang kalau di ceritaku 😄 ... But ide tulisamu menarik dan menyenangkan Thor 💪✍️
total 2 replies
Wawan
Satu ilklan plus mawara buat yang lagi klepek klepek 😄✍️
tazayaa: hihii terimakasih 💪😄
total 1 replies
Wawan
Suit suiiit 😍
tazayaa: hihiii🤣
total 1 replies
Wawan
Rama dan Naira 😍😍😍
tazayaa: jangan lupa baca kisah selanjutnya yaa😍😍😍
total 1 replies
Protocetus
Bibit2 timnas 💪
Protocetus
Gk sekolah mau kerja apa bossku 😂
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa: siapp, sama-sama👍
total 3 replies
Dhatu Lukita
terus semangaattt 💪💪💪
tazayaa: terimakasih kak, semangat jugaa 💪
total 1 replies
Dhatu Lukita
haloo thor aku mampir nih, semangat terus berkarya ya 💪💪💪
tazayaa: siapp kak, makasihh yaa
total 1 replies
tazayaa
bantu follow ya supaya admin semangat update niii🤭🤭
cila_aa
aduhh ada yang mulai tumbuh tapi bukan pohon nihh 🤭
tazayaa: wkwkw
total 1 replies
tazayaa
BAGUSSS POLLL!!!🩷🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!